
Khayra yang awalnya ingin mengerjai sosok pria yang membuatnya makin berbunga-bunga begitu mengetahui buket bunga untuknya memiliki arti yang sangat spesial.
Ia tadinya berharap jika bunga satunya yang diberikan untuknya, tapi begitu mengetahui makna sesungguhnya dari bunga lili putih itu, baru mengetahui jika ternyata lambang cinta tidak hanya ada pada bunga mawar yang identik dengan perasaan spesial.
Hingga ia seketika bergerak secepat kilat menerima bunga tersebut karena tidak ingin aksi pria itu yang berlutut dilihat oleh sang investor dan akan menghancurkan semuanya hari ini.
Apalagi saat membaca informasi dari file yang dikirimkan padanya oleh sang asisten, mengetahui jika wanita itu tidak menjalin hubungan dengan siapapun meskipun sudah memiliki usia yang matang.
Bahkan melihat beberapa pertanyaan yang dijawab oleh sang investor ketika media bertanya tentang masalah yang berhubungan dengan privasinya. Bahwa wanita itu sangat geli dengan semua omong kosong pernyataan cinta seorang pria pada wanita yang dianggap hanyalah janji manis semata.
Jika diartikan olehnya adalah seperti pepatah tong kosong nyaring bunyinya dan menyadari jika pria wanita itu sangat tidak mempercayai cinta. Ia akan mengartikan jika sang investor pernah terluka karena cinta, sehingga akhirnya berakhir membenci hal-hal romantis yang sering dilakukan pasangan kekasih.
"Cepat kembali ke kursi sekarang juga!" sarkas Khayra begitu buket bunga berpindah ke tangannya dan langsung ditaruh di meja.
Aaron yang merasa seperti baru saja naik roller coaster karena akhirnya bisa memberikan buket bunga spesial untuk wanita yang telah menerimanya. Ia bahkan tidak sempat berkata-kata lagi karena langsung bergerak cepat memutar meja agar bisa kembali ke kursi yang ada papan nama dirinya.
Bahkan degup jantungnya seketika tidak beraturan karena jujur saja ia sangat gugup bertemu dengan sang investor yang terkenal dengan sifat arogan dan tentu saja mengetahui bahwa wanita itu sangat tidak menyukai hal-hal romantis yang dilakukan pasangan kekasih.
Ia khawatir jika mengubah mood sang investor menjadi buruk hanya dengan melihatnya berlutut di lantai ketika memberikan bunga pada Anindya.
Bahkan ia yang masih menormalkan dulu napas memburu seperti baru saja lari maraton, sengaja tidak mendaratkan tubuhnya kembali di kursi karena ingin langsung membungkuk hormat pada sosok wanita yang saat ini baru saja melangkah masuk.
Ia juga melihat jika Anindya dan sang asisten melakukan hal serupa sepertinya untuk menyapa wanita berusia 40 tahunan tersebut.
"Selamat siang, Nona Mirabell Xavia," ucap tiga orang itu persamaan begitu melihat seorang wanita yang saat ini mengenakan setelan formal berwarna hitam seperti yang sudah diduga oleh semua yang ada di sana jika pakaian mereka akan tenaga hari ini.
Bahkan ketika pertama kali melihat secara langsung sosok wanita yang dianggap sangat menakutkan, Khayra merasa jika suasana di dalam ruangan meeting tersebut seperti sedang menghadiri pemakaman karena semua orang memakai pakaian serba hitam.
Sama sekali tidak ada yang menunjukkan keindahan dari sebuah warna di dalam ruangan itu dan ia berusaha untuk menormalkan perasaannya yang tadinya disibukkan oleh rasa berbunga-bunga akibat perbuatan Aaron yang berlutut ketika memberikan bunga padanya.
Awalnya tadi berpikir jika Aaron akan marah padanya ketika ia bersikap sini, tapi yang terjadi malah sebaliknya karena pria itu malah berlutut seperti orang yang sedang melamar.
Padahal ia Aaron bisa memberikan tanpa berlutut, tapi malah melakukan sesuatu yang membuatnya kembali serasa terbang di awang-awang. Ia saat ini ingin mendengar bagaimana seorang Aaron memberikan bunga pada wanita yang bahkan sangat membenci sesuatu yang romantis.
'Apakah tuan bisa menaklukkan kerasnya hati seorang Mirabell Xavia?' gumamnya yang kini melihat raut wajah datar wanita yang hanya menganggukkan kepala ketika mendengar sapaan mereka.
"Kembali duduk saja," ucap wanita yang baru saja tiba di kursi paling depan dan menatap tiga orang secara bergantian tersebut sebelum mendaratkan tubuhnya di kursi.
Hingga ia melihat pergerakan Aron ketika mengambil bunga yang tidak ia ketahui namanya, tapi sangat menyukai bunga itu.
Aaron tidak ingin membuang waktu karena berharap sapaannya hari ini mendapatkan respon positif dari wanita yang menurutnya memiliki sikap sangat dingin pada semua pria.
"Ini adalah bunga untuk Anda, Nona Mirabell. Ini bukan apa-apa karena hanya merupakan sebuah bentuk penghormatan bagi saya karena bisa bertemu dengan orang sehebat Anda." Aaron mengulurkan bunga Peony di tangannya pada sosok wanita yang kini melirik ke arahnya dengan tatapan sini yang serasa menghujam jantungnya.
Ia bahkan saat ini menelan saliva dengan kasar karena gugup jika sampai wanita itu tidak menyukai bunga yang diberikannya. Apalagi sudah cukup lama iya mengulurkan bunga itu dan masih belum diterima juga.
Mungkin jika orang lain, sudah langsung melempar bunga itu karena ia dari dulu tidak pernah suka bersikap seperti seorang penjilat, tapi hari ini berpikir jika itu adalah sebuah bentuk penghormatan saja dan bukan bermaksud untuk menyuap agar diterima.
Apalagi tujuannya datang ke sana juga bukan untuk terobsesi membuat wanita itu mau beroperasi di perusahaannya karena hanya ingin menaklukkan hati Anindya yang sekeras baja.
Ia ingin menjadi api yang merubah kerasnya baja menjadi luluh dengan cintanya yang begitu besar pada gadis itu.
'Wanita tua ini sangat menyebalkan sekali karena tidak cepat menerima bunga dariku. Kalau tidak mau menerimanya, kenapa tidak langsung menolak karena tidak suka?'
'Jika bukan karena Anindya, aku sudah bilang ke papa jika wanita seperti ini tidak perlu berinvestasi di perusahaan karena bekerjasama dengannya hanya membuat sakit kepala dan mungkin bisa-bisa terkena stroke,' umpat Aaron yang saat ini tengah memikirkan jika ia harus bersabar sampai acara meeting tersebut berakhir.
Khayra dan sang asisten saling bersitatap karena suasana penuh keheningan yang mencekam di ruangan itu membuat mereka merasa bingung harus melakukan apa.
Khayra saat ini merasa kasihan pada sosok pria yang seperti tidak dianggap karena dari tadi menggantung tangan di udara. 'Kenapa suasananya jadi mencekam begini, sih. Kasihan tuan Aaron, kan jadinya,' gumam Khayra yang akhirnya merasa lega melihat pergerakan dari sang investor yang menerima bunga pemberian Aaron.
"Sepertinya kau mencari tahu tentangku. Hingga bisa membawakan bunga Peony. Apa ini termasuk sebuah cara untuk membuatku tertarik berinvestasi di perusahaanmu?" Maribell Xavia saat ini menatap ke arah buket bunga Peony yang berada di tangannya.
Aaron berniat untuk menguraikan kesalahpahaman karena sama sekali tidak berpikir seperti itu. Namun, saat ia baru saja berniat untuk membuka mulut, tidak jadi melakukannya begitu melihat pergerakan sangat cepat dari wanita yang kini melemparkan sangat kasar bunga yang digenggamnya hingga terhempas ke lantai.
Ia bahkan saat ini mengepalkan tangan kanan ketika melihat sikap kasar dan arogan wanita yang duduk di hadapannya.
"Harusnya kau tahu jika aku alergi tentang sesuatu yang berhubungan dengan bunga dan hal-hal yang berhubungan dengan penyuapan!" sarkas Maribell Xavia yang merasa sangat puas begitu melihat bunga di tangannya kini telah berpindah ke lantai.
Kemudian menatap serius 2 orang yang akan melakukan presentasi di depannya untuk membuatnya mengambil keputusan berinvestasi. "Silakan lakukan persentase kalian. Mulai darimu."
Ia menunjuk ke arah pria yang kini terlihat memerah wajahnya karena perbuatannya membuang bunga Peony yang menjadi pengalaman terburuk sepanjang sejarah hidupnya.
To be continued...