
"Bang Orion ! bangun !"
Ya Tuhan ! badannya panas sekali, bang Orion demam!. Bati Queen, merasakan tubuh Orion sangat panas, saat menyentuhnya, untuk membangunkan Orion yang bermimpi, mengigau sambil menangis.
Queen langsung bergegas turun dari atas tempat tidur, melangkahkan kakinya keluar kamar, turun ke lantai bawah, untuk mengambil baskom, dan handuk kecil, untuk mengompres Orion yang demam.
Setelah mendapatkannya, Queen langsung kembali ke dalam kamar. Queen masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil air hangat, dan langsung keluar. Mendengar Orion terus mengigau sambil menangis, membuat Queen tersenyum getir. Orion sampai terbawa mimpi dengan masalah rumah tangga mereka.
Akulah yang memintamu untuk menjadi suamiku bang Orion. Seperti apa dan bagaimana pun kamu. Aku akan terus mencoba menerimamu. Karna apa ?, karna aku mencintaimu. Batin Queen, dengan hati yang teriris. Queen pun menempelkan handuk kecil yang sudah di celumpak ke air hangat itu ke kening Orion, kemudian mendudukkan tubuhnya di samping Orion.
Orion sudah mengakui dirinya yang sudah tak suci lagi, dan menceritakan kenapa bisa terjadi. Orion juga sudah memperlihatkan rekaman cctv club tempatnya terkena minuman bercampur obat sialan itu. Yang membuatnya sampai tak sadarkan diri. Sampai di situ saja, untuk rekaman cctv apartemennya, Orion sendiri sudah menghapusnya, karna tak ingin melihatnya lagi.
"Bang Orion ! bangun !" ucap Queen terus mencoba membangunkan Orion dari mimpi buruknya.
Queen mengambil handuk kecil itu dari kening Orion dan mencelupkannya kembali ke air hangat di, kemudian melapkannya ke wajah dan leher Orion yang berkeringat. Setelah mencelupkannya lagi, queen menempelkannya kembali kekening Orion.
"Bang Orion !" panggil Queen lagi, menggoyang goyang lengan Orion. Namun Orion masih betah di alam mimpinya.
Pandangan Queen meneduh, mendengar suaminya itu terus bergumam. Queen memgambil satu tangan Orion, membawanya ke bibirnya, mengecupnya, lalu menempelkannya ke pipinya.
Tak mudah menerima kenyataan, Tapi ketulusan cinta Queen mengalahkan segalanya. Queen yakin, bang Orionnya tidak menghianatinya, yang terjadi itu hanyalah sebuah musibah.
Katakanlah Queen bodoh, jika ia berada di posisi Orion. Mungkin Queen juga akan memohon mohon kepada Orion untuk tetap menerimanya. Apa lagi keadaan wanita yang tidak suci lagi, tidak bisa sama sekali di tutupi.
Karna Orion tak juga terbangun, Queen pun membungkukkan tubuhnya ke wajah Orion. Menempelkan bibir mereka. Queen melu*** bibir Orion dengan kasar, dan sesekali menyesapnya. Karna Orion tak juga terbangun, akhirnya Queen pun menggigit kecil bibir bawah Orion. Sehingga berhasil membuat Orion terbangun, Queen pun melepas ciumannya.
"Queen !" gumam Orion, melihat wajah Queen tepat berada di atas wajahnya.
"Bang Orion mimpi apa ?, sampai membuat bang Orion mengigau, menangis dalam mimpi bang Orion." tanya Queen." Dan bang Orion juga demam."
Orion diam, memandangi wajah Queen sambil mengingat ingat mimpinya.
"Queen ! abang tidak menceraikanmu 'kan ?. Kamu gak ada 'kan minta cerai dari abang ?" tanya Orion balik. Rasanya mimpinya seperti nyata, Queen meminta cerai darinya, dan ia pun langsung mengabulkannya.
Queen melengkungkan bibirnya ke atas," bang Orion hanya bermimpi, buktinya kita masih berada di kamar yang sama, dan tidur di kasur yang sama" jawab Queen.
Orion mengulurkan tangannya, mengambil satu tangan Queen, menggenggamnya erat. Menatap Queen dengan pandangan meneduh." Abang mohon Queen, jangan pernah meminta cerai dari abang. Abang berjanji, akan menjaga diri abang lebih hati hati lagi untukmu. Abang sangat mencintaimu Queen !. Abang tidak bermaksud untuk membohongimu. Selama ini abang di hantui rasa takut Queen. Takut kamu tidak menerima abang, takut kehilanganmu Queen. Maafkan abang Queen."
"Kamu tidak bersalah bang Orion !, itu adalah musibah. Kesalahan bang Orion adalah menginjakkan kaki ke tempat maksiat itu. Mungkin itu teguran Tuhan untuk bang Orion, supaya tidak menginjakkan kaki ke tempat seperti itu lagi."
"Apa Queen ikhlas menerima abang yang sudah kotor ini ?. Bahkan abang sendiri sebenarnya jijik dengan diri abang sendiri."
Queen mengulurkan satu tangan ke wajah Orion, dan membelainya lembut.
"Jika ada orang mengaku dirinya besih dan suci, itu lebih menjijikkan bang Orion. Lantas kenapa Queen tidak menerima bang Orion ?, hanya karna mengaku tidak suci. Apa ada manusia yang tak berdosa ?."
Tak bisa berkata kata lagi, Orion mendudukkan tubuhnya, langsung memeluk Queen erat, dan menangis terharu bahagia di pundak Queen.
"Trimakasih Queen, trimakasih atas ketulusan cintamu, kebesaran hatimu" isak tangis Orion.
"Adikmu ini sangat mencintaimu bang Orion !" Queen membalas pelukan Orion. Abang yang menyayanginya sejak kecil.
"Abang lebih sangat mencintaimu Queen" balas Orion.
Orion melepas pelukan mereka, kemudian menangkupkan kedua tangannya di sisi wajah Queen, lalu menghujaninya dengan ciuman. Terakhir Orion pun mengecup bibir Queen, hanya mengecupnya. Dan kembali memeluk Queen.
Kriuk kriuk krrruuukkk....!
Orion tersenyum, dan melepaskan pelukannya, mendengar perut Queen berbunyi. Tangan Orion pun beralih ke perut Queen dan mengusap usapnya lembut.
"Anak Papa lapar ya ?" tanya Orion kepada sang bayi yang masih berada di dalam perut Queen.
"Iya Papa !" jawab Queen, berbicara menirukan suara anak kecil.
"Anak Papa pengen makan apa ?" tanya Orion lagi.
"Pengen makan ayam goreng Papa !."Jawab Queen.
"Ya udah ! anak Papa sama Momy nya tunggu di sini, biar Papa Masakin ke dapur" ucap Orion. Meski kepalanya sedikit pusing dan masih mengantuk, ia harus tetap menuruti ngidam istrinya itu.
"Ikut !" manja Queen mengikuti langkah Orion keluar kamar.
Orion tidak menjawab, ia pun merangkul pinggang Queen dari belakang, setelah menutup pintu kamar mereka. Sampai di dapur, Orion pun mendudukkan Queen di kursi meja makan.
"Tunggu di sini, biar abang masakin ayamnya" ucap Orion. Mengusap kepala Queen, kemudian berjalan ke arah dapur masak, membuka kulkas megambil Ayam dari dalamnya.
Setelah selesai, Orion pun membawanya ke meja makan, bersama nasi putih, lengkap dengan sambal dan lalapannya.
"Sayang ! ayo bangun, ayamnya sudah masak" ucap Orion, menyentuh bahu Queen setelah meletakkan piring di tangannya ke atas meja.
"Sudah ya !, Queen makannya di suapin ya !" balas Queen, mengangkat kepalanya dari atas meja.
Orion mendudukkan tubunya di samping Queen, mengambil segelas ari yang di bawanya dari dapur, meminumkannya kepada Queen.
"Ayo basahin lehernya dulu, biar gampang di sembelih !" gurau Orion tersenyum. Queen langsung mengerucutkan bibirnya. Enak saja abang Orionnya itu mau menyembelihnya.
Cup !
Satu kecupan pun Orion daratkan di pipi Queen yang mengembang." jangan buat bibirnya seperti itu sayang. Nanti abang memakanmu di sini."
"Mana ? kok dari tadi Queen gak di suapin ?" rajuk Queen.
"Ayamnya masih panad sayangku !, tunggu sebentar."
Queen yang mengantuk, pun menyandarkan kepalanya ke dada Orion.
"Telephon Boy !, Di sana belum malam 'kan ?" ucap Queen, kemudian mencium cium dada Orion yang di lapisi baju.
"Sayang ! kamu membuat burung hantu abang bangun" geram Orion, karna Queen malah menggigir besar buah dadanya.
"Makanya cepat suapin Queen makan. Anak kita sudah sangat kelaparan" ucap Queen setelah melepas gigitannya dari dada Orion.
"Iya deh ! abang suapi !" Orion pun langsung menyuapi Queen pakai sendok. Dan bergantian menyuapi dirinya, karna ikut lapar juga. Sampai nasi dan ayam gorengnya habis tak tersisa daei piring mereka.
.
.
Waktu pun berlalu, Kini Queen dan Orion sedang perjalanan ke sekolah, di setir oleh Pak Ahmad supir pribadi mereka.
Orion memgeluarkan handphonnya dari saku celana bahannya. Dan langsung menyambungkan vc kepada Boy.
"Halo Dad ! kapan menjemput Boy ?" Pertanyaan itu akan selalu pertama meluncur dari bibir mungil Boy, setiap Orion menghubunginya.
"Sebentar lagi Boy !" jawab Orion, kasihan dengan Boy yang sudah sangat merindukannya.
"Boy sudah sangat merindukan Daddy !" ucapnya dengan wajah sedih, matanya nampak berkaca kaca, bibir di tekuk ke bawah, ujung hidungnya sudah nampak memerah.
Membuat hati Orion tercubit melihatnya.
"Apa Boy ingin bicara dengan Momy ?" tanya Orion mengulas senyumnya, untuk menghibur anak yang malang itu. Bocah polos itu langsung menganggukkan kepalanya.
"Sayang !, anakmu sudah sangat ingin bicara denganmu" ucap Orion, menghadapkan layar handphonnya ke wajah Queen.
"Momy !" tangis Boy langsung untuk pertama kalinya meluhat wajah Queen, meski hanya lewat vc.
"Hai Boy ! Apa kabar anak Momy ?" melihat bocah polos itu menangis merindukannya, membuat hati Queen langsung mencolos, kasihan sekali melihat Boy, yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.
"Boy merindukan Momy !" jawab Boy.
"Momy juga !" balas Queen.
"Kapan menjemput Boy ?" tanya bocah itu lagi.
"Tidak lama lagi" jawab Queen.
"Boy ingin bersama Momy !" tangis Boy lagi.
"Boy sabar ya !, nanti kita akan tinggal bersama, Boy akan terus bersama Momy" balas Queen, tak terasa air matanya pun mengalir dari sudut matanya.
"I love you Mom !"
"I love you too Baby Boy" balas Queen tersenyum.
.
.