
Jasmine tadi yang beberapa menit karena sedang mencari ide untuk membuat sang kekasih tidak lagi marah padanya. Tapi ia sangat bingung bagaimana menebus kesalahan pada sang kekasih yang sangat marah padanya.
Hingga ia tiba-tiba menemukan ide dan langsung menghubungi seseorang yang merupakan ibu dari calon kekasihnya. Namun, lagi dan lagi ia merasa sangat kecewa dan frustasi karena ternyata nomor calon mertuanya juga tidak aktif.
"Wah ... luar biasa! Ternyata mereka bekerja sama agar aku tidak bisa menghubungi untuk bertanya." Jasmine yang saat ini merasa kesal, terlihat mengacak frustasi rambutnya dan membiarkan berantakan karena jujur saja ia sangat marah.
"Padahal aku buru-buru datang ke sini agar bisa segera fitting gaun pengantin demi menuruti keinginannya. Tapi apa yang kudapatkan sekarang? Ia malah menonaktifkan ponselnya agar aku tidak bisa menghubunginya. Sepertinya Aaron tengah membalas dendam padaku."
Jasmine saat ini tertawa miris dengan apa yang dihadapinya saat ini. Saat ia tengah memulihkan perasaannya yang tidak karuan karena perbuatan sang kekasih, mendengar suara notifikasi di ponselnya.
Berharap jika itu adalah pesan dari Aaron, tapi ia memicingkan mata begitu melihat sebuah pesan dari rekan sesama model yang sangat membencinya.
Ia membaca pesan tersebut dan juga melihat foto-foto serta video yang dikirimkan oleh Lysa. Saat melihatnya, ia mengepalkan tangan kanannya karena merasa sangat marah melihat kedekatan Aaron dengan seorang gadis.
"Siapa gadis ini?" ucap Jasmine yang saat ini merasa sangat heran karena melihat video ketika sang kekasih mengejar gadis dengan rambut dikepang dua tersebut.
Bahkan ia bisa melihat raut wajah Aaron yang saat ini seperti sangat senang begitu mengejar gadis itu. Meskipun terlihat di video bahwa Aaron tengah menarik salah satu rambut yang dikepang itu, tetap saja membuat perasaan Jasmine tidak karuan dan merasa cemburu.
"Wah ... bisa-bisanya ia terlihat sangat senang dengan gadis itu saat aku berada di sini dengan penuh kekecewaan." Jasmine mengetahui di mana sang kekasih berada dan saat ini langsung beranjak dari kursi karena ia tidak berniat untuk fitting gaun pengantin lagi.
Apalagi ia tidak akan memakainya di hari pernikahan karena itu terjadi tepat saat keberangkatannya menuju ke Paris. Namun, ia merasa cemburu melihat Aaron terlihat sangat dekat dengan gadis dikepang dua itu.
Jadi, ingin mencari tahu siapa sebenarnya gadis itu. Bahkan juga calon mertuanya terlihat sangat senang melihat interaksi antara Aaron dengan gadis dikepang dua itu.
Padahal selama ini, wanita paruh baya tersebut tidak sebahagia itu ketika ia diajak Aaron datang ke rumah. Sikap ibu sang kekasih seperti sangat datar padanya dan tidak sehangat pada gadis dikepang dua itu karena ia melihat senyuman natural seperti sangat menyayangi.
"Sebenarnya siapa gadis dikepang dua itu?" tanya Jasmine yang saat ini langsung masuk ke dalam mobil dan membanting pintu dengan sangat kuat.
"Kita ke restoran favorit keluarga Aaron, Pak! Cepat ngebut karena aku tidak ingin kehilangan jejak!" sarkas Jasmine yang saat ini langsung membuka tas miliknya dan mengambil sisir serta peralatan make up untuk membenarkan riasannya yang kacau akibat rasa frustasi yang dirasakan.
"Siap, Nona muda." Meskipun sang sopir seperti diombang-ambingkan oleh majikan, tetap saja melaksanakan perintah dan langsung melajukan kendaraan menuju ke arah restoran.
Padahal ia tadi berniat untuk makan siang terlebih dahulu di salah satu warung makan di pinggir jalan yang dekat dengan butik tersebut, tapi tidak jadi melakukannya karena belum keluar dari mobil saja, sang majikan malah sudah kembali dengan wajah masam dan marah-marah.
Sementara itu, Jasmine saat ini ingin membuktikan bahwa ia adalah seorang wanita sempurna untuk Aaron dan tidak akan ada satu wanita pun yang bisa menggantikan posisinya di hati sang kekasih yang sangat mencintainya.
'Baiklah, kita lihat saja siapa di antara kami yang paling pantas bersanding dengan Aaron. Lysa, sepertinya kau kesal padaku karena hari ini merebut posisimu. Jadi, berpikir bahwa Aaron berpaling dariku pada wanita dengan rambut dikepang dua itu.'
Jasmine bahkan seketika terbahak saat membayangkan jika itu tidak mungkin terjadi. Bahwa ia jauh lebih baik dibandingkan gadis yang dianggap sangat kampungan.
"Astaga! Konyol sekali! Itu tidak mungkin terjadi karena selera Aaron bukan gadis kampungan sepertinya. Lysa saja yang terlalu membesar-besarkan dengan mengirimkan video ketika Aaron mengejar gadis itu."
Bahkan ia merasa bahwa tidak ada yang bisa menggantikan posisinya di hati Aaron karena mengetahui bahwa pria itu sangat mencintainya, sehingga menghalalkan segala cara untuk bisa menikahinya.
"Kita akan melihat pertunjukan sebentar lagi," ucap Jasmine dengan tersenyum menyeringai dan saat ini langsung membalas pesan dari rekan sesama model yang selalu iri padanya.
*Lysa ... Lysa, jangan terlalu berangan untuk bisa mengalahkanku karena saat kamu menyadari jika semua itu hanyalah impian semua.
Karena rasanya akan empat kali lipat lebih sakit dari yang pertama kali kamu rasakan saat berada diambang kehancuran begitu berniat bersaing denganku*.
Masih dengan tersenyum menyeringai, Jasmine kemudian mengirimkan pesan tersebut pada Lysa dan tidak ingin ada satu orang pun yang berpikir bisa dengan mudah mengalahkannya.
Apalagi sebentar lagi karirnya akan melejit begitu ia terbang ke Paris dan pastinya akan ada banyak rekannya yang merasa sangat iri dan akan muncul Lysa-Lysa yang lain yang merupakan bibit baru dari model yang benci padanya.
Namun, ia sama sekali tidak merasa takut atas hal yang dianggap hanyalah kerikil-kerikil kecil dan akan ia injak saat meraih sukses.
Kini, ia menatap ke arah kanan kiri jalanan yang dilalui dipenuhi dengan bangunan tinggi menjulang.
'Paris adalah negara yang jauh lebih indah dari Jakarta dan merupakan negara fashion terkenal di dunia yang menjadi impian para model di seluruh dunia.'
'Sedangkan sebentar lagi, aku akan menjadi model di sana dan pastinya akan memiliki banyak koneksi serta bertemu dengan orang-orang hebat yang selama ini hanya bisa kulihat di televisi.'
Bahkan saat ini Jasmine sudah membayangkan bisa bertemu dengan tokoh-tokoh dalam dunia modeling serta artis terkenal.
Bahkan ia baru mengetahui bahwa salah satu anggota grup boy band BTS yang sangat terkenal asal Korea bernama Park Jimin menjadi salah satu ambassador di pusat fashion terkenal di dunia dan sahamnya langsung melejit.
"Siapa tahu aku bisa bertemu dengan Park Jimin yang merupakan tukang pelet dan punya banyak istri-istri yang tersebar di seluruh dunia karena mengidolakannya."
Bahkan ia juga sangat menyukai Park Jimin yang sangat seksi dan suka tebar pesona itu. Namun, saat ia membuat story mengenai Park Jimin, Aaron selalu saja marah dan melarangnya karena berpikir jika perbuatannya sangat lebay.
Bahwa berhalu sesuatu yang tidak mungkin terjadi adalah sebuah hal yang sia-sia. Itulah yang selalu dikatakan oleh Aaron ketika ia membuat story tentang beberapa artis idolanya.
Padahal menurutnya, itu adalah sesuatu yang lumrah dan merupakan hak setiap orang karena kebahagiaan orang sangat berbeda.
Ada orang yang bahagia karena memiliki banyak uang, tapi ada kebahagiaan seseorang yang sangat simple seperti mengidolakan seseorang dan itu sama persis seperti dirinya.
"Park Jimin, semoga kita bisa bertemu di Paris nanti," gumam Jasmine yang saat ini melupakan jika ia hendak menemui sang kekasih untuk menunjukkan kehebatannya pada gadis berkepang dua yang dianggap tidak pantas untuk bersaing dengannya.
To be continued...