Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 262 EMHD



Pesta pernikahan telah usai. Semua tamu sudah meninggalkan acara kecuali keluarga dekat yang datang langsung dari Dagestan. Mereka masih menginap di rumah besar itu untuk beberapa hari ke depan.


"Criss, bergabunglah di sini bersama kami," panggil Omar saat melihat pengantin pria itu sedang melangkahkan kakinya ke arah kamar Nikita Smith, yang sekarang sudah menjadi istrinya.


"Ah iya uncle," jawab Crisstoffer Anderson tersenyum. Ia membatalkan rencananya untuk melihat istrinya yang sudah sangat ia rindukan itu.


"Duduklah," ujar Omar lagi sembari menepuk sisi sofa yang masih kosong di sampingnya. Crisstoffer Anderson menurut. Pria itu duduk dengan tenang di samping Omar sembari melihat seluruh anggota keluarga besar Smith.


"Sayang, dimana Niki?" tanya Alex pada Aisyah yang juga sedang duduk di sampingnya.


"Aku yang meminta Niki beristirahat di kamarnya. Aku lihat ia sangat lelah menerima tamu yang sangat banyak."


"Apa ia bisa bergabung bersama kita di sini?" tanya Alex lagi sembari memandang ke sekeliling ruangan.


Pria itu seperti sedang mengabsen semua orang dan hanya Nikita saja yang belum hadir di tempat itu.


"Akan aku panggilkan dad," ujar Crisstoffer menawarkan dirinya. Ia juga rasanya ingin mencuci wajahnya agar lebih segar.


"Kalau kamu tidak keberatan Criss," jawab Alex tersenyum.


"Tentu saja tidak, aku akan segera kembali bersama Nikita. permisi," ujar pria itu dan segera melangkah ke arah kamar pengantin yang sempat ia masuki tadi setelah akad nikah.


Rumah itu sangat besar dan hampir sama luasnya dengan rumah kakeknya di Birmingham. Dan sebenarnya ia cukup bingung menemukan kamar itu tetapi untunglah ada banyak Pelayan yang memberinya petunjuk agar ia bisa cepat menemukan kamar istrinya.


Tok


Tok


Crisstoffer Anderson mengetuk pintu kamar itu dengan pelan kemudian mendorongnya dari luar.


"Niki, aku bisa masuk kan?" tanyanya meminta izin. Ia melongokkan kepalanya ke dalam dan tidak menemukan seseorang yang sedang ia cari.


"Niki?" panggilnya lagi agak lebih keras. Dan ternyata pandangannya tertuju pada gadis yang sedang tertidur dengan nyenyak di bawah selimut.


Crisstoffer Anderson tersenyum melihat begitu damainya istrinya itu di ranjang yang sudah di hias dengan sangat indah khas pengantin baru itu.


Pria itu membuka setelan jas dan tuksedonya. Ia melangkah ke kamar mandi dan mencuci wajahnya.


Crisstoffer tersenyum di depan cermin dengan cerah. Ia tak menyangka kalau telah melakukan wasiat kakeknya dan benar-benar menikahi sepupunya sendiri.


Ia pun keluar dari sana dengan menggulung lengan kemejanya sampai disikunya. Dengan langkah pelan ia menghampiri ranjang dimana istrinya sedang berbaring dibawah selimut tebal itu.


"Niki, ayo bangun..." panggil Crisstoffer dengan suara pelan bagai bisikan. Nikita membuka kelopak matanya dan menemukan wajah pria yang sudah menjadi suaminya itu sangat dekat dengan wajahnya.


"Criss, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Nikita bagaikan gumaman. Ia masih berusaha mengumpulkan nyawanya sembari menatap mata biru itu yang seakan ingin menelannya bulat-bulat.


"Niki," bisik Crisstoffer sembari meraih bibir Istrinya lembut. Ia melumaatnya pelan dengan tangan kanan bertumpu pada sisi ranjang agar tidak sampai menindih tubuh istrinya yang masih berbaring itu.


"Hmmmpt," Nikita mendorong lembut tubuh pria bermata biru itu karena kehabisan pasokan oksigen. Gadis itu merasakan pipinya menghangat ketika suaminya itu melepaskan tautan bibir mereka dengan enggan.


"Bibirmu manis sekali sayang," bisik Criss dengan pandangan berkilat ke bola mata hitam istrinya itu. Tangannya mulai menarik selimut yang menutupi tubuh Nikita.


"Niki," bisiknya dengan suara bergetar. Pemandangan indah di depan matanya rasanya membuat ia ingin tenggelam sekarang juga ke dalam tubuh sang istri.


"Kamu cantik sekali sayang, aku mencintai Nikita Anderson," ujarnya kemudian meraup bibir yang menantangnya itu dengan rakus.


Sepertinya pria berkebangsaan Inggris itu belum puas Jika hanya menyentuhnya sekilas.


Nikita yang tidak punya pengalaman apa-apa tentang berciuman hanya bisa pasrah saja ketika Criss memperdalam ciumannya dengan sangat lembut kemudian menuntut.


Tangannya meremas rambut Crisstoffer sembari melengkunkan tubuhnya ke atas karena tidak tahan dengan sensasi nikmat yang diberikan oleh suaminya Itu.


"Crisss aaaakh!" Nikita menjerit karena sudah tidak tahan akan rasa asing yang menyerangnya. Begitu memabukkan hingga ia lupa kalau pria ini masih sangat asing baginya.


Sementara itu, di ruang keluarga. Semua orang sudah gelisah karena pengantin baru itu belum juga menampakkan batang hidungnya.


"Danil, tolong panggil Kakak Niki dan juga Kakak Criss di kamarnya," titah Alex pada putra keduanya itu.


"Siap Daddy!" jawab Danil dan segera meninggalkan permainannya dengan para sepupunya.


"Danil! kamu lanjutkan mainmu. Biar mommy yang panggil kak Niki, okey?" ujar Aisyah cepat.


Perempuan cantik itu mencurigai sesuatu terjadi di kamar pengantin baru itu dan Danil tidak boleh melihatnya.


"Aisyee? kamu tidak lelah sayang?" tanya Alex tidak mengerti dengan istrinya. Karena baru saja perempuan itu mengeluh lelah dan ingin dipijit sekarang malah ingin ia sendiri memanggil pasangan pengantin baru itu.


"Tidak apa, aku juga ingin menyampaikan sesuatu pada mereka, tenanglah sayang, aku akan segera kembali," jawab Aisyah sembari tersenyum pada semua orang.


Dengan langkah cepat Aisyah segera ke kamar Nikita yang jaraknya cukup jauh dari ruang keluarga.


"Criss, aku..." Nikita menatap wajah Crisstoffer dengan pandangan sayu. Ia sungguh merasa diajak terbang ke nirwana oleh pria yang sudah sah menyentuhnya itu.


"Kenapa Niki? katakan sayang," ujar Crisstoffer Anderson sembari membuka kemejanya dan menampilkan tubuhnya yang sangat menggoda iman gadis yang sudah sangat berantakan itu. Nikita menutup wajahnya karena malu.


"Kenapa Niki, katakan apa yang kamu inginkan, aku akan berikan semuanya tanpa kecuali," lanjut Crisstoffer kemudian membuka ikat pinggangnya dengan tatapan tak lepas dari gadis cantik yang juga sedang menatapnya berdebar-debar.


"Nikita, lihat aku sayang, aku milikmu. Semua ini milikmu." ujar Crisstoffer Anderson dengan suara parau. Sesuatu dari tubuh itu menunjukkan kalau pria itu benar-benar sedang berada diatas ketinggian dan ingin segera mendarat ditempat yang sudah diberkahi.


Nikita menutup matanya dengan telapak tangannya tak bisa membayangkan apa yang sedang tersembunyi di dalam bokser suaminya itu.


"Nikita, buka matamu dan pandang aku dengan puas," bisik Crisstoffer Anderson sembari meraih tangan istrinya dan mengarahkannya pada tubuhnya.


Tok


Tok


Kedua pasangan itu tersentak karena ketukan pintu kamar yang beruntun tiada henti. Crisstoffer segera meraih kembali pakaiannya dan memakainya asal.


Nikita sendiri langsung melompat dari tempat tidur dan mencari pakaiannya yang sudah dibuka oleh suaminya tadi.


"Mommy?" ujar Nikita saat membuka pintu kamarnya dan menemukan Aisyah berdiri disana dengan ekspresi tak terbaca.


"Gunakan pakaian kalian dengan baik, dan segera ke ruang keluarga. Semua orang sudah menunggu," ujar Aisyah dengan wajah datar kemudian meninggalkan kedua pasangan yang nampak sangat kacau itu.


Pintu kamar itu ditutup oleh Aisyah dari luar. Perempuan cantik itu melangkah kembali ke ruang keluarga sembari menutup mulutnya menahan tawa.


Nikita dan Crisstoffer Anderson saling bertatapan kemudian segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka. Agar aroma percintaan yang belum sampai ke puncak itu tidak tercium di keluarga Smith.


--Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍