
Beberapa jam menunggu di depan ruangan operasi, sosok pria yang lama berdiri dari kursi tunggu, seketika menghampiri dokter yang baru saja selesai melakukan operasi pada gadis muda yang ditabraknya.
Ia bahkan tidak berpikir untuk pulang sebelum mengetahui kabar dari dokter yang menyelamatkan pasien yang ditabraknya. "Bagaimana keadaan dari pasien, Dokter?"
Sementara itu, sang dokter yang masih menggunakan seragam operasi, kini menjelaskan hasilnya. "Pasien mengalami pendarahan pada otak dan kami sudah berusaha melakukan yang terbaik."
"Kita akan mengetahui hasilnya setelah pasien sadar karena ada beberapa efek dari operasi. Kemungkinan yang terjadi adalah pasien bisa saja kehilangan ingatannya karena benturan cukup keras akibat kecelakaan tadi. Juga bisa jadi akan mengakibatkan kematian otak yang memicu koma."
Sang dokter yang mengetahui bahwa pasien yang ditangani sama sekali tidak diketahui keluarganya, sehingga menjelaskan pada pria di hadapannya. Berpikir bahwa pria uang menabrak pasien adalah orang baik karena tidak lari dari tanggungjawab dan menanggung semua pengobatan.
Bahkan ia tahu bahwa pria di hadapannya bukanlah orang sembarangan ketika menanggapi penjelasannya.
Jonathan merasa sangat bersalah sekaligus iba pada gadis belia yang ditabraknya. Ia bahkan tidak bisa menemukan apapun mengenai informasi tentang gadis yang ditabraknya.
Bahkan yakin jika tadi ada salah satu dari orang yang berkerumun telah mengambil tas yang berisi dompet dan kartu tanda pengenal.
"Lakukan semua yang terbaik pada pasien, Dokter. Saya yang akan menanggung semua biayanya karena sayalah yang bersalah atas kemalangan gadis itu. Tadi saya sangat panik dan tidak tahu apakah ada yang mengambil tas atau dompet yang berisi data dirinya."
"Jadi, saya tidak tahu keluarganya dan tidak bisa memberikan informasi mengenai gadis itu pihak keluarga. Tapi saya akan menyebarkan kabar mengenai gadis ini untuk mencari tahu keluarganya."
Saat Jonathan baru menutup mulut, ia menyadari kesalahannya yang dianggap adalah sebuah kebodohan begitu dang dokter melarangnya.
Namun, ia hari ini merasa iba begitu mengetahui jika korban kecelakaan yang dioperasi tidak memiliki satu informasi apapun mengenai keluarga. Apalagi membenarkan bahwa mungkin tas berisi identitas diri serta kemungkinan ponsel milik gadis itu menghilang karena dicuri saat orang-orang berkerumun.
"Bisa saja ada orang jahat yang mengaku-ngaku dan nanti malah berakibat buruk pada pasien jika sampai ada orang-orang jahat tidak bertanggungjawab memanfaatkan situasi ini."
Saran dari sang dokter yang dianggap bijak merupakan sebuah pencerahan untuk Jonathan dan ia kini memilih untuk patuh pada pria berseragam tersebut.
"Baik, Dokter. Saya tidak akan menyebarkan kabar mengenai gadis malang ini sebelum sadar. Saya pun akan meminta bantuan para polisi setelah nanti mengetahui bahwa pasien telah sadar."
Jonathan kini menganggukkan kepala begitu sang dokter menganggukkan kepalanya dan mengatakan bahwa gadis malang itu akan segera dipindahkan ke ruangan perawatan terbaik.
Kemudian ia mengambil ponsel miliknya dan menyuruh asisten pribadinya datang ke rumah sakit untuk membicarakan tentang langkah apa yang harus dilakukannya pada gadis muda itu.
Ia sadar sudah terlalu lama menunggu dan berpikir jika menginap di rumah sakit malah akan membuatnya terlihat mencurigakan di mata anak dan istri.
"Besok saja aku ceritakan semuanya pada istriku dan Aaroon karena mereka harus tahu apa yang baru saja kuhadapi saat ini." Jonathan kini mengambil ponsel dan langsung mengabarkan jika hari ini pulang terlambat.
To be continued...