
Crisstoffer Anderson menuang cairan berwarna kuning itu lagi ke dalam gelasnya untuk yang kedua kalinya. Tetapi tiba-tiba ia menumpahkan semua isi gelasnya sebelum sempat meminumnya.
Ada rasa tidak nyaman yang menyerang hatinya dan membuatnya ingin meninggalkan tempat itu.
Pria itu kemudian menyimpan beberapa lembar Rubel di atas meja bartender itu kemudian keluar dari Club.
Bayangan ayahnya yang begitu menyedihkan sebelum meninggal karena terlalu banyak minum membuatnya merinding.
"Oh, shi*t!" Crisstoffer Anderson meraup wajahnya kasar dan mengutuk dirinya sendiri. Ia memang seorang dokter tetapi gaya hidupnya tidak mencerminkan seorang dokter yang baik.
Jika ia sedang tertekan dan memikirkan sesuatu, ia kadang menghabiskan waktunya untuk minum dan kadang mencari pelampiasan dengan bermain bersama gadis-gadis cantik.
Tetapi itu dulu ketika ia sedang terluka karena kekasihnya yang juga seorang dokter di Inggris menghianati dan meninggalkannya saat ia sedang dimabuk asmara karena merasa cintanya berbalas.
Saat itu hari-harinya ia habiskan dengan terlibat dalam organisasi mafia sang kakek. Ia tak pernah lagi bekerja dengan baik. Hingga kematian ayahnya karena pengaruh alkohol membuatnya sadar dan kembali bangkit.
"Apa ini? apa hanya karena bibi Paula atau gadis ingusan itu aku harus merusak kembali diriku?" ujarnya sembari meninggalkan Club itu dan mengunjungi tempat-tempat yang menyegarkan mata dan hatinya.
"William Anderson, kamu yang mau mati tetapi kenapa memberiku tugas seperti ini, hah?!" ujarnya waktu itu pada kakeknya ketika pria tua itu menyuruhnya mencari Bibi Paula.
Pria tua yang sangat menyayanginya itu bahkan memohon padanya agar ia bisa bertemu sebelum ia meninggalkan dunia ini.
Karena terlalu dekat dengan pria tua yang merawatnya sejak kedua orangtuanya itu tiada, ia kadang lupa tata kesopanan jika bicara pada orang yang lebih tua.
Dokter muda itu jadi tidak mencerminkan seperti orang Inggris pada umumnya yang begitu kaku dalam berbicara.
"Sejak kecil, aku tidak pernah ingat punya bibi seperti bibi Paula tetapi kenapa ketika aku besar seperti ini, aku yang harus mencarinya kek?" tanyanya dengan kesal karena ia sudah tidak ingin menginjakkan kakinya di Moskow.
Kejahatan terakhir yang ia lakukan adalah dengan meledakkan Ivanov dan rekannya di dalam Mayback Exelero itu. Dan ia berharap tidak ingin mengulangi hal itu lagi.
"Sekali saja kamu membalas budiku karena telah membesarkanmu anak nakal!"
"Aku sudah memusnahkan bukti kejahatanmu di masa lalu jadi kurasa itu sudah cukup membuatmu tenang."
"Masih ada lagi kejahatanku yang lain Criss, aku meninggalkan istriku dan juga putriku Paula di sana, sedang menderita. Bawa putriku kemari atau aku tak akan memberimu warisan. Aku akan menyerahkan semuanya kepada yayasan amal untuk dikelola." ancam William pada cucunya itu.
"Terserah, aku tidak butuh hartamu. Aku bisa bekerja sendiri dan mencari harta sendiri." jawab Crisstoffer Anderson yang langsung mendapat pukulan pada bokongnya.
William Anderson yang sudah tua itu masih punya cukup tenaga untuk memukul cucu durhaka seperti Crisstoffer.
"Awwwww! kamu berani memukulku kakek?" teriak Crisstoffer berpura-pura kesakitan.
"Iya, aku bahkan berani menembak kepalamu kalau kamu tidak melakukan permintaanku."
Ciiiiiit
Crisstoffer Anderson menghentikan laju mobilnya secara mendadak karena hampir menabrak pembatas jalan.
Rupanya ia sibuk melamun dan memikirkan perkataan kakeknya itu hingga ia sudah tidak memperhatikan jalanan di hadapannya.
Pria itu menarik nafas panjang kemudian membuangnya pelan. Ia mulai memikirkan banyak hal tentang bibi Paula dan Nikita Smith yang begitu sangat mirip.
Sebuah ide jahat muncul di kepalanya yang cukup cerdas. Dokter muda itu jadi ingin melakukan satu kesalahan besar lagi.
"Aku ingin hidup tenang kakek, kejahatanmu di masa lalu harusnya kamu sendiri yang menanggung tidak usah kamu memberikannya padaku sebagai cucumu." ujarnya saat Kakeknya menceritakan kenapa ia bisa meninggalkan istri simpanannya di Moskow bersama dengan Paula saat itu.
"Diam kamu anak nakal!" bentak William Anderson dengan wajah marah.
"Waktu itu aku melakukan peretasan sandi-sandi di banyak bank di Moskow dan aku jadi buronan. Aku meninggalkan mereka tanpa uang karena aku harus mengamankan uang hasil curianku itu di tempat lain." jelas William Anderson mengingat kenapa ia meninggalkan istri dan putrinya dalam keadaan miskin dan banyak utang pada saat itu.
"Aku berharap aku tidak menirumu kakek, kamu benar-benar jahat. Dan kuharap bibi Paula mau memaafkanmu."
"Makanya itu bawa bibimu kemari dan aku ingin minta maaf padanya, aku akan memberikan hartaku sebagian padanya dan sebagian lagi untukmu."
🍁
Nikita Smith melakukan panggilan video kepada Elif dan memperlihatkan kalau ia dan semua keluarganya berada di The Palace Of Peace And Reconciliation.
"Elif, aku menunggumu di sini sayangku, pesan tiketnya dan datanglah besok." ujarnya kemudian memperlihatkan sebuah tempat yang merupakan istana yang memiliki ketinggian mencapai 62 m.
Tempat ini sendiri pertama kali dibuka pada tahun 2006 dimana model istana ini sendiri mirip dengan Piramida.
Orang yang mengarsiteki tempat ini adalah Norman Foster dimana tempat ini sendiri didirikan khusus untuk tuan rumah Kongres Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional dimana juga salah satu bentuk ekspresi dari semangat warga sekitar dimana menggambarkan budaya, tradisi, dan perwakilan berbagai negara yang hidup berdampingan dengan damai.
"Itu tempat yang cantik sekali Niki, tunggu aku disana. Aku akan memesan tiket sekarang juga." jawab Elif yang begitu sangat tertarik dengan tempat yang dikunjungi oleh keluarga Smith itu.
"Iya, kamu masih ada waktu, masih banyak lagi tempat yang akan kami datangi besok. Jadi pastikan dirimu datang ya,"
"Iya Niki aku akan datang. Insyaallah. Sekarang tutup teleponnya dan aku akan pesan tiket sekarang juga."
"Okey see you tomorrow in Kazakhstan."
"See you."
Nikita menutup panggilan telepon itu dan segera bergabung dengan semua keluarganya untuk mengambil gambar bersama.
Bocah-bocah itu pun tak mau kalah mereka banyak membuat foto dan juga video yang katanya ingin ia unggah menjadi sebuah konten di YouTube.
"Kak Niki, ayo kemari aku akan menjadikanmu model bersama dengan mommy dan juga onty Reisya dan Onty Maryam. Kalian semua cantik."
"Hahahaha, Danil? kamu sudah pintar bilang cantik ya?" tegur Nikita dengan tawa dibibirnya. Semua orang ikut tertawa dengan tingkah Danil yang baru berumur 8 tahun itu tapi sudah bertingkah seperti orang dewasa.
"Memangnya salah? mommy dan kak Nikita kan memang cantik, iyakan Dad?" tanya Danil dengan wajah polosnya. Kembali semua orang tertawa.
"Yes my Boy, keduanya memang cantik dan sangat cantik." jawab Alex dengan senyum diwajahnya.
"Hey, Onty Reisya juga," timpal Albert tak mau kalah. Maksim lebih-lebih. Ia langsung meraih pinggang istrinya dan juga membisikkan kata cantik pada perempuan yang sudah melahirkan 3 anak untuknya itu.
Nikita langsung membawa semua adik-adiknya menjauh karena ia sudah bisa menebak 3 pasangan itu pasti akan mempertontonkan adegan dewasa di depan para bocah.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍