
Orion membuka pintu kamarnya, karna Boy tidak berhenti menggedor gedor dan memanggilnya dan Queen.
"Momy mana Daddy ?" Boy langsung menerobos masuk ke dalam kamar Orion, dan berlari ke arah Queen.
"Momy ! tadi katanya janji mengajak Boy bermain" ucap Boy memeluk sebelah kaki Queen.
Queen membungkukkan tubuhnya mengangkat tubuh boy kegendongnya dan membawanya ke atas kasur." Tampannya anak Momy !" ucap Queen, mengecup pipi Boy yang baru siap mandi, wajahnya di oles sedikit dengan bedak baby.
"Momy juga cantik !"puji balik Boy, meraba pipi Queen dengan tangan mungilnya.
"Daddy juga tampan !" timpal Orion, mendudukkan tubuhnya di samping Queen, memeluk Queen dari samping, menjatuhkan satu kecupan di pipinya. Yang langsung di balas Queen mengecup pipinya.
"Momy ! ayo main !" ajak Boy.
"Main apa sayang ?"Queen mengecup pipi Boy lagi.
"Main kuda kudaan sama Daddy !" jawab Boy dengan wajah berbinar.
"Boy yang menjadi kudanya, Daddy yang menjadi penunggangnya."Orion mengambil Boy dari pangkuan Queen, kemudian menghempaskannya ke atas kasur, dan membalik tubuh Boy dengan posisi tengkurap.
"Daddy ! tubuh Boy masih kecil !, Boy belum bisa di jadikan kuda !" seru Boy, karna Orion sudah merangkak di atas punggungnya.
"Gantian Boy !, selama ini Daddy yang selalu menjadi kudanya !" balas Orion.
"Momy tolong selamatin Boy !" seru Boy.
"Tidak boleh Momy !" cegah Orion.
"Momy ! hahahaha....! Daddy stop Daddy, stop Daddy, ini tidak asik Daddy !, Hahhaha !" ucap Boy sambil tertawa karna Orion mengglitik pinggangnya.
Queen tersenyum melihat Ayah dan anak itu. Queen melihat suaminya begitu menyayangi bocah tiga Tahun itu. Tidak ada jarak, persis seperti Ayah dan Anak kandung.
Aku berharap, dimasa lalu kau tidak pernah menaruh hati kepada wanita yang melahirkan Boy, bang Orion. Karna aku tidak terima itu. Batin Queen
"Momy tolong Boy !" seru Boy lagi sambil tertawa tawa, wajahnya sudah kelihatan memerah dan berkeringat.
Queen naik ke atas tempat tidur, dan langsung menglitik pinggang Orion. Refleks Orion melepas kedua tangannya dari pinggang Boy.
"Ayo cepat melepaskan diri Boy !" seru Queen
Boy pun segera menarik tubuhnya dari selah kedua kaki Orion. Kemudian berpindah ke belakang Orion, dan langsung naik ke punggungnya.
Sedangkan Queen, ia mendorong kuat tubuh Orion sampai tumbang ke kasur, dan langsung naik duduk di atas pantat Orion, tepat di belakang Boy yang sudah duduk seperti menunggang kuda, sembari tertawa dengan riang gembira.
"Ayo kuda ! jalan !" ucap Boy, menarik baju Orion dari belakang. Malah kudanya diam tak bergerak sama sekali."Momy ! kudanya kenapa diam saja ?" tanya Boy.
Queen mendekatkan wajahnya ke telinga Boy," Kita glitik sama sama aja pinggang kudanya, pasti kudanya bergerak" bisik Queen sembari tersenyum. Boy pun menganggukkan kepalanya pertanda setuju.
"Satu..dua..tiga.."ucap Queen pelan. Dan kemudian langsung mengglitik pinggang Orion kiri dan kanan begitu juga dengan Boy mengglitik ketika Orion sambil tertawa tawa. Sehingga membuat Orion yang kegelian ikut tertawa.
"Ampun ! iya ! Daddy kalah !, Daddy akan menjadi kuda !" rancau Orion di selah selah tawanya.
"Ayo Boy ! kita glitik trus kuda malasnya !" seru Queen.
"Iya Momy !" balas Boy, sangat senang melihat Daddy nya yang tersiksa ke gelian.
"Sayang ! udah ampun !" jerit Orion, menghentak hentakkan ke dua kakinya. karna sudah tidak tahan dengan gelitikan kedua orang yang di sayanginya itu.
"Daddy harus menjadi kuda !" ujar Boy.
"Iya ! tapi main kuda kudaanya jangan di sini, nanti Momy bisa jatuh, adek bayi di perut Momy bisa sakit" jawab Orion.
"Emang di perut Momy ada adek ?" tanya Boy, melepaskan tangannya dari bawah ketiak Orion. Boy membolakan matanya sampai keningnya berkerut, sambil berpikir takjub.
"Iya !" jawab Orion." Sayang ! udah glitiknya, abang gak kuat lagi" ucap Orion kepada Queen dengan napas ngosngosan.
Queen yang tertawa tawa dari tadi, melepas tangannya dari pinggang Orion, turun dari atas pinggangnya, mendudukkannya di samping Orion.
Orion langsung memutar tubuhnya membiarkan Boy jatuh ke atas kasur.
"Daddy !" kaget Boy yang merasakan tubuhnya terhempas.
Orion langsung meraih tubuh Boy, mendudukkannya ke atas perutnya.
"Apa Boy suka punya adik ?" tanya Orion.
"Tidak !" jawab Boy
"Kenapa ?" tanya Orion
Boy mengngelengkan kepalanya.
"Apa Boy tidak ingin punya teman ?" tanya Orion lagi. Boy menggelengkan kepala lagi, membuat Orion dan Queen saling berpandangan.
Orion kembali mengarahkan pandangannya ke wajah Boy lagi." Adiknya lucu loh !" ucapnya.
"Seperti apa ?" tanya Boy
Orion meraih phonselnya yang sempat di letakkannya di atas meja nakas. Setelah menghidupkan layarnya, Orion pun membuka aplikasi photo.
"Adiknya lucu seperti ini !" Orion menunjukkan photo bayi kepada Boy.
Boy pun melihat dan memperhatikan photo bayi yang sangat menggemaskan di layar phonsel Orion. Boy mengangkat satu tangannya, menyentuh pipi gembul photo bayi itu. kemudian mengembangkan senyumnya.
"Boy suka adiknya ?" tanya Orion lagi
Kali ini Boy menganggukkan kepalanya," lucu !"katanya lagi.
"Boy suka punya adik ?" lagi Orion bertanya
"He um !" Boy menganggukkan kepalanya sembari tersenyum." Lucu !" ucapnya lagi, sambil tangannya menunjuk nunjuk photo bayi di phonsel Orion. Boy tidak tau, kalau photo bayi lucu yang ditunjuk tunjuknya itu adalah Photonya sendiri saat berusia tiga Bulan.
"Di perut Momy ada adik loh !, mau pegang gak ?" ucap Queen, mengelus perutnya.
"Mana ?"
Orion pun menurunkan Boy dari atas perutnya, mendudukkanya di depan Queen. Dan Queen mengambil tangan Boy, meletakkannya di perutnya.
"Di dalam perut Momy, masih bobo" jawab Queen tersenyum.
"Adiknya bobo dalam perut Momy ?" Boy membolakan matanya, takjub dan tak percaya.
"He um !" Queen menganggukan kepalanya.
"Boy senang gak punya adik ?" tanya Queen, Boy langsung menganggukkan kepalanya.
"Sayang gak sama adiknya ?" tanya Queen lagi, lagi Boy menganggukkan kepalanya." coba adiknya di sayang dulu" ucap Queen lagi.
Boy pun langsung membungkukkan tubuhnya ke perut Queen, mencium perut Queen yang di lapisi baju.
"Nanti Boy harus jagain adiknya ya !, kalau sudah gak bobo di perut Momy !" ucap Queen, mengusap kepala bocah polos di depannya. Lagi, Boy menganggukkan kepalanya, meski tak begitu paham dengan apa yang di katakan Momy Queennya.
"Sayang ! mandi gih !, ini sudah dangat sore" suruh Orion, melihat jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan jam lima sore.
"Momy belum mandi ?" celetuk Boy, langsung menjauhi Queen.Rasanya Boy menyesal sudah mencium Queen yang belum mandi, pantasan ada bau acemnya, pikir Boy.
"Daddy juga belum mandi tuh !" tunjuk Queen dengan dagunya kepada Orion yang terbaring.
"Daddy sama Momy jorok !" ucap Boy, langsung turun dari atas tempat tidur, berlari ke arah pintu.
"Iya Daddy sama Momy masih jorok. Boy mainnya sama Bi Sumi dulu" ucap Orion sumiringah. Orion turun dari atas tempat tidur, berjalan ke arah pintu, membukakan pintu untuk Boy. Setelah Boy keluar Orion langsung menutupnya dan menguncinya rapat rapat.
"Kalau dia sudah mandi, Boy sangat anti dekat dekat dengan orang yang belum mandi" ucap Orion sembari melangkahkan kakinya ke arah Queen yang berdiri di pinggir tempat tidur.
"Meski dia masih balita, tapi dia sudah menyukai kebersihan"jelas Orion lagi. Dan langsung mengangkat tubuh Queen ala bridal style, membawanya ke arah kamar mandi.
"Buka pintunya sayang !" suruh Orion setelah mereka tepat di depan daun pintu, Queen pun langsung membukanya. Orion langsung melangkahkan kakinya masuk, dan menutup pintu dengan mendorongnya pakai kaki.
Queen memutar pandangannya ke setiap sudut ruangan kamar mandi itu. Kamar mandi itu terlihat biasa sperti kamar mandi pada umumnya. Tapi yang mencuri perhatian Queen adalah dinding kaca kamar mandi yang menampakkan pemandangan kota. Queen mengalihkan tatapannya ke wajah Orion, menyiratkan pertanyaan di benaknya, dan sekaligus kekaguman.
"Tidak akan ada yang melihat kita mandi dari luar sayang !" ucap Orion, menurunkan Queen, mendudukkannya di pinggir bathtub berbentuk bulat. Setelah itu, Orion mengisi bathtub dengan air hangat, dan tidak lupa memasukkan sabun cair yang mengandung aroma tetapi. Orion pun membuka seluruh kain yang melekat di tubuh Queen, dan langsung memindahkan Queen ke dalam bathtub. Dan setelah membuka seluruh pakaiannya, Orion menyusul masuk duduk di belakang Queen, menarik Queen ke dalam pelukannya.
"Trimakasih ya ! sudah menerima abang apa adanya" ucap Orion mengecup pipi Queen dari samping, dan ke dua tangannya mengusap usap perut Queen.
Queen menarik kedua sudut bibirnya ke atas, Dulu dia yang seperti pengemis mengejar ngejar cinta Orion. Sekarang keadaan malah terbalik, Orionlah yang seperti pengemis kepadanya. Setelah mencintainya, Orion seprti begitu takut kehilangannya. Tentu Itu membuat hati Queen senang. Karna cintanya akhirnya terbalas. Tapi yang menjadi pertanyaan di hati Queen. Apakah Orion akan takut kehilangannya ?, apakah Orion menjadi pengemis cinta kepadanya ?,kalau Orion masih perjaka kepadanya.
"Trimakasih juga, sudah sabar menunggu Queen besar" balas Queen.
"Tentu abang akan sabar, Karna abang sangat mencintaimu sayang !" Orion mengeratkan pelukannya ke tubuh Queen, mengingat perjalanan cinta dan pernikahan konyol mereka. Orion yang menikahi Queen yang masih memakai seragam putih merah. Menunggu Queen besar dan dewasa selama bertahun tahun, dan berpisah selama bertahun tahun demi kebaikan keduanya. Tentu itu bukan hal yang mudah untuk mereka lewati bersama. Pasti banyak cobaan dan godaannya.
"Abang tidak menyangka Queen, pernikaham kita sampai ke titik ini" ucap Orion lagi, mengingat selama tujuh Tahun ini, Queen sering sekali minta cerai, karna ia jarang sekali pulang. Dan bahkan dalam Tujuh Tahun, Orion hanya pulang empat kali saja, itu pun hanya sebentar.
"Kenapa ?" Queen mengalihkan tatapannya kr wajah Orion.
"Setiap berantem, kamu selalu saja minta cerai" jawab Orion.
Queen mengerucutkan bibirnya," habis bang Orion jarang sekali pulang, dan bahkan gak pulang pulang melebihi bang toib" sungut Queen.
"Jangan pernah meminta ceria dari abang lagi ya !. Abang sangat takut mendengar kata itu dari dulu. Abang janji !, akan menjadi suami yang baik" ucap Orion.
Queen mengangkat sebelah tangannya, mengelus wajah Orion, kemudian mengecup bibir Orion yang tepat berada di samping wajahnya.
"Oh cintaku !" ucap Orion lagi, betapa bahagianya hatinya, yang sangat di cintai Queen. Rasanya dada Orion sudah sesak di penuhi bunga bunga berwarna warni."Satu ronde yuk !."
Bukh !
"Aw !" keluh Orion, karna mendapat tinju di dadanya.
"Mesum mulu pikirannya !" gemas Queen.
"Mesum sama istri itu ibadah sayang !."
"Gak mau ! Queen lelah, mau istirahat, besok aku mau jalan jalan keliling keliling kota." tolak Queen.
"Sebentar aja sayangku ! cintaku ! bidadariku !" bujuk Orion.
"Gak !"
"Lima menit aja !"
Dengan segala bujuk rayu Orion, akhirnya Queen pun pasrah, memberikan hak suaminya di dalam kamar mandi itu. Yang katanya lima menit pun molor menjadi setengah jam.
.
.