Zea, You're Mine

Zea, You're Mine
Cinta mati



Aaron awalnya benar-benar sangat marah karena mengetahui Jasmine menganggap jika ketulusannya dan keseriusannya untuk melepas masa lajang serta menjalani hidup rumah tangga bahagia hanya dianggap sebuah mainan.


Apalagi ketika melihat wajah tidak bersalah Jasmine saat ini dan lebih mementingkan waktunya terbuang banyak untuk menciptakan cincin yang baru saja dipegangnya, ia merasa sangat murka dan berniat untuk memberikan hukuman.


Namun, berpikir bahwa memukul seorang wanita adalah perbuatan seorang pecundang dan ia khawatir jika sampai terdengar di telinga Anindya, akan semakin membuatnya tidak punya harapan karena di dunia ini tidak ada satupun kaum hawa yang ingin mendapatkan kekerasan.


Hingga ia seketika mengangkat tangan dan mengempaskan pada kotak perhiasan di tangan Jasmine. Namun, lagi-lagi merasa, ia sangat bodoh jika sampai melayani Jasmine dan membuang-buang waktu.


"Sudah aku bilang pergi dari hadapanku atau aku akan mencekikmu! Saat seorang pria marah, lebih baik kau menghindar daripada terjadi hal sesuatu hal yang buruk dan membuatmu menyesal." Aaron berpikir jika Jasmine merasa takut begitu ia menampilkan wajah garang.


Lebih tepatnya, wajah penuh amarah dan membuatnya ingin sekali membalaskan dendam, tapi belum bisa. Akhirnya ia seketika tersenyum puas begitu kotak perhiasan berwarna merah yang berbentuk hati tersebut jatuh ke lantai.


Bahkan dua cincin itu sangat berharga Jasmine karena susah payah untuk membuatnya. Namun, ia berusaha untuk memendam perasaan yang dipenuhi oleh amarah agar tidak membuat Aaron badmood padanya.


"Cepat pergi atau aku yang memanggil security agar menyeretmu dari perusahaan ini!" Aaron bahkan tadi bisa melihat jika cincin jatuh menggelinding di lantai ruangan kerjanya, tapi sama sekali tidak diperdulikan dan berniat untuk menyuruh cleaning service mencari.


Ia berpikir akan mengembalikannya dengan menyuruh orang karena tidak ingin menyimpan sesuatu hal yang berhubungan dengan Jasmine.


Ia kini menuruti perintah dari Aaron dengan pergi dari sana. Bahkan ketika berada di luar ruangan mantan kekasihnya, tersenyum simpul begitu mengingat penolakan barusan.


"Bahkan kamu tidak mau menikah seumur hidup hanya gara-gara aku. Apalagi terbukti kamu tidak mempunyai hubungan apapun dengan seorang wanita setelah kita berpisah, jadi aku tidak akan menyerah sampai mendapatkan hatimu kembali,' lirih Jasmine yang kini semakin percaya diri akan diterima jika menunjukkan ketulusan.


Ia bahkan saat ini berpikir ingin menjadi seorang istri idaman. Jadi, berniat untuk meminta tolong pada sang ibu agar membantunya. "Tidak menikah seumur hidup adalah sebuah jawaban yang memastikan jika kamu sangat mencintaiku, Aaron."


"Aku akan datang setiap hari untuk meminta maaf dan semoga kerasnya hatimu akan luluh h dengan ketulusanku," seru Jasmine yang saat ini tengah melakukan masuk ke dalam lift dan hari ini akan pulang ke rumah untuk beristirahat.


Ia tadi meletakkan berbagai kondisi makanan kesukaan sang kekasih dan berharap mau memakannya karena tadi tidak sempat untuk menyuruh begitu melihat raut wajah memerah Aaron.


'Jika aku tidak mendengarkan perkataannya, apa mau membunuhku di ruangannya? Jika benar, mungkin Aaron benar-benar cinta mati padaku dan tidak ingin aku dimiliki oleh pria manapun,' gumamnya sambil menunggu lift tiba di lobby perusahaan.


To be continued...