Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 203 EMHD



Bertambah lagi kebahagian keluarga Smith. Seorang Beby girl hadir di rumah besar itu tanpa disangka-sangka. karena usia kehamilan Aisyah juga tidak begitu ia yakini diusia berapa saat itu. Maklumlah istri Alex tahu kalau ia sedang mengandung justru saat ia dibawa kabur oleh Antonio Cassano


Sepanjang hari merayakan acara tujuh bulanan Reisya dan juga hari kemerdekaan Indonesia, Aisyah nampak baik-baik saja dan tidak mengeluhkan apapun. Pun beberapa hari sebelumnya.


"Mommy, Alhamdulillah aku senang sekali karena punya adik lagi, itu artinya perutmu kembali kempes seperti semula, hahaha," ujar Nikita dengan wajah gembira. Semua orang yang menjenguk di kamar utama itu tertawa bahagia karena lelucon Nikita yang sangat lucu itu.


"Jadi pemenang lomba semuanya adalah mommy, karena cuma dia yang berhasil mengempeskan perutnya setelah lomba joget balon hahaha," Nikita kembali berseru yang ditepuki oleh semua orang.


Sekali lagi kebahagian baru menghampiri keluarga itu. Tak ada lagi kata yang pantas selain syukur Alhamdulillah atas segala nikmat yang diberikan kepada mereka semua.


🍁


Dua kali persalinan Aisyah yang selalu ditolong oleh Anna, selalu berdurasi singkat, cepat, dan selamat. Hingga banyak yang ingin bertanya rahasia dibalik semua itu, tak terkecuali Reisya yang sedang menunggu waktu estimasi dari dokter kandungannya.


"Apa rahasiamu Aisyah, hingga kamu begitu mudah melahirkan?" tanya Reisya dengan senyum cerah diwajahnya. Ia mengelus lembut perutnya yang semakin membesar diusia jalan 8 bulan itu.


"Tak ada rahasia, kata artikel yang pernah aku baca, suami kita bisa membantu proses melahirkan lebih mudah." jawab Aisyah sembari memberi ASI pada putrinya yang sudah berusia 6 hari itu.


"Oh ya? memangnya Alex bisa membantumu melahirkan seperti dokter Omar?" tanya Reisya lagi dengan wajah penasaran.


"Membantu bukan seperti itu, Reisya. Jangan berpura-pura tidak tahu ya, atau aku akan pukul kepalamu dengan bantal ini, mau?" Reisya langsung tergelak mengerti perkataan sahabat sekaligus saudara iparnya itu.


"Kalau yang itu sih sudah kupraktekkan bahkan hampir setiap saat seperti resep minum obat, 3 kali sehari," ujar Reisya masih dengan tawa di bibirnya.


"Wow, hebat sekali itu, kamu apa tidak pegal Sya?" tanya Maryam dengan mata melotot. Ia saja hanya sekali sehari sudah kadang tak bisa bergerak apalagi kalau lebih dari itu.


Memang ya pria-pria dalam rumah itu terlalu sehat dan kuat kalau berhubungan dengan yang satu itu.


"Habisnya enak sih, hihihi," Reisya cekikikan yang dibalas oleh senyum lebar diwajah Aisyah dan Maryam.


"Olahraga yang lain juga lah, jalan keliling rumah atau halaman yang luas di depan sana itu bagus lho untuk memudahkan melahirkan, bukan cuma olahraga ranjang," timpal Anna yang baru bergabung di dalam kamar utama rumah itu.


Perempuan itu sedikit trauma dengan yang namanya melahirkan karena peristiwa naas itu hingga ia merasakan dua kali kesakitan. Normal dan juga Caesar ia rasakan dalam satu waktu.


"Iya Bu dokter, aku akan rajin jalan mulai saat ini kok," ujar Reisya tersenyum. Anna dan Aisyah mengangkat jempol mereka tanda setuju.


"Eh ngomong-ngomong ibuku ingin menanyakan kue apa saja yang akan ia buat untuk acara akikah putrimu besok,"


"Oh yang itu? terserah deh mau bikin kue apa saja, ibumu kan jago masak, jadi kue apa saja selalu cocok dilidah kita, betul tidak?"


Tiga perempuan cantik itu mengangkat jempol. Mereka semua suka makanan dari Indonesia yang banyak ragamnya.


"Bibi Sarah dan ayah juga akan tiba sebentar lagi, jadi ibumu dan bibi Sarah bisa berkolaborasi memasak makanan khas Dagestan, Rusia, dan juga Indonesia. Pasti akan bikin mulut kita tak berhenti mengunyah, hahaha," Aisyah tertawa gembira yang langsung membuat baby Girlnya berhenti menyusu.


"Eh kenapa berhenti sayang, lanjut saja, cup cup cup," ujar Aisyah pada putrinya.


"Anna, bagaimana produksi Asimu untuk baby twins apa lancar?" Anna menggeleng lemah kemudian tersenyum.


"ASIku bagus sebenarnya cuma karena yang butuh ada 3 eh 2 jadi akhirnya aku bantu dengan susu formula supaya aku tak kewalahan,"


"Iya sih kalau kembar begitu kan kebutuhannya juga banyak apalagi kalau kakakku juga minta hehehe,"


"Kebutuhan baby boy dan baby girl berbeda, ElRasyid lebih kuat nyusunya dibandingkan dengan Elmira yang lambat dan cepat kenyang," jelas Anna menceritakan pengalamannya dengan bayi kembar.


"Kalau kak Omar?" sekali lagi Aisyah menggoda Anna, sang ipar.


"Kakakmu jangan ditanya, dia bayi besar yang manja dan suka cemburu pada 2 anaknya, hahaha,"


"Hey kalian menggosipkan aku ya?" tanya Omar yang baru masuk ke kamar itu. Ia bermaksud memeriksa keadaan tali pusar babygirl yang sedang menyusu pada mommynya.


"Ah tidak, maksud kami bukan kamu saja yang kami gosipkan kak, tetapi semua suami-suami kita, iyyakan?" ujar Aisyah sembari meminta persetujuan semua perempuan do dalam kamar itu.


"Iya benar sekali, kak Omar." timpal Maryam cepat.


"Tak apa gosipkan saja kami karena itu bukti bahwa pria sejati seperti kami selalu ada dihati kalian," ujar Omar sembari meraih ponakannya untuk memeriksa keadaan tali pusarnya, apakah sudah kering betul atau tidak.


Setelah memastikan semuanya baik-baik saja, ia pun keluar dari kamar itu yang diikuti oleh semua perempuan yang sibuk bergosip tadi.


Reisya memangil ibunya untuk membahas persiapan acara akikah besok pagi.


"Ibu mau masak apa untuk besok?" tanya Reisya pada ibunya yang kebetulan masih berada di rumah itu.


Suriya dan Abdul Rachman belum ingin kembali ke negaranya karena ingin melihat putri semata wayangnya melahirkan.


"Karena besok ada daging domba atau kambing, jadi ibu ingin masak daging itu dengan rempah pallu keluak, InsyaAllah semua orang di sini akan suka."


"Trus kuenya Bu, kue apa?" tanya Reisya lagi dengan wajah penasaran.


"Kue lapis dan klepon, itu adalah kue tradisional kita saat ada acara seperti ini."


"Kenapa ibu tidak membuat lopis dan juga tape ketan hitam?"


"Ah apa mereka nanti suka nak?"


"Kalau lopis sih bisa tapi kalau tape rasanya waktunya sudah sangat mepet dan juga bahannya susah kalau bikinnya di sini."


"Iya juga ya Bu, coba kita minta kirim dari Heru pasti bisa, tetapi belum sampai padahal acara akan dimulai hahaha,"


"Iya benar sekali itu. Yang paling gampang dan bahannya mudah ditemukan adalah puding."


"Iya ibu, buat yang menurutmu mudah ya, Mungin lain kali baru kita praktekkan kue-kue itu,"


"Baiklah, ibu akan memeriksa kesediaan semua bahan di lemari pendingin itu." ujar Suriya dan meninggalkan putrinya di tempat itu. Ia ingin segera mengeksekusi bahan kue itu agar semuanya sudah siap saat esok tiba.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya.


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍