Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 176 EMHD



Alex menghampiri Aisyah yang masih berpura pura sibuk dan mengabaikannya.


"Aisyah, kamu tidak kasihan padaku sayang? lihat lukaku ini karena si brengsek Cassano itu." ujar Alex berusaha mengambil hati istrinya itu.


Pria itu bahkan meraih tangan perempuan kesayangannya itu dan menciumnya lembut.


Aisyah merasakan hatinya menghangat tetapi sayangnya Ia sudah mendengar kata-kata Alex tadi kalau luka-luka itu hanya makeup saja.


Tanpa sadar tangannya bergerak meraba bekas-bekas luka itu dan menekannya untuk memastikan kalau itu benar-benar luka atau drama saja.


"Awwww, sakit sayang," teriak Alex meringis dengan suara sedih yang dilebih-lebihkan.


"Alex, maafkan aku ya," ujar Aisyah sembari menyentuh kembali luka-luka itu dengan bibirnya. Ia selalu tahu bahwa obat seperti itu yang diinginkan suaminya dari dirinya.


Pertahanan perempuan cantik itu seketika hancur hanya karena melihat keadaan suaminya yang menyedihkan.


Padahal ia ingin sekali membalas pria yang sudah menyakitinya itu dengan balik mengabaikannya tapi sayangnya hatinya tak sekeras itu.


"Aisyah, maafkan aku ya," ujar Alex kemudahan meraih bibir Istrinya yang sudah lama ia rindukan itu. Pria itu melumaatnya pelan kemudian melepaskannya.


"Aku menyesal Aisyah, sungguh aku tak bisa hidup tanpamu, sayang," lanjutnya kemudian menyentuh bibir Istrinya itu yang tampak basah oleh salivanya. Aisyah tidak menjawab, ia hanya memejamkan matanya menikmati belaian jari-jari suaminya itu dibibirnya.


Dengan tak sabar Alex kembali meraih lagi bibir yang merekah merah itu. Tangannya menekan tengkuk Istrinya agar ciumannya bisa semakin dalam.


Aisyah tak tinggal diam, ia membalas perlakuan suaminya itu dengan menghisap kasar bibir atas suaminya. Sungguh ia juga sangat merindukan belaian pria tampan dan sangat kuat ini.


"Aisyah,..." bisik Alex dengan getaran yang tak kuat ia tahan dalam suaranya. Pria dominan itu sudah mulai terbakar lagi dan lagi. Urat syarafnya kembali hidup setelah berbulan-bulan tak bereaksi meskipun melihat lawan jenis yang seksih-seksih.


Tangan satunya mulai menyusup kedalam pakaian istrinya itu. Ia mengelus lembut punggung Aisyah dengan segala rasa yang ingin memberontak dan meledak.


"Alex,.." Aisyah mendessah pelan ketika tangan suaminya mulai bergerak turun dan meremas bokongnya lembut.


Seketika tubuhnya ia rasakan meleleh menjadi Jelly apalagi Alex semakin memperdalam ciumannya. Meraih lidahnya dan mengulumnya lembut kemudian menuntun.


"Aisyah, aku..." bisik Alex dengan suara frustasi. Ia begitu menginginkan istrinya itu sekarang juga. Aisyah hanya tersenyum kemudian menggerakkan tangannya ke bawah menyentuh sesuatu yang sangat diinginkannya juga.


"Alex," bisik Aisyah lembut dikuping suaminya yang ternyata justru semakin mengantarkan jutaan aliran listrik tak kasat mata disekujur tubuh suaminya.


Alex merasakan tubuhnya bergetar hebat. Sungguh ia menginginkan istrinya sekarang. Dengan gerakan cepat ia mengangkat tubuh Aisyah yang sudah lemas itu ke atas ranjang Nikita.


Ranjang kecil yang tak seperti ranjang mereka selama ini. Tangannya dengan lincah membuka pakaian istrinya yang hanya menyisakan bra berenda yang begitu seksih dan terbuka.


"Aisyah, sayangku kamu semakin cantik," puji Alex saat melihat tubuh itu sudah tak berpenghalang sedikitpun.


Perlahan tangannya yang besar bergerak ke arah perut istrinya yang tampak membuncit. Perkataan Antonio Cassano tiba-tiba berputar kembali di kepalanya.


Ia mengarahkan bibirnya untuk mencium perut itu lembut,


"Maafkan Daddy ya, selalu saja aku menyakiti mommy saat ia sedang mengandung bayiku, maafkan Daddy sayang," ujar Alex dengan suara bergetar sedih.


Ia merasa orang yang paling banyak berdosa pada istrinya ini.


Ingatannya kembali pada saat rumah tangganya diguncang oleh masalah pada waktu itu dan ternyata saat itu Aisyah juga sedang hamil dan kini saat ia berbuat kesalahan yang kesekian kalinya, istrinya juga sedang berjuang mengandung bukti cinta mereka.


"Aku memaafkanmu Alex," ujar Aisyah sembari mengelus kepala suaminya yang masih betah menciumi perutnya.


Hingga suara pintu yang terbuka membuat mereka menghentikan kegiatan menyenangkan itu. Alex segera menarik selimut dan menutupi tubuh istrinya yang polos itu.


"Daddy, mommy, maafkan aku mengganggu kalian," ujar Nikita sembari menutup matanya.


"Sungguh aku tak melihat apa-apa, aku hanya disuruh oleh Miss. Annette untuk segera bersiap karena teman-teman sudah akan berangkat ke Bandara." ujar Nikita dengan permohonan maaf berulang-ulang.


Matanya sedari tadi ia tutup karena ia tahu sedang terjadi sesuatu di kamar itu.


Alex langsung meremas tengkuknya malu. Sekali lagi ia dan Aisyah tak ingat situasi dan kondisi.


"Tidak apa sayang, buka matamu. Daddy hanya memeriksa perut mommy karena ada adek baru di dalamnya. Kalau kamu mau periksa, kamu juga bisa." ujar Alex dengan menarik tangan putrinya yang masih betah menutup matanya itu.


Alex pikir ia sudah terlanjur tertangkap tangan jadi harus ada alasan yang masuk akal agar anak itu tidak berpikir macam-macam.


"Betulkah itu mom?" tanya Nikita antusias. Ia segera membuka matanya dan melangkah mendekati Aisyah yang sedang berbaring dibawah selimut.


"Iya sayang, daddy baru saja ingin menyapa adik barumu. Sini tanganmu," jawab Aisyah sembari membawa tangan putrinya ke atas permukaan perutnya yang berbalut selimut.


"Apa ia sudah bisa bergerak mom?" tanya Nikita dengan perasaan campur aduk.


"Iya sayang, usianya mungkin sudah lima bulan. Ia sudah diberi nyawa oleh Allah."


"Wah, pasti lucu sekali sampai Daddy ingin menengoknya," Alex langsung terbatuk-batuk secara tiba-tiba.


"Daddy? minum air putih yang banyak supaya kamu tidak batuk, udara disini sangat dingin." Nikita berlari ke arah nakas di dekat pintu.


Gadis kecil itu mengambil segelas air putih hangat dan diberikannya pada sang Daddy.


"Ini minum dulu Dad supaya batukmu cepat sembuh,"


"Terimakasih sayang," ujar Alex kemudian meminum air hangat itu.


"Jadi bagaimana Dad? apa aku ikut sama teman-temanku pulang atau aku menunggu kalian?"


"Aku akan memberi tahu gurumu, kita akan tinggal di sini beberapa hari sekalian berlibur, bagaimana Aisyah?"


"Aku ikut denganmu Alex," jawab Aisyah tersenyum malu. Otaknya masih membayangkan apa yang mereka lakukan tadi sebelum Nikita datang menghentikan kegiatan menyenangkan itu.


"Tidurlah sayang, aku akan meminta izin untuk Nikita pada Miss. Annette." ujar Alex sembari mencium kening istrinya lembut.


"Ayo Niki kita keluar dulu," ajak Alex pada putrinya yang masih ingin meraba perut mommynya.


"Baiklah, mommy kami berdua keluar dulu ya sekalian menjemput adik Danil yang masih bermain bersama dengan Elif."


"Iya sayang." jawab Aisyah dengan senyum bahagia di wajahnya. Rasa syukur semakin menyeruak dari dalam hatinya.


Ia sungguh berterima kasih pada Tuhan karena masih memberinya kesempatan bertemu dengan suami dan anaknya.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍