
Sosok pria berusia 45 tahunan yang bernama Dery Farhan itu telah lama menemani Candra Kusuma semenjak berusia 25 tahun, jadi mengetahui bagaimana perjuangan bosnya mulai dari awal hingga bisa sesukses sekarang dan mempunyai aset di mana-mana.
Bahkan sangat yakin jika gadis muda yang tak lain adalah cucu dari bosnya tersebut tidak mengetahui tentang semua aset yang tersebar di seluruh kota Surabaya. Ia kini menatap ke arah cucu emas yang mau tidak mau harus menerima kenyataan dan tanggungjawab besar tersebut.
"Nona, saya tahu jika saat ini kondisi kesehatan kakek Anda jauh lebih penting dibandingkan apapun, seperti Perusahaan Kusuma. Namun, ada banyak orang yang menggantungkan hidup pada perusahaan di bawah kepemimpinan tuan Candra."
"Hingga sekarang tuan besar tidak bisa lagi memimpin perusahaan dan pastinya mempercayakan semuanya pada Anda. Karena itulah tuan besar langsung mengalihkan namanya dari semua aset yang dimiliki pada Anda." Menatap intens wajah cantik gadis mungil di hadapannya untuk melihat keputusan yang akan diambil.
"Itu semua adalah hasil dari bukti kerja keras kakek Anda selama bertahun-tahun lamanya dan dipercayakan pada Anda. Apakah Anda akan menghancurkan hasil jerih payah tuan Candra dan juga tidak memperdulikan nasib dari para staf perusahaan?" seru Dery yang kini masih berusaha untuk mengubah pemikiran dari sang cucu yang baru saja diumumkan dan menjadi trending topik utama di kota Surabaya.
Bahkan ia teringat pada janjinya pada bosnya dulu yang memintanya untuk membantu sang cucu dan terus setia seperti selama ini.
Sementara itu, Khaysila yang sebenarnya ingin mengumpat pria di hadapannya saat masih memikirkan hal lain saat sang kakek mengalami kondisi tidak baik, menatap tajam dengan mata memerah. Namun, ia berusaha untuk tidak melakukan itu karena menghormati orang yang lebih tua.
"Bisa tidak, hari ini membiarkan aku fokus pada keadaan kakek? Aku tidak akan pernah mengecewakan kakek, tapi biarkan aku sekarang fokus merawatnya," lirihnya dengan perasaan berkecamuk.
Ia tahu jika semua yang dikatakan oleh orang kepercayaan sang kakek memang benar, tapi hari ini tidak ingin memikirkan hal lain selain kondisi satu-satunya keluarganya saat ini.
"Maafkan saya, Nona. Saya hanya ingin menyampaikan itu saja agar Anda tidak terkejut jika mendadak menginformasikan tentang keadaan perusahaan." Baru saja sang asisten menutup mulut, ia mendengar suara gadis yang menurutnya masih sangat muda itu malah membungkuk padanya.
Sang kakek baru saja dipindahkan dan ia saat ini disuruh menunggu di luar terlebih dahulu. Merasa tenaganya seolah terkuras semua akibat mengkhawatirkan sang kakek, ia tidak ingin terlihat lemah dan memilih untuk duduk.
Hingga ia mengingat sesuatu kala pria di hadapannya terlihat seperti tidak enak padanya. "Mengenai video yang tersebar itu, aku ingin melihatnya. Apakah Anda punya videonya?"
Ia ingin melihat seperti apa dirinya saat direkam dan akhirnya tersebar di media sosial. Bahkan saat ini ada sebuah hal yang tiba-tiba terpikirkan olehnya saat ini.
'Jika video tentangku beredar luas, apakah tuan Aaron dan keluarganya serta Erick bisa melihat?' gumamnya yang saat ini menerima ponsel milik asisten pribadi kakeknya.
"Anda bisa melihat ini, Nona," ucap Dery yang saat ini sudah memberikan video di media sosial dengan tag perusahaan Kusuma. "Anda tidak perlu membaca komentar-komentarnya."
Ia tadi mendapatkan laporan jika banyak orang berkomentar mengenai sang cucu yang baru saja ditemukan dan menjadi ahli waris utama. Namun, belum sempat membacanya dan berpikir jika mungkin mendapatkan komentar buruk dari beberapa orang yang tidak suka atau merasa iri dengan nasib gadis di hadapannya tersebut.
Saat mendapatkan larangan, malah membuat Khaysila makin penasaran. Jadi, setelah ia melihat video tersebut, langsung scrol komentar yang sudah mencapai ribuan.
Hingga ia kini fokus membaca komentar dan mengerjapkan mata begitu membaca komentar yang serasa menusuk jantungnya dari salah satu akun media sosial milik seseorang yang paling dibencinya.
To be continued...