Brother, I Love You

Brother, I Love You
34.Kezia



Orion turun dari dalam mobil Reyhan, setelah Reyhan memarkirkan mobilnya di halaman rumah Orion. Kemudian melangkahkan kakinya ke arah pintu rumah dengan menggunakan tongkat. Sudah setahun ini tongkat itu selalu bersamanya kemana mana, entah sampai kapan ?, Orion pun tak tau.


Reyhan yang menatap abangnya berjalan begitu kesulitan, merasa kasihan melihatnya. Dulu abangnya terlihat nyaris sempurna dengan tubuh tegap dan wajah yang tampan rupawan. Hampir semua para kaum hawa menggilainya. Sekarang ?, mungkin hanya Queen yang masih tergila gila kepada Orion. Reyhan pun melajukan kenderaan miliknya meninggalkan pekarangan rumah pengantin baru stok lama itu.


"Assalamu alaikum cinta !" seru Orion, setelah membuka daun pintu di depannya, sembari melangkah masuk.


"Walaikaum salam !" balas Queen yang sudah berada di pertengahan tangga. Mendengar deru mobil parkir di halaman rumah, tadi Queen langsung keluar kamar turun kelantai bawah, ingin menyambut Orion. Queen pun berlari ke arah Orion yang baru masuk rumah dengan wajah tersenyum ceria, dan langsung menghamburkan tubuhnya memeluk Orion. Dan langsung saja mendapat kecupan di keningnya.


"Apa kabar istri abang hari ini ?" tanya Orion tersenyum setelah melepas kecupannya, sembari mengusap rambut Queen dari belakang.


"Queen kangen bang Orion !" jawab Queen sumiringah, mendongakkan wajahnya ke wajah Orion.


Cup !


Satu kecupan langsung saja mendarat di bibir Queen.


"Kengen dengan abang, atau burung hantu abang ?" tanya Orion, tersenyum dengan mata berbinar senang.


"Dua duanya !" jawab Queen.


"Kenapa sih adik abang ini gemas banget ?" lagi, Orion mendaratkan kecupan, kini di pipi Queen dengan gemas.


"Itu karna Queen cantik luar dalam !" jawab Queen semakin mengembangkan senyumnya, setelah memuji diri sendiri.


Cup !


Seperti tak ada bosannya, Orion mengecup pipi Queen lagi.


"Tadi Queen mendapat kiriman mawar merah lagi" adu Queen, berbicara dengan bibir mengerucut , tanpa melapas lingkaran tangannya dari pinggang Orion. Membuat senyum Orion menghilang seketika, dan menajamkan pandangannya ke wajah Queen. Orion tak suka mendengar itu, Orion cemburu.


"Queen mengembalikan bunga itu sama orang yang mengirimnya. Queen bilang sama si Ismail Marjuki itu, supaya jangan mengganggu Queen lagi, gak usah mengirim bunga lagi, jangan mengharapkan Queen lagi." adu Queen lagi.


Orion menghela napasnya, kemudian menelan air ludahnya."Apa abang tak pantas untukmu Queen ?" tanya Orion tanpa melepas netranya dari wajah Queen. Queen terdiam, ia pun semakin menajamkan pandangannya menatap manik mata indah milik Orion yang menatap dalam manik matanya.


Dengan keadaannya yang sekarang, Orion sering merasa minder dengan orang orang di sekitarnya, merasa sangat berbeda sendiri.


Queen mengeratkan pelukannya ke tubuh Orion, menyandarkan kepalanya ke dada bidak Orion. Queen memejamkan matanya, tak terasa air matanya mengalir begitu saja dari sudut matanya. Queen sangat sedih dan kasihan melihat keadaan Orion yang sekarang.


"Tujuh Tahun yang lalu aku masih anak anak, aku mencintai bang Orion, saat itu Queen belum tau apa artinya mencintai. Saat itu Queen hanya tau, Queen ingin selalu di dekat bang Orion. Queen rindu jika tak melihat bang Orion meski sekejap saja. Queen cemburu jika bang Orion bersama wanita lain, bang Orion hanya milik Queen." Queen menjeda kalimatnya, mendongakkan wajahnya kembali ke wajah Orion, dengan linangan air mata membasahi pipinya." Sekarang Queen sudah besar, rasa itu masih sama untuk bang Orion tak berkurang walau sedikit pun , malah cinta ini semakin tumbuh subur. Meski dengan keadaan bang Orion yang sekarang."


Orion menarik perlahan kedua sudut bibirnya ke atas. Kemudian mengangkat satu tangannya menghapus air mata Queen dari pipinya.


"Trimakasih adikku !" ucap Orion terharu, nampak matanya berkaca kaca. Kemudian mengeratkan pelukannya ke tubuh Queen, dan menjatuhkan satu ciuman yang cukup dalam di ujung kepala Queen.


"Besok Queen ada undangan pesta ulang Tahun, Queen ingin beli baju baru !. Apa suamiku ini mau menemaniku belanja ?. Dan besok mendampingi istrimu yang cantik ini ke pesta ?" tanya Queen, kembali menyandarkan kepalanya ke dada bidang Orion. Jari tangannya membuka satu persatu kancing kemeja Orion. Queen tak ingin berlama lama di dalam kesedihan. Mereka masih pengantin baru, Queen ingin menjalani hidup yang indah indah saja.


"Apa Cintaku ini sangat menginginkan burung hantu abang ?.Jangan di sini sayang !, nanti nampak Bu Uul" Orion menangkap tangan Queen yang sudah berhasil membuka tiga kancing bajunya, lalu mengecupnya mesra.


"Sangat !" jawab Queen, mengedipkan sebelah matanya sembari tersenyum menggoda.


"Mesum !" ucap Orion kemudian senyumnya merekah indah sampai menampakkan gigi giginya yang berjejer rapi.


"Bang Orion yang ngajarin !" balas Queen. juga merekahkan senyumnya.


"Kalau begitu ayo kita ke kamar sayang!" ajak Orion, yang diangguki Queen dengan tersenyum malu malu. Dan mereka pun bejalan bersama menaiki anak tangga ke lantai dua rumah mereka, masuk ke dalam kamar.


Setelah mereka berada di atas tempat tidur, Orion langsung saja membuka baju Queen, melemparnya kesembarang arah, dan kemudian membuka bajunya dan melemparnya juga. Dan langsung saja menyatukan bibir mereka, mencium dalam bibir yang selalu menggoda imannya itu, yang di balas Queen langsung. Selanjutnya mereka pun memadu kasih, bersatu padu di dalam balutan cinta yang suci.


Satu jam lebih berlalu, kini nampak suami istri yang kelelahan itu berpelukan, Dengan Orion duduk bersandar di kepala ranjang, dan Queen duduk bersandar di dada bidang Orion yang masih polos. Orion sesekali mengecup kening Queen, sambil tangannya mengusap usap rambut Queen dari belakang. Betapa Orion menyayangi gadis kecilnya yang dulu sangat menyebalkan itu. Orion tidak tau akan seperti apa dirinya, jika saja dia terlambat menyadari perasaannya, kalau dia juga mencintai Queen dari dulu.


"Trimakasih !" ucap Orion


Queen yang masih berbalut selimut pun, mendongakkan kepalanya ke wajah Orion dengan mengernyitkan keningnya, bingung.


"Untuk cintamu !" lanjut Orion, paham dengan raut wajah Queen yang terlihat bingung.


Queen mengulas senyumnya sembari menganggukkan kepalanya.


"Trimakasih juga !" balas Queen


"Untuk ?" tanya Orion


"Sudah menyayangi Queen dari dulu !" jawab Queen.


"Lagi yuk !" ajak Orion


"Lagi apa ?" Queen tak paham.


"Bercinta sayang !" jawab Orion, kemudian mengecup bibir Queen.


"Belanjanya kapan ?" Queen mengerucutkan bibirnya.


"Ini masih sore sayang!, nanti malam kita bisa pergi !" jawab Orion, mengecup bibir Queen lagi.


"Janji ya ! kita belanja nanti malam !" ucap Queen.


"Iya cintaku ! apa pun untukmu !" balas Orio. Kembali mencium bibir Queen, melu***nya, yang langsung di balas Queen. Orion menarik agak kasar rambut Queen dari belakang, dan menahan tekuknya, untuk memudahkannya memperdalam ciuman mereka. Dan ronde kedua pembuatan adonan dede bayi pun berlangsung.


.


.


Queen menghentikan laju kenderaanya di parkiran salah satu sebuah mall di kota mereka tinggal. setelah mematikan mesin mobilnya, Queen langsung turun dari dalam mobil, dan langsung membuka pintu kursi penumpang belakang, dan mengeluarkan kursi roda dari sana. Dan membawanya ke arah Orion yang sudah keluar dari dalam mobil.


"Ayo duduk bang !" suruh Queen, supaya Orion duduk di atas kursi roda.


"Trimakasih cinta !" balas Orion, mendudukkan tubuhnya di atas kursi roda, yang langsung di dorong Queen, membawanya masuk ke dalam mall.


Dulu Orionlah yang sering mendorongnya, di dalam troli belanja, ketika mereka jalan jalan ke mall. Dan sekarang gilirannya yang mendorong Orion, tapi di atas kursi roda. Tak apa ! Queen senang melakukannya.


"Bang Orion ! kita makan dulu ! Queen lapar !" ucap Queen, berjalan sambil mendorog kursi roda Orion masuk ke salah satu restoran yang berada di dalam mall.


"Iya cinta ! terserahmu aja!, kamu supirnya !" balas Orion.


Queen pun menghentikan langkahnya di salah satu meja kosong di dalam restoran. Kemudian membatu Orion berdiri dan memberikan tongkatnya, untuk duduk di kursi restoran. Setelah Orion duduk, barulah Queen duduk di kursi yang berada di samping Orion.


Refleks saja Queen dan Orion mendongak ke arah wanita itu.


"Kezia !" ucap Orion, setelah melihat wanita yang semakin bertambah cantik dan anggun itu.


"Aku pikir tadi, aku salah lihat, makanya aku mendekati kalian, ternyata benar kamu !" ucap Kezia, mengulas sedikit senyumnya. Kemudian mengalihkan tatapannya ke arah gadis di samping Orion, yang menatapnya tak suka.


"Kamu Queen kah ?" tanya Kezia


"Iya !" ketus Queen, kenapa mereka harus bertemu dengan mantan terindah suaminya itu, bikin mood Queen rusak aja.


Kezia menarik kedua sudut bibirnya ke atas, melihat gadis kecil saingannya dulu, menatap dirinya tak suka.


"Aku sudah menikah, jadi gak usah kawatir aku akan merebut Orion dari kamu !" ucapnya kepada Queen.


"Baguslah kalau begitu !" ketus Queen lagi. Queen cemburu, tidak di pungkirinya, wanita dewasa yang berdiri di depannya itu memang benar benar cantik. Queen takut Orion terpesona lagi.


"Mama..!" seru anak kecil berlari ke arah Kezia, san langsung menarik dress Kezia.


Kezia langsung membungkukkan tubuhnya, meraih bocah laki laki yang berumur tiga Tahun itu, lalu menggendongnya.


"Sudah selesai makannya ?" tanya Kezia mencium pipi gembul putranya.


"Cudah !" jawab balita itu.


"Ayo sayang ! salam Om dan Tantenya !" suruh Kezia, mengulurkan tangan anaknya kepada Orion.


"Hai Om !" sapa anak kecil itu.


"Hai juga !, namanya siapa ?"tanya Orion ramah menyambut tangan mungil itu. Dan satu tangannya terangkat mengusap kepalanya.


"Kevano Om !"


"Ayo ! salam tantenya lagi !" suruh Kezia kepada anaknya.


"Hai Tante cantik !" sapa Kevano, mengulurkan tangannya kepada Queen.


"Hai juga !" balas Queen dengan bibir mengerucut.


"Sayang ! gak boleh gitu sama anak kecil !" tegur Orion lembut kepada Queen, sambil satu tangannya mengusap kepala Queen dari belakang.


"Dia anak mantan bang Orion !" cetus Queen.


"Mama ! Tantenya gak cuka cama Kevano ya ?" tanya Kevano kepada Kezia.


"Suka sayang !, tantenya sepertinya lagi gondokan !" jawab Kezia tersenyum.


Langsung saja Queen menatap tajam saingan beratnya dulu, menatapnya tak suka. Enak saja dia di bilang gondokan.


"Sayang !" tegur Orion lagi.


"Kalian udah jadian ?" tanya Kezia, mendengar Orion memanggil Queen sayang. Menghiraukan gadis yang lagi gondok melihatnya itu.


"Kami sudah menikah sebulan yang lalu !" jawab Orion tersenyum.


"Kalua begitu selamat ya !, akhirnya pelakor kecil itu berhasil juga mendapatkanmu !" ucap Kezia, mengulurkan tangannya menyalam Orion.


"Kamu juga selamat atas pernikahanmu !" balas Orion.


"Gak boleh salam salaman !" cegah Queen tiba tiba, menangkap tangan Orion, yang hampir saja bersentuhan dengan tangan Kezia.


"Ya ampun sayang !, salaman doang masa gak boleh ?. posesifnya istriku ini !" ucap Orion, menarik hidung Queen gemas.


"Gak boleh !" Queen berbicara mengerucutkan bibirnya.


"Ternyata dari dulu kamu gak berubah ya Queen ?, masih sangat menyebalkan" ujar Kezia.


"Oh ya ! kalian belum pesan makanan ?. Kebetulan ini restoran milik suamiku !. Kalian mau makan apa ?, biar aku pesankan, untuk kalian gratis malam ini." tawar Kezia ramah, menghiraukan Queen yang masih gondokan.


"Kamu menikah dengan Irwan ?" tanya Orion, sebagai sesama pedagang di mall itu, tentulah Orion mengenal pemilik restoran itu.


"Iya !" jawab Kezia tersenyum.


"Sayang ! mau pesan apa ?" tanya Orion kepada Queen, yang masih setia dengan bibir mengerucut.


"Ayam goreng ! sambalnya level lima !. Minumnya jus strawbery" jawab Queen.


"Senyum dong sayang !, masa bibirnya dari tadi manyun !" ujar Orion.


"Paling juga Queen takut aku menjadi pelakor, seperti di novel novel. Mantan pacar menjadi pelakor !" cibir Kezia.


"Kezia sudah punya suami sayang !, gak usah cemburu lagi. Kezia tidak menyukai laki laki pincang sepertiku sayang, jadi gak usah kawatir, wanita lain merebutku !" bujuk Orion, menarik Queen ke dalam pelukannya.


"Kamu Orion ! mau pesan apa ?" tanya Kezia.


"Samakan aja ! tapi aku minumnya air putih aja !" jawab Orion.


"Itu aja ?" tanya Kezia lagi. yang di angguki Orion.


"Ayo sayang ! kita pesankan dulu pesanan Tante sama Omnya !" ajak Kezia kepada anaknya. kemudian berdiri dari kursi yang sempat ia duduki tadi, lalu pergi ke bagian dapur restoran itu.


"Apa bang Orion masih suka dengan si Kezia Kezia itu ?" tanya Queen, setelah Kezia menghilang dari pandangan mereka. Menatap Orion dengan mata berkaca kaca.


"Apa kamu ragu dengan cinta dan kasih sayang abangmu ini ?" tanya balik Orion. Queen diam tidak menjawab.


"Kezia adalah masalalu abang, dan kamu istri abang, calon ibu dari anak anak abang, masa depan abang" ucap Orion.


"Queen mencintai bang Orion !" ucap Queen


"Aku juga mencintaimu sayang !" balas Orion.


.


.