
"Apa? Aisyah masuk Rumah Sakit?" tanya Omar pada orang yang sedang menghubunginya lewat sambungan telepon. Dengan wajah kaget dan khawatir ia menyimak informasi dari lawan bicaranya itu dengan wajah yang berubah-ubah. Kadang ia tersenyum kemudian khawatir. Setelah itu menyimpan handphonenya ke dalam saku jasnya dengan ekspresi tak terbaca.
"Hmmmpth." Tiba-tiba saja ia merasakan penglihatannya gelap dan tak bisa bernafas. Detik berikutnya ia sudah tak sadarkan diri dan tak menyadari tubuhnya sudah berpindah ke sebuah mobil Range Rover Evoque berwarna silver. Laju mobil itu- cukup pelan untuk sebuah kendaraan penculik. Mobil itu terus melaju membelah jalanan kota Moskow.
Suara tawa Maksim dan Albert yang terbahak-bahak menguasai udara pada mobil itu.
"Diam kalian!" bentak Alex mendengar suara tawa kedua orang asistennya itu yang cukup menyebalkan dan mengganggu telinganya.
"Semoga dokter ini tidak mati karena obat biusnya sendiri." ujar Albert masih dengan sisa tawanya.
"Kalau ia mati, aku pastikan kalian tidak akan menghirup udara yang sama lagi denganku." ujar Alex mendengus kesal. Ia tidak menyangka cara seperti ini yang digunakan oleh Maksim dan Albert untuk memaksa Omar menceritakan dimana Aisyah berada.
Sedangkan Albert tidak memperdulikan kekesalan sang bos. Ia sibuk mengingat apa yang ia lakukan tadi sebelum menculik Omar. Ia tadi sempat menyelinap masuk ke ruangan dokter itu dan mengambil beberapa botol cairan anestesi atau obat bius. Ia bingung anestesi yang mana yang akan ia gunakan untuk membius Omar agar tidak sadarkan diri. Dan akhirnya ditengah kebingungannya itu ia kemudian mengambil dua botol cairan yang berbeda. Dan disinilah ia bersama sang dokter yang tak sadarkan diri.
Alexander Smith sang bos yang memerintahkan mereka untuk memberi efek jera pada kakak iparnya itu yang sudah dua kali menyembunyikan dan menutup informasi tentang dimana keberadaan Aisyah dan Nikita kini.
Setelah sampai di Markas Klan Smith yang lebih menyerupai sebuah bangunan hotel yang sangat luas dan indah. Maksim dan Albert menurunkan tubuh Omar yang masih tidak sadarkan diri itu dan membawanya ke dalam sebuah ruangan khusus. Ruang VIP untuk seorang korban penculikan.
"Kenapa ia belum sadar Max?" tanya Alex yang mulai gerah dan lelah menunggu sang kakak ipar agar bisa bangun dari tidurnya yang telah diberi cairan obat bius atau anestesi oleh Maksim.
"Aku juga tidak tahu, bos. Dan aku rasa aku tidak salah memberikannya obat bius." jawab Maksim sambil menatap Dua botol cairan yang diambil oleh Albert dari ruangan dr. Omar.
Botol pertama berinisial Eter, Morton menemukan obat bius eter lebih kuat dibanding gas nitrogen oksida. Bahkan pada tahun 1846 Morton mendemonstrasikan penggunaan eter dalam pembedahan pada rumah sakit umum di Massachusetts.
Pada saat pasien sudah siap Morton mengeluarkan gas eter ( atau disebutnya gas letheon) yang telah dikemas dalam suatu kantong gas yang dipasang suatu alat seperti masker. sesaat pasien yang mengidap tumor itu hilang kesadaran dan tertidur. Tanggal 16 Oktober 1846 menjadi hari bersejarah bagi dunia kedokteran. Demonstrasi Morton berhasil dengan baik dan memicu penggunaan eter sebagai anestesi secara besar-besaran. Revolusi pembedahan dimulai dan eter sebagai anestesi dipakai hingga saat ini.
Ia bukanlah yang pertama menggunakan anestesi namun berkat usahanyalah anestesia di akui di dunia kedokteran
Setelah berselancar di dunia maya mencari apa yang dimaksud eter itu. Maksim menatap botol yang satunya lagi. Kemudian memandang tubuh Omar yang sudah mulai bergerak gelisah.
"Aku mulai ragu bos, sepertinya bukan eter yang aku berikan pada dokter Omar tadi." ujar Maksim khawatir.
"Maksudmu apa Max? jangan membuatku takut." jawab Alex dengan pandangan mata khawatir. Ia menatap wajah Omar yang memerah dan nampak aneh. Albert sudah mengambil ancang-ancang untuk lari dari ruangan itu tetapi Alex langsung mencabut revolver dari dalam saku jasnya,
"Berani kamu lari di sini. Aku pastikan kakimu tinggal sebelah." ancam Alex sambil mengarahkan moncong revolver ke arah kaki Albert. Pria itu langsung diam dengan wajah takut. Bukan takut pada tembakan Alex tapi takut pada wajah dan reaksi Omar.
Rupanya Maksim memberikan GHB (gamma hydroxybutyrate) adalah depresan, yang berarti memperlambat pesan yang bepergian antara otak dan tubuh. GBL (gamma butyrolactone) dan 1,4-BD (1,4-butanediol) adalah bahan kimia yang terkait erat dengan GHB. Setelah GBL atau 1,4-BD memasuki tubuh, mereka langsung mengkonversi ke GHB.
GHB biasanya hadir sebagai cairan tanpa warna, tidak berbau, pahit atau asin, yang biasanya dijual dalam botol atau botol kecil. Efeknya cepat, sekitar lima menit. Tereliminasi dari tubuh sekitar satu jam.
Jika readers ingat dengan berita tentang Reynhard Sinaga yang berasal dari Depok, Jawa Barat ini yang diduga telah memerkosa 190 laki-laki di Manchester, Inggris. Ia mengaku memakai OBAT BIUS G.H.B HEAVEN untuk membius para korbannya. Kini dia dijatuhi hukuman seumur hidup akibat perbuatannya.
Nama Lain Dari G.H.B HEAVEN:
G, fantasy, grievous bodily harm (GBH), juice, liquid ecstasy, liquid E, liquid X, Georgia Home Boy, soap, scoop, cherry meth, blue nitro, fishies.
Efek mulai dapat dilihat dalam kurun waktu 15 hingga 20 detik saat diberikan obat bius ini dan dapat berlangsung selama sekitar 3 hingga 4 jam:
Perasaan euforia
Peningkatan Gairah ****
Rasa Ngantuk Berat
Komposisi G.H.B HEAVEN sangat bervariasi. Obat Bius ini merupakan andalan para lelaki yang ingin pasangannya mempunyai gairah yang luar biasa. karena dalam hitungan detik pasangan yang diberikan obat bius ini akan merasakan kesenangan yang berlebihan dan meningkatkan gairah yang sangat tinggi.
Reaksi Setelah Memakai Obat Bius G.H.B HEAVEN
Dimulai dengan tatapan yang sayup
Mulai merasakan rileks pada setiap persendian otot
Tidak dapat berkonsentrasi dalam mendengar dan berbicara
Ketiga pria dari klan Smith itu saling berpandangan kemudian kabur dari ruangan VIP itu ketika melihat tanda-tanda Omar sudah merasakan reaksi yang sangat dahsyat dari obat itu. Mereka meninggalkan Omar yang berteriak tak nyaman dan sangat menyiksa itu.
Di depan pintu Alex menatap tajam wajah Albert yang berubah pucat.
"Gara-gara kamu Hampir saja kita bertiga diperkosa oleh Omar." ujar Alex dengan nada marah dan lucu secara bersamaan. Ia berharap kakak iparnya baik-baik saja di dalam sana.
"Setelah ini aku akan mencarikan Omar seorang istri agar ia tahu nikmatnya mempunyai pasangan daripada hanya efek dari obat itu." gumam Alex kemudian meninggalkan ruangan itu. Ia tak sanggup membayangkan apa yang terjadi di dalam sana karena kesalahan Maksim dan Albert.
---Bersambung--
Gimana nih para readers, udah setimpal gak nih pembelajaran untuk Omar???? wkwkwkwk kasihan sang dokter.
Adakah like, komentar, dan Vote??
Bagi dong agar aku semakin semangat update nya.
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍