Zea, You're Mine

Zea, You're Mine
Kekasih baru



Tentu saja menunggu adalah sesuatu hal yang membuat Zea tahu jika itu adalah pekerjaan paling membosankan. Akhirnya ia hanya diam saja dan tidak lagi membantah atau pun mengeluh. Ia hanya fokus menatap ke arah jalanan dengan banyaknya kendaraan melintas.


Karena hari ini adalah weekend, pastinya ada banyak orang yang ingin menghabiskan waktu luang untuk bersantai dengan keluarga di tempat wisata.


Apalagi lokasi yang dituju adalah puncak dan pastinya banyak orang menuju ke sana sana. Kini, Zea berbicara pada pria yang masih melajukan kendaraan makin kencang dan membuatnya semakin mengeratkan pelukan karena takut jatuh dan terpelanting hingga berakhir nahas.


'Astaga, apa ia mau mengirimku menemui orang tuaku? Aku masih ingin hidup dan belum mempunyai bekal untuk menolongku dari siksa api neraka,' gumam Zea yang saat ini seketika mencubit kuat perut datar pria yang tengah di peluknya sambil berteriak.


"Aku masih ingin hidup, Erick! Jangan kencang-kencang!" teriaknya dengan sangat kesal dan kali ini ia sangat lega begitu merasakan kecepatan motor makin berkurang.


Karena merasa cubitan gadis di belakangnya tersebut sangat nyeri, Erick bahkan sampai meringis menahan rasa nyeri dan akhirnya mengikuti apa yang dikatakan oleh Anindya.


"Baiklah, tapi jangan mencubitku sangat kuat seperti itu!" teriak Erick yang kini melepaskan tangan dari stang motor dan beberapa kali lembut tangan gadis yang dianggap sangat nakal itu.


"Kamu ngapain? Salah sendiri membuatku takut jatuh. Jangan macam-macam!" sarkas Zea yang kembali mengarahkan sebuah pukulan agar Erick tidak mengambil kesempatan dengan cara mengusap beberapa kali tangannya.


"Astaga, galak sekali! Iya ... iya, Aku tidak akan macam-macam padamu, Sayang!" Akhirnya Erick fokus mengemudikan motor sport miliknya agar segera tiba di tempat yang disebutkan oleh temannya beberapa saat lalu.


Hingga beberapa kali ia melewati lampu merah dan setelah ke empat kalinya, bisa melihat beberapa motor sport yang terparkir di tepi jalan dan teman-temannya duduk di salah satu pos kosong.


Ia pun seketika tersenyum begitu berhenti tepat di depan sekarang teman-temannya. "Sorry, gue telat. Pasti kalian sudah terlalu lama menunggu."


Zea yang tadinya berpikir hanya ada 2 sampai 3 orang yang menunggu kedatangan mereka, tapi seketika mengerjakan mata itu berapa kali begitu melihat ada banyak laki-laki yang berada di pos.


Ia merasa sangat malu sekaligus tidak enak karena berpikir bahwa menjadi penyebab Erick datang terlambat.


'Banyak amat teman si playboy ini. Semoga kerjasama tidak bisa padaku karena membuat air terlambat datang akibat ulah tuan Aaron yang dari tadi mengomel.'


Zea sama sekali tidak banyak untuk membuka helm karena malu sudah tak boleh banyak pria yang ada di pos tersebut. Hingga ia melihat satu persatu para pria itu bangkit berdiri dari pos dan menuju ke motornya masing-masing tanpa berkomentar apapun.


Ia hanya melihat para pria yang masih memakai helm tersebut hanya menggelengkan kepala ketika Erick meminta maaf.


Refleks ia membuka penutup helm agar bisa berbicara pada Erick. "Sepertinya teman-temanmu marah. Aku jadi tidak enak pada mereka."


Saat Zea baru saja menutup mulut, lihat salah satunya datang menghampiri dan langsung meninju lengan kekar di balik Hoodie berwarna hitam itu.


"Lain kali buat kami menunggu sampai 1 jam karena setengah jam bagi kami tidak terlalu lama," ejek pria dengan menggunakan jaket kulit berwarna hitam mewakili para sahabatnya yang dari tadi menunggu sahabat baik mereka karena merasa kesal.


Bahkan ia bisa melihat gadis di balik helm berwarna pink yang duduk di belakang sahabatnya dan menjadi penyebab terlambat datang.


Namun, karena ada banyak drama dari para orang tua serta yang lebih jelas adalah Aaron ketika mengungkapkan kekesalan padanya dan berpikir macam-macam, sehingga memberikan banyak petuah padanya seperti ia adalah seorang pria berengsek yang akan menyakiti Anindya.


Padahal ia hanya ingin menjaga hati gadis itu agar jatuh cinta padanya, tetapi menyadari jika itu cukup berat waktu pertama kalinya merendahkan harga diri hanya demi bisa pergi bersama seorang wanita yang seolah tidak tertarik sama sekali padanya.


Bahkan untuk mendapatkan gadis di belakangnya tersebut, Erick sudah jauh-jauh hari menyusun rencana untuk membuat Anindya tertarik padanya.


Saat ia berpikir sahabatnya akan segera pergi, tapi yang terjadi adalah sebaliknya karena mendengar suara Anindya yang tiba-tiba turun dari motor.


"Maafkan aku, semuanya karena menjadi penyebab Erick datang terlambat hari ini." Zea yang merasa sangat tidak enak pada semua teman Erick yang terlihat kesal, sehingga membuatnya langsung berhenti turun dari motor dan mengungkapkan penyesalan.


Meskipun ia tidak sepenuhnya salah, tetapi menyadari jika Erick sudah datang lebih awal dan tidak bersalah sama sekali. Ia berpikir bahwa pasangan suami istri paruh baya serta Aaron akan dianggap menjadi penyebabnya.


Jadi, berpikir jika itu tidak boleh terjadi dan mewakili untuk meminta maaf agar tidak mendapatkan kebencian dari orang-orang yang merupakan teman Erick.


Apalagi ia hanyalah orang baru yang sementara ada di dekat Erick dan tidak ingin hubungan pertemanannya rusak hanya karena dirinya. Hingga ia pun melihat turun dari motor dan menarik pergelangan tangan kiri.


"Kenapa harus meminta maaf segala? Mereka hanya bercanda. Jadi, tidak perlu meminta maaf seperti kamu bersalah saja. Bahkan kamu tidak mau minta maaf padaku saat berbuat salah, melakukannya pada semua orang yang sama sekali tidak dikenal!" sarkas Erick yang merasa cemburu dengan teman-temannya yang beruntung.


Apalagi ia kesalahanku saja mendapatkan kekesalan dari Anindya serta sikap ketus yang ditunjukkan padanya. Sampai ia menatap ke arah beberapa temannya yang sudah berada di atas motor dan bersiap untuk segera berangkat menuju tempat yang sudah ditentukan.


"Meminta maaf adalah sebuah kewajiban saat melakukan kesalahan. Karena kedatanganmu yang terlambat adalah kesalahanku yang menjemputku, jadi sudah sewajarnya melakukan hal itu." Zea kini kembali membungkuk hormat pada semua orang yang menatapnya.


Bahkan ia saat ini merasa seperti menjadi tontonan dan pusat perhatian dari banyak pria. Mungkin jika dulu, benar-benar akan bikin pingsan menghadapi banyak pria yang menatapnya intens, tapi kali ini merasa sudah terbiasa dengan semua itu.


Apalagi semenjak ia merubah penampilan total, ada banyak pria yang seseorang mencari perhatiannya. Ia seolah merasa berubah menjadi seorang wanita paling cantik di dunia karena menjadi incaran para pria.


Seperti kakak kelasnya yang merupakan ketua OSIS di sekolah tidak berhenti menatapnya ketika berada di angkringan. Sampai teman Aaron yang berprofesi sebagai guru SMA dan seolah mempunyai ketertarikan padanya.


Hingga ia refleks mengingat janjinya yang dulu diungkapkan pada Sandy bahwa akan pergi bersama pria yang berprofesi sebagai guru tersebut sebagai ungkapan terima kasih.


'Kenapa aku merasa jadwal untuk pergi bersama para pria sangat padat. Tapi semuanya tidak mengalahkan rasa nyaman ketika pergi bersama dengan tuan Aaron,' gumam Zea yang saat ini mendapatkan applause dari semua laki-laki yang ada di atas motor sport.


Ia mengerjapkan mata beberapa kali karena melihat respon positif mereka. Bahkan bisa mendengar salah satu pria yang berteriak sambil mengarahkan jempol pada Erick.


"Luar biasa ternyata kekasih baru teman kita ini. Kali ini kami sangat setuju!" teriak pria bernama Andy yang seolah mewakili lainnya dan mengikuti perbuatannya saat bertepuk tangan.


To be continued...