
Semua orang yang ada di ruangan kamar kini tengah fokus menatap ke arah Erick karena berhasil merebut ponsel milik Aaron dan bisa mendengar suara dari seberang telpon yang sangat dihafal.
Bahkan Khayra saat ini tengah menelan saliva dengan kasar begitu mengetahui siapa yang menelpon Aaron dan membuatnya seketika sesak. Ruangan kamar luas dengan segala furniture mewah tersebut sangat hening dan kini hanya terdengar suara dari seorang wanita.
"Aaron, aku tahu jika kamu sangat marah dan membenciku karena pergi di hari pernikahan. Aku ingin menebus kesalahan di masa lalu dan melakukan apapun untukmu. Sekarang aku telah kembali ke Jakarta dan ingin memperbaiki semuanya. Bukankah kamu juga belum menikah sampai sekarang? Aku pun demikian, Aaron karena masih sangat mencintaimu."
Suara Jasmine berhasil membuat ekspresi semua orang terkejut dan syok. Namun, yang paling berbeda adalah reaksi Erick yang seketika tersenyum lebar dan ketika menatap ke arah Aaron sambil menanggapi suara dari seberang telpon.
"Nona Jasmine? Wah ... sebuah kebetulan yang sangat luar biasa bisa berbicara denganmu saat ini. Jika kamu benar-benar ada di Jakarta, sayang sekali karena Aaron saat ini ada di Surabaya. Jika kamu benar-benar ingin memperbaiki hubungan kalian, datang saja ke sini. Aku akan ...."
Erick yang tadinya berniat untuk memberikan alamat agar Jasmine langsung berangkat ke Surabaya agar merayu Aaron kembali, sehingga ia bisa bersatu dengan Zea setelah tidak ada penghalang.
Namun, seketika ponsel yang berada di tangannya direbut oleh Aaron dan membuatnya meringis menahan rasa nyeri pada bagian perut karena mendapatkan pukulan.
"Berengsek!" Aaron benar-benar sangat marah karena merasa Erick terlalu ikut campur dengan masalah yang berhubungan dengan privasinya, sehingga melampiaskan dengan mengepalkan tangan dan mengarahkan tinjunya.
Ia bahkan langsung mematikan sambungan telepon karena tidak ingin mendengar suara wanita yang sangat dibenci dan tidak akan pernah dimaafkan meskipun menangis darah sekalipun di bawah kakinya.
Kemudian kembali melanjutkan umpatan pada pria yang saat ini tengah meringis menahan rasa nyeri akibat pukulannya di bagian perut. "Jika sekali lagi kau berani melakukan itu, aku benar-benar akan menghabisimu, Erick!"
'Seandainya aku bisa membaca pikiran Anindya saat ini, apakah merasa cemburu atau tidak sama sekali, mungkin tidak akan bimbang seperti ini,' gumam Aaron yang saat ini mendengar suara sang ibu yang membuatnya tidak lagi meledakkan amarah pada Erick.
"Enak saja Jasmine semudah itu meminta maaf setelah mempermalukan keluarga kita dan juga mempermainkan perasaanmu yang tulus mencintainya. Rasanya aku saat ini ingin menarik rambutnya sampai botak." Jennifer benar-benar sangat marah ketika mengingat sosok wanita yang seperti menganggap bahwa putranya tergila-gila.
"Jasmine pasti saat ini berpikir bahwa kamu akan dengan mudah memaafkannya karena sangat mencintainya. Apalagi ia selalu menganggap dirinya adalah seorang wanita paling cantik di dunia dan kamu hanya mencintainya." Jennifer saat ini ingin Anindya sadar jika putranya kemungkinan besar akan dengan mudah dirayu oleh Jasmine.
Ia lalu menatap ke arah Anindya dan mengingatkan gadis itu agar tidak keras kepala. "Sayang, kamu dengar sendiri apa kata Jasmine, kan? Jadi, sebaiknya kamu memaafkan perbuatan jahat Aaron dulu dan menerima karena ia sudah menyadari kesalahannya."
"Ya, Mama benar, Anindya. Menikahlah denganku agar Jasmine tidak menganggu kita," seru Aaron yang saat ini berharap gadis yang keras kepala tersebut mau berubah pikiran dan tidak lagi mengandalkan egonya.
Khayra saat ini hanya terdiam karena dari tadi ia tengah menormalkan perasaan yang tidak menentu begitu mendengar suara wanita yang membuatnya seperti terlihat tidak berharga di hadapan seorang Aaron.
'Bahkan aku sangat ingat bagaimana tuan Aaron memanggil nama nona Jasmine dulu saat memperkosaku. Pasti dia akan kembali pada wanita itu dengan mudahnya begitu melihat nona Jasmine,' gumam Khayra yang tengah dilanda kegundahan dan menatap ke arah pria yang menunggu jawaban darinya.
To be continued...