Brother, I Love You

Brother, I Love You
32. Mendadak ustadz



Queen melajukan kenderaannya keluar dari pekarangan sekolah. Hari ini ia mendapat dua kiriman sekutum mawar merah. Satu di kasi pak satpam di gerbang sekolah, satu lagi ia temukan di laci mejanya di dalam kelas, entah siapa pengirimnya. Queen pun sudah melaporkannya tadi kepada Orion.


Setelah sampai di halaman rumahnya dan Orion. Queen lansung menghentikan laju kenderaannya, dan langsung turun dari dalam mobil, berlari masuk ke dalam rumah.


"Bang ! Orion !!!" panggil Queen berteriak, membuat Bu Uul yang lagi bersih bersih si ruang tamu, terlonjak kaget.


"Princes bikin Ibu kaget aja !" ucap Bu Uul, memegangi dadanya.


"Bu ! bang Orion mana ?" tanya Queen, menghiraukan pembantu yang hampir copot jantungnya itu.


"Sepertinya di ruang kerjanya princes !" jawab Bu Uul.


"Trimakasih Bu !" jawab Queen, gegas berlari menaiki anak tangga ke lantai dua rumah mereka, melangkahkan kakinya ke arah ruang kerja Orion di samping kamar mereka.


Buar buar buar !!!


"Bang Orion !!!" panggil Queen, sambil tangannya menggendor gendor pintu di depannya.


Aish ! bocah itu gak ada berubahnya, dari dulu tidak bisa mengetuk pintu bagus bagus, selalu digendor gendor dan berteriak. Batin Orion, membuat konsentrasinya terganggagu.


"Masuk !" sahut Orion, sedikit kesal


Queen pun membuka pintu ruang kerja Orion, dan langsung masuk, melangkahkan kakinya mendekati Orion yang duduk di kursinya.


"Bang Orion sudah selidiki siapa yang mengirim bunga sama Queen ?. Ini Queen dapat tiga bunga, saat pulang sekolah, ada yang memberinya lagi saat di lampu merah" tanya Queen.


Orion tidak menjawab, ia sibuk mengotak atik laptop di depannya, entah apa yang dicarinya.


"Bang Orion !" kesal Queen, karna Orion tidak menanggapinya.


"Lihat ini sayang !" ucap Orion, Menarik Queen supaya duduk di pangkuannya.


"Apa kamu mengenal orang ini ?" tanya Orion lagi. Menjum vidio orang yang ada di dalam laptopnya." Dia orang yang mengirim bunga untukmu beberapa hari ini !" ucap Orion.


Queen pun memperhatikan laki laki yang berada di layar laptop Orion. Laki laki dengan penampilan culun, dan menggunakan kaca mata. Nampak di vidio itu, mem berikan uang dan bunga ke pengamen jalanan di lampu merah. Dan di vidio itu juga terlihat pengamen itu berjalan ke arah mobil Queen, dan mengetok kaca mobil Queen, sampai Queen membuka kaca mobilnya dan menerima bunga dari pengamen jalanan itu. Orion pun menunjukkan vidio cctv lainnya, saat di pos security sekolah.


"Dia teman satu kelasku !" jawab Queen.


"Mungkin dia menyukaimu !, dan tidak berani mengatakannya !" ujar Orion.


"Dia menyukaiku semenjak kami SMP, dan aku menolaknya saat itu, waktu dia menembakku !" ungkap Queen.


"Apa dia sering mengganggumu, kenapa dulu kamu gak mengatakannya samaku ?" tanya Orion, seketika dadanya bergemuruh, ia tidak terima ada laki laki yang memyukai istrinya, Orion cemburu.


"Tidak pernah lagi, buat apa ?"tanya Queen balik.


"Tapi sepertinya dia masih menyukaimu !, tapi takut kamu tolak lagi, mungkin !" ucap Orion.


"Sepertinya begitu !" balas Queen


"Apa kamu senang ada laki laki yang menyukaimu ?" Tanya Orion kesal.


Queen mengembangkan senyumnya menoleh ke wajah Orion." Bang Orion cemburu ?" godanya, mencolek dagu Orion.


"Jelas abang cemburu !" jujur Orion, cemberut, menyandarkan kepalanya ke dada Queen, mengeratkan pelukannya ke pinggang Queen.


"Itu yang Queen dulu rasain, saat melihat bang Orion sama si Kezia kezia itu !." mengingat cewek yang tidak punya salah itu kepadanya, Queen kesal sendiri di buatnya.


Orion refleks mendongakkan kepalanya ke wajah Queen. Kenapa Queen masih mengingat cewek matre itu ?. Orion sendiri sudah melupakan wanita cinta pertamanya itu. Dan semenjak hari itu memutuskan pertunangan dengan Kezia, Orion tak pernah lagi bertemu dengan Kezia.


"Bahkan aku sudah melupakannya !, kenapa kamu malah mengingatnya ?" tanya Orion.


"Gara gara cewek sialan itu, bang Orion menolakku trus !" Queen berbicara dengan mengerucutkan bibirnya, dan matanya pun menyipit.


"Kenapa istriku yang cantik ini masih aja kesal ?. Bukankah abangmu yang tampan ini sudah menjadi milikmu. Bahkan kamu sudah merenggut kesucian burung hantuku !."


Bukh !!!


"Aw ! sakit Queen !" keluh Orion, karna Queen memukul kuat pundaknya.


"Bagaimana caranya kesucian burung hantu bang Orion bisa kurenggut. Yang ada burung hantu bang Orion yang merenggut kesucianku !" kesal Queen.


"Buktinya abang sudah gak perjaka lagi, semenjak malam itu !" jawab Orion.


"Nanti malam Queen gak kasih bang Orion jatah lagi !" ujar Queen, kemudian turun dari atas pangkuan Orion.


"Jangan dong sayang !" Orion menarik Queen lagi kepangkuannya." Kalau nanti malam gak boleh, berarti sekarang boleh dong ?" tanya Orion, menyeringai.


"Gak !" tolak Queen.


"Dosa loh nolak suami" ujar Orion, dan Queen memutar bola matanya malas.


"Bang Orion gak usah alasan deh ! bawa bawa dosa. Emang bang Orion senang kalua queen dosanya banyak ?"


"Ayolah istriku !, biar dede bayinya cepat jadi !" bujuk Orion, mengecup ngecup dada Queen.


"Bang Orion 'kan sudah janji, nunggu Queen lulus sekolah, baru kita rencanain punya anak." tolak halus Queen. Ia masih sekolah, ia benar benar belum siap jika harus langsung hamil.


"Kita buatnya nyicil sayang !" bujuk Orion lagi, tangannya sudah masuk ke dalam baju queen, dan meraba raba kulit punggung Queen yang terasa halus di telapak tangannya.


"Nikmati aja sayang !" ujar Orion, kemudian melanjutkan aksinya untuk membuat cicilan adonan dede bayi, di ruang kerja Orion.


.


.


"Sayang ! ayo bangun, sudah pagi, nanti kamu telat sekolahnya !" ucap Orion, menggoyang sedikit tubuh Queen yang masih terlelap di dalam pelukannya. Dan sesekali mengecup pipi Queen dari samping.


"Badanku lelah bang Orion !, mataku juga masih sangat ngantuk" gumam Queen dengan mata terpejam, dan semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Orion.


"Ini udah pagi cintaku !, nanti kamu telat sekolahnya !" ucap Orion lagi.


"Kenapa bang Orion ngajak begadang Queen trus setiap malam ?" gumam Queen lagi.


"Kenapa mau ?" balas Orion dengan pertanyaan.


Sontak saja Queen membuka matanya, langsung menatap nyalang ke wajah Orion yang tersenyum memandangnya.


"Kamu tau Queen ?, saat suami istri saling menautkan jemari mereka berpegangan tangan, maka berguguranlah dosa suami istri itu. Apa lagi suami istri melakukan hal yang lebih dari berpegangan tangan, seperti melakukan hubungan suami istri. Kamu bisa banyangkan Queen, berapa banyak dosa suami istri itu berguguran ?" ujar Orion.


"Bang Orion gak usah mendadak ustadz deh !" selah Queen. Kemudian turun dari atas tempat tidur, berjalan masuk ke kamar mandi.


Ibadah sih ! ibadah, kalau dua sampai tiga ronde semalam, tubuh Queen juga bisa remuk kali.


Orion yang di tinggalkan Queen pun, turun dari atas tempat tidur, melangkahkan kakinya menyusul Queen masuk ke dalam kamar mandi.


Waktu berlalu


Queen dan Orion sama sama melangkahkan kaki mereka menuruni anak tangga rumah mereka kelantai bawah, menuju ruang makan. Sampai di meja makan, di sana sudah terhidang sarapan untuk mereka berdua, Queen pun menarik kursi untuk Orion, kemudian menarik kursi untuknya, lalu duduk.


"Hari ini rencana bang Orion apa ?" tanya Queen, kemudian menyuapkan mie goreng ke mulutnya.


"Assalamu alaikum...!" seru seseorang masuk ke dalam rumah mereka tiba tiba.


"Walaikum salam !" balas Orion dan Queen barengan sambil menoleh ke arah orang yang datang ke meja makan.


"Selamat pagi kakak ipar yang cuantik !" sapa Reyhan mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi meja makan yang bersebrangan dengan Queen dan Orion. Ya ! Reyhan adik pertama Orion lah yang datang pagi pagi ke rumah mereka.


"Selamat pagi juga adik ipar yang jelek !" balas Queen mengejek.


"Bang Orion..!" rengek Reyhan manja, mengadu kepada abangnya. Orion hanya memutar bila matanya malas. Kenapa pula sifat adiknya itu selalu saja sok manja dari dulu.


"Eh ! nak Reyhan !" sapa Bu Uul, melihat Reyhan duduk di kursi meja makan.


"Eh ! Bu Uul !, Bu Uul masak apa ?, Reyhan mau sarapan." balas Reyhan sekalian bertanya dan meminta makanan.


"Mie goreng !, apa nak Reyhan mau ?, biar Ibu ambilin." jawan Bu Uul


"Bang Reyhan gak usah di kasi makan bu Uul !, badannya sudah gede, jadi gak perlu makan lagi" ujar Queen, bercanda.


"Bang Orion...!" adu Reyhan lagi.


"Idih ! sok manja !" cibir Queen. Orion diam aja, sibuk dengan makanan di piringnya. Reyhan pun mengerucutkan bibirnya, karna di kacangi abangnya Orion.


"Ini nak Reyhan ! silahkan dimakan !" ucap Bu Uul, meletakkan sepiring mie goreng di depan Reyhan.


"Cepat habiskan makananmu !, jangan sampai kita telat sampai di proyek !" perintah Orion. Kalua gak di tegasin, adiknya itu suka makan berlama lama, dan akan minta nambah.


"Bu Uul..!! bungkusin satu buat Reyhan bawa ya !" seru Reyhan, kemudian memakan cepat mie goreng di piringnya.


"Badan kamu sudah hampir sebesar kerbau, masih aja makan banyak banyak !" ujar Orion, geleng geleng kepala dengan adiknya yang hoby makan itu." Pantasan Sirin gak mau sama kamu !" ujar Orion lagi.


"Biarin aja !, kalau aku mau, aku bisa memaksanya menjadi milikku !" balas Reyhan terdengar berkumur kumur, karna mulutnya yang penuh makanan.


"Jangan macam macam !" tegas Orion, meski tubuh adiknya lebih besar dari tubuhnya. Orion tidak takut untuk tegas kepada Reyhan.


"Bercanda bang ! bercanda, ya elah ! baperan banget sih !" balas Reyhan, mencebikkan bibirnya.


"Bang Orion ! Queen berangkat duluan !" pamit Queen setelah makanannya habis dan mrnegak air minum dari gelasnya. Queen pun berdiri dari tempat duduknya, mendekati Orion, menyalam tangannya.


"Hati hati nyetirnya sayang !, jangan ngebut !" balas Orion, kemudian mencium kening Queen mesra.


"Iya bang !"


Queen pun pergi meninggalkan kakak beradik itu di meja makan.


"Woi Queen ! kok aku gak di salam !, biar aku juga mengecup keningmu !"Seru Reyhan, niat menggoda abangnya.


"Coba aja kalau berani !" ancam Orion, menatap tajam Reyhan.


"Bercanda bang !" Reyhan mencebikkan bibirnya.


.


.