
Queen mengambil tongkat yang terselip di bawah ketiak Orion. Kemudian berjalan mundur lima langkah ke depan.
"Queen kok tongkat abang di ambil ?" tanya Orion. Sekarang mereka sedang berjalan pagi di komplek perumahan tempat mereka tinggal. Hari ini hari minggu, Queen libur sekolah.
"Coba bang Orion berusaha jalan tanpa tongkat !" suruh Queen.
"Kalau abang bisa apa imbalannya ?" tanya Orion tersenyum.
"Mmm...apa ya ?" Queen berpikir dengan menggembungkan pipinya dan mengerucutkan bibirnya, lalu menaroh telunjuknya di ujung bibirnya.
Seketika Queen mengembangkan senyumnya, setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaannya sendiri.
"Mulai nanti malam, bang Orion gak usah pakai balon lagi" ucap Queen, kemudian mengedipkan sebelah matanya, menggoda Orion.
"Serius Queen ?" tanya Orion dengan hati senang riang gembira, ia akan terbebas dari balon yang mengurangi kenikmatan burung hantunya saat bercinta.
Queen menganggukkan kepalanya, sembari mengundurkan langkahnya dua langkah.
"Kalau bang Orion bisa berjalan sampai di sini !"ucap Queen, memundurkan langkahnya satu langkah lagi.
"Itu kejauhan Queen !"
"Bang Orion harus mencobanya !"Queen, merentangkan kedua tangannya, siap memeluk tubuh Orion, jika Orion bisa mencapainya. Orion menganggukkan kepalanya sembari merekahkan senyumnya sampai menampakkan gigi giginya. Queen yang sangat mencintainya, membuatnya bersemangat untuk sembuh.
Orion mulai menggerakkan kaki kirinya yang lumpuh, dengan menggesernya pelan di atas aspal jalan. Kemudian mengangkat kaki kanannya melangkah.
"Ayo bang Orion ! semangat !, bang Orion pasti bisa !" seru Queen. Melihat Orion bisa berhasil melangkah satu langkah tanpa tongkat. Wajah Queen nampak berbinar senang, terharu, sampai matanya berkaca kaca.
Lagi, Orion menggeser kaki kirinya perlahan, kemudian mengangkat kaki kanannya.
"Terus bang Orion !" seru Queen lagi dengan semangat.
Orion menganggukkan kepalanya mencoba melangkah lagi, untuk langkah ke tiga, berhasil. Orion mencoba melangkah lagi, dan tiba tiba tubuhnya oleng, karna karna kakinya yang tidak bertenaga, tak mampu lagi menahan keseimbangan tubuhnya.
Queen yang melihatnya langsung berlari dan menangkap tubuh Orion, supaya jangan sampai terjatuh ke aspal.
"Bang Orion gagal, berarti bang Orion masih harus memakai balon !" ucap Queen, lalu tertawa cekikikan.
"Abang 'kan udah berhasil tiga langkah !" rajuk Orion.
"Ya udah deh !, sebagai hadiahnya, bang Orio terbebas dari balon" ujar Queen, menaik turunkan alisnya ke arah wajah Orion yang tepat berada di atas wajahnya.
"Bilang aja kamu juga penasaran rasanya !" cibir Orion tersenyum, tangannya menarik hidung mancung Queen.
"Kalau gitu di cancel !" ucap Queen, pura pura cemberut.
"Jangan dong sayang !" gemas Orion, mengecup kilas bibir Queen.
"Ih ! banyak orang bang Orion !, malu tau !" ucap Queen dengan bibir mengerucut, membuatnya terlihat tambah imut di mata Orion. Suaminya itu !, suka sekali sembarangan nyosor.
"Orang gak bakalan perhatiin kita istrinya aku !" balas Orion, senang, ingin sekali ia melahap habis bibir istrinya itu, saat itu juga. Tapi harus ia tahan, karna mereka berada di tempat umum.
"Beli bubur ayam yuk bang !, Queen lapar !" ajak Queen, dan langsung di angguki Orion. Pagi sudah menunjukkan jam delapan lewat, mereka belum sarapan, dan mereka juga sudah berjalan kaki selama setengah jam lebih, tenaga mereka sudah terkuras, membuat perit mereka menjadi lapar. Mereka pun berjalan mencari penjual bubur ayam, yang biasa mangkal di pinggir taman perumahan.
Sampai di depan gerobak bubur ayam, entah kenapa, Orion merasa perutnya mual lagi mencium aroma menyengat dari bawang goreng yang di taburkan ke atas bubur ayam yang masih panas. Dan Orion pun menutup hidung beserta mulutnya dengan telapak tangan.
"Bang Orion kenapa ? mual lagi ?" tanya Queen. Yang di angguki Orion.
"Abang gak tau Queen, abang tunggu di sana aja ya !. Abang gak kuat nyium bau bawang gorengnya" jawab Orion, membuka mulutnya sebentar, dan langsung menutupnya kembali. Orion pun memutar tubuhnya, melangkahkan kakinya menjauhi gerobak tukang bubur itu.
"Bang Orion gak sarapan !?" seru Queen.
Orion menghentikan langkahnya, lalu memutar tubuhnya ke arah Queen." Jangan pakai bawang goreng !" jawab Orion. Kemudian melanjutkan langkahnya lagi, ke arah salah stu bangku taman yang pas lagi kosong, dan mendudukkan tubuhnya di sana. Entah ! Orion juga bingung, sudah seminggu ini ia tak bisa mencium aroma bawang goreng.
Tak lama kemudian, Queen pun datang dengan membawa dua kotak makanan berwarna putih, dan satu botol air mineral di cepit di bawah ketiaknya.
"Oek !"
Tiba tiba Orion merasa mual lagi.
"Abang 'kan sudah bilang jangan pakai bawang goreng Queen !" ucap Orion, terdengar kumur kumur, karna berbicara dengan menutup mulutnya.
"Buat abang 'kan gak pakai, buat Queen aja yang pakai!" balas Queen. Memberikan satu kotak bubur ayam kepada Orion.
"Cepat buang bawang gorengnya Queen, abang gak suka aromanya, oek !."
"Bang Orion sakit apa sih sebenarnya ?" tanya Queen penuh kebingungan.
"Cepat buang Queen !, jangan sampai abang muntah !"Suruh Orion lagi, sedikit meninggikan suaranya.
"Iya iya ! gak usah pake marah juga kali !" kesal Queen. Kemudian membawa kotak bubur ayamnya menjauh, lalu membuang bawang gorengnya, sambil mengerutu tidak jelas.
"Sudah !" ketus Queen, setalah mendudukkan tubuhnya di samping Orion. Dan langsung melahap bubur ayamnya, yang jelas rasanya kurang nikmat karna tidak ada taburan bawang goreng. Mata Queen berkaca kaca, kenapa bang Orionnya itu sekarang menjadi pemarah ?. Apa bang Orionnya itu masih merasa terpaksa menikahinya ?, pikir Queen. Tanpa sadar Queen menjatuhkan air matanya.
"Queen kanapa menangis ?" tanya Orion, melihat Queen menghapus air matanya, dan wajahnya tampak memerah.
"Kenapa bang Orion sekarang suka marah marahi Queen ?. Bang Orion sudah berobah, mending kita jauhan aja deh !. Bang Orion pergi lagi ke luar Negri. Queen gak paksa bang Orion lagi menjadi suaminya Queen" tangis Queen pecah.
Meski Queen sekarang sudah besar dan sudah dewasa. Usianya masihlah sembilan belas Tahun. Tentu sifat anak anaknya belum hilang sepenuhnya. Terlebih selama ini Orion yang menyayanginya dari dulu tidak pernah marah kepadanya. Kenapa sekarang setelah mereka menjalani rumah tangga mereka, tinggal satu rumah, Bang Orionnya berubah sifat, suka marah marah tidak jelas, bikin sakit hati Queen aja.
Orion menghela napasnya, ia juga bingung dengan dirinya yang mudah emosi. Ia juga tak bermaksud memarahi Queen. Tapi karna tidak tahan dengan mencium aroma bawang goreng, spontan saja ia berbicara agak keras, karna tak kuat menahan perutnya yang mual, membuat kepalanya pusing.
Orion meletakkan bubur ayamnya di sampingnya, kemudian menarik Queen ke dalam pelukannya. Menggerakkan satu tangannya untuk menghapus cairan bening yang meleleh di pipi Queen.
"Maafin abang ya cantik !" rayunya.
"Bang Orion kenapa gampak marah ?, dikit dikit marah, salah sedikit marah. Terkadang Queen tak salah pun di marah !."
"Maafin abang !"
"Selalu seperti itu !, minta maaf, besok marah lagi !" ucap Queen lagi.
Orion diam, tak tau harus bicara apa, ia juga tidak tau, apa yang membuatnya gampang marah.
.
.
Orion yang sekarang,