
"Zea!" teriak manajer yang seketika marah saat berlari menghampiri sumber keributan di restoran itu.
"Apa yang kamu lakukan, hah? Aku, kan, sudah memperingatimu untuk berhati-hati. Aku sudah menutup mata selama ini karena kau anak yang rajin dan cepat belajar, tapi kesalahanmu kali ini terlalu besar. Kau dipecat!" imbuhnya menunjuk pintu keluar.
Zea yang awalnya hanya bisa menundukkan kepala dan tidak berani menatap wajah sang manager restoran, kini benar-benar merasa seluruh tulang-tulangnya lepas dan tidak mempunyai tenaga lagi untuk menopang berat tubuhnya.
Refleks ia mendongak dan menampilkan wajah penuh penyesalan.
"Maafkan saya, Pak. Saya benar-benar tidak sengaja dan tidak akan mengulangi kesalahan," ucap Zea dengan suara bergetar hebat karena seolah hidupnya seperti kehilangan pijakan.
Bahkan ia menyatukan kedua tangan dengan wajah memelas penuh pengharapan agar tidak dipecat oleh pria yang menatapnya sangat tajam.
"Cepat keluar sebelum security menyeretmu pergi!" umpat pria berseragam hitam dan beralih menatap ke arah pelanggan VVIP restorannya.
"Maafkan atas kesalahan saya, Tuan. Saya akan mengganti seluruh kerugian Anda dengan tidak perlu membayar makanan dan minuman yang dipesan hari ini."
Sementara itu, Zea yang merasa hancur sudah masa depannya karena kehilangan pekerjaan, merasa sangat bingung harus bagaimana dan terpaksa berjalan keluar restoran setelah mengambil tas selempang miliknya di laci.
Namun, tak cukup penderitaannya dipecat, saat baru saja akan melangkah, tetapi dicekal oleh pria yang tadi tidak sengaja terkena tumpahan air karena ulahnya.
"Mau kabur ke mana kau? Kau pikir semuanya sudah selesai?" Aaroon merasa tidak cukup hanya dengan memecat gadis berpenampilan memuakkan yang membuat mood-nya seketika berubah buruk.
Itu karena ia yang sudah berpenampilan sangat rapi dan menunggu kedatangan sang kekasih pujaan hati, berakhir membuat bajunya basah
Sementara itu, sang manajer tidak ingin restoran terkena imbasnya dan berjalan membuntuti pelanggannya yang terlihat sangat murka. Ia meraih tangan pria dengan tubuh proporsional tersebut.
"Tuan Aaroon, saya mewakili restoran ini memohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami akan memberikan kompensasi yang setimpal," ucap manajer dengan senyum ramah dan beralih menatap ke arah gadis pembuat masalah yang baru saja dipecatnya.
"Apa yang kau lakukan? Cepat p ergi!" imbuhnya menatap Zea marah. Lalu, kembali tersenyum kepada Aaroon.
Beruntung pelanggan itu melepaskan tangan gadis pembuat onar itu dengan mudah dan membuatnya bernapas lega.
Sementara itu, Aaron yang melihat itikad baik sang manajer restoran, akhirnya memilih untuk tidak mengungkit masalah itu lagi. Bukannya tergiur dengan tawaran sang manajer, tetapi waktu janjiannya dengan sang kekasih hampir tiba.
Jadi, ia harus bergegas berganti pakaian sebelum kekasihnya tiba di restoran. "Kau harus mengganti pakaianku karena tidak mungkin aku menemui kekasihku dengan pakaian basah seperti ini!"
"Baik, Tuan. Saya akan menyuruh pegawai saya untuk membelikan pakaian ganti. Silakan Anda kembali duduk dan menunggu sebentar," ucap sang manajer yang langsung buru-buru berjalan menuju ke arah belakang untuk berbicara pada salah satu pekerjanya agar segera pergi ke toko pakaian sebelah.
'Nasib baik ada toko pakaian di sebelah,' gumam pria berseragam hitam yang kini sudah sibuk menghitung kerugian yang ditanggung.
'Anggap saja gaji gadis itu untuk biaya kecerobohannya.'
To be continued...