
Maksim mengantar sang dokter Omar untuk memeriksa keadaan Maryam yang masih tak bereaksi setelah ditinggal beberapa menit. Posisinya masih sama saat ditinggalkan oleh Maksim sebelum meminta pertolongan tadi.
Dokter Omar segera mendekat ke tempat tidur dimana Maryam berada. Ia membuka kelopak mata perempuan yang telah dinikahi oleh Maksim itu. Ia kemudian memeriksa denyut nadi Maryam dan memandang Maksim dengan wajah kesal.
"Menolong orang pingsan pertama-tama dengan memberikan bau yang menyengat hidungnya Max, bukannya panik seperti tadi."
"Cepat Ambilkan minyak kayu putih, alkohol, atau apa saja yang ada di kotak P3K mu yang bermanfaat!" seru Omar dengan pandangan tajam pada pria berstatus suami dari Maryam itu.
Maksim dengan cepat melakukan perintah Omar dan menyerahkan minyak kayu putih dan kapas kepada sang dokter. Beberapa detik kemudian Maryam membuka matanya. Maksim melongo tak percaya kalau istrinya dengan cepat tersadar hanya dengan bau cairan yang menyengat itu.
"Kenapa Max? jangan tunjukkan tampang bodohmu itu di depan hidungku. Begitu saja kamu tidak tahu." ujar Omar dengan wajah pura-pura marah.
"Ada apa kak Omar? kenapa kamu ada di dalam kamar kami?" tanya Maryam masih nampak bingung dengan apa yang terjadi. Kepalanya pun ia rasakan masih pusing dan mual.
"Apa yang kamu rasakan Maryam?" tanya Omar dengan hati-hati.
"Aku merasa kamar ini berputar, kepalaku sangat sakit dan ya, aku ingat, aku tadi muntah di sana, di depan kamar mandi dan setelah itu sudah tidak ingat apa-apa." jawab Maryam sembari tangannya menyentuh kepalanya yang masih sangat sakit.
"Baiklah, kita lihat apa yang terjadi padamu nyonya Smith." ujar Omar kemudian berdiri dari duduknya.
"Tunggu sebentar ya, jangan bergerak di situ aku akan mengambil perlengkapanku di mobil. Setelah itu aku bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu." lanjut Omar dan segera melangkah keluar dari kamar itu. Ia akan menuju garasi dimana mobilnya berada.
"Maryam, maafkan aku sayang, aku membuatmu kelelahan dan akhirnya berakhir seperti ini." ujar Maksim sembari meremas tangan istrinya dengan lembut. Maryam hanya tersenyum tipis.
"Aku sudah sering seperti ini Max, beberapa hari ini aku mual terus dan kepalaku juga terasa berat setiap pagi."
"Astaghfirullah, kenapa kamu tidak mengatakannya padaku, dan semalam aku malah membuatmu bekerja keras sayang, aku minta maaf."
"Tak apa Max, aku hanya Melaksanakan kewajibanku padamu. Aku kan istrimu, apa pun yang kamu minta akan kuberikan."
"Meskipun kamu sakit dan menderita? oh tidak Maryam. Jangan membuatku merasa menzolimimu sayang. Aku akan jadi berdosa sekali." ujar Maksim sembari mencium jari-jemari sang istri.
"Jangan lagi seperti itu ya, kalau kamu sakit atau tak mampu, katakan saja aku tak akan memaksa sayang." Maryam sekali lagi menarik bibirnya yang pucat untuk tersenyum.
"Kamu seperti anak kecil Max, terlalu berlebihan. Lihat! aku baik-baik saja kan. Setelah kak Omar memberiku obat, aku pasti bisa melayanimu lagi." ujar Maryam dengan penuh semangat meskipun ia rasanya ingin muntah lagi.
"Tidak Maryam, jangan katakan itu. Aku tak akan meminta hakku padamu sampai kamu benar-benar pulih dan sehat." Maksim menggelengkan kepalanya dengan kuat. Ia berjanji tak akan mengunjungi Maryam dulu sampai istrinya sehat dan pulih.
"Tapi bagaimana kalau aku yang memintamu Max?"
"Maryam? kamu masih sakit."
"Uweeek"
Maryam bangkit dari tempat tidur karena tiba-tiba rasa mual kembali menyerangnya.
"Max, bawa aku ke kamar mandi. Aku ingin muntah, Uweeek." Maksim segera mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamar mandi dan menurunkannya saat berada di depan wastafel.
"Uweeek."
Maksim segera memijat tengkuk dan juga bahu sang istri. Rasa khawatirnya semakin bertambah saja. Jangan-jangan Maryam mengidap penyakit yang sangat berbahaya.
Maksim terus merapalkan doa dalam hatinya meminta Tuhan menjauhkan istrinya dari penyakit yang berbahaya dan segera menyembuhkannya.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
Sambil menunggu dokter Omar mengambil perlengkapannya untuk menolong Maryam, yuks mampir nih di karya teman othor nih dijamin bagus deh.