
Queen menghentikan laju kenderaannya di tengah jalan karna lagi di lampu merah. Queen yang masih murung wajahnya terlihat masam, karna Orion yang tak kunjung datang sudah tiga kali puasa dan tiga kali lebaran. Kaya bang toib aja
Tok tok tok !
Queen mengarahkan pandangan ke arah kaca di sampingnya. Nampak seorang anak anak memegang kerincingan sambil bernyanyi, pakaian anak itu nampak kumal, jiwa ratu Queen meronta ronta di buatnya. Queen pun menurunkan kaca mobilnya, setelah mengambil duit dari saku baju seragam sekolahnya. Lalu memberikannya kepada anak laki laki yang berkisaran usia sepuluh Tahun itu.
"Trimakasih Kak ! ini duitnya banyak banget" ucap anak itu melihat duit berwarna merah di tangannya.
"Sama sama !" jawab Queen tersenyum ramah, mengusap kepala anak itu, merasa kasihan.
"Ini ada bunga untuk Kakak cantik !" ucap bocah itu, memberikan sekuntum mawar merah kepada Queen.
"Dari siapa ?" tanya Queen.
"Tadi orangnya disana !" tunjuk bocah itu dengan tangannya. Ternyata orangnya sudah tak di situ lagi.
Queen mengernyitkan keningnya, mencium aroma yang menguar dari bunga itu. Ia mengenal bau varfium bunga itu. Queen mengedarkan pandangannya ke sekeliling jalan. Mencari sosok yang menitipkan bunga mawar itu ke pengamen jalanan itu, tapi tidak ada satu orang pun di sekitar jalan yang Queen kenal. Queen menghela napasnya, karna sudah lampu hijau, ia pun melajukan mobilnya menuju sekolah.
Queen menurunkan laju kederaannya saat akan memasuki gerbang SMA HARAPAN tempatnya menimba ilmu. Kemudian memarkirkan mobilnya diparkiran tempat biasa ia parkir.
Queen pun mengambil tasnya dari kursi di sampingnya. Kemudian keluar dari dalam mobilnya.
"Nak Queen !" panggil satpam yang berjaga di pos gerbang sekolah.
Queen menolehkan kepalanya kepada satpam yang berlari kecil mendekatinya.
"Iya Pak ! ada apa ?" tanya Queen
"Ini ada bunga untuk nak Queen !." Satpam itu memberikan sekuntum mawar merah kepada Queen.
"Dari siapa Pak ?" tanya Queen, mengerutkan keningnya. Ini sudah bunga kedua ia terima pagi hari ini.
"Kurir yang mengantar nak Queen !. ada namanya, untuk nak Queen !" jawab pak satpam.
Queen menghela napasnya, siapa yang iseng mengerjainya ?, kenapa gak angsung orangnya saja yang memberikannya ?. Dari pada bikin teka teki yang jelas, Queen tidak bisa menebaknya.
"Ambil buat Bapak aja !, kasih aja buat istri Bapak !" ujar Queen.
"Jangan gitu dong nak Queen !, siapa tau orang yang menyukai nak Queen, atau dari orang spesial gitu !" tolak pak satpam.
"Gak apa apa Pak !, Queen masuk kelas dulu pak !" pamit Queen. Kemudian melangkahkan kakinya berjalan ke arah kelasnya.
Sampai di depan kelas, Queen pun langsung masuk. Berjalan ke arah bangkunya, langsung mendudukkan tubuhnya. Saat Queen hendak memasukkan tasnya ke dalam laci meja. Queen mengurungkan tangannya, melihat ada sekuntum mawar merah di pinggir lacinya.
Kerjaan siapa sih ?, batin Queen
Queen pun membiarkan saja bunga itu, dan memasukkan tasnya ke dalam laci.
"Hai Queen !" sapa Sirin, sahabat dari oroknya.
"Hai juga !" balas Queen manyun.
Sirin mencebikkan bibirnya, mendudukkan tubuhnya di bangku yang ada di samping Queen.
"Bang Orion gak pulang ?" tanya Sirin, pasti gara gara itu, sahabatnya itu wajahnya nampak tak semangat.
Queen menggelengkan kepalanya lemah
"Apa kamu gak ngerayain ulang Tahunmu lagi ?. sudah tiga Tahun kamu gak pernah ngerayainnya" tanya Sirin.
"Buat apa ?, buang buang duit aja !" jawab Queen. Ia tidak akan mau merayakan hari ulang Tahunnya, jika orang spesialnya tidak ada di sampingnya.
"Holang kaya, kok perhitungan banget ya !" cibir Sirin.
"Bapakku yang kaya, bukan aku !" balas Queen.
Bukan itu alasannya, Queen malas dan tak semangat jika Orion tidak datang.
"Terserahmu lah !" Desah Sirin.
.
.
Pulang sekolah, saat berhenti di lamlu merah, ada lagi yang mengetok kaca mobil Queen. Anaknya berbeda lagi, ini anaknya perempuan. Anak perempuan yang berkisaran masih SD itu, memukul mukulkan kerincingnya yang terbuat dari kayu dan tutup botol minuman, sambil bernyanyi. Queen menurunkan kaca mobilnya, kemudian memberikannya uang.
"Trimakasih Kak !" ucap bocah perempuan itu. Bocah perempuan itu pun mengambil sesuatu dari belakang punggungnya, memberikannya kepada Queen." Ini untuk kakak !" ucapnya.
Bunga lagi !, batin Queen, melihat anak perempuan itu memberikan mawar merah kepadanya.
Malas memikirkannya, Queen mengambil aja bunga itu, biar cepat selesai urusannya. Melihat rambu rambu lalu lintas sudah hijau, Queen melajukan kenderaannya kembali.
Queen tidak langsung pulang ke rumah orang tuanya. Ia pun mengarahkan kenderaannya pulang ke rumah Orion. Selama tujuh Tahun ini, hanya itu yang bisa Queen lakukan, jika ia merindukan orang yang dia cintai itu.
Queen memarkirkan mobilnya di halaman rumah Mama Bunga dan Papa Arya. Turun dari dalam mobil, Queen berjalan masuk ke dalam rumah Sembari mengucap salam, dengan suara melengking.
"Kakak Queen kenapa sih suka teriak teriak ?" kesal Bilal, si bontot yang sudah berusia sepuluh Tahun.
"Uwek !" Queen memeletkan lidahnya, kemudian berlari kecil menaiki anak tangga ke lantai dua. Dan langsung masuk ke kamar Orion.
Queen langsung menjatuhkan tubuhnya ke ranjang king size milik Orion. Kamar itu sudah berobah menjadi kamar cewek. Tentu Queen yang merobahnya. Karna ia sering menginap di rumah itu. Selama tidak ada Orion, dia lah pemilik kamar itu.
Queen menatap langit langit kamar milik Orion, matanya berkaca kaca. Ia sudah sangat merindukan sosok itu, namun yang di tunggu masih enggan pulang.
Terkadang Queen ingin mundur dari hubungan mereka. Queen lelah, berada di penantian yang panjang. Queen mulai mulai berpikir, mungkin saja bang Orionnya tidak bisa mencintainya. Queen masih ingat saat itu, Orion pernah menghindarinya sampai ia jatuh sakit. Dan Orion datang menerimanya, demi kesembuhannya. Saat itu Queen juga tau, Orion menerimanya, karna hubungannya dengan Kezia berakhir.
Bang Orion ! aku sangat merindukanmu !, jika kamu tak bisa mencintai Queen, tak apa !. Pulanglah ! sekali saja, aku sangat ingin melihatmu. Aku tidak akan memaksa bang Orion lagi untuk menjadi milikku. Mungkin karna itu, bang Orion tak mau pulang. Biar aku yang mengakhiri hubungan ini bang Orion. Batin Queen
Queen mengangkat tangan kirinya, melihat cincin yang tersemat di jarinya. Cincin itu, pemberian Orion kepadanya saat ua sakit dulu. Entah sudah berapa kali lingkar cincin itu di perbesar, sampai ke tebalan cincin itu terlihat menipis. Karna jari tangannya yang terus bertambah diameternya.
Queen perlahan melepas cincin itu dari jari tangannya. Seiring berurainya air mata dari sudut matanya. Queen tak sanggup lagi jika harus terus menunggu, dan menahan rindu berkepanjangan.
Queen yang sekarang, bukanlah Queen yang dulu, yang masih anak anak. Bertindak sesuai perasaan dan emosi, tanpa menggunakan pikiran. Sekarang Queen sudah dewasa, sudah bisa menggunakan pikirannya.
Baiklah bang Orion !, Queen rasa hubungan kita sampai di sini saja. Batin Queen
Membuka laci meja nakas yang ada di samping tempat tidur, memasukkan cincinnya ke dalam.
Untuk apa ? untuk apa cinta tanpa perbuatan, tanpa pembuktian. Palalah arti dari sebuah status, tanpa ada cinta di dalamnya. Hanya membuat batin tersiksa aja.
Queen beranjak dari tempat tidur, berjalan cepat keluar kamar Orion menuruni anak tangga, sambil menghapus air matanya yang tak berhenti keluar.
Cukup sampai di sini, Queen tak ingin menyiksa batinnya lagi.
"Queen !"
Queen menghentikan langkahnya, mendegar suara Mama Bunga memanggilnya.
"Iya Ma !" jawab Queen
"Queen kenapa menangis sayang ?" tanya Bunga, meski ia sudah tau jawabannya.
"Ma ! bilang sama Bang Orion, kalau Queen mulai hari ini mengakhiri hubungan kami Ma !. Sudah cukup Queen menunggu Ma !, mungkin karna Queen bang Orion betah gak pulang. Queen gak memaksa bang Orion lagi untuk jadi milik Queen Ma !. Queen lelah Ma !" keluh Queen.
Bunga Yang sudah di depan Queen, langsung memeluk Queen.
"Maafin anak Mama ya !, apa pun keputusanmu, Mama selalu mendukungmu sayang, yang terpenting bagi Mama, kamu bahagia" ucap Mama Bunga, ikut menangis.
Iya juga sudah merindukan anak sulungnya itu, tapi anak itu terlalu mengutamakan pekerjaannya.
Semakin terisaklah Queen di dalam pelukan Mama Bunga.
"Queen tidak akan memaafkan bang Orion Ma !" tangis Queen.
"Sssttt.....!" Bunga mengusap usap kepala Queen. Ia mengerti dengan perasaan Queen.
"Iya sayang !, Mama juga nanti akan memberi pelajaran kepada anak nakal itu. Karna sudah menyakiti hati putri Mama" bujuk Mama Bunga, supaya Queen berhenti menangis.
"Bang Orion jahat Ma !"
.
.