
Queen keluar dari gerbang rumahnya, menyebrang jalan ke rumah yang ada di sebrang rumahnya. Sudah rapi dengan seragam merah putihnya, dengan dandanan wajah hanya dupoles dengan bedak baby, rambut panjangnya di kuncir dua diikat dengan ikat rambut berwarna kuning, lengkap dengan tas ransel berwarna kuning juga di punggungnya.
"Mau nebeng lagi ?" tanya Arsenio
"Iya !" jawab Queen, langsung membuka pintu mobil Orion, duduk di kursi penumpang depan.
Arsenio memutar bola matanya malas, lalu membuka pintu kursi penumpang belakang dan langsung masuk. Queen selalu ikut nebeng, setiap Orion abangnya yang akan mengantar mereka ke sekolah. Padahal Ibunya juga setiap hari pergi mengantar Ghaisan adiknya ke sekolah.
Tak lama kemudian, Orion datang bersama Darren di gendongannya. Pagi ini Orion ada jadwal kuliah pagi, Sekalian ia mengantar adik adiknya ke sekolah. Orion terlihat sangat hot brother , sangat menyanyangi adik adiknya. Membuat Queen semakin mengagumi Orion dengan segala ketampanannya.
Orion pun memasukkan Darren ke dalam mobil,duduk di belakang bersama Arsenio. Setelah menutup pintunya, Orion memutari bagian depan mobilnya, membuka pintunya, langsung masuk duduk di kursi kemudi.
"Sewa batu ikut lagi !" decak Orion, bercanda, melihat Queen duduk di kursi penumpang depan.
Queen mengerucutkan bibirnya,"Aku sudah bilang !, aku akan terus mengganggu bang Orion. Sampai bang Orion putus sama si Kezia Kezia itu !" ucapnya kesal.
"Kalau kamu ingin, abang mau sama kamu, Cium bibir Abang !" ujar Orion. Orion membulatkan bibirnya, menyosor ke arah Queen.
Queen langsung menjauhkan kepalanya sembari menggeleng gelengkannya. Meski Mamanya Vani menyuruhnya selalu mengganggu Orion, Vani juga mengingatkan Queen, supaya jangan mau di cium bibirnya sama Orion, atau laki laki manapun.
"Itu syaratnya, supaya Abang mau sama Queen" ucap Orion lagi, tersenyum. Kemudian melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah. Orion tau Queen tidak akan mau melakukan itu. Dan Orion juga hanya bermaksud menggoda Queen, dan ia juga tidak akan membiarkan Queen melakukan itu. Karna Queen sudah dianggapnya adik sendiri.
"Kata Mama sekarang belum boleh!" ujar Queen.
"Ya sudah kalau gak mau !" balas Orion.
"Kata Mama Itu berdosa, bisa masuk neraka !" ujar gadis polos itu.
"Kalau begitu, Abang sama Kezia aja" ucap Orion.
Queen menajamkan netranya ke arah Orion yang sibuk menyetir di sampingnya, dengan mata berkaca kaca, hidungnya kembang kempes, dadanya naik turun, bibirnya mengerucut. Queen marah, Queen cemburu, rasanya ia ingin mencakar wajah si Kezia Kezia itu.
"Abang Orion jahat !" lirih Queen.
Orion melihat sebentar ke arah Queen, kemudian kembali pokus memperhatikan jalan di depannya lagi. Orion menarik napasnya dalam, lalu mengeluarkannya perlahan. Bingung bagaimana caranya berbicara sama gadis kecil di sampingnya itu, supaya Queen mengerti. Kalau mereka tidak mungkin bisa menjalin hubungan, layaknya orang dewasa, Queen masihlah anak anak.
Orion mengangkat satu tangannya, mengusap kepala Queen dari belakang. Karna melihat wajah Queen yang meneduh, seperti ingin menangis.
"Iya ! Abang mau sama Queen, mulai hari ini kita pacaran. Tapi ada syaratnya !, Queen harus rajin belajar. Queen harus mendapat nilai yang bagus di sekolah." ujar Orion
Mungkin dengan cara seperti itu, Queen berhenti mengganggunya. Untuk sementara, sepertinya Orion tidak akan membawa Kezia main ke rumahnya. Orion yakin, semakin Queen tambah besar pikirannya akan semakin dewasa, tidak terpengaruh lagi dengan hasutan Mamanya. Dan Orion yakin, perasaan cinta Queen hanyalah cinta sesaat. Queen sendiri pun belum mengerti apa itu mencintai. Queen masih sangat kecil, mungkin saja itu adalah pertanda Queen akan balik dewasa, mulai mangalami masa puberitas pertamanya. pikir Orion
"Benaran Bang ?" wajah Queen langsung sumiringah, Queen pun langsung memeluk Orion dari samping.
"Iya pacar kecilku..!" jawab Orion, mengembangkan senyumnya.
"Iya bang ! Queen akan rajin belajar !" ucap Queen antusias.
Semoga saja, setelah Queen memasuki usia remaja. Queen melupakan kegilaannya untuk menjadikanku calon suaminya.Batin Orion
"Aku mencintai Bang Orion !" ucap Queen lagi dengan wajah bersinar cerah. Tersenyum sampai menampakkan gigi giginya yang berjejer rapi.
Deg !
Tiba tiba jantung Orion berdetak kencang, melihat senyum Queen, wajahnya terlihat sangat cantik.
Ada apa dengan jantungku ?, batin Orion, kemudian menelan salivanya dengan bersusah payah. Orion menarik napas dalam lalu mengeluarkannya perlahan, untuk menetralkan detak jantungnya. Kemudian menghentikan laju kenderaannya, karna sekolah Queen Arsen dan Darren sudah sampai.
"Iya Bang !" jawab kedua bocah itu meletakkan handphon mereka di kursi, karna tidak boleh membawa handphon ke sekolah. Arsen pun membuka pintu di sampingnya dan langsung turun di ikuti Darren.
"Ayo Queen ! kamu juga turun !" suruh Orion, karna Queen masih duduk di sampingnya.
"Iya Bang !, nanti pulang sekolah jemput Queen ya !" seru Queen setelah ia turun dari dalam mobil, kemudian menutup pintunya kembali.
Orion menghembuskan napasnya kasar, memandang ke arah Queen yang berlari memasuki gerbang sekolah. Orion gak habis pikir, bagaimana bisa gadis kecil itu mengatakan cinta kepadanya.
Sepertinya aku harus menjaga jarak darinya !, aku harus sering menghindarinya. batin Orion, melajukan kenderaannya kembali menuju kampus.
.
.
"Sirin...!" panggil Queen, berlari ke arah Sirin yang berjalan di lorong sekolah dengan wajah berbinar dan langsung memeluk Sirin.
"Abang Orion sudah menerimaku !, katanya mulai hari ini kami pacaran!" bisik Queen ke telinga Sirin.
"Oya ?" Sirin melepas pelukan mereka, kemudian memandang wajah Queen yang berbinar, mengangguk anggukkan kepalanya. Sirin turut senang mendengar kabar gembira sahabatnya itu.
"Tapi Bang Orion memintaku harus rajin belajar, dan nilai nilaiku harus bagus !" ucap Queen lemah.
"Nilai nilaimu 'kan sudah bagus, meski gak dapat juara !" balas Sirin, sedikit mengejek sahabatnya itu.
"Iya juga sih !" Kedua bocah polos itu pun berjalan masuk ke dalam kelas mereka, sambil berbincang bincang.
"Kamu sama bang Reyhan gimana ?" tanya Queen kepada Sirin.
"Aku gak suka bang Reyhan !, aku sukanya sama Arsen" bisik Sirin ke telinga Queen.
"Kenapa ?, kamu 'kan di jodohinnya sama bang Reyhan" tanya Queen.
"Aku gak suka yang tua !" jawab Sirin
"Arsen mah ! bandel, suka berantam, sok jagoan" ucap Queen.
"Tapi itu terlihat keren !" bela Sirin
Sirin sangat menyukai Arsen, terlihat maco saat berantem adu jotos dengan teman satu sekolah mereka. Arsen bisa menumbangkan lawannya tiga sekaligus. Arsen benar benar keturunan Bunga banget.
"Lebih keren Bang Orion !, ganteng, pinter, baik dan penyayang" bangga Queen.
"Sepertinya Arsen juga penyayang !" Sirin pun gak mau kalah, untuk memuji Arsen cowok yang dia sukai.
"Tapi Arsen umurnya di bawahmu !, masa kamu mau pacaran sama adik kelas ?" ujar Queen.
"Gak apa apa !, dari pada sama Bang Reyhan, tua !" balas Sirin.
"Terserahmu lah mau sama siapa !, kalau aku sih Bang Orion."
Tak lama mereka duduk di bangku mereka masing masing. Guru yang akan mengajar di kelas mereka pun masuk.
.
.