Zea, You're Mine

Zea, You're Mine
Kegaduhan di Perusahaan



Candra Kusuma baru saja memberikan sambutan pada kaum dhuafa dan anak-anak yatim yang diundang untuk menerima santunan darinya. Ia kali ini berdiri di dekat sang cucu kesayangan yang saat ini tengah menggendong malaikat kecil yang makin melengkapi istana mewahnya.


Ia menatap ke arah buyutnya dan memintanya agar bisa menggendongnya. "Namanya adalah Kenzie Skyler Kusuma yang berarti Anak laki-laki rupawan berkulit putih yang sukses dari keluarga bangsawan."


Kemudian ia mencium bayi mungil itu dan tersenyum dengan penuh kebahagiaan untuk mengungkapkan apa yang saat ini dirasakan.


Kini, semua yang hadir langsung mengaminkan nama yang menjadi sebuah doa untuk bayi mungil yang baru saja hadir di keluarga Kusuma.


Memang untuk para kaum dhuafa dan anak yatim itu sebelum masuk sudah disumpah terlebih dahulu agar tidak mengatakan apapun yang dilihat hari ini untuk melindungi nama baik keluarga Kusuma.


Hal yang paling utama dilindungi adalah keturunan keluarga Kusuma agar tidak tercium oleh media yang pastinya akan menuliskan berita terkait kelahiran putra cucu utama yang belum menikah.


Hal itulah yang menjadi pertimbangan utama dari Candra Kusuma karena ingin melindungi keluarga dan memerintahkan para pengawal berjaga dan melakukan tugas masing-masing.


Kemudian acara berlanjut dan Candra Kusuma yang masih menggendong malaikat kecil itu, menyuruh cucunya untuk memberikan santunan kepada semua yang hadir agar bisa membiasakan diri nanti jika ia tidak ada di dunia.


"Itu buka kotaknya, Sayang. Amplop berisi uang sudah siap di atas meja," ucapnya sambil menatap ke arah cucunya yang mengangukkan kepala untuk menuruti perintahnya.


Khayra yang saat ini merasa gugup sekaligus senang karena baru pertama kali melakukannya, seperti menjadi seorang konglomerat berhati malaikat. Kemudian mulai memberikan amplop satu-persatu.


Bahkan para anak yatim itu langsung mencium tangannya dan mengucapkan terima kasih. Terkadang ada yang dengan tulus mendoakan dan langsung diaminkan olehnya sambil mengucapkan terima kasih.


'Ya Allah, rasanya aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi padaku. Kehidupanku bahkan sekarang benar-benar berubah drastis semenjak bertemu dengan kakek dan menjadikan aku seorang ratu di rumah ini.'


Ia bahkan saat ini berkaca-kaca karena merasa terharu karena mendapatkan banyak doa tulus dari anak-anak yatim dan kaum dhuafa itu. Namun, berusaha untuk tidak menangis meskipun itu adalah air mata bahagia.


Hingga setelah beberapa saat berlalu, kini semuanya telah mendapatkan santunan dan menikmati sajian yang dihidangkan di sudut sebelah kiri.


Hingga ia pun kini mendengar suara dari sang kakek yang tersenyum seolah mengerti apa yang dirasakan dan membuatnya langsung memeluknya karena saat ini putranya tengah ditidurkan di stroller.


"Kamu merasa senang setelah bisa memberikan kebahagiaan bagi mereka? Biasakan diri untuk melakukannya karena nanti kamu akan sering memberikan santunan kepada mereka. Sedekah adalah cara terbaik untuk membuat harta kita berkah dan suatu saat akan menolong kita di akhirat nanti."


Ia saat ini mengajak cucunya untuk duduk di kursi utama dan menceritakan hal paling menyiksa yang selama bertahun-tahun dirasakan. "Sejujurnya, setiap kali melakukan santunan, Kakek merasa berdosa pada ibu dan ayahmu karena malah menyia-nyiakan keluarga sendiri dan membahagiakan orang lain."


"Jadi, setiap Kakek selesai memberikan santunan kepada mereka, pasti akan mengurung diri di kamar dan duduk di lantai sambil sibuk menyalahkan diri sendiri karena tidak berguna sebagai seorang ayah yang mengusir putri sendiri." Bahkan ia kini berkaca-kaca bola matanya meski tidak lolos membasahi wajah.


Itu karena menarik sekuat tenaga agar tidak membuat cucunya ikut menangis karena mengingat tentang sang ibu yang dengan kejam diusir olehnya.


"Meskipun hidup mereka sangatlah sederhana karena gaji papa sebagai pekerja biasa tidaklah besar, tapi aku selalu melihat mama tersenyum dan hidup bahagia. Jadi, Jangan pernah menyalahkan diri terus-menerus atas kesalahan di masa lalu." Kemudian ia memeluk erat sang kakek yang juga membalas pelukannya.


Ia saat ini mengingat tentang masa kecil yang dulu selalu mendapatkan kasih sayang penuh dari sang ibu. Kini, menoleh ke arah stroller di mana putranya tengah tertidur pulas di sana.


Karena bayi lebih banyak tertidur untuk pertumbuhan dan membuatnya sama sekali tidak merasa repot mengurus putranya. Jadi, selalu merasa bahagia ketika melihat wajah malaikat kecilnya yang menggemaskan dan juga sangatlah tampan.


"Aku ingin menjadi seorang ibu yang baik untuk putraku agar mendapatkan kasih sayang penuh dan selalu membuatnya bahagia. Meskipun ia tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ayah, tapi akan mendapatkannya dari Kakek." Saat baru saja menutup mulut, ia yang mengingat tentang Aaron, kini mendengar suara sang kakek yang seperti ingin membuatnya berubah pikiran.


"Apa kamu akan selamanya merahasiakan ini dari pria yang merupakan ayah biologis dari Kenzie? Kakek tidak yakin apakah bisa menjadi sosok ayah untuknya karena bukanlah ayah kandungnya." Candra Kusuma saat ini terdiam sejenak ketika mempertimbangkan apa yang akan disampaikan.


"Kakek bahkan mendapatkan informasi dari orang suruhan bahwa sampai sekarang dia belum menikah. Siapa tahu dia tidak mau menikah jika bukan denganmu, Sayang." Ia saat ini melihat wajah cucunya yang memerah seperti sangat kesal dan tidak percaya atas apa yang baru saja dikatakan.


Sementara itu, Khayra yang mengetahui bahwa Aaron sangat mencintai Jasmine, kini berpikir bahwa pria itu sedang menunggu sampai kembali.


"Dia tidak akan pernah menikah jika bukan dengan wanita yang mengkhianatinya, Kek. Jika wanita itu sudah kembali dan meminta maaf, pasti akan langsung diterima dan kembali bersama," ucapnya dengan penuh keyakinan.


Ia merutuki kebodohannya dengan meremas kedua sisi pakaian yang dikenakan karena menyebutkan Aron pada pembicaraan mereka. "Harusnya aku tidak membahas si berengsek itu. Aaah ... lupakan apa yang baru saja kukatakan, Kek. Lebih baik kita fokus pada Kenzie kita yang tampan."


Saat beralih menatap ke arah putranya, ia mendengar suara dering ponsel dari sang kakek.


Candra Kusuma yang tadinya berniat untuk mengiyakan perkataan dari cucunya, tidak jadi membuka mulut begitu ada yang menelpon dan langsung mengambil dari satu celana.


Saat melihat jika asisten pribadinya yang menelpon, kini mengerutkan kening karena berpikir bahwa ia sudah berbicara tidak ingin diganggu hari ini karena ada acara di rumah. "Sepertinya ada masalah penting yang ingin disampaikan."


"Siapa, Kek?" tanya Khayra yang saat ini merasa penasaran.


"Asisten pribadi Kakek di kantor. Sepertinya ada masalah di perusahaan." Kemudian langsung menggeser tombol hijau ke atas dan mendengar suara gaduh dari seberang telepon.


"Halo, Presdir. Maaf karena terpaksa mengganggu waktu istirahat Anda, tapi ini ada hal penting yang terjadi di Perusahaan."


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Candra Kusuma saat ini bangkit berdiri dari kursi karena merasa penasaran dengan kegaduhan apa yang tengah terjadi di Perusahaan.


To be continued...