
Queen mengerucutkan bibirnya, melihat Orion pergi begitu saja,. Melangkahkan kakinya perlahan, sambil berpikir. Ia harus mengalahkan orang dewasa itu dengan akalnya.
Queen memutar pandangannya ke ke sekitaran mall. Entah apa yang dia cari dan ia pikir kan. Seketika senyum Queen mengembang, melihat sosok laki laki yang memakai seragam security. Queen pun melangkahkan kakinya mendekati security itu.
"Pak ! bisa minta tolong ?" tanya Queen
"Iya dek ! minta tolong apa ?" tanya balik security itu.
"Dari tadi kakakku meninggalkanku disini, aku sudah menunggunya dari tadi, tapi tidak balik balik. Bisa tolong dipanggilkan melalui pengeras suara, mana tau masih ada di sekitaran mall" jawab Queen dengan wajah memohon, di dalam hati Queen menyeringai licik.
"Aku gak bawa handphon, jadi aku gak bisa menghubunginya, tolong ya pak !, aku baru di kota ini, aku gak hapal jalan pulang !" ucap Queen lagi.
"Nama adek siapa ?" tanya security itu
"Queen Pak !"
"Nama kakaknya ?" tanya security itu lagi
"Orion !"
"Ayo tunggu di sana dek !" ajak security itu, mengajak Queen ke meja informasi yang ada di lantai tiga mall itu.
Security itu pun melaporkannya ke petugas yang berjaga di meja informasi itu. Untuk melakukan panggilan kepada saudara yang bernama Orion.
"📣Untuk saudara yang bernama Orion !!! adik anda menunggu anda di meja informasi di lantai tiga !!, bernama Queen"
Mendengar namanya di panggir menggema di seluruh ruangan mall. Orion yang sudah sampai di lantai bawah, langsung menghentikan langkahnya. Orion merapatkan gigi giginya, megeram, gemas sekali dengan bocah jadi jadian itu. Kenapa pula ia selalu kalah dengan akal licik bocah itu ?. Orion memutar tubuhnya, kembali berjalan masuk ke dalam lif.
Queen yang berdiri di depan meja informasi bersama troli belanjaannya, tampak tersenyum senyum.
Orion yang sudah sampai di lantai tiga mall itu, langsung melangkahkan kakinya ke arah meja informasi. Di lihatnya di sana Queen tersenyum senyum penuh kemenangan.
Tanpa aba aba, Orion langsung mengangkat Queen dan memasukkannya ke dalam troli belanjaan, dan langsung mendorongnya.
"Abang akan benar benar membuangmu ke hutan amazon Queen. Biar kamu di telan hidup hidup sama ular anakonda di sana" geram Orion, kemudian menoyor kepala Queen, gemas.
"Siapa suruh ninggalin Queen !, salah sendiri meninggalkan anak kecil sendirian" bela Queen, berbicara dengan bibir mengerucut.
"Kali ini Abang gak akan memberimu ampun Queen !" gerutu Orion, masih tidak terima dengan kekalahannya.
"Queen lapar, Queen mau makan !" ujar Queen, tanpa mengindahkan ucapan Orion.
"Kita pulang sekarang ! kamu makan di rumahmu aja. Duitku juga sudah habis kamu buat" omel Orion.
"Abang juga belum membeli cincin tunangan kita !" ujar Queen lagi.
"Hei bocah ! siapa pula yang mau tunangan denganmu ?" ketus Orion.
"Abang Orionlah ! siapa lagi ?" tanya balik Queen.
"Abang gak punya uang sekarang !, harga cincin mahal !" tolak Orion.
"Queen lapar !" cetus Queen, perutnya benar benar sangat lapar. Hari sudah sore, ia belum makan siang.
Orion tidak menjawab lagi, ia pun mengarahkan trolinya masuk ke dalam salah satu tempat makan di dalam mall.
"Bang Orion ! bantu Queen turun !" pinta Queen. Orion membiarkannya saja Queen berada di dalam troli.
"Mau pesan apa bang ?" tanya pelayan restoran itu kepada Orion yang sudah duduk di salah satu meja kosong.
" Ayam goreng dua, nasi dua, sop ayam satu, jus mangga satu, jus jambu satu, air mineral dua" jawab Orion.
Pelayan wanita itu pun mencatatat pesanan Orion." Itu aja bang ?, ada lagi ?" tanyanya.
"Ada lagi dek ?" tanya pelayan itu kepada Queen.
"Pesan batagor dua, burger sepuluh, ikan goreng tepung lima porsi, sop daging dua porsi, mm...! sama puding dua puluh cab, semuanya di bungkus !" jawab Queen.
Orion diam saja mendengar banyaknya pesanan Queen. Ia tau Queen memesan itu untuk kedua keluarga mereka. Setiap mereka berdua keluar jalan jalan, Queen akan selalu memesan makanan banyak untuk di bawa pulang.
"Oke ! di tunggu ya dek !" ucap pelayan itu, dan langsung undur diri.
"Bang Orion ! Queen gak bisa turun !" rengek Queen manja. Karna Orion masih saja membiarkannya di dalam troli.
"Kamu di situ aja !" balas Orion.
"Queen pengen pipis !"
"Pipis aja di situ !"
"Ya udah ! Queen pipis di celana nih !" ancam Queen.
Orion memutar bola matanya malas, banyak sekali akal bulus manusia kecil itu. Orion berdiri dari kursinya, kemudian mengangkat Queen turun dari dalam troli.
Queen langsung mendudukkan tubuhnya di kursi di samping Orion. Setelah pesanan mereka datang, mereka pun langsung menyantapnya.
.
.
Orion melajukan mobilnya menuju arah pulang, Hari sudah mulai gelap, mereka baru pulang dari mall. Karna tadi Orion singgah sebentar ke counter HP milik Papanya, untuk mengeceknya. Orion melihat Queen yang duduk di sampingnya, sudah ketiduran, sepertinya gadis kecil itu kelehan.
Sampai di depan rumah Queen, Orion membelokkan mobilnya masuk ke halaman rumah Keluarga Queen. Orion menghentikan laju kenderaannya dan mematikan mesinnya. Orion tidak langsung turun dari dalam mobil. Orion justru malah memandangi wajah Queen yang terlelap. Orion menarik kedua sudut bibirnya, melihat wajah imut Queen yang terlihat menggemaskan. Satu tangan Orion terangkat, di elusnya pipi Queen dengan jempol tangannya, Sangat terasa halus di tangan Orion.
Maafkan Abang Queen !, Abang hanya bisa menyayangimu sabagai adik.Untuk saat ini abang tidak bisa merobah keputusan abang untuk memjadikanmu pendamping hidupku, akan sangat aneh rasanya. Kecuali memang Tuhan sudah menuliskan takdir kita berjodoh di masa depan, batin Orion, tangannya mengusap usap kepala Queen. Orion pun membungkukkan tubuhnya ke arah Queen, mencium kening Queen lama.
Dug dug dug...!!!!
Jantung Orion berdetak saat mendaratkan ciuman di kening Queen.
Ada apa dengan jantungku ?, batin Queen setelah melepas ciumannya.
Orion pun turun dari dalam mobil, setelah menutup pintunya. Orion memutari bagian depan mobilnya ke arah pintu di samping Queen. Setelah membuka pintunya, Orion mengangkat tubuh Queen dari dalam mobil, menggendongnya ala bridal style, membawanya berjalan ke arah pintu rumah Queen.
"Tante Vani ! Om Gandi !" sahut Orion dengan suara kerasnya. Karna ia tidak bisa membuka pintu di depannya.
Tak lama kemudian, pintu terbuka dari dalam.
"Kalian dari mana ?" tanya Gandi setelah membuka pintunya. Kemudian mengambil Queen dari gendongan Orion.
"Dari mana lagi, kalau bukan membawa putri Om yang jelek dan menjengkelkan ini jalan jalan" jawab Orion.
"Enak saja bilang putriku jelek !, lihat saja ! kalau nanti Queen sudah besar, kamu pasti klepek klepek melihat kecantikannya." balas Gandi, membawa Queen masuk ke dalam rumah.
Orion kembali berjalan ke arah mobilnya, ke arah bagasi. Setelah membuka bagasi mobilnya, Orion pun mengeluarkan semua belanjaan Queen dari sana. Membawanya masuk ke dalam rumah Queen.
"Itu belanjaan siapa ?, banyak amat" tanya Vani, milihat Orion meletakkan tujuh buah kantong besar di lantai.
"Queen !" cetus Orion, uangnya sudah habis, untuk memanjakan selingkuhan kecilnya itu.
.
.