Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 186 EMHD



Tak terasa sudah dua pekan Alex dan Aisyah berada di Dagestan tepatnya di desa Rakhata. Kesehatan Mohammad Yusuf semakin membaik meskipun ia harus tetap menjaga pola makan dan juga kegiatannya.


Tak ada lagi kunjungan ke tempat-tempat tertentu untuk sekedar berziarah maupun bersilaturahmi kepada warga suku Avar dan warga lainnya.


Jika ada yang membutuhkan doa dan nasehatnya orang akan datang berkunjung ke rumahnya saja. Aisyah pun kembali memposisikan dirinya seperti gadis yang belum menikah.


Ia banyak menghabiskan waktu bersama dengan sang ayah hingga kadang Alex sangat cemburu.


Malam itu suaminya merajuk manja, ia mulai tak nyaman kalau Aisyah sepanjang siang menemani pria yang menjadi ayah mertuanya itu kemana saja. Sedangkan dirinya hanya bermain seharian bersama dengan Nikita dan juga baby Danil.


"Aisyi,..." Aisyah menoleh dengan senyum merekah diwajahnya.


"Aisyi?" salah satu alis perempuan cantik itu terangkat.


"Ya, aku ingin memanggilmu Aisyi mulai sekarang, itu panggilan sayangku padamu." jawab Alex sembari mengecup lembut hidung sang istri.


"Ah, kamu mulai pintar mengambil hatiku ya, hemm," Aisyah balas mengecup lembut bibir suaminya kemudian melepaskannya tetapi Alex tak mau itu terjadi.


Baginya jika bibir mereka bertemu tak boleh lepas kalau sang istri belum kehabisan nafas. Dengan cepat ia menekan tengkuk istrinya dan memperdalam ciumannya.


"Hmmmpt, Alex... Hahaha," Aisyah kehabisan oksigen kemudian dengan cepat melepaskan tautan bibirnya. Ia tertawa terbahak-bahak karena sang suami nampak sangat kecewa.


"Aku lagi hamil Alex, nafasku tak sekuat dulu, hahaha," Aisyah terus tertawa karena Alex benar-benar lucu karena cemburu. Keinginannya untuk mengeksplorasi mulut dan lidahnya tak bisa ia berikan karena tak kuat. Alex kalau sedang bergairah seperti itu bisa membuatnya kehabisan oksigen.


"Kemarilah aku kuajari cara berciuman yang benar," Alex meraih tubuh istrinya dan mengangkatnya keatas pangkuannya.


"Kita sudah menikah lama sayang, setidaknya kamu harus tahu bagaimana bisa mengalahkan aku, nah begini caranya," dengan senyum samar diwajahnya Alex segera mengikis jarak dengan istrinya dan mulai menyentuh pelan bibir Aisyah dengan bibirnya.


"Kamu siap Aisyi, hmmm?" bisik Alex didalam mulut Istrinya. Ia mulai mengulum lembut bibir bawah istrinya dan kembali menekan tengkuk istrinya.


Semua keahliannya ia keluarkan sampai tubuh perempuan cantik itu kembali melumer dan merosot ke bawah tak sanggup bertahan. Tubuhnya bergetar hebat apalagi tangan kiri sang suami mulai mencari pucuk merah muda miliknya dan memilinnya lembut.


"Aaaakh, Alex.... hmmmpt.." Aisyah menjambak rambut suaminya keras. Ia tak mampu berbuat selain melampiaskan rasa yang menderanya dengan cara seperti itu.


"Mommy!"


"Alex, stop!"


"Mommy!


"Alex, please stop it! hmmmpt.. Aaakh..."


"Mommy!"


Dengan gerakan cepat Aisyah melepaskan diri dari penguasaan suaminya. Ia segera melompat dari pangkuan suaminya dan memperbaiki pakaiannya yang sudah terbuka dimana-mana.


"Niki? ada apa sayang?" tanya Aisyah gelagapan saat berhasil membuka pintu. Nafasnya tersengal-sengal antara tegang dan juga sedang berada di atas puncak.


Jarinya dengan cepat menata rambutnya yang cukup berantakan karena perbuatan sang suami.


Ia berusaha menahan rasa frustasinya. Dan memandang ke bawah melihat sesuatu dari dirinya yang sudah siap menerjang.


"Ya Allah, Niki, apalagi ini? Grrrr."


"Nikita? ada apa sayang?" tanya Aisyah lagi karena Nikita tidak menjawab. Gadis kecil itu hanya berdiri di depan pintu tanpa ekspresi.


"Nikita?"


"Ada apa?"


"Apa aku mengganggu mommy?" tanya Nikita pelan.


"Tidak sayang, memangnya ada apa?" tanya Aisyah setelah berhasil menguasai debaran jantungnya.


"Kemarilah mommy, " ujar Nikita sembari melambaikan tangannya. Aisyah mendekat kemudian seketika tersenyum dengan bisikan gadis kecil itu di kupingnya.


"Baiklah, kita kasih kejutan. Ayo kita masuk. Daddy ada di dalam sayang." Nikita pun melangkah masuk mengikuti mommynya.


"Daddy! Happy Birthday!" teriak Nikita kemudian dengan cepat melompat kepangkuan Alex yang masih berusaha menidurkan sang adik yang sedang merajuk tak mau bobok.


"Eh, Nikita?" tanya Alex yang merasa kaget luar biasa. Ia bisa merasakan Alex junior dibawah sana pasti sedang memberontak kesakitan.


"Daddy? kamu tidak senang dengan kejutan aku sama mommy?"


"Aku senang sayang tapi si junior sedang merajuk sekarang, tolong biarkan aku masuk ke kamar mandi dulu ya, dan ya biarkan Mommymu ikut, plis," jawab Alex sembari melipat tangannya didepan wajahnya. Nampak sekali kalau ia sangat tersiksa sekarang ini.


"Baiklah Dad, tapi jangan lama-lama ya, cuma 5 menit," ujar Nikita sembari mengangkat lima jarinya di Udara.


"Iya, sayang 10 menit, okey?" Alex memberi penawaran dengan wajah meringis.


Sungguh ia tak pernah melepaskan dirinya di dalam tubuh istrinya kalau hanya 10 menit. Itu tidak akan cukup baginya.


"Baiklah Dad, 10 menit."


"Terimakasih sayang, Daddy sayang padamu," ujar Alex kemudian menarik Aisyah ke kamar mandi.


Nikita hanya bisa melongo kemudian keluar dari kamar itu. Ia akan membawa Adik Danil kembali dalam 10 menit.


"Aaaisyiii... Aaaaakh..." terdengar erangan Alex dari dalam kamar mandi dengan suara tertahan.


---Bersambung--


Jeng jeng jeng apakah yang dilakukan Alex didalam sana?


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍