Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 128 EMHD



Omar mengetuk pintu kamar tamu yang ditempati oleh Aisyah dan suaminya. Ia mengetuk pintu dengan pelan, takut mengganggu kenyamanan sang adik dipagi yang masih sangat dingin itu.


"Ada Apa Kak?" tanya Alex sang adik ipar yang kebetulan membuka pintunya. Sebelum menjawab, Omar menatap Alex dari batas sampai ke bawah, sampai pria beranak 2 itu merasa risih dengan pandangan pengantin baru itu.


"Ada apa kak?" tanya Alex lagi, karena ingin tahu apa maksud Omar mendatangi kamarnya dipagi buta itu. Dimana semua orang masih nyaman dibawah selimut tebalnya.


"Apa aku mengganggumu Alex?" tanya Omar balik.


"Maksudku apa kamu sedang melakukan sesuatu dengan istrimu saat aku datang?"


"Tidak, kami sedang berbaring saja dibawah selimut tebal dengan cuaca dingin seperti sekarang." jawab Alex dengan jelas dan lengkap.


"Kamu sedang tidak itu kan?" tanya Omar hati-hati. Alex tersenyum paham akan arah pembicaraan pengantin baru itu.


"Sebenarnya kami sedang akan, tetapi karena kamu datang terpaksa kami menundanya sampai kamu pergi dari depan kamar ini Kak," jawab Alex sembari menahan senyumnya. Ia sedang ingin menggoda pengantin baru itu yang ia pastikan belum berhasil karena ada Nikita disana, sebagai pengganggu.


"Oh sayang sekali kalau begitu. Padahal aku ingin menitipkan putrimu itu padamu sekarang." Alex langsung tertawa, ia ingat bagaimana ia harus mencari banyak cara jika ingin mengunjungi Aisyah jika ada putri kecilnya itu.


"Baiklah aku mengerti masalahmu kakak ipar, aku akan menjemput Nikita agar tidur di kamar ini saja bersama kami."


"Tapi bagaimana denganmu Alex?"


"Tenang saja kak, situasimu sekarang sedang sangat mendesak, kalau aku, ya aku bisa bersabar sedikit, kau tahu," jawab Alex dengan penuh perhatian. Ia sudah sering merasakan bagaimana frustasinya dirinya ketika hal penting itu tidak ditunaikan segera. Bisa-bisa ia gila.


"Terimakasih banyak Alex. Jemputlah Nikita dikamarku kalau begitu, dan aku tidak akan jadi berangkat ke hotel lagi ini." Alex tersenyum dibelakang punggung Omar.


"Uncle, aku masih mau di sini bersama Anna, " ujar Nikita tak mau meninggalkan kamar itu. Omar menarik nafas panjang dan gemas,


"Niki, bukankah aku harus memeriksa keadaan Onty Anna sayang?" Omar berusaha membujuk dengan mengembalikan kalimat gadis itu tadi.


"Oh iya ya, dokter kalau memeriksa pasien, tidak boleh diganggu." ujar Nikita sembari menyentuh dahinya seperti sedang mengingat sesuatu.


"Okey, uncle dokter. Tapi ingat satu hal ya?"


"Apa?" tanya Omar dengan sabar.


"Jangan menyuntik onty Anna ya uncle, katanya bisa sakit sekali dan membuatnya menangis."


"Oh benarkah? aku kira ia perempuan hebat dan kuat." Omar menatap istrinya dengan pandangan menggoda, Anna hanya tersenyum malu dibuatnya.


"Tidak uncle, onty Anna pernah bilang takut disuntik."


"Hahahaha, baiklah, aku akan menyuntiknya dengan cara yang lain, sayang. Kamu jangan khawatir." Omar tak bisa menahan tawanya dengan kelucuan putri dari Alex itu.


"Selamat tinggal onty, aku sayang padamu," ujar Nikita sembari mencium pipi Anna dan keluar dari kamar itu yang sudah lama ditunggu oleh Alex di depan pintu.


"Aku kasihan pada onty Anna, Daddy. Ia sakit dan akan disuntik oleh uncle Omar." ujar Nikita dengan wajah sedihnya. Alex tersenyum dan mencium pipi putrinya itu lembut. Gadis kecil itu sedang berada dalam gendongannya menuju ke kamarnya bersama Aisyah.


"Tidak usah bersedih sayang, uncle Omar adalah dokter hebat, ia pasti tak akan membuat onty Anna kesakitan." Nikita mengangguk dengan senyum cerah diwajahnya.


---Bersambung--


Besok kita lanjutkan acara suntik menyuntik ya gaess???


Mana nih dukungannya untuk karya receh ini, Kirim like dan komentarnya dong agar aku semakin semangat update nya.


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


Eh, jangan kemana-mana dulu, mampir dikarya teman aku nih, dijamin oke punya.