Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 109 EMHD



Albert mengerang kesal. Kunjungannya hari ini pada sebuah swalayan milik klan Smith berakhir tidak mengenakkan. Seorang konsumen perempuan begitu menguji kesabarannya.


Semua barang yang sudah ia beli dia kembalikan dengan marah, katanya ia terkena tipu. Big sale atau diskon besar-besaran yang mereka lakukan di swalayan itu setiap hari Jumat berakhir buruk dan membuatnya kesal menahan malu.


"Anda manager swalayan ini kan?" tanya perempuan muda itu dengan pandangan tajam. Albert tersenyum berusaha bersabar.


"Iya Nyonya. Aku Albert Smith. Manager swalayan ini. Kalau anda ada keluhan. Kita bisa bicara di dalam di ruangan saya."


"Baiklah, tapi jangan panggil aku nyonya. Apa aku setia itu sampai kamu memanggilku seperti itu?" ujar perempuan yang sedang memakai kupluk di kepalanya itu hingga hanya ujung-ujung rambut pirangnya saja yang nampak.


"Baiklah. Aku akan ikut denganmu Mr. Smith." ia pun mengikuti langkah Albert ke dalam ruangan milik sang manager.


"Nah, sekarang silahkan katakan apa keluhan anda tentang pelayanan di swalayan ini!" Albert menatap perempuan yang mengaku masih gadis itu dengan tatapan tajam. Ia sudah dibikin malu oleh perempuan ini di depan umum karena berteriak-teriak di depan swalayan menuntut ganti rugi.


"Di depan toko, kalian menulis kalau ada big sale atau diskon besar-besaran tetapi kenapa setelah saya bayar malah tidak ada potongan harga sama sekali. Dasar penipu!"


Albert ingin sekali mencekik gadis itu yang berani mengatainya penipu.


"Anda sengaja ya membuat iklan seperti itu agar pengunjung banyak ke tempat ini? terus kalian mengambil uang kami tanpa kami sadari."


"Dengarkan penjelasan aku nyonya."


"Sudah kubilang jangan panggil aku Nyonya, aku Elena, "


"Ya ya ya, nona Elena. Kalau begitu maukah anda duduk dengan tenang biar aku jelaskan semuanya?" pinta Albert berusaha tetap bersabar. Gadis yang bernama Elena itu pun duduk dengan tenang menunggu penjelasan dari pria muda tampan di depannya.


"Anda orang baru ya di sini?" tanya Albert sembari memperhatikan wajah gadis di depannya yang ternyata mengingatkannya pada Reisya gadis manis dari Indonesia. Cuma ini dalam versi bar-bar.


"Kalau aku orang baru lalu kenapa?" tanya Elena dengan volume suara mulai menurun. Gadis itu menunduk sambil meremas tangannya yang berbalut kaos tangan.


"Karena kalau anda orang asli atau orang lama di daerah ini pasti anda sudah tahu kalau big sale ini cuma berlaku pada hari Jumat. Dan anda tahu nona? hari ini adalah hari Sabtu."


Deg


Wajah Elena langsung memucat. Matanya yang bening berputar dengan gelisah. Albert langsung tersenyum menyeringai.


"Jadi menurutmu apa hukuman bagi orang yang sudah berani mempermalukan nama baik swalayan di depan umum?" tanya Albert dengan pandangan tajam pada gadis berkupluk itu.


"Hey, tuan Smith anda mau menghukum orang yang lupa atau tidak tahu hah? dimana rasa keprimanusiaanmu!" dengus Elena tak mau mengalah. lalu ia melanjutkan dengan suara rendah.


"Tuhan saja maha pemaaf. Masak anda tidak mau memaafkan seorang gadis yang lemah seperti ini, anda tega." Albert menarik nafas berusaha untuk lebih bersabar lagi.


Cih baru merasa lemah dan tak berdaya setelah kedapatan salah


"Baiklah aku tidak akan menghukummu tetapi kamu harus memujiku baik hati sebanyak 100 kali di depan hidungku sekarang!" ujar Albert dengan maksud membuat gadis itu sedikit menurunkan keegoisannya.


"100 kali? kenapa anda tidak meminta 1000 kali saja, itu kan terlalu sedikit."


"Kalau begitu kamu tidak bisa keluar dari ruangan ini. Aku tak mau kalau kamu keluar nanti malah menimbulkan masalah baru lagi."


"Apa hakmu menahan aku di sini hah?"


"Karena kamu mengingatkan aku pada seseorang." ujar Albert tak sadar yang langsung membuat Elena tertawa terbahak-bahak.


"Apa dia sangat spesial buatmu tuan?" tanya Elena dengan menaik turunkan alisnya lucu.


"Sangat spesial tetapi jarak dan kesibukan aku di sini yang sangat banyak membuatku tidak bisa menemuinya. Boleh aku menatapmu saja?"


"Boleh saja. Tapi kamu harus membayar ku, anggap aku adalah tontonan di TV yang berbayar."


"Kamu gadis matre juga ya."


"Tentu saja, Memangnya ada yang gratis di dunia ini?"


"Baiklah, sekarang duduk di situ dengan manis seperti Reisya kekasihku."


"Oh jadi namanya Reisya? cantik mana aku daripada dia?" tanya Elena dengan senyum centil diwajahnya. Albert mendekati gadis cantik yang cukup berani itu. Tanpa sadar jari-jarinya menyentuh bibir Elena. Membayangkan begitu nikmatnya bibir gadis asing di depannya ini.


"Reisya manis dan kamu pahit." ujar Albert berusaha menahan gejolak dihatinya. Ia adalah mantan Cassanova yang sudah lama tidak menyentuh perempuan. Dengan seperti ini ia merasa sedang dalam ujian.


Ada rasa tak nyaman dihatinya jika Elena ini ada di dalam ruangannya apalagi hanya berdua. Jiwa Cassanovanya tiba-tiba berontak.


"Keluarlah!" ujar Albert kemudian menyerahkan sejumlah uang untuk gadis itu yang katanya meminta bayaran. Ia takut akan melakukan sesuatu yang sudah lama ia tinggalkan.


"Aku senang bertemu denganmu Mr. Smith. Hanya karena kamu menyentuh bibirku saja kamu sudah membayarku sedemikian banyak, apalagi kalau kamu menyentuh yang lain." ujar Elena dengan senyum bahagia.


"Astaga, Elena keluar dari sini secepatnya!" teriak Albert kesal. Ia pria normal yang sangat membutuhkan pelepasan sekarang. Wajah gadis itu mengingatkannya pada Reisya tetapi yang ini lebih liar dan berani. Sikap yang terkadang sangat diinginkan oleh pria seperti dia.


"Aaakkh!" teriaknya frustasi. Ia menjambak rambutnya sendiri sedangkan si Elena tersenyum sangat puas. Ia sebenarnya adalah gadis baik-baik yang juga belum pernah disentuh oleh lawan jenis. Tetapi karena kerasnya kehidupan yang ia jalani seorang diri di kota besar ini. Ia berusaha menjadi gadis yang tampak liar diluar supaya tak ada yang berani mengganggunya. Ia tak ingin tampil jadi wanita lemah yang gampang ditindas.


"Terimakasih Mr.Smith. Semoga kita bertemu lagi hihihi." ujarnya cekikikan. Setidaknya hari ini ia mendapatkan uang untuk menyambung hidupnya selama beberapa hari kedepan sampai ia mendapatkan pekerjaan baru.


---Bersambung--


Gimana nih readers, pilih mana Reisya atau Elena???


Dukungan kalian terus aku harapkan ya gaesss.


Klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya, okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍