Zea, You're Mine

Zea, You're Mine
Harta paling berharga



"Tuan Aaron, sadarlah! Anda sedang mabuk!" Zea yang tadinya mencoba untuk memberontak terhadap pria yang berusaha untuk merenggut kesuciannya, beberapa kali mengarahkan pukulan bertubi-tubi pada punggung Aaron.


Berharap pria yang selama ini disukainya tersebut menyadari kesalahan yang dilakukan karena efek mabuk.


Bahkan ia berniat untuk berteriak agar seisi rumah mengetahui perbuatan Aaron padanya, tapi bibirnya sudah dibungkam oleh pria yang mulai menyesap dan ******* bibirnya.


Bahkan ia masih berusaha untuk meloloskan diri dari kuasa pria yang tidak berhenti bergerak untuk melucuti pakaiannya. Hingga tenaganya tidak sebanding dengan kuasa Aaron yang tiba-tiba merangsek masuk begitu berhasil melepaskan pelindung terakhir miliknya.


Semuanya berjalan sangat cepat hingga Zea yang masih dibungkam bibirnya kala merasakan kesakitan luar biasa saat sesuatu yang asing menembus dinding pertahanannya yang selama ini dijaga dengan baik.


Bahkan ia seketika mencengkeram kuat punggung kokoh pria yang telah merangsek masuk tanpa izin. Mungkin sudah meninggalkan bekas atas perbuatannya tersebut.


'Tuan Aaron, apa yang dilakukannya? Aku sama sekali tidak pernah menyangka jika tuan Aaron melakukan perbuatan tidak senonoh padaku,' lirih Zea yang merasa sangat kesakitan dan hanya bisa berurai air mata tanpa bisa melakukan apapun.


Tenaganya yang tadi digunakan untuk memukul pria itu berkali-kali, seolah sirna begitu saja setelah Aaron makin bergerak liar di atasnya.


Hingga ia langsung mengumpat kala bibirnya dilepaskan karena Aaron berpindah memberikan jejak kepemilikan di dadanya.


"Tuan Aaron, Anda benar-benar sangat kejam! Kenapa melakukan ini padaku? Apa salahku pada Anda? Nona Jasmine lah yang bersalah pada Anda, tapi kenapa melampiaskan amarah padaku?" lirih Zea dengan suara serak dan bersimbah air mata.


Awalnya ia ingin berteriak dan membuat seisi rumah mengetahui jika Aaron telah merenggut kesuciannya, tapi tidak jadi melakukannya kala mendengar suara pria yang baru saja meninggalkan jejak kepemilikan di tubuhnya.


Hingga ia yang tidak kuat menahan lebih lama rasa nikmat yang menjalar di seluruh urat syarafnya, kembali membungkam bibir sensual yang hendak terbuka untuk kembali bertanya dan meminta penjelasan darinya.


Kemudian melanjutkan aksinya untuk mendaki puncak kenikmatan sejati dengan bergerak liar dan tidak ingin Anindya berteriak.


'Kamulah yang membuatku ingin memperkosamu, Anindya. Karena kamu berkata tidak takut saat aku memperkosamu saat berada di puncak dulu,' gumam Aaron yang saat ini tidak memperdulikan gerakan Anindya yang dari tadi memukul punggungnya.


Satu-satunya hal yang ingin dilakukannya hanyalah ingin segera merasakan surga dunia seperti yang sering didengar dari orang-orang. Tanpa memperdulikan jika perbuatannya adalah sebuah hal yang dilarang.


Sementara itu, Zea yang tadinya berusaha untuk memahami apa yang dimaksud oleh Aaron, sama sekali tidak menemukan jawabannya. Ia ingin bertanya, tapi tidak bisa melakukannya karena bibirnya makin terasa kebas karena mendapatkan ciuman brutal dari Aaron dan seluruh tubuhnya remuk redam kala Aaron makin bergerak liar.


'Apa yang sebenarnya dimaksud oleh tuan Aaron? Kenapa menyalahkanku atas kesalahan nona Jasmine? Kenapa aku serasa menjadi wanita hina di mata tuan Aaron?' gumam Zea dengan perasaan hancur karena malah disalahkan sekaligus direnggut kesuciannya.


'Harta paling berharga yang kumiliki sudah direnggut oleh pria yang kucintai, tapi masih mencintai nona Jasmine. Karena itulah menyalahkan aku dan sama sekali tidak membenci wanita iblis itu.'


Zea yang masih berkeluh kesah di dalam hati, kini merasakan tubuh Aaron menegang dan terjatuh di atasnya dengan deru napas memburu serta suara lenguhan panjang.


To be continued...


Hingga