Zea, You're Mine

Zea, You're Mine
Rencana Jasmine



Jasmine seketika merasa tubuhnya lunglai karena tidak pernah menyangka jika sang kekasih ternyata sudah mengatur semuanya tanpa ia bisa berbuat apapun untuk menolak.


"Sayang, kenapa aku tidak tahu apapun soal wedding organizer? Bahkan orang tuaku pun sama sekali tidak membahasnya denganku."


Jasmine sebenarnya ingin marah pada sang kekasih serta orang tuanya yang telah sukses membuatnya tidak berkutik dengan menyembunyikan masalah pernikahan.


'Astaga! Apa yang harus kulakukan saat ini? Kenapa papa dan mama sama sekali tidak memberitahuku?' Jasmine benar-benar merasa sangat frustasi karena baru mengetahui kenyataan sebenarnya tentang rencana sang kekasih.


'Papa dan mama selama ini memang sangat menyukai Aaron sebagai calon menantu idaman karena berasal dari keluarga konglomerat di Jakarta dan berpikir hidupku akan terjamin, tapi tega sekali mereka mengkhianati putri sendiri tanpa membicarakan terlebih dahulu mengenai pernikahan.'


Jasmine memang sangat mencintai sosok pria yang berada di sebelahnya tersebut karena Aaron adalah tipe pria yang menjadi idaman kaum hawa.


Bahkan ketika dulu pertama kali mendapatkan ungkapan cinta dari Aaron, membuatnya merasa menjadi wanita paling bahagia di dunia.


Karena bisa bersaing dengan banyak wanita lain yang mengidamkannya. Namun, ia berpikir jika saat ini menyesal karena ternyata sang kekasih tidak bisa mengerti keinginannya.


Bahwa saat ini karirnya mulai merangkak naik dan sebentar lagi akan sukses hingga menjadi model internasional yang sering dikontrak orang luar negeri.


Namun, semuanya akan hancur hanya gara-gara statusnya yang menikah dengan Aaron. Apalagi sangat kesal dengan sikap pria itu yang selalu ingin menang sendiri dan tidak mau dibantah.


'Apa yang harus kulakukan sekarang? Bagaimana ini? Aku masih ingin fokus pada karirku. Jika aku mengatakan pada Aaron, pasti ia akan marah dan melarangku untuk menjadi model lagi.'


Saat bingung harus bagaimana, indra pendengaran Jasmine menangkap suara bariton sang kekasih yang kini menggenggam erat telapak tangannya.


"Sayang? Kenapa malah melamun? Kamu pasti sangat terkejut dengan lamaran yang berakhir langsung menikah, kan? Bukankah kita menjalin hubungan dengan serius dan tidak main-main? Jadi, apa tujuan pacaran jika tidak menikah?"


Aaron saat ini ingin menghilangkan keraguan di mata sang kekasih, dengan mengingatkan bahwa ia benar-benar serius dan tidak pernah berniat untuk main-main saat menjalin hubungan dengan Jasmine.


Apalagi usianya sudah menginjak 30 tahun dan sangat matang untuk menikah, sedangkan sang kekasih berusia 23 tahun, dianggapnya sudah cukup umur untuk menikah.


"Aku sama sekali tidak suka melihat wajahmu yang tidak bersemangat itu, Baby. Tersenyumlah karena sebentar lagi kamu akan menjadi nyonya Aaron Nadhif Jonathan. Bukankah selama ini kamu mengatakan jika teman-temanmu merasa ini padamu karena memiliki kekasih sepertiku?"


Saat berusaha untuk mengingatkan sang kekasih bahwa ia adalah calon suami idaman para wanita, Aaron berharap Jasmine menyadari jika terlalu lama mencari hubungan tanpa kejelasan, akan berakhir di tengah jalan.


Ia tidak ingin mengalami sesuatu yang terjadi pada beberapa teman baiknya, yaitu menunggu jodoh orang. "Aku tidak ingin nasibku sama seperti temanku yang berpacaran selama 5 tahun lebih dan ternyata kandas di tengah jalan."


"Lalu patah hati karena melihat sang kekasih menikah dengan orang lain. Bukankah kamu sangat mencintaiku dan aku pun sangat mencintaimu? Jadi, tujuan utama pasangan yang saling mencintai adalah menikah, bukan?"


Apalagi di zaman sekarang ini, Aaron sering melihat ada banyak anak di bawah umur yang terpaksa harus menikah akibat pergaulan bebas karena pengaruh kemajuan teknologi seperti ponsel.


Jika orang-orang yang cerdas, menggunakan kemajuan teknologi untuk meraup pundi-pundi rupiah dan bisa mendapatkan penghasilan hanya dengan bekerja secara freelance.


Sedangkan para remaja tanggung hanya memikirkan nafsu karena pengaruh dari sosial media. Akhirnya sering terjadi kasus hamil diluar nikah dan menikah di bawah umur.


Namun, masalah tidak berhenti sampai di sana karena cobaan setelah menikah lebih banyak dan saat tidak bisa menanggungnya, tentu saja banyak perceraian yang terjadi.


Akhirnya, ada banyak janda dan duda di bawah umur yang membuatnya merasa sangat miris dengan dampak negatif pergaulan anak zaman sekarang yang sangat berani.


Aaron tidak ingin hal itu terjadi padanya dengan sang kekasih, yaitu melakukan hubungan intim sebelum menikah. Ia ingin melakukannya setelah resmi menjadi suami istri dengan sosok wanita yang sangat dicintai.


"Aku tidak ingin membuat keluargaku malu karena membuatmu hamil diluar nikah saat tidak bisa menahan diri ketika bersama denganmu, Baby. Jadi, kamu harus mengerti bahwa apa yang kulakukan ini demi kebaikan kita."


Jasmine saat ini menatap ke arah cincin yang melingkar di jari manisnya. Jujur ia merasa sangat bahagia karena dicintai sebesar itu oleh Aaron, tapi merasa jika timing-nya belum tepat.


"Aku benar-benar sangat bahagia karena kamu serius padaku, Sayang. Hanya saja, apa semuanya tidak bisa ditunda beberapa bulan lagi? Karirku benar-benar tengah naik, Sayang. Kamu tahu kan impianku dari dulu adalah menjadi seorang model internasional?"


Jasmine masih berusaha untuk merayu sang kekasih agar luluh seperti biasa dan mau menuruti apapun yang diinginkan. Paling tidak, ia butuh waktu selama beberapa bulan sebelum akhirnya impiannya tercapai.


"Bukankah kamu ingin menjadi model internasional dan mendapatkan gaji besar? Memangnya berapa gaji seorang model? Aku akan memberimu lebih dari itu dengan hanya menjadi istriku. Bukankah apa yang kutawarkan ini jauh lebih menggiurkan, Baby?"


Aaron menghentikan perkataannya saat melihat pelayan yang datang dan menaruh makanan serta minuman pesanannya beberapa saat lalu sebelum kekasihnya datang.


"Silakan dinikmati, Tuan," ucap pelayan wanita yang membungkuk hormat setelah mempersilakan pelanggan restoran untuk menikmati makanan yang sudah disajikannya dan berlalu pergi dari sana.


Aaron yang tadinya menganggukkan kepala pada pelayan, kini beralih menatap ke arah sang kekasih yang masih terdiam.


"Baby, jangan marah lama-lama karena aku tidak bisa melihatmu bersedih seperti ini." Aaron meraih dagu lancip wanita yang masih mengunci rapat bibirnya.


Ia tidak berkedip menatap ke arah wajah cantik wanita dengan kulit putih serta bibir sensual yang selalu menggodanya. Hal yang membuatnya ingin segera menikahi sang kekasih salah satunya adalah itu.


Aaron tidak ingin berbuat khilaf ketika mencium dan ******* bibir sensual dengan warna merah terang itu. Bahkan ia menahan diri agar tidak melakukannya karena sangat menjaga sang kekasih seperti porselin mahal.


Hingga ia merasa sangat lega begitu melihat wanita yang dari tadi masam tersebut tersenyum padanya.


"Baiklah, Sayang. Aku menerima lamaranmu dan ingin menikah dengan pria hebat seperti Aaron Nadhif Jonathan. Aku akan semakin membuat semua temanku merasa iri karena bisa menjadi nyonya Aaron yang merupakan pewaris tahta Nadhif Grup."


Jasmine terpaksa mengatakan hal yang tidak sesuai dengan isi hatinya demi menyenangkan pria yang terlihat penuh pengharapan padanya.


Namun, ia berniat untuk menyusun rencana demi bisa membatalkan pernikahan karena masih ingin fokus pada karir di dunia modelling. Hanya saja, ia harus berpura-pura bahagia di depan sang kekasih agar tidak dicurigai.


'Maafkan aku, sayang karena mungkin akan membuatmu menungguku mengejar karir. Ada tawaran menggiurkan yang tidak mungkin akan kutolak,' gumam Jasmine yang hari ini sebenarnya ingin mengatakan pada sang kekasih bahwa ia mendapatkan tawaran untuk menandatangani kontrak eksklusif di Paris.


Impiannya adalah bisa bergabung dengan para model internasional di pusat fashion yang terkenal di dunia tersebut. Namun, ia sama sekali tidak menyangka jika hari ini malah mendapatkan lamaran dari sang kekasih yang langsung mengurus pernikahan.


'Padahal seharusnya pernikahan terjadi atas persetujuan antara pihak perempuan serta laki-laki. Namun, kali ini hanya pihak laki-laki yang setuju dan melakukan pemaksaan. Jadi, jika dilakukan pernikahan pun tidak akan sah karena memaksa pihak perempuan.'


Tentu saja saat ini Jasmine hanya bisa mengumpat dalam hati untuk meluapkan apa yang dirasakan pada pria yang sebenarnya sangat dicintainya tersebut.


Hanya saja, jika boleh membandingkan antara besarnya rasa cinta pada Aaron dengan cinta pada karir, ia dengan sangat yakin memilih untuk fokus pada karirnya sebagai seorang model yang sebentar lagi akan merambah ke kancah internasional.


Jasmine merasa yakin jika Aaron hanya mencintainya dan akan menunggu sampai ia kembali ke Jakarta. Jadi, nanti akan menghilang dan meminta maaf saat kembali.


Berpikir bahwa itu adalah rencana yang paling pas untuknya, Jasmine akhirnya memutuskan untuk berpura-pura menerima lamaran dan tidak keberatan menikah dengan pria yang saat ini terlihat tersenyum penuh kebahagiaan begitu mendengar persetujuannya.


"Nah, begitu dong, Baby! Senyumanmu yang dari tadi kutunggu-tunggu karena setuju untuk menikah denganku. Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu seperti papaku yang hanya mencintai mama sampai saat ini dan selalu hidup bahagia."


Aaron yang merasa sangat senang dan sekaligus lega, kini memberikan sebuah kecupan pada pipi putih sang kekasih. "Kamu bisa membicarakan mengenai konsep yang kamu inginkan pada mamamu."


"Jadi, nanti akan disesuaikan dengan pihak wedding organizer. Sekarang, lebih baik kita menikmati makan siang yang sangat spesial ini karena aku memesannya khusus di hari melamarmu."


Karena ingin terlihat meyakinkan aktingnya di depan sang kekasih pujaan hati, kini Jasmine memeluk erat tubuh sixpack itu.


"Terima kasih, Sayang. Aku hari ini benar-benar sangat bahagia karena pria yang sangat kucintai melamarku."


"Aku bahkan kini makin mencintaimu karena telah membuktikan keseriusanmu padaku dengan berencana menikahiku. I love you," seru Jasmine sambil mengarahkan sebuah kecupan balik di pipi dengan tangan tegas itu.


Sedangkan perasaannya telah berkecamuk karena memikirkan cara untuk bisa membatalkan pernikahan yang sudah direncanakan oleh sang kekasih serta orang tuanya.


'Aku akan mencoba untuk berbicara dengan mama karena ia lah yang mengatur semuanya sesuai dengan perintah Aaron,' gumam Jasmine yang kini menikmati menu makanan spesial terbuat dari olahan daging sapi has dalam kualitas terbaik itu.


To be continued...