Zea, You're Mine

Zea, You're Mine
Memutuskan



Khayra yang sebelumnya merasa sangat iba pada Aaron karena mendapatkan sikap sinis dan tidak sopan dari sang investor. Padahal hanya berniat baik untuk memberikan sebuah bentuk penghormatan karena ia tahu jika Aaron bukanlah pria yang suka menjilat.


Sayangnya ia tidak melakukan apapun karena hanya bisa menjadi penonton dan melihat ekspresi Aaron menahan keresahan dan masih harus profesional saat menjelaskan tentang projek perusahaannya.


'Sabar, Tuan Aaron. Anda pasti bisa melalui hal kecil ini karena sudah malang melintang di dunia bisnis, sehingga menemukan beraneka ragam orang yang mempunyai watak berbeda. Termasuk wanita ini,' gumam Khayra yang dari tadi menatap ke arah Aaron.


Sementara itu, Aaron yang tadinya berpikir jika wanita itu akan menyukai bunga yang diartikan sebuah bentuk penghormatan, kini benar-benar merasa seperti layaknya sampah yang tidak berharga karena usahanya untuk berbuat baik sama sekali tidak dihargai.


Namun, ia ingin bersikap profesional dan tidak mempermalukan nama sang ayah. Sekarang ia mencoba untuk tersenyum dan berusaha membuat amarah yang bergejolak di dadanya berkurang.


'Sabar, Aaron. Ini semua demi menjaga nama baik perusahaan,' gumamnya yang saat ini kembali ke kursi dan membuka tablet miliknya untuk menjelaskan tentang rencana perusahaan selama 1 tahun belakangan.


Namun, sebelumnya ia memperkenalkan diri karena tidak ingin dianggap orang yang tidak tahu sopan santun. Lalu memberikan sebuah dokumen agar dilihat secara langsung oleh wanita yang sangat ingin ia bungkam bibirnya karena dengan mudah membuat orang lain tersinggung.


Kemudian Aaron mulai membuka tablet serta menampilkan pada layar yang ada di depan.


"Ini adalah project dari Jonathan grup untuk mencapai keuntungan dengan menargetkan pangsa pasar yang lebih luas dari sebelumnya. Bahkan sudah menentukan target pasar yang menerima untuk bekerjasama."


"Sejauh ini sudah ada 10 perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan kami dalam bidang pemasaran dan pastinya akan jauh lebih efisien untuk meningkatkan penjualan yang pastinya meraup keuntungan besar." Aaron pun kini membungkuk hormat setelah mengakhiri penjelasannya dan mengucapkan terima kasih.


Mirabell Xavia saat ini langsung menatap ke arah sosok wanita yang merupakan cucu dari pria yang dikaguminya. "Silakan!"


Khayra saat ini bangkit berdiri dari kursi dan membungkuk hormat. "Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri pada Nona Maribell Xavia. Saya adalah Khayra Fazila Farhana Kusuma."


"Nama ini adalah pemberian khusus dari kakek saya dan ingin memohon Anda sedikit mendoakan agar segera bisa sembuh. Terima kasih jika sudah berkenan." Kemudian ia pun mengambil dokumen yang sudah ia revisi dan menambahkan sesuatu.


Lalu ia menyerahkan ke hadapan wanita dengan raut wajah datar tersebut. "Anda bisa membuka halaman pertama, Nona Maribell. Itu adalah perbandingan keuntungan tahun lalu dan satu bulan ini saya baru menerapkan pemasaran dari perusahaan Kusuma."


Kemudian ia menatap ke arah sang asisten yang saat ini langsung membuka tablet dan menampilkannya agar wanita itu bisa melihat dari layar.


"Kami akan memakai jasa beberapa selebgram yang punya followers tinggi dalam pemasaran dan saat mencobanya selama satu minggu, penjualan naik empat kali lipat, meski hanya beberapa jam saja berlangsung." Khayra bahkan saat ini menunjukkan tabel yang tercantum.


"Pengaruh dari para selebgram benar-benar menjadi potensi besar yang harus dimanfaatkan untuk menggali keuntungan." Khayra berniat untuk menjelaskan poin kedua, "Jadi, penjualan yang naik akan ...."


"Cukup!" seru Maribell yang saat ini bangkit berdiri dari posisinya. "Aku sudah memutuskan untuk berinvestasi di perusahaan ...."


To be continued...