
Orion sibuk mengemas barang barang mereka, karna pagi ini mereka akan pulang ke rumah. Sedangkan Queen, ia sibuk menyusui sang buah hati mereka di atas brankar.
"Apa iya bang Orion, bang Elang sudah menikah enam bulan yang lalu ?. Berarti bang Elang melangkahi bang Reyhan" tanya Queen.
"Iya ! seperti itu kata Reyhan tadi malam. Dan ternyata istri Elang itu cucu dari Paman Papa. Dan Papa tidak bisa menerima istri dari Elang itu, karna dulu Paman Papa itu dulu merampas harta warisan milik Papa, dan harta hasil jerih payah Papanya Papa" jawab Orion. Mengancing tas hitam tempat baju baju mereka. Tadi malam Reyhan meneleponnya, menceritakan kabar itu.
"Trus jadi bang Elang sama istrinya gimana ?" tanya Queen penasaran.
"Papa menyuruh Elang membawa wanita itu keluar dari rumah" jawab Orion lagi, Queen pun terdiam.
Orion mendekati Queen ke atas ranjang, karna semua barang barang mereka sudah beres di kemas, dan tinggal berangkat saja. Orion mendudukkan tubuhnya di pinggir kasur menghadap Queen. Orion tersenyum melihat Queen semakin cantik setelah melahirkan. Aura keibuannya sangat terpancar.
Tuh kan ! membuat si burung hantu Orion langsung meronta ronta melihat gunung kembar Queen yang di kuasai baby Syauqi.
"Kenapa ?" Tanya Queen, melihat jakun Orion naik turun.
"Burung hantu abang frustasi di balik celana" jawab Orion dengan bibir mengerucut, cemberut seperti anak kecil.
Queen langsung memutar bola matanya malas. Baru juga dua hari gak dapat jatah, suaminya itu sudah gak tahan.
"Abang ikut mimi di sebelahnya ya !."
Lagi lagi Queen memutar bola matanya malas.
"Enak sekali Syauqi, dia boleh mimi sepuasnya, abang gak boleh !" rajuk Orion.
Cup !
Queen mengecup bibir Orion yang mengerucut," bang Orion bisa ciuma bibir Queen sebagai gantinya" ucap Queen tersenyum.
"Tapi abang pengen mimi !"
"Uda deh bang Orion !, kaya anak kecil aja !"cibir Queen.
"Lihat tuh ! burung hantu abang, pengen keluar dia" tunjuk Orion dengan bibirnya ke arah tonjolan di balik celananya. Orion rasanya pengen menangis, mengingat 38 hari ke depan burung hantunya tak boleh masuk sangkar.
"Keluarin aja !" balas Queen.
"Tapi bantuin abang ya !" tawar Orion.
"Gak !"
"Ya udah ! kalau Queen gak mau, abang kawin lagi" ancam Orion.
"Coba aja kalau bang Orion berani. Queen kuliti hidup hidup istri baru bang Orion nanti" balas Queen, menatap tajam Orion.
"Abis Queen sering kali gak pengertian sama abang !" sungut Orion.
"Nanti di rumah bang Orion..!" gemas Queen. Suaminya itu genit sekali.
"Ya udah ! ayo kita pulang sekarang !" ajak Orion.
"Syauqi lagi mimi, sebentar lagi " tolak Queen.
Orion memberenggut, melihat anaknya yang menyedot sumber nutrisinya dengan rakus. Bikin Orion ngiler aja !, sepertinya anak mereka itu sengaja untuk memanas manasi Daddy nya.
Queen tertawa cekikikan, satu tangannya terangkat mengusap kepala Orion yang sedang frustasi kepala atas dan bawahnya.
Setelah selesai memberi asi baby Syauqi, mereka pun keluar dari ruangan itu. Orion mendorong Queen di atas kursi roda yang menggendong baby Syauqi dengan mengunakan kain. Dan barang barang mereka Orion sandang di punggungnya.
Sama sama menjadi anak pertama dari keluarga mereka. Membuat mereka lebih memiliki pemikiran yang lebih mandiri. Tak ingin merepotkan orang tua mereka untuk mengurus mereka. Karna pasti orang tua mereka sibuk dengan urusan masing masing.
Sampai di parkiran mobil mereka, Orion membukakan pintu untuk Queen, dan membantunya masuk.
"Pelan pelan aja sayang !" ucap Orion, jangan sampai kepala anak mereka yang di gendongan Queen kejedot.
Setelah menutup pintunya kembali, Orion membuka pintu kursi penumpang mobilnya, memasukkan tas mereka ke dalam. Orion menutup pintu itu kembali, kemudian menyusul masuk ke dalam mobil, dan langsung melajukannya.
.
.
Orion membunyikan klason mobilnya, saat hendak memasuki gerbang rumah mereka. Setelah security yang berjaga membukanya, Orion melajukan kenderaannya perlahan memasuki halaman rumah mereka, dan memarkirkannya tepat di depan pintu.
Orion mematikan mesin mobilnya, kemudian membuka pintu di sampingnya, dan langsung turun. Orion memutari bagian depan mobilnya, berjalan cepat ke arah pintu di samping Queen. Orion membuka pintu itu, kemudian membantu Queen turun. Setelah menutup pintunya, Orion menuntun Queen berjalan pelan ke arah pintu.
"Pelan pelan sayang ! gak usah buru buru !" ucap Orion. Karna Queen berjalan agak cepat, tapi nampak kelelahan.
Orion pun membuka pintu masuk rumah mereka, dan melangkah masuk bersama Queen.
"Welcome to the home baby Syauqi...!!!"
Oe oe oe oe....!
Baby Syauqi langsung menangis kencang, kaget mendengar seruan para tante dan paman pamannya.
"Ikh ! kalian bikin kaget aja !, jadi nangis 'kan baby Syauqi !" ucap Queen, yang juga kaget sampai terlonjak.
Sirin, Yumna, Nimas, Reyhan, Arsenio, Darren, Calixto, Bilal dan Boy. Mereka tersenyum, dan sama sama mendekati Queen, Orion, dan baby Syauqi.
Sebagai Paman paling tua, Reyhan terlebih dahulu mengambil baby Syauqi dari gendongan Queen. Mendekap keponakannya itu, kemudian mencium kening, dan kedua pipinya. Reyhan pun membawa baby Syauqi berjalan ke arah sofa ruang tamu, di ikuti yang lainnya.
Sedangkan Orion, ia membawa Queen menaiki tangga ke lantai dua rumah mereka, masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Membiarkan anak mereka menjadi rebutan para tante dan Pamannya.
Sampai di dalam kamar, Orion langsung memeluk tubuh Queen dari belakang, dan mengecup pipinya.
"Trimakasih Queen !, sudah mencintai abang sejauh ini !" ucap Orion.
"Sejauh apa bang Orion mencintai Queen ?" tanya Queen, menyentuh tangan Orion yang melingkar di perutnya.
"Abang mencintaimu sampai di kehidupan yang kedua. Dimana kita akan kekal selamanya di sana" jawab Orion, mengeratkan pelukannya ke tubuh Queen.
"Trimakasih Queen, sudah memberikan abang hadiah istimewa. Sudah melahirkan keturunan untuk abang, Abang sangat bahagia Queen" ucap Orion lagi.
"Trimakasih juga, bang Orion sudah membalas cinta Queen" balas Queen.
Orion melepaskan pelukannya, kemudian mengangkat tubuh Queen, membawanya ke arah tempat tidur, membaringkan tubuh Queen di sana.
"Kamu pantas mendapatkannya !" ucap Orion, membelai wajah Queen dengan lembut.Orion pun mengambil sebelah tangan Queen, kemudian mengecupnya.
Tok tok tok !
Refleks Queen dan Orion menoleh ke arah pintu. Setelah di ketuk, pintu kamar mereka pun terbuka dari luar, masuklah para tante dan Paman Syauqi.
Oe oe oe .. !
"Kalian apain anakku ?" Orion langsung berdiri dari samping Queen. Berjalan ke arah Arsenio yang membawa baby Syauqi yang menangis.
"Boy yang buat menangis, dia mencubit pipinya" jawab Arsenio. Orion langsung menoleh ke arah Boy.
"Adeknya lucu Dad !" nyengir Boy tersenyum tanpa merasa bersalah di gendongan Darren.
Orion merapatkan gigi giginya, gemas melihat Boy yang suka mencubit baby Syauqi dari semalam. Mau di apakan anaknya yang setengah bule itu ?.
"Awas kamu Boy ya !, Boy gak boleh lagi tidur sama Momy !" ancam Orion. Mengambil baby Syauqi dari gendongan Arsenio.
"Cupcupcup sayang !,abang Boy jahat ya ?. Nanti Daddy hukum dia ya !" ucap Orion kepada anaknya yang sudah berada di dalam dekapannya.
Mereka semua pun berkumpul di kamar itu, mengombrol, bersenda gurau,menghabiskan waktu bersama.
"Gimana Darren janda yang kamu taksir itu ?, apa sudah ketemu ?" tanya Reyhan.
Sontak semua menoleh kepada Darren yang sudah menjatuhkan tubuhnya di kasur bersama Boy duduk di atas perutnya.
"Serius kamu Darren ?" Orion membolakan matanya ke arah adik ke empatnya itu. Tak percaya bocah berusia belum genap lima belas Tahun itu naksir sama janda.
"Jandanya sudah di sembunyiin Papa !"jawab Darren, wajahnya nampak merah. Ada sedikit rasa malu karna jatuh cinta dengan janda di usianya yang masih sangat muda. Dan gurat kesedihan pun terpancar dari wajahnya, betapa ia merindukan wanita pujaan hatinya itu.
"Kok bisa Papa nyembunyiinnya ?" heran Orion, mengerutkan keningnya.
"Aku yang kasih tau Papa, kalau aku menyukai seorang wanita beranak satu, penjual es lilin di depan SD" jawab Darren, tanpa berani melihat abang abangnya.
"Ada ada aja kamu Darren !, umur masih kecil, naksirnya sama janda ?. Seperti apa sih jandanya ?" ujar Arsenio.
"Kakak kakak cantik yang jual es krim di depan sekolah Bilal itu bang Darren ?. Bang Darren yang suka borong es nya ?" celetuk Bilal, kemudian memasukkan cemilan ke mulutnya.
"Bilal kenal orangnya ?" tanya Sirin yang duduk di samping Bilal, membantu Bilal menghabiskan cemilannya.
Bilal menganggukkan kepalanya," kakaknya cantik !, badannya kurus, dan juga ada anaknya cewek !" jawab Bilal.
"Kenapa Papa menyembunyikan cewek itu ?" tanya Queen.
Darren bergeser ke arah Queen, memeluk kaki Queen, dengan mata berkaca kaca." Papa ingin aku pokus sekolah" jawabnya.
"Eits ! jauh jauh !, kamu bocah berbahaya. Nanti kamu naksir pula sama istriku !" ujar Orian, menyingkirkan Darren dari samping Queen. Karna adiknya itu bisa naksir sama wanita yang sudah pernah bersuami.
"Bang Orion pikir Darren pebinor !" sanggah Darren mengerucutkan bibirnya." Bang Arsen tuh ! yang suka nikung !" ujarnya lagi.
"Bang Reyhan aja tuh yang gak sadar usia, naksir sama cewej yang jauh di bawah usianya. Lagian Sirin gak pernah suka sama bang Reyhan. Dari mananya aku di bilang nikung" bela Arsenio." iya kan ! sayang !" ucapnya lagi kepada Sirin.
"Iya ! mana suka aku sama cowok jelek kaya bang Reyhan. Badannya sebesar butok ijo" jawab Sirin mengejek Reyhan.
"Bang Orion ! Sirin jahat !, katain Reyhan butok ijo !" adu Reyhan manja kepada abangnya, karna ratu sejagat tidak ada. Sirin langsung memutar bola matanya malas.
Tanpa ada yang tau, Yumna sudah mengerucutkan bibirnya di dalam nikap berwarna hitamnya. Karna Sirin dan Reyhan terlihat sangat dekat. Menurutnya Sirin yang mengejek Reyhan itu adalah bentuk kasih sayangnya kepada Reyhan.
"Kamu Calixto !, kapan kalian akan menikah ?. Nanti kalian seperti Arsen dan sirin kalau lama lama pacaran !" tanya Orion kepada anak dari Tante Tari dan Om Leo mereka itu.
"Masih lama bang !, tunggu lulus kuliah dulu, dapat kerja, nabung, baru mikirin menikah" jwab Calixto.
"Asal burungmu tahan aja, gak minta di lepas !" balas Orion.
"Astagfirullohal azim bang !, do'a in yang baik baik bang !" ujar Calixto.
"Abang mengingatkan Calixto !, jangan kalian seperti Arsen sama Sirin"ucap Orion.
"Iya bang !" balas Calixto.
.
.
"Aku gak mau ikut Elang !, kamu aja sendiri yang pergi ke rumah saudaramu !, aku gak mau mendapat penolakan lagi dari keluargamu"tolak Naysila, saat Elang mengajaknya ke rumah Orion dan Queen, untuk melihat keponakannya yang baru lahir.
Elang menghela napasnya, Karna Naysila tidak mau sama sekali ikut bergabung dengan saudara saudaranya.
"Ya udah ! kalau begitu aku pergi dulu !" pasrahnya. Setelah mengecup kening Naysila yang duduk di atas tempat tidur, Elang langsung keluar kamar.
Aku hanya istrimu Elang, tapi bukan bagian dari keluargamu. Bagaimana bisa aku ikut bergabung dengan saudara saudaramu ?. Yang ada aku nanti akan menjadi orang asing di antara mereka. Biarlah seperti ini Elang, aku tetap menjadi seorang wanita yang tak memiliki siapa siapa. Batin Naysila, tak terasa air matanya menetes setalah Elang menghilang di balik pintu.
Elang yang sudah melajukan mobilnya, ia harus tetap pergi ke rumah saudaranya, untuk melihat keponakannya yang baru lahir. Tadi malam Reyhan memberikan kabar kepadanya, kalau hari ini mereka akan ngumpul di rumah abang mereka Orion. Untuk menyambut kepulangan baby Syauqi dari rumah sakit. Reyhan juga menyuruh Elang untuk mengajak istrinya ikut bergabung bersama mereka. Namun sudah berkali kali Elang mengajak Naysila dari tadi malam. Naysila tetap kekeh tak mau ikut bergabung.
Aku pikir setelah keluargaku mengetahui pernikahanku dengan Nay. Aku pikir, kami bisa menjalani pernikah dengan bahagia. Batin Elang, melajukan perlahan mobilnya keluar dari halaman rumah sederhana berlantai dua itu.
Rumah itu adalah rumah yang di beli Elang dari hasil usahanya. Rumah itu di belinya atas nama Naysila, sebagai hadiah pernikahan. Dan juga untuk menjadi tempat tinggal Naysila setelah menjadi istrinya. Mengingat Naysila dan kakeknya saat itu yang tak memiliki rumah. Mereka hanya mengontrak setelah pindah ke kota itu.
.
.