
Queen melangkahkan kakinya dengan cepat masuk ke dalam rumah, meninggalkan Orion di belakang. Queen kesal, ia cemberut, karna Orion sama sekali tadi di sekolah tidak mau memberitahunya rumus ulangan fisikanya. Sehingga ada empat sola lagi yang tidak bisa ia kerjakan.
Queen masuk ke dalam kamar, menutup pintu dengan kencang. Queen membaringkan tubuhnya di atas kasur tanpa membuka seragan sekolahnya terlebih dahulu. Queen menyembunyikan wajahnya ke bantal, lalu menangis tersedu sedu.
Ceklek !
Queen mendengar pintu kamar di buka, ia tau itu pasti Orion. Queen pun semakin mengencangkan tangisnya.
Orion menutup pintu kamar mereka kembali dan tidak lupa menguncinya rapat rapat. Orion melangkahkan kakinya dengan santai ke arah tempat tidur.
"Abang ada penawaran untuk Queen, bagaimana kalau kita barter !."
Queen mendengus dalam tangisnya, istri menangis bukannya di buruk, di rayu dan di sayang sayang, malah ngajak barter.
"Kalau Queen gak mau, ya sudah !. Padahal abang membawa kertas ulanganmu tadi, kamu bisa menyelesaikannya di rumah" ucap Orion, melangkahkan kakinya menjauhi Queen.
"Apa ?"
Orion yang hendak mendudukkan tubuhnya di sofa, langsung menyeringai lebar.Menghadapi istri yang licik banyak akal, harus dengan akal juga, hm..!, batin Orion.
Orion kembali berjalan mendekati Queen yang sudah berubah posisi menjadi terlentang. Orion mendudukkan tubuhnya di samping Queen.
"Manjain burung hantu abang !" jawab Orion.
"Queen gak mau !" Queen kembali menukar posisi tidurnya menjadi tengkurap.
"Ya sudah !, besok abang membuat ulangan lagi" ucap Orion. Karna dua minggu ke depan, ia akan menjadi guru fisika di beberapa kelas, termasuk kelas Queen.
"Terserah Bang Orion aja!, Queen nanti mau pergi ke rumah orang tua Queen. Queen mau tinggal di sana aja. Bang Orion tinggal sendiri di sini, bang Orion jahat !" balas Queen, hidungnya sudah kembang kempes, dan dadanya sudah naik turun.
Apa maksud suaminya itu, menjadi guru, hanya mengasih soal saja, tanpa menjelaskan apa pun. Mau membuat semua orang mendapatkan nilai jelek.
"Pergi aja sana ! percuma juga Queen di sini, tapi gak kasih abang jatah" ucap Orion.
"Ya udah ! Queen pergi !"tambah marah lah hati Queen.
Queen turun dengan cepat dari atas tempat tidur, berjalan ke arah lemari, mengambil kopernya dari atas lemari. Queen membuka pintu lemari bajunya, kemudian mengambil bajunya dengan asal, memasukkannya ke dalam koper.
"Yakin mau pergi ?, ntar abang nikah lagi, Queen mogok makan sampai masuk rumah sakit." ucap Orion dengan nada meledek.
"Abang Orion jahat !!!" teriak Queen sambil menangis kencang. Istri mau minggat bukannya di cegah, malah di takutin.
"Queen lah yang jahat!, gak lihat nih ! burug hantu abang tersiksa karna Queen gak kasih jatah !. Mau Queen, ntar dia terbang ke sangkar lain" ancam Orion.
Sepertinya Orion sudah kehabisan akal membujuk Queen, supaya mau memanjakan burung hantunya.
"Pergi sana !!! Queen gak peduli !!!, bang Orion jahat !!!. Queen aduin sama Mama Bunga !" anjam balik Queen.
"Aduin aja ! Abang pergi lagi keluar Negri !, di sana banyak cewek cewek cantik dan seksi !" balas Orion tidak mau kalah. Enak saja ! dia terus yang mengalah sama Queen.
"Bang Orion jahat !!!" tangis Queen, melempar semua baju bajunya ke arah Orion. Tidak puas dengan itu, Queen mendekati Orion, dan langsung manarik kuat rambut Orion.
"Queen akan bunuh bang Orion !! kalau bang Orion pergi sama cewek lain !!" tangis Queen, semakin menarik kuat rambut Orion.
"Sakit Queen !!" keluh Orion, berusaha melepas tangan Queen dari rambutnya.
"Bang Orion jahat !!!"
"Makanya kasih abang jatah, biar abang gak jahat, gak pergi sama cewek lain" ucap Orion.
"Tapi Queen gak pengen !" balas Queen.
"Awas kalau gitu ! , biar abang minta jatah sama cewek lain." Orion menjatuhkan pelan tubuh Queen ke atas kasur. Menggigit tangan Queen supaya Queen melepas rambutnya.
"Bang Orion jahat !!!" teriak Queen, kemudian menangis sampai cigukan.
"Iya !! abang jahat !!, tapi kamu istri apa !!? menelantarkan suaminya !!." balas Orion meninggikan suaranya, membuat Queen langsung terdiam.
"Tujuh Tahun abang menahannya Queen !, masa sekarang kamu menyuruh abang menahannya lagi dan lagi ?. Aku tau kamu lagi hamil, tapi abang hanya meminta sesekali saja, masa kamu sama sekali gak mau ngasi ?. Abang laki laki normal Queen, mengerti lah !" ucap Orion, merendahkan nada bicaranya.
Kenapa istrinya itu keras kepala sekali, tak bisa di bujuk rayu, egois, ingin menang sendiri.
"Tapi Queen...gak..pengen..gak selera.., Queen juga gak gau..kenapa..Bang..!" jawab Queen terbata.
Orion mengusap kasar wajahnya,Astagfirullahal 'azim !, batinnya. Karna sudah membentak Queen, menyakiti hati Queen.
Orion membaringkan tubuhnya di samping Queen, menarik Queen ke dalam pelukannya.
"Maaf !" ucap Orio, tangannya menghapus air mata Queen dari pipinya. Kemudian mencium kening Queen dan pipinya. Namun Queen masih terdengar cigukan, Orion menyesal di buatnya.
"Mamafin abang !" ucap Orion lagi.
Orion tidak mengangka, rencananya mengajak bernegosiasi, berujuk pertengkaran. Awalnya ia kira Queen merajuk dan menangis, hanya akal akalan Queen. Ternyata Queen merajuk sugguhan berujung kemarahan.
"Bang..Orion..jahat..!"
Tanpa permisi, Orion mengecup bibir Queen yang sudah merah dan membesar. Lagi dan lagi Orion mengecupnya, karna tidak ada penolakan dari Queen, Orion pun perlahan melu***nya. Perlahan tangan Orion menjalar kemana mana. Sampai Queen merasa bra yang di pakainya melonggar.
"Abang sangat kangen Queen !, boleh ya !" ucap Orion lembut, saat ia melepas pagutannya.
Queen yang tak berani menolak, menganggukkam kepalanya.
"Abang sangat mencintaimu Queen, hanya sama kamu abang mengharapkannya Queen" rayu Orion menempelkan kening mereka. Kemudian Orion mencium kening Queen, memulai percintaan mereka.
Suhu ruangan berpendingin itu pun berubah menjadi panas, mengimbangi panasnya pancaran sinar matahari dari langit. Queen yang semula enggan, kini malah kehilangan kewarasan seperti orang kesurupan.
Dasar cewek muna !, cibir Orion dalam hati. Harus di ajak berantem dulu baru patuh rupanya !, batinnya lagi. Melihat Queen menikmati permainannya dengan hikmat tiada tara.
Waktu berlalu terasa cepat, tanpa mereka sadari, mereka sudah bergulat lebih dari satu jam. Keduanya sudah sama sama lelah tak berdaya, dengan dada kembang kempes, seperti insang ikan yang tidak mendapat pasokan air di kolam ikan pak Maman, karna musim kemarau panjang.
"Trimakasih sayang !" ucap Orion dengan sisa sisa napasnya. Menarik Queen ke dalam pelukannya, kemudian mencium kening Queen penuh rasa.
Queen mendongakkan kepalanya ke wajah Orion.
"Queen mau lagi !" ucapnya tanpa ada rasa malu.
"Mau lagi apa ?" tanya Orion, kura kura dalam perahu, padahal mau juga.
"Burung hantu abang !" jawab Queen tanpa basa basi.
"Dia masih bobo ! kecapean" balas Orion, dan Queen langsung memanyunkan bibirnya. Orion pun tertawa cekikikan.
.
.
Di tempat lain
"Dimana anak itu ?, mengurus perusahaan tidak becus !" marah Pak Sanjaya orang tua Zoya yang sudah tidak muda lagi.
"Ya Tuhan !, kenapa anak itu ceroboh sekali, rahasia perusahaan bisa bocor" Pak Sanjaya memijat pelipisnya, karna kepalanya terasa pusing, sepertinya darah tingginya naik, memilirkan putri semata wayangnya yang tidak menikah sampai sekarang, mengurus perusahaan pun tidak beres.
"Entahlah Pah ! Zoya semakin tidak bisa diatur semenjak keluar dari penjara dulu" desah istrinya Pak sanjaya.
"Anak itu pun menghilang entah kemana ?" ucap Pak Sanjaya lagi, terdengar frustasi. Ia sudah tak mampu lagi mengurus perusahaan, karna sudah sangat tua dan penyakitan, malah putrinya berulah, tambah sakitlah kepala Pak Sanjaya.
"Sudah lah Pah !, mending kita pulang ke Indonesia saja. Mama rasa uang tabungan kita cukup untuk biaya hidup kita di sana. Biarkan saja perusahaan itu hancur. Zoya sendiri tidak memikirkan itu, padahal itu untuknya. Mending kita tidak mengurusi anak itu lagi, dia juga sudah mulai tua, tapi dia sendiri tidak berpikir. Mending kita tinggal di kampung saja, menikmati hidup masa tua kita dengan tenang" ucap istrinya lagi.
Pak Sanjaya diam, sambil memikirkan apa yang di katakan istrinya.
"Iya Ma ! Papa rasa juga seperti itu. Papa sudah lelah Ma memikirkan anak yang tak punya otak itu" balas Pak Sanjaya.
Sedih ! memikirkan dirinya yang berhasil mendirikan perusahaan, tapi sayang, ia gagal mendidik putrinya sendiri untuk menjadi orang benar. Pak Sanjaya pun hanya bisa menghela napas pasrah.
.
.
"Lepaskan saya !!!" teriak Zoya, saat dua orang laki laki menyeret tubuhnya, menghempaskannya ke ruangan bawah tanah. Ruangan itu hanya berukuran dua kali satu meter setengah, dan ada kamar mandi di dalamnya.
"Percuma kamu berteriak, ruangan ini, ruangan bawah tanah, di buat khusus untukmu" ucap salah satu pria itu.
"Siapa bos kalian ?" tanya Zoya." lepaskan saya, aku bisa membayar kalian lebih" tawar Zoya dengan percaya dirinya.
"Anda mampu membayar kami berapa nyonya ?" tanya Pria itu." bagaimana jika dengan tubuhmu ?" tawarnya balik.
"Aku akan membayar kalian dengan uang dan tubuhku, tapi kalian harus melepaskan aku dan kalian menjadi suruhanku !" jawab Zoya.
"Baiklah ! kalau begitu kita bersenag senag dulu !" ucap Pria itu, menyeriangai lebar.
"Baiklah !" balas Zoya, kedua pria itu pun tersenyum licik.
Waktu berlalu
Zoya sudah lemah terkapar di lantai kramik yang dingin tanpa alas. Kedua pria itu sama sama tertawa terbahak bahak setelah menuntaskan hasrat mereka.
"Trimakasih nyonya ! kami pergi dulu !" ucap pria itu." Kami memang sudah di bayar untuk menjadi pesuruhmu disini, kami tidak membutuhkan uangmu lagi" ucap pria itu lagi. Kemudian mengunci ruangan itu, lalu pergi dengan temannya.
Zoya meringis merasa sakit di sekujur tubunya, karna perbuatan kedua pria itu.
Siapa sebenarnya bos mereka, ini di luar negri, di sini saya tidk mempunyai musuh. Hanya Arya dan keluarganya yang mengincarku, aku rasa tidak mungkin mereka mampu membayar orang suruhan di sini. Batin Zoya
Dia tidak tau anak pertama dari Arya dan Bunga itu, Pernah menjadi CEO di salah satu cabang perusahaan besar di luar Negri. Tentu pemilik perusahaan itu memiliki banyak orang orang suruhan. Orion bisa meminta bantuan kepada orang orang itu. Karna sampai sekarang Orion masih lah di pakai untuk melindungi data data rahasia perusahaan yang pernah di pinpinnya.
Selama menjadi CEO, Orion berhasil membuat perusahaan bosnya semakin maju dan berkembang pesat. Dan dari sana Orion mendapatkan penghasilan yang besar, dan Orion juga sudah berhasil menanamkan sahamnya di perusahaan pemilik kampusnya dulu, walau hanya nol koma sekian persen. Itu sudah bisa menunjang kehidupannya bersama Queen.
.
.