Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 249 EMHD



"Duduklah Anna," ujar Aisyah mempersilahkan kakak iparnya itu untuk duduk di sofa di ruang kerjanya.


"Apa ada hal penting yang ingin engkau bicarakan padaku?" Istri dari Alex itu menatap perempuan cantik itu dengan wajah penasaran.


"Omar dan aku ingin memohon maaf padamu," jawab Anna sembari menjalin jari-jarinya di bawah meja.


"Minta maaf karena apa?" tanya Aisyah penasaran. Anna langsung tersenyum meringis kemudian mulai membuka mulutnya,


"Omar berniat mempertemukan Nikita dan Crisstoffer Anderson tanpa izin dari kalian berdua," jawab Anna takut-takut. Aisyah langsung tersenyum kemudian tertawa melihat ekspresi yang ditampilkan oleh kakak iparnya itu.


"Hahaha, jangan menampilkan wajah seperti itu Anna, kamu tampak sangar lucu."


"Kamu tidak marah ya?"


"Kenapa aku harus marah, mereka berdua itu bersepupu. Wajarlah kalau mereka bertemu. Cuma aku tidak tahu bagaimana dengan Alex, mungkin suamiku itu belum rela tapi tak apa, itu hanya bentuk sayang seorang Daddy pada putrinya." jelas Aisyah dengan senyum diwajahnya kemudian ia melanjutkan,


"Oh jadi karena itu kamu kak Omar mengundang Nikita untuk menginap di rumahmu?" Anna mengangguk dan menjawab,


"Iya, tapi sebenarnya awalnya aku juga tidak tahu dengan rencana kakakmu itu."


"Oh jadi itu kejutan?" Aisyah mengangkat alisnya sebelah tidak percaya dengan cara kakaknya itu.


"Ya begitulah, aku juga baru dikasih tahu kalau Crisstoffer itu mau datang padahal aku juga tidak siap, hehehe," Anna tertawa mengingat kejadian semalam. Yang karena tamu yang ditunggu tidak datang ia jadi bebas bersama dengan Omar melakukan perjalanan ke kayangan tanpa gangguan bocah kembarnya karena ada Nikita.


"Lalu? apakah mereka berdua bertemu?" tanya Aisyah dengan wajah gembira sekaligus penasaran.


"Hemm, sayangnya tidak, karena Crisstoffer datang terlalu larut dan pintu sudah ditutup." jawab Anna dengan wajah berubah kecewa.


"Tapi pria itu datang lagi justru saat Nikita pulang tadi pagi," lanjut Anna dengan wajah berubah semangat.


"Ah tidak seru kalau begitu, aku kira kamu ingin menceritakan kalau sudah ada perkembangan hubungan mereka berdua.


"Ah iya, tapi aku ada kabar gembira untukmu dan kurasa masalah putrimu dan pria itu akan segera selesai." lanjut Anna dengan senyum mengembang di bibirnya. Perempuan cantik itu segera meraih handphonenya dan memperlihatkan sebuah gambar yang baru saja dikirim oleh Omar, suaminya.


"MasyaAllah, Kak Omar dan Anderson junior ada di Masjid Agung Moskow?" mata Aisyah berkaca-kaca melihat pemandangan indah itu di dalam kamera Anna. Ia sekarang yakin bahwa masalah kedua muda mudi itu akan segera terselesaikan.


"Sisa Nikita yang harus kita bujuk untuk menerima perjodohan dari kakeknya itu." ujar Anna dengan yang disetujui oleh Aisyah. Mereka berdua saling tersenyum dan mulai merencanakan sebuah pertemuan yang spesial untuk Nikita dan juga Anderson junior itu.


🍁


Sementara itu di jalanan Kota Moskow yang sudah sangat ramai dengan beberapa mobil ambulans dan juga Polisi.


Dua mobil mewah yang sudah ringsek tak berbentuk itu sedang dikerumuni oleh beberapa polisi untuk diperiksa penyebab terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa pada mobil Bugatti Veyron kuning.


Sedangkan Alex dan juga Maksim sudah dalam perjalanan ke Rumah Sakit membawa tubuh Omar Yusuf dan juga Crisstoffer Anderson yang belum sadarkan diri karena luka parah yang mereka derita.


"Semoga mereka baik-baik saja dan masih bisa ditolong," ujar Maksim saat range Rover Evoquenya sudah sampai di Rumah Sakit.


"Cepat, berikan pertolongan!" teriak Alex pada tim dokter yang sedang bertugas di Ruang Emergency Room.


"Dokter Omar dan dokter Anderson? apa yang terjadi pada mereka berdua?" tanya ketua tim dokter yang dengan sigap memeriksa keadaan pasien yang mengalami pendarahan di kepala dan juga kaki mereka.


"Kecelakaan lalu lintas, dokter," jawab Alex dengan wajah tak sabar.


"Tolong selamatkan mereka," lanjut Alex lagi sembari menggenggam tangan dokter itu.


"Tentu tuan, mereka berdua adalah dokter terbaik. Mereka harus hidup," ujar dokter itu dengan senyum diwajahnya.


Beberapa tindakan pun dilakukan oleh semua tim dokter terbaik di Rumah Sakit pimpinan Omar itu. Alex segeralah keluar dari Emergency Room dan menemui Maksim.


"Bagaimanapun kabar Albert, Max?" tanya Alex saat ia baru ingat kalau masih ada anggota keluarganya yang masih berada di Menara masjid agung itu.


"Aku baru saja menghubunginya dan memintanya untuk meninggalkan tempat itu. Biarkan polisi yang menangkap sniper itu disana." jawab Maksim mencoba tersenyum diantara kekhawatirannya pada dua dokter yang sedang mendapatkan tindakan di dalam sana.


"Siapa sebenarnya yang ingin dihabisi oleh bajingan itu? apa mungkin kak Omar atau si Crisstoffer Anderson itu?" Alex tampak sangat bingung dengan kejadian yang begitu tiba-tiba ini.


"Menurutmu apa mungkin Kak Omar mempunyai musuh Gengster seperti mereka?" ujar Maksim balik bertanya.


"Tidak mungkin, ini pasti ada hubungan dengan cucu laki-laki William Anderson itu," jawab Alex dengan ekspresi tak terbaca.


"Dan ya, aku juga melihat pimpinan genk Yuris ada di pelataran parkir masjid itu sebelum kita meninggalkan tempat itu," lanjut Alex berusaha menghubungkan fakta-fakta yang ada di dalam otaknya. Sampai ia mendapatkan kesimpulan yang sangat mengejutkan.


William Anderson adalah salah seorang anggota Gengster Yuris puluhan tahun yang lalu dan kemungkinannya adalah cucunya juga termasuk di dalamnya. Dan entah dendam atau utang masa lalu apa lagi diantara mereka sehingga ikut melibatkan Omar sang kakak ipar.


"Max, aku rasa aku sudah menemukan titik merah dari kekacauan ini, aku yakin sekali ini semua karena pertikaian masa lalu Genk Yuris."


"Kamu betul, aku juga sudah mulai berpikir ke sana," jawab Maksim dengan wajah tak terbaca.


"Lalu apa yang mereka lakukan di masjid agung Moskow, Max?" tanya Alex lagi dengan rasa penasaran yang semakin banyak memenuhi pikirannya.


"Kalau itu aku juga tidak tahu, tapi? apa mungkin Crisstoffer Anderson itu memeluk agama Islam dan sedang melakukan ikrar disana?"


Deg


Alex memandang wajah Maksim dengan dada berdebar. Segala kemungkinan itu bisa saja terjadi. Dan mereka berharap segala persangkaan yang ada di hati mereka berdua benar adanya.


"Hubungi Anna Max, ia harus tahu kondisi suaminya saat ini dan aku akan menghubungi Aisyah agar segera datang ke Rumah sakit." ujar Alex setelah lama terdiam.


Drrrt


Drrrt


Aisyah dan Anna saling berpandangan karena handphone mereka berdua berbunyi bersamaan. Dan tanpa sadar mereka berdua pun menjawab sambungan telepon itu bersamaan.


"Ya Hallo, ada apa Max?"


"Ya Alex, ada apa sayang?"


"Kak Omar kecelakaan dan sekarang ada di Emergency Room," jawab Alex dan Omar bersamaan.


"Max, kamu tidak bercanda kan?" tanya Anna dengan suara tercekat karena kaget luar biasa.


"Alex, bagaimana mungkin? Kak Omar selalu berhati-hati kalau mengendarai mobilnya." jawab Aisyah kemudian menatap Anna yang sedang menangis tersedu-sedu.


"Baik Alex kami akan segera kesana," ujar Aisyah lagi kemudian menutup panggilan telepon itu. Aisyah dan Anna saling berpelukan dengan rasa sedih yang mereka rasakan.


Sebelum mereka berangkat ke rumah sakit, Aisyah memanggil Reisya dan juga Maryam yang sedang mengajar di kelas mereka masing-masing.


"Kami akan ke rumah sakit sekarang juga, karena Kak Omar mengalami kecelakaan lalulintas. Jadi anak-anak aku titip ya pada kalian," ujar Aisyah pada Reisya.


"Innalilahi wa Inna ilaihi rojiun. Semoga Kak Omar baik-baik saja," ujar Reisya dengan ucapan simpatinya.


"Aku titip di kembar juga ya, Maryam," Anna menyusut air matanya sembari memeluk tubuh isteri dari Maksim itu.


"Iya pergilah, kami berdua akan membawa pulang ElRasyid dan juga Elmira ke rumah sepulang sekolah."


"Baiklah kami berangkat ya, Assalamualaikum," ujar Aisyah kemudian naik ke mobil yang akan dikemudikan oleh Anna ke Rumah Sakit.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍