
Satu tahun kemudian...
Suasana di ballroom hotel bintang lima yang ada di Surabaya, kini terlihat sangat ramai dengan beberapa orang rekan bisnis yang menjadi tamu di acara pernikahan cucu satu-satunya keluarga Kusuma. Ya, hari ini diadakan pernikahan antara Khayra dan Aaron setelah satu tahun menjalani hubungan LDR.
Setelah acara lamaran di New York yang dilakukan oleh Aaron, mereka memutuskan untuk fokus mengurus perusahaan yang tentu saja berbeda kota.
Aaron berada di Jakarta, sedangkan Khayra berada di Surabaya, tapi tidak membuat hubungan mereka renggang meskipun menjalani hubungan jarak jauh.
Apalagi setiap weekend, Aaron datang ke Surabaya untuk mengunjungi calon istri serta putranya yang selalu sangat dirindukan. Bahkan sang ibu yang sudah kembali ke Jakarta juga sesekali ikut bersamanya untuk menjenguk sang cucu kesayangan.
Sementara Candra Kusuma benar-benar dirawat di New York selama lebih kurang 10 bulan dan akhirnya bisa sadar dan kini kembali sehat. Hingga akhirnya menyuruh untuk menikah dan persiapan hanya dilakukan selama 2 bulan.
Tentu saja perhelatan Akbar yang digelar itu mengundang banyak rekan bisnis serta sanak saudara. Bahkan tamu dari pihak Aaron juga hadir karena tidak melaksanakan acara di Jakarta.
Semua itu dengan pertimbangan hanya akan membuat istri dan putranya yang berusia satu tahun lebih itu kelelahan, sehingga memutuskan hanya mengadakan acara di Surabaya.
Kini, terlihat sosok wanita yang sudah dirias dengan make up pengantin khas Jawa dan terlihat semakin cantik tengah duduk di depan penghulu.
Sementara di sebelah kanannya adalah Aaron yang sebentar lagi akan mengucapkan kalimat ijab qobul di depan penghulu serta sang kakek yang duduk di sebelah kirinya. Ia hari ini benar-benar merasa sangat bahagia karena semua kebahagiaan yang dirasakan membuatnya bersyukur pada sang pencipta alam semesta.
Bahwa semua orang yang hidup di dunia tidak akan selamanya menderita dengan merasakan cobaan yang tidak sesuai dengan kemampuan.
'Ya Allah, terima kasih atas semua kebahagiaan hari ini dan aku tidak akan pernah berhenti bersyukur padamu atas semua ini. Aku bahkan tidak pernah berpikir menjadi seorang cucu dari konglomerat dan juga istri dari pria yang sangat kucintai,' gumam Khayra yang saat ini merasa sangat bahagia ketika mendengar Aaron baru saja mengucapkan kalimat qobul dengan menyambung kalimat ijab dari penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Khayra Fazila Farhana Kusuma binti Abraham Bramasta dengan mas kawin berupa uang tunai sebesar seratus juta rupiah dan emas seberat seratus gram dibayar tunai!" sahut Aaron yang saat ini berbicara dengan lantang dan satu kali tarikan napas, sehingga membuatnya merasa sangat lega ketika berhasil melafalkan kalimat qobul dengan sangat lancar.
Hingga penghulu yang saat ini menjabat tangannya dengan sangat erat, membuka suara sambil menatap ke arah para saksi. "Bagaimana para saksi? Dah?"
Semua saksi baik dari pihak keluarga Kusuma serta Jonathan seketika menyambut dengan sangat kompak dan lantang karena dari tadi menatap ke arah mempelai pria yang sangat lancar ketika mengucapkan kalimat qobul.
"Saaah!"
"Alhamdulillah!" seru semua orang yang berada di ruangan tersebut.
Aaron seketika menoleh ke arah sosok wanita yang menurutnya adalah bidadari surga yang dikirimkan Tuhan padanya.
"Sah ... calon istri ... eh ... sekarang istriku," ucap Aaron dengan wajah berbinar dan tersenyum lebar sambil menutupi kebodohannya dengan menepuk jidat dan ditertawakan oleh orang-orang yang ada di sana.
Sementara itu, Khayra refleks tertawa dan hanya mendengarkan perkataan dari penghulu yang mengejek pria yang sudah sah menjadi suaminya tersebut.
"Iya, sekarang sudah sah sebagai pasangan suami istri dan bisa melakukan apapun secara halal." Kemudian langsung menyerahkan dokumen untuk ditandatangani oleh pasangan pengantin tersebut.
Aaron seketika tertawa karena kalimat ambigu yang mengarah pada sesuatu hal yang berhubungan dengan ritual suami istri dan membuatnya melirik ke arah sang istri dengan mengedipkan mata sebelum akhirnya menandatangani surat nikah.
Berbeda dengan Khayra yang saat ini merasa sangat malu dan memerah wajahnya karena mengetahui kemana arah pembicaraan dari pria tersebut. Ia memilih untuk segera menandatangani buku nikah sambil menundukkan wajahnya karena malu.
Hingga ia pun kini merasa lega ketika penghulu membacakan doa dan semua orang mengaminkan, termasuk dirinya yang menengadahkan kedua telapak tangan.
Beberapa saat kemudian, acara ijab kabul telah selesai dan langsung diteruskan dengan resepsi. Bahkan pasangan pengantin tersebut sudah berganti pakaian dan kini berada di singgasana.
Khayra saat ini melihat sang kakek berjalan menuju ke arahnya dan langsung memeluknya. Ia bahkan kini sudah menangis karena merasa sangat terharu bisa melihat sang kakek kembali sehat dan melihat kebahagiaannya saat menikah bersama dengan pria yang dicintai.
"Selamat, Sayang. Kakek benar-benar merasa bahagia bisa melihatmu menikah dan juga merawat cucuku yang sangat menggemaskan ini," ucap Candra Kusuma yang beralih menatap ke arah cucunya tengah duduk di kursi pengantin sambil makan coklat.
"Terima kasih, Kek. Aku pun juga sangat bahagia melihat Kakek sudah kembali sehat." Khayra kini melepaskan pelukannya setelah beberapa kali mengusap lembut punggung sang kakek.
Candra Kusuma yang saat ini tidak bisa berkata-kata lagi atas kebahagiaan yang dirasakan, kini mengusap pipi putih cucunya yang cantik seperti bidadari. "Berbahagialah, Sayang. Kamu harus ikut suamimu ke Jakarta. Biar Kakek yang mengurus perusahaan karena sudah sehat."
Ia pun menunjukkan lengannya yang kekar karena sudah merasa jika tubuhnya benar-benar sehat dan tidak ingin membebani sang cucu.
Khayra yang memang sudah mengetahui jika sang kakek bersikeras untuk menyuruhnya ikut bersama sang suami karena tidak mungkin hidup berumah tangga dengan menjalani hubungan LDR seperti dulu.
Ia hanya menganggukkan kepala dan melihat sang kakek kini berbicara dengan Aaron.
Sementara itu, ia dari tadi sudah melihat Erick mengantri di belakang kakeknya untuk mengucapkan selamat padanya. Ia kini tersenyum ketika melihat Erick.
Ia sebenarnya merasa patah hati begitu mengetahui kabar pernikahan Zea dan Aaron. Bahkan berencana tidak ingin datang, tapi ternyata gagal melakukannya karena ingin melihat kebahagiaan gadis yang selama ini disukai.
"Erick, kamu akan menemukan jodohmu sebentar lagi. Aku yakin itu. Nanti undang aku juga saat kamu menikah." Khayra melepaskan tangannya yang dari tadi digenggam oleh Erik dan beralih menepuk lengan kekar pria di hadapannya yang selalu menjadi tempat untuk bersandar.
Sementara itu, Erick hanya tersenyum masam karena sekarang tidak memikirkan tentang wanita karena khawatir sakit hati lagi. Ia pun melanjutkan berjalan dan tentu saja terpaksa berjabat tangan dengan Aaron.
"Kenapa kau tidak menyerah saja sih? Menyebalkan sekali!" sahut Erick yang saat ini tidak berniat berjabat tangan dengan Aaron, tapi lebih suka meninju lengan kekar di balik jas berwarna biru tersebut.
Aaron hanya tertawa melihat raut wajah masam Erick. Ia tidak berniat membalas karena jauh duduk di lubuk hati juga merasa kasihan ketika melihat pria itu patah hati karena sang istri yang sama sekali tidak pernah mencintainya.
"Seperti kata istriku, kamu akan menemukan jodohmu suatu saat nanti. Istriku bukan jodohmu karena merupakan tulang rusukku. Sadarlah, Erick!" Aaron kini menepuk punggung Erick untuk menyalurkan aura positif agar pria itu tidak berlarut-larut dalam kesedihan.
Erick yang sudah tidak bisa lagi berkata-kata, memilih untuk pergi dan menikmati makanan yang tersedia untuk menghilangkan perasaannya yang patah hati.
Ia pun kini berjalan menuruni singgasana pengantin menuju ke arah sudut sebelah kiri dan berniat untuk mengambil makanan. Bahkan ia kini sudah memegang piring dan memilih makanan yang disukai.
Beberapa saat kemudian, ia berjalan menuju ke arah kursi kosong dan mendaratkan tubuhnya setelah menarik kursi. Saat ia hendak menyuapkan satu sendok makanan ke dalam mulut, mengerutkan kening ketika tiba-tiba ada seorang wanita yang memakai gaun berwarna hitam selutut, tiba-tiba menarik kursi dan duduk di hadapannya.
Bahkan wanita tersebut langsung tersenyum ke arahnya sambil mengulurkan tangan padanya.
"Almayra," sahut wanita yang saat ini masih menunggu sambutan dari pria di hadapannya.
Erick yang sama sekali tidak mengenal wanita di hadapannya, kini hanya mengerutkan kening sambil menatap ke arah tangan yang menggantung di udara tersebut.
"Aku sedang ingin sendiri. Pergilah dan jangan ganggu aku!" sarkas Erick yang kini melanjutkan menyuapkan makan ke dalam mulut dan mengunyahnya.
Namun, ia seketika tersedak makanan begitu mendengar suara wanita di hadapannya yang masih belum menurunkan tangannya. Ia pun seketika mengambil air minum di hadapannya dan meneguknya hingga habis.
"Aku adalah putih dari rekan bisnis tuan Candra Kusuma dan datang ke sini dengan orang tuaku. Dari tadi aku melihatmu dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Apakah kamu mau menikah denganku?" Kemudian Almayra kini membuka tas miliknya dan menyerahkan kartu identitas pada pria yang membuatnya sangat tertarik untuk menjalin hubungan serius.
"Itu adalah data diriku. Mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan untukmu." Saat ia baru saja menutup mulut, melihat pria yang disukainya bangkit berdiri.
"Dasar wanita gila!" sarkas Erick yang seketika berjalan meninggalkan sosok wanita yang dianggapnya tidak waras sambil mengumpat di dalam hati.
'Hidup sekali saja sudah pusing begini, malah sekarang bertemu dengan wanita gila. Lebih baik aku kembali ke kamarku,' gumam Erick yang saat ini berjalan meninggalkan ballroom hotel tanpa menoleh ke arah ke belakang.
Sementara itu di singgasana, Khayra yang tadinya tidak sengaja menatap ke arah Erick berbicara dengan seorang wanita, sehingga membuatnya berpikir ada sesuatu yang aneh.
Ia pun berbisik pada Aaron yang baru saja bersalaman dengan rekan bisnis yang mengucapkan selamat. "Sayang, sepertinya ucapanku yang asal tadi menjadi kenyataan."
"Ucapan yang mana, Sayang?" Aaron yang tidak paham, kini menatap ke arah sang istri.
"Erick sepertinya sebentar lagi akan menyusul. Sepertinya dia menemukan jodohnya," ucap Khayra yang saat ini menunjuk ke arah sosok wanita yang memakai gaun hitam masih duduk di kursi dan menceritakan apa yang dilihatnya.
Aaron seketika menatap ke arah yang ditunjukkan oleh Anindya. "Semoga saja Erick menemukan jodohnya karena aku sudah menemukan jodohku. I love you, Sayang. Aku akan selalu menjagamu dan juga anak kita dengan memberikan kebahagiaan dan tidak akan membuatmu bersedih."
"Aku percaya padamu," ucap Khayra yang kini makin berbinar wajahnya ketika melihat Aaron menggendong putranya.
Ia pun kini mencium gemas pipi gembil putranya dan merasakan pelukan hangat dari sang suami. "I love you."
"I love you too," ucap Aaron yang seketika mencium kening Anindya dan juga putranya saat merasakan kebahagiaan tidak terperi karena perjuangannya kini telah membuahkan hasil.
END...
Terima kasih kepada semua para pembaca yang sudah mengikuti perjalanan kisah cinta Zea dan Aaron. Akhirnya Author bisa menyelesaikan kisah mereka dan berakhir happy ending.
Jangan lupa terus dukung Author dan baca novel-novel lainya yang nantinya akan rilis di Noveltoon.
Ini adalah novel baru Author dan jangan lupa masukkan ke rak baca. Sekali lagi terima kasih atas semua dukungannya.
Love you all 💜🙏