
Pagi itu Nikita mematut dirinya di cermin sembari memperhatikan bekas merah di sekujur tubuhnya dengan tatapan ngeri.
Rambutnya yang ia cepol ke atas semakin menunjukkan kalau leher hingga dada bagian atasnya penuh dengan bekas-bekas gigitan vampir dari Birmingham itu.
Tapi senyum diwajahnya menampakkan kalau ia sangat bahagia dengan tanda-tanda kepemilikan yang telah diberikan oleh suaminya itu.
Jari-jarinya mengelus lembut bekas itu sembari membayangkan begitu beringasnya dokter penyakit dalam itu jika sedang bersama dengan pria itu.
"Nikita sayangku, kenapa kamu lama sekali?" tanya Crisstoffer Anderson yang tiba-tiba muncul di belakangnya sembari memeluk perempuan itu dengan posesif.
Pandangan mata mereka bertemu pada satu titik di dalam kaca itu. Ada banyak cinta dan bahagia dalam tatapan mereka berdua. Senyum malu-malu tampak diwajah cantik Nikita.
"Katanya kamu ada kelas hari ini, kenapa belum siap juga nyonya Anderson?" bisik Crisstoffer sembari mengendus tengkuk Nikita kemudian menggigit pelan kuping perempuan cantik itu.
"Awwww sakit Criss, kamu suka sekali menggigit kupingku," gerutu Nikita manja. Crisstoffer hanya tersenyum kemudian mengulanginya lagi dan lagi hingga perempuan itu menjerit-jerit manja karena geli.
"Hey lihat perbuatanmu padaku Criss. Kamu seperti seorang vampir dari Birmingham," ujar Nikita setelah pelukan suaminya terlepas. Perempuan itu memperlihatkan bekas-bekas merah keunguan di sekujur tubuhnya.
Crisstoffer Anderson tersenyum lebar melihat apa yang diperlihatkan istrinya. Ada rasa bangga yang ia rasakan melihat seseorang yang halal ia sentuh itu ada di hadapannya dengan sangat cantik karena hasil perbuatannya.
Dan ia tidak pernah memberikan tanda seperti itu jika bersama dengan gadis-gadis pemuas hasratnya dulu. Pakai dan buang, itulah prinsipnya saat itu sewaktu ia masih berada di jaman jahiliah.
"Kamu semakin cantik Niki dengan tanda seperti itu sayangku. Sangat cantik. Itu adalah maha karya yang luar biasa dariku."
"Apanya yang cantik. Kulitku seperti digigit vampir seperti ini, dan ya ampun hahahaha," Nikita tiba-tiba tertawa mengingat kejadian masa lalu sewaktu ia masih kecil.
"Hey kenapa kamu malah tertawa Niki, kamu membuatku takut sayang. Padahal gigitanku itu tidak beracun sama sekali jadi kenapa kamu tertawa sampai seperti itu?" canda Crisstoffer sembari menatap wajah istrinya yang masih tertawa-tawa itu.
"Criss ya ampun, aku jadi ingat waktu uncle Omar dan Onty Anna baru menikah dan aku melihat ada tanda seperti ini juga di kulit onty Anna, hahaha," Nikita melanjutkan tawanya sembari memegang perutnya karena keram tertawa dengan kelucuan saat itu.
"Terus apa yang terjadi?" tanya Crisstoffer ikut tertarik dengan cerita Nikita.
"Waktu itu aku pikir onty Anna sedang terkena penyakit alergi kulit, hahaha, ternyata itu adalah perbuatan uncle Omar hahaha," Nikita terus tertawa sampai Crisstoffer meraihnya kedalam pelukannya lagi.
"Sudah sayang, tidak baik tertawa terlalu banyak seperti itu."
"Eh kenapa? itu kan sangat lucu karena sekarang aku mengalaminya, ya ampun hahaha," Nikita tertawa lagi sampai Crisstoffer jadi gemas sendiri. Ia langsung membungkam mulut Istrinya itu dengan mulutnya.
"Hmmmpt Criss, aku kan ada kelas dengan Professor Neurosains satu jam lagi," ujar Nikita saat sadar kalau tangan suaminya sudah bergerak berirama menyapu kembali seluruh permukaan kulitnya.
Suaminya itu menggodanya dengan sangat manis. Dan ia tahu kalau pria itu pasti menginginkannya lagi dan lagi.
"Baiklah, aku lepaskan kamu Niki," ujar Crisstoffer sembari menutup kembali benda favoritnya setelah memberinya beberapa tanda di sana.
Pria itu tampak sangat bahagia karena telah mendapatkan asupan gizi dari tubuh istrinya. Nikita hanya bisa tersenyum dengan pipi menghangat.
Perempuan itu segera memakai pakaiannya berikut hijab berwarna senada dengan outer yang ia gunakan.
Crisstoffer Anderson menatap istrinya yang sedang memasang hijab bermotif kembang itu dan membentuknya dengan gaya hijab ala perempuan Turki.
"Niki maafkan aku sayang," kembali Crisstoffer memeluk tubuh Nikita itu dari belakang. Ia merengkuh perut datar istrinya dengan perasaan bersalah.
"Ada apa Criss?"
"Aku ingin meminta maaf padamu Niki,"
"Atas kesalahan apa Criss?" tanya Nikita dengan wajah bingung. Perempuan cantik itu mengelus lembut lengan suaminya yang masih betah memeluknya.
"Aku dulu sungguh kejam padamu. Aku memaksamu memperlihatkan kehormatanmu sayang. Aku merasa sangat berdosa. Untungnya uncle Andreas menolongmu waktu itu."
"Itu sudah berlalu Criss, dan aku sudah memaafkanmu. Tuhan pasti juga memaafkanmu sehingga kamu mendapatkan petunjukNya."
"Iya Niki, dan sekarang aku tahu tujuannya perempuan muslimah diperintahkan untuk memakai penutup kepala dan juga pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya seperti ini."
"Apa? yang kamu tahu Criss?" tanya Nikita tersenyum.
"Untuk menjaga kehormatan perempuan Niki. Karena ditubuh perempuan terlalu banyak godaan didalamnya. Semuanya sangat nikmat jika dipandang apalagi kalau bisa dirasakan. Oh ya ampun." jawab Crisstoffer dengan gemas sembari mencium pipi istrinya itu.
"Jadi semua tubuh perempuan kamu anggap nikmat Criss? sudah berapa yang pernah kamu nikmati tuan Anderson?" Nikita berusaha melepaskan tubuhnya yang sedang berada dalam pelukan posesif suaminya.
"Eh, bukan seperti itu maksudku Niki. Itukan pandangan umum kenapa perempuan diperintahkan menutup kepalanya sampai di dadanya. Ada ayat dalam kitab suci Al-Qur'an yang mengatakan itu kan?"
"Dan ada juga perintah supaya perempuan mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuhnya supaya apa? supaya mereka bisa dibedakan mana perempuan terhormat dan mana yang budak.
Dan juga bisa menjaga dirinya dari pandangan buruk. Bukankah seperti itu sayang yang aku pahami?" Nikita terdiam.
Rasa cemburunya membuatnya berlaku tidak adil pada suaminya. Ia menolak alasan yang dikemukakan oleh pria itu. Apalagi ia teringat perkataan Julia Webber kalau Crisstoffer juga pernah menikmati tubuh perempuan itu.
"Nikita plis. Maafkan aku kalau aku salah sayang," lanjut pria itu kemudian meraih lagi Nikita ke dalam pelukannya. Tetapi Nikita menolak. Ia menghentakkan tangan suaminya dengan kasar.
Perempuan itu mengambil tasnya dan meninggalkan suaminya yang bingung dengan apa yang terjadi.
"Niki ada apa sayang?" tanya Crisstoffer sembari mengikuti langkah istrinya keluar kamar.
Mereka berdua saling melangkah dengan cepat tetapi Crisstoffer berhasil menarik tangan istrinya bertepatan Alex dan Aisyah sedang berjalan di depan mereka berdua.
"Niki, plis tunggu aku dulu. Aku ambil kunci mobil. Kita berangkat bersama, okey?" Nikita tidak menjawab dan membuat Alex dan Aisyah saling bertatapan tidak mengerti.
"Niki, kamu kesal sama suamimu?" tanya Aisyah pada putrinya yang tampak tidak bersemangat itu.
"Criss? ada apa?" tanya Alex pada menantunya yang sedang menggenggam tangan Nikita.
Kedua orang itu tidak menjawab.
"Hey ada apa? dan kalian mau kemana" tanya Aisyah lagi.
"Kami akan ke Kampus Mom. Hari ini Nikita ada kelas dan aku juga ada urusan di sana. Jadi kami akan berangkat bersama." jawab Crisstoffer sembari menarik tangan istrinya keluar dari rumah itu.
Alex dan Aisyah sekali lagi saling bertatapan dengan mengangkat bahu masing-masing.
Di dalam mobil, Nikita masih diam membisu meskipun Crisstoffer berusaha untuk mengajaknya bicara.
"Aku tahu aku belum banyak tahu tentang Islam. Jadi kalau aku salah, Tolong bimbing aku sayang," ujar Crisstoffer sembari menyentuh tangan Nikita dengan lembut.
Nikita tidak menjawab. Ia sedang sangat kesal saat ini. Semua laki-laki rasanya sama saja. Perempuan hanya dijadikan alat pemuas hasrat saja. Dan itu diakui sendiri oleh suaminya kalau perempuan adalah mahkluk yang paling enak untuk dinikmati
Sampai mereka tiba di Universitas. Nikita masih diam. Sedangkan Crisstoffer hanya bisa menarik nafas berat. Ia tidak tahu apa kesalahannya.
Setelah mereka berpisah. Crisstoffer Anderson membuka gadgetnya dan mulai berselancar untuk lebih banyak belajar tentang Islam. Ia ingin duduk dengan Nikita dan berdiskusi banyak hal agar istrinya itu lebih sayang lagi padanya.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍