
Desa Rakhata, Dagestan.
Pagi itu keluarga besar Smith dan Mohammad Yusuf bertemu di meja makan untuk sarapan bersama. Untuk pertama kalinya mereka berkumpul seperti itu sejak kepergian almarhum Mohammad Yusuf.
Perasaan sedih kembali datang menyapa ketika Bibi Sarah mengungkapkan kalau almarhum menitipkan sebuah benda spesial untuk Nikita sebelum kepergiannya menghadap sang khalik.
"Andai Nikita ada di sini, aku akan memberikan kitab ini padanya titipan dari almarhum, hiks." Bibi Sarah menyusut air matanya yang tiba-tiba menyeruak keluar.
"Bibi, insyaallah Nikita akan segera kembali bersama kita di sini," hibur Aisyah dengan airmata yang juga ikut membasahi pipinya.
"Mommy, memangnya kemana sih kak Niki, kenapa belum pulang juga?" tanya Danil dengan ekspresi ingin tahu. Beberapa hari berpisah dengan kakaknya itu membuat semua bocah ikut bertanya-tanya.
"Kak Niki sedang berada di Birmingham sayang, insyaallah ia akan pulang sebentar lagi, iya kan Dad?" ujar Aisyah kemudian meminta Alex untuk menjawab iya supaya anak-anak kecil itu tidak bertanya lagi.
"Iya, kami akan menjemput kakak Niki secepatnya, doakan saja ya," jawab Alex berusaha tersenyum.
"Birmingham Inggris ya?" Omar ikut nimbrung setelah lama menyimak percakapan mereka semua.
"Iya kak. Sepertinya Nikita dibawa oleh pria itu ke Birmingham, Inggris." celetuk Maksim dengan cepat.
"Apa sudah ada petunjuk lain yang kalian sudah dapatkan?" tanya Omar sembari menatap 3 pria keluarga Smith itu bergantian.
"Crisstoffer Anderson pelakunya. Kami sudah mendapatkan petunjuk untuk itu tapi alamatnya di Birmingham kami tidak tahu karena ia menutup semua informasi tentang identitasnya."
"Uhukkkk uhukkkk uhukkkk," semua orang mengalihkan pandangannya ke arah Elif yang terbatuk tiada henti.
"Elif? minum sayang." tawar Reisya sembari memberi segelas air putih pada gadis berdarah Turki itu.
"Terimakasih onty," ujar Elif kemudian meminum air putih itu untuk melonggarkan tenggorokannya.
"Apa kamu tahu sesuatu, Elif?" tanya Alex dengan pandangan tajam ke arah sahabat putrinya itu.
"Aku mengenal Pak Crisstoffer Anderson, uncle." jawab Elif yang langsung membuat semua orang dewasa itu menegakkan punggungnya dan memasang wajah serius.
"Pak Anderson mengajar kami pada mata kuliah ilmu anatomi dan Genetika di Universitas. Pria itu adalah seorang dokter penyakit dalam di rumah sakit di Birmingham katanya dan juga sudah lama membuat masalah dengan Nikita," lanjut Elif dengan wajah sedih. Semua orang menahan nafasnya dengan informasi yang mereka terima dari gadis itu.
"Brengsek!" umpat Alex sembari memukul meja.
"Alex, jangan mengumpat sayang, ada banyak anak kecil di sini."
"Maaf, tapi kita segera mencari orang itu." ujar Alex kemudian menyelesaikan makannya dengan cepat.
"Aku akan ke Birmingham hari ini. Ada konferensi internasional dengan para dokter di seluruh dunia. Kalau kalian mau. Kita bisa mencari pria itu di sana." ujar Omar yang langsung disetujui oleh para pria Smith.
"Kami akan ikut kak Omar kesana, setidaknya kita bisa menggali informasi tentang dokter bajingan itu jika berada di komunitasnya sendiri." ujar Alex pada istrinya saat ia bersiap untuk berangkat.
"Hati-hati sayang, kalian mungkin sedang memasuki kandang macan." ujar Aisyah dengan perasaan was-was.
"Dan aku pastikan macam itu tak akan bertaring lagi sayang," jawab Alex kemudian mengecup lembut bibir istrinya.
"Ingat, jangan sampai kamu membunuhnya Alex." pesan Aisyah lagi dengan rasa khawatir yang teramat sangat melihat mata berkilat suaminya.
Mereka sangat yakin Crisstoffer Anderson itu pasti punya kekuatan sendiri hingga bisa dengan lincah melakukan kejahatan ini dengan sangat apik.
Tapi mereka harus berhati-hati juga karena ini bukan di negara mereka sendiri. Ini negara lain yang mereka tahu cukup berbahaya juga.
🍁
Birmingham, Inggris.
Crisstoffer Anderson memakai pakaian terbaiknya hari ini. Konferensi internasional dokter terbaik di seluruh dunia tahun ini dilaksanakan di kota Birmingham di negaranya sendiri.
Dan ia termasuk mendapatkan penghargaan atas beberapa penelitian ilmiah yang sudah berhasil ia temukan untuk penyembuhan beberapa penyakit.
Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan menceritakan yang sebenarnya pada kakeknya tentang identitas gadis yang ia culik dan ia paksa mengaku sebagai Paula Anderson. Setelah itu ia akan membawa pulang gadis itu ke keluarganya. Reputasinya sebagai dokter terbaik harus ia jaga. Karena beberapa hari ini orang-orangnya sudah memberikan informasi kalau keluarga Smith dari Moskow itu sedang mencari terus informasi tentang dirinya.
"Ladies and gentlemen, we invite you to honor a young doctor who has succeeded in his research to find a cure for some disease. Doc Crisstoffer Anderson from Birmingham, England."
"Hadirin sekalian, kami undang dengan hormat seorang dokter muda yang telah sukses dalam penelitiannya menemukan obat untuk beberapa jenis penyakit. Dokter Crisstoffer Anderson dari Birmingham, Inggris." tepuk tangan bergema di dalam auditorium gedung yang sangat luas itu. Semua undangan berdiri untuk memberikan penghormatannnya.
Crisstoffer Anderson berjalan dengan langkah tegap kearah panggung untuk memberikan pidatonya.
"Dokter Omar, kamu tidak ingin duduk kembali?" tanya seorang dokter dari Indonesia yang kebetulan duduk berdampingan dengan Omar. Ia merasa lucu karena hanya Omar saja yang masih berdiri di sana sedangkan tamu undangan yang lain sudah duduk kembali.
"Ah iya, maaf. Aku terlalu terpana akan dokter yang masih sangat muda itu dan memiliki banyak prestasi." ujar Omar dengan pandangan terus ke arah panggung dimana pria penculik itu sedang memberikan pidatonya.
Dengan cepat ia mengirimkan pesan kepada the Smiths yang sedang menunggunya di luar gedung auditorium.
"Kita sudah mendapatkannya Max," ujar Alex menyeringai setelah membaca pesan dari Omar.
Jangan bertindak gegabah, ternyata bajingan itu adalah bintang pada hari ini. Aku yakin akan ada banyak kamera yang akan menyorotnya jadi usahakan untuk bersabar.
Alex membaca pesan itu lagi dengan senyum samar dibibirnya. Kemudian mereka bertiga mulai mengatur rencana bagaimana cara menangkap bajingan itu tanpa mengundang perhatian orang banyak.
"This award I dedicate to medicine. Thank you very much. And greetings healthy."
"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk dunia kedokteran. Terimakasih banyak dan salam sehat."
Tepuk tangan kembali bergema mengikuti langkah dokter muda itu kembali ke tempat duduknya.
Acara demi acara pun berlanjut mulai dari hiburan sampai dengan beberapa pidato dari ketua dan juga pengurus konferensi internasional ini.
Omar berusaha mendekat dan menyapa Crisstoffer Anderson yang sedang dikerubuti oleh para wartawan dan Paparazi.
Seorang dokter wanita yang sangat cantik dan juga berprestasi dibidangnya sedang berusaha mencari perhatian dari Crisstoffer Anderson dengan mengakui dirinya sebagai tunangan dari dokter muda itu didepan para pemburu berita.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍