
Elang berulang kali menghibungi no Papa Arya, Orion, Reyhan dan Arsenio. Namu no ke empatnya tidak aktif. Sedangkan ketiga wanita hamil itu duduk di atas tempat tidur sambil berpelukan saling menguatkan, dan memanjatkan Do'a dalam hati.
"Elang ! coba hubungi no Yumna atau Bapaknya !" ucap Mama Bunga lemah.
"Elang gak tau no Ma !, apa Mama menyimpannya ?" tanya Elang, mencoba untuk tetap tenang. Mama Bunga menggelengkan kepalanya.
"Restoran padang yang di dekat kampus itu milik abangnya Yumna. Coba bang Elang tanya ke sana. Pasti dia memiliki no kontak semua keluarganya" ucap Queen menghapus air matanya yang tidak berhenti mengalir dari tadi.
"Sirin ! Bunga ! Queen !"
Ketiga wanita hamil yang di sebut namanya itu langsung menoleh ke arah pintu kamar.
"Aldo ! Diana !" ucap Mama bunga, melihat sahabat oroknya lah yang datang bersama Diana.
"Papa..!" tangis Sirin melepaskan pelukannya dari Queen dan Mama Bunga, kemudian mendekati Dokter Aldo dan Diana yang duduk di pinggir kasur.
Dokter Aldo langsung memeluk putrinya itu, dan mencium ujung kepalanya, sambil tangannya mengusap usap punggung Sirin.
"Mereka pasti selamat sayang !, tenanglah !, serahkan semuanya pada Allah" ucap Dokter Aldo."Pesawat mereka belum dinyatakan jatuh, dan sampai sekarang masih terbang di udara, masih ada harapan mereka selamat" ucap Dokter Aldo lagi.
Sirin diam dan hanya menganggukkan kepalanya, mencoba meyakinkan diri, Arsen dan yang lainnya selamat.
Tak lama kemudian Papa Gandi dan Mama Vani pun datang. Mereka langsung masuk ke kamar Arsen dimana ketiga wanita hamil itu berkumpul.
"Queen !" Mama Vani langsung naik ke atas tempat tidur, dan langsung memeluk Queen dan Mama Bunga.
"Mama..!" tangis Queen kembali pecah.
"Tenanglah sayang !, mereka pasti selamat !"ucap Mama Vani.Queen pun hanya bisa menangis.
.
.
Di kota B
Yumna terus menangis di pangkuan sang Mama, semenjak mendengar kabar calon suaminya berada di ambang kematian.
"Momy..!" tangis Yumna.
"Teruslah berdo'a sayang !, mohon sama Allah, semoga mereka semua yang berada di dalam pesawat di berikan keselamatan" ucap Ibu Tika.
"Yumna sudah jatuh cinta kepada bang Reyhan Mom !" tangis Yumna.
"Ayo kita shalat dulu sayang ! ini sudah masuk waktu juhur. Kita do'akan mereka supaya selamat" ajak Ibu Tika, karna mendengar azhan sudah berkumandang.
Yumna pun mengangkat kepalanya dari pangkuan sang Momy, sambil menghapus air matanya. Mendudukkan tubuhnya dan menurunkan kakinya kelantai.
"Papamu, Daanish dan Nail sudah pergi ke bandara. Semoga mereka memberikan kabar yang baik" ucap Ibu Tika lagi. Mengusap rambut panjang putrinya itu dengan sayang.
Selesai melakasanakan shalat pardu, Yumna pun langsung melaksanakan shalat sunat dua rakaat. Shalat khusus untuk meminta keselamatan kepada calon suaminya dan seluruh penumpang pesawat yang masih berputar putar di udara.
'Ya Allah ya rob ! aku memohon kepadamu, berikanlah keselamatan kepada bang Reyhan dan keluarganya, beserta seluruh penumpang pesawat itu. Hamba mohon ya Allah !" Batin Yumna berdoa dalam hati, dengan berurai air mata. Tak mampu melanjutkan do'anya lagi, karna dadanya yang terasa sangat sesak. Hanya air mata yang mewakili do'anya. Kalau ia sangat takut, takut kehilangan orang yang sudah terlanjur di cintainya.
.
.
"Pa ! aku sudah pernah meninggalkan Queen bertahun tahun lamanya. Apakah kali ini aku akan meninggalkannya selamanya ?" ucap Orion kepada Papa Arya yang duduk di sampingnya. Dari tadi mereka tidak melepas genggaman tangan mereka.
"Berzikirlah !, dan berdo'a, untuk saat ini, jangan pikirkan orang lain, anak maupun istrimu. Pikirkanlah dirimu sendiri, jika memang ajal menjemput kita, kita mati dalam keadaan menyebut nama Allah" jawab Pak Arya.
Di kursi lain, Reyhan dan Arsenio juga tidak melepaskan genggaman tangan mereka dari tadi.
Tuhan !, dosaku sangat banyak, jika Engkau memberiku keselamatan. Aku berjanji, akan bertaubat, Batin Arsenio. Menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi dengan mata terpejam.
Tuhan ! selamatkan Papa ! bagaimanapun caranya. Demi Ibuku ya Tuhan !, Batin Reyhan. Membayangkan sosok Ibunya hidup tanpa Papanya. Ibunya yang lemah, bagaimana jika depresi ibunya kumat karna mendengar kabar kematian mereka. Siapa yang akan menenangkannya. Selama ini hanya Papanyalah yang bisa menenangkan Ibunya, jika depresinya kumat.
📣 Pengumuman ! Pastikan seluruh penumpang pesawat untuk memakai sabuk pengaman masing masing, karna kita akan melakukan pendaratan darurat kembali ke kota B !!!"
📣Sekali lagi ! Pastikan seluruh penumpang pesawat memakai sabuk pengaman masing masing. Karna kita akan melakukan pendaratan darurat kembali ke kota B !!.
Ulang peramugari pesawat itu.
Suara pengumuman itu tiba tiba bergema di seluruh ruangan pesawat. Para seluruh penumpang serentak membuka mata mereka yang terpeja, dan menghela napas panjang, dan mengucap sukur di hati masing masing.
"Pah !" ucap Orion terharu.
"Bersyukurlah ! Tuhan mengingatkan kita dengan kematian. Tuhan menunjukkan kasih sayangnya kepada kita, supaya kita lebih memperbaiki diri. Supaya kita lebih banyak mengingatnya. Jangan sombong dan merasa hebat dengan apa yang kamu miliki. Karna dalam sekejab Tuhan bisa memusnahkan kita" ucap Papa Arya kepada Orion.
"Iya Pah !" balas Orion. Mengingat dirinya yang menyiksa Zoya karna dendam. Membiarkan suruhannya melakukan perbuatan keji kepada Zoya.
Saat pesawat berhasil landing dengan sempurna. Pesawat itu langsung terdengar riuh. Penumpang pesawat terdengar menyerukan takbir, dan meyerukan nama Tuhan menurut keyakinan masing masing. Mereka semua selamat tanpa ada yang terluka. Seluruh pernumpang pun segera keluar dari dalam pesawat.
.
.
Di rumah kediaman Keluarga Alfarizqi, para keluarga kerabat dan para tetangga, sudah ramai memenuhi rumah dan halaman. Mereka semua pun melakukan do'a bersama, memohon keselamatan kepada anggota keluarga Alfarizqi itu.
Begitu juga di SMA, SMP dan SD HARAPAN. Semua murid dan para guru melakukan do'a bersama untuk keselamatan keluarga Alfarzqi itu. Mereka sangat mengenal Papa Arya yang baik dan dermawan, suka membantu. Dan para anak anaknya tidak ada yang sombong. Selama puluhan Tahun ini, sudah tidak terhitung siswa dan siswi yang di berikannya bea siswa sampai lulus kuliah.
Saat acara do'a, tiba tiba handphon mama bunga berdering di depannya. Mama Bunga langsung mengalihkan pandangannya ke arah layar handponnya yang menyala.
"Aaryan !" gumamnya. Langsung mengambil handponnya dan menggeser tombol hijau.
"Aaryan ! apakah ini kamu ?" Tangis Mama Bunga, sontak semua menoleh ke arahnya.
"Alhamdulillah ! kami selamat sayang !, aku yakin ini berkat do'amu" ucap Papa Arya juga menangis di dalam telepon.
"Bukan aku saja, semua anak anak dan keluarga besar kita dan semua anak didikmu mendoakan kamu di sini !" ungkap Mama Bunga, tangisnya berobah menjadi tangis terharu.
"Sampaikan trimakasihku kepada mereka !" ucap Papa Arya.
"Iya ! akan kusampaikan Aaryanku !."
"Maaf sayang ! terpaksa kami pulang lebih lambat. Jaga dirimu baik abaik, sudah dulu, karna kami masih di bandara masih dalam evakuasi. Nanti aku akan telepon lagi" ucap Papa Arya.
"Iya, salam buat anak anak, katakan pada meraka aku baik baik saja."
"Iya sayang !, assalamu alaikum !"
"Walaikum salam !"
Sambungan telepon pun terputus.
"Alhamdulillah...!" ucap semua orang yang berada di lingkungan rumah itu serentak, dengan sama sama mengusapkan telapak tangan ke wajah masing masing.
.
.