
"Assalamu alaikum !, ini makanannya !" ucap elang sembari melangkahkan kakinya ke arah sofa, dan meletakkan kantong besar berisi makanan di atas meja. Tiba tiba..
"Oek !"
Sontak saja ke empat orang tua itu menoleh ke arah Orion. Kemudian mereka saling berpandangan, dengan pikiran masing masing.
"Oek oek !"
Lagi Orion merasakan perutnya mual, ia pun menutup hidung dan mulutnya dengan telapak tanganya.
"Itu makanan apa ? bau sekali !" tanya Orion terdengar kumur kumur, karna berbicara dengan menutup mulutnya.
"Sop daging !" jawab Elang.
"Cepat bawa ke belakang !" galak Orion. Kepalanya pusing mencium aroma amis yang bercampur bawang bawangan itu, membuat emosinya naik.
"Bang Orion kenapa sih ?, itu aja marah" kesal Elang. Ia pun mengambil kantong plastik itu dari atas meja, membawanya ke dapur.
Orion pun membuka hidung dan mulutnya, menarik napas dalam mengeluarkannya perlahan, kemudian memijit pangkal hidungnya untuk menghilangkan rasa pusing.
Mama Vani dan Mama Bunga, mereka sudah senyum senyum tak jelas. Sambil tangan mereka sama sama mengusap usap kepala Queen.
"Mama sama Mama Bunga kenapa ?" heran Queen.
"Gak apa apa sayang !, kami hanya lagi senang aja !" jawab Mama Bunga.
"Kenapa kalian senyum senyum ?" tanya Queen lagi.
"Kapan kamu terakhir datang bulan ?" tanya Mama Vani. Tidak sabaran menunggu berita bagus dari putri dan menantu idamannya itu.
"Kenapa Mama nanya begitu ?. Queen belum telat bulan, masih ada lima hari lagi. Lagian kami selalu pakai pemgaman, gak mungkinlah Queen hamil" jawab Queen, mengerti kemana arah pertanyaan Mama Vani. Membuat kedua wanita yang tak lagi muda itu menghela napas lemah.
"Kamu sakit apa Orion ?, semenjak kapan kamu seperti itu ?" tanya Papa Arya. Ia juga curiga, mungkin Queen hamil, Orion yang mengalami ngidam, seperti dulu saat ratu sejagat mengandung Orion, Papa Arya juga mengalami ngidam mual dan muntah.
"Sudah seminggu ini Pah !, Orion juga gak tau, Orion sakit apa" jawab Orion, masih memijit pangkal hidungnya.
"Sudah periksa ?" tanya Papa Arya lagi.
Orion menggelengkan kepalanya." Orion mual hanya saat mencium aroma makanan tertentu Pah !, dan Orion juga merasa tubuh Orion baik baik aja" jawabnya.
Kembali wanita paruh baya itu mengembangkan senyum mereka. Mereka sudah yakin, kalau sebentar lagi mereka akan dapat cucu.
"Elang..!!!" panggil ratu sejagat dengan suara teriakannya.
"Iya Ma !!! ada apa !!! Elang lagi makan Ma !!!" balas Elang dari arah meja makan.
"Ya ampun ! anak itu !, gak ada sopannya makan duluan gak ngajak ngajak orang tua" grutu ratu sejagat.
Sirin, Kania dan Diana yang ketiduran di sofa ruang keluarga, pun terbangun mendengar suara teriakan yang bersahut sahutan.
"Kita lagi dimana Sirin ?" gumam Diana, malas membuka matanya karna masih ngantuk.
"Seingatku kita di rumah Queen!" jawab Sirin.
"Bau makanan, lapar !, bangun yuk ! kita makan !" gumam Kania.
"Iya ! aku juga sudah lapar !" sambung Sirin.
"Aku juga !, tapi tadi yang teriak suara siapa ?, sepertinya bukan suara Queen deh !" timpal Diana.
"Sepertinya suara Mama Bunga !" jawab Sirin, sudah sangat hapal dengan teriakan ratu sejagat.
"Kita ketiduran, kok Queen gak bangunin kita ya ?. Apa mereka belum selesai acara makan burung hantunya ?" tanya Diana lagi.
"Gak tau !" jawab Sirin." kita bangun yuk !" ajak Sirin, kemudian membuka matanya.
"Ayok !" balas Kania dan Diana, sama sama membuka mata mereka.
"Bang Elang" ucap Sirin. Melihat Elang makan di meja makan yang menyatu dengan ruang keluarga. Kemudian Sirin langsung berdiri dari sofa, berjalan ke meja makan, di ikuti Diana dan Kania.
"Wah ! ada sop danging, Bang Elang yang beli ini semua ?. Bang Elang tau kami di sini ?" tanya Sirin dengan percaya dirinya, ia pikir semua makanan itu di beli untuk mereka.
Tanpa basa basi, Sirin, Kania dan Diana mengambil piring masing masing. Kemudian mengisinya dengan nasi dan sop daging yang di beli Elang.
"Eits !" Elang langsung menangkap tangan Sirin, yang akan membuka kotak sop yang masih tersegel." Kalian makan yang ini !" tunjuknya ke kotak sop yang sudah ia buka.
"Dagingnya tinggal sedikit, tinggal kuah sama sayurnya aja !" ucap Sirin cemberut.
"Tapi kami 'kan ! mau dagingnya juga. Masa makan hanya pakai nasi sama kuah" bantah Sirin.
"Kalian gak bagus makan daging, nanti bisa obesitas" ujar Elang.
"Mama Bunga !!! Papa Arya !!! bang Elang gak bolehin kami makan !!!" adu Siri berteriak.
"Sirin di sini Queen ?" tanya Mama Bunga, mendengar teriakan putri dari mantan terindahnya itu.
"Aduh ! gawat !" Queen langsung saja berlari ke arah ruang makan, tanpa menjawab pertanyaan Mama mertua gesteknya.
Queen kawatir, makanan yang di beli Elang dari luar, bisa di makan ketiga berang berang bertubuh sama sama kurus itu.
"Sayang !!! jangan berlari !!!" teriak Mama Vani. Kawatir jika benar Queen sedang berbadan dua. Bida berabe kalau Queen terjatuh.
"Gan ! sana beli tespek !" suruh ratu sejagat kepada sahabat sekaligus besannya itu.
"Enak aja nyuruh nyuruh !, kenapa gak kau suruh aja suamimu !" ketus Papa Gandi.
Mama bunga mencebikkan bibirnya." yang hamil 'kan putrimu !."
"Yang hamilin juga anakmu !" balas Papa Gandin, kesal. Kadang belum terima cinta putrinya sudah berbagi dengan pria lain.
"Kenapa putrimu mau ?" ujar Mama Bunga. Membuat Gandi esmosi jiwa, ingin menguliti ratu sejagat lalu melemparnya ke penangkaran buaya. Sudah tua juga, masih saja sifat tengil ratu sejagat tidak hilang.
"Ma ! Orion lapar, ingin makan pempek !"ujar Orion tiba tiba. Membayangkan rasa kuah yang ada asem asemnya membuat Orion ngiler sendiri.
Ke empat orang tua itu kembali menajamkan pandangan mereka kepada Orion. Mama Bunga ia berdiri dari tempat duduknya, berjalan mendekati Orion.
"Anak Mama yang tampan bin ganteng ini, pengennya yang Mama buatin apa yang di beli ?" tanya ratu sejagat lembut, lebay, tangannya membelai wajah buah cintanya dengan guru galak itu.
"Buatan Mama dong !" jawab Orion tersemyum, memeluk pinggang ratu sejagat yang berdiri di sampingnya.
Ratu sejagat membungkukkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya ke telinga Orion. "Jujur sama Mama !, apa kamu menjebak Queen ?" bisiknya.
"Maksud Mama ?" bingung Orion, menjebak apa maksud Mamanya.
"Bukankah kalian lagi menunda punya anak ?, kenapa Queen bisa hamil ?" bisik Mama Bunga lagi.
"Hamil ???"
"Ikh..! kenapa sih kamu mendadak bodoh !" kesal Mama Bunga, dan langsung melangkahkan kakinya ke arah dapur. Meninggalkan penuh pertanyaan di kepala Orion.
Maksud Mamanya menjebak apa ?, Orion tidak ada sama sekali melakukan penjebakan. Hamil ?, Orion selalu pakai balon, baru tadi yang gak pakai, gak mungkin Queen bisa hamil. Apa maksud ratu sejagat yang sudah melahirkan samapi enam kali itu.
Sampai di ruang makan, Mama Bunga berkacak pinggang menahan ke gemasannya melihat tujuh bocah duduk di meja makan, makan dengan lahap dari piring masing masing. Bisa bisanya mereka makan diam diam gak ngajak orang tua.
"Siapa yang nyuruh kalian makan ? Ha !" galak Bunga, jiwa tomboy nya lagi kumat.
"Perut dong ratu sejagat tercantik sedunia !" Sirin yang menjawab.
"Dasar ! kalian anak anak durhaka !" gemas Mama Bunga.
"Ya sudah ! kalian lanjut makannya, kalian habisi itu semua, Mama sama Papa akan makan di restoran bintang lima, babay...!" ucap Mama Bunga, memutar tubuhnya kembali ke ruang tamu.
"Ma ! pempeknya mana ?" tanya Orion, melihat Mamanya kembali dari dapur.
"Pesan aja ya !, buatnya lama sayang, ntar kamu keburu lapar" jawab Mama Bunga beralasan, padahal sebenarnya dia lagi malas.
"Mama Bunga ! kami ikut makan di restoran. Bang Elang kasi kami cuma makan nasi sama kuahnya aja !" Rengek Sirin datang dari dapur dengan piring yang berisi nasi dan kuah sop di tangannya.
"Sirin !!! cepat bawa ke belakang makananmu itu !!! Oek oek oek !" teriak Orion, kemudian mengkoak ingin muntah tapi tidak ada yang keluar.
"Kenapa sih Bang Orion ?, marah marah mulu kerjanya" Kesal Sirin, memutar tubuhnya, berjalan kembali ke meja makan.
"Kalian periksalah ke Dokter !" tutur Papa Arya, yakin dengan kecurigaannya kalau menantunya sedang berbadan dua.
.
.
Queenara