
Kezia datang dari arah dapur restoran, dengan membawa nampan yang berisi makanan dan minuman pesanan Queen dan Orion, ia ingin melayani sendiri tamu istrimewanya itu. Setelah sampai di meja Queen dan Orion tempati, Kezia meletakkan satu persatu hidangan yang berada di atas nampan ke meja.
"Silahkan !" ucap Kezia ramah.
"Trimakasih !" balas Orion terseyum.
"Orion apa aku boleh gabung sebentar di sini ?, ada yang ingin kubicarakan" tanya Kezia.
"Gak boleh !" tolak Queen dengan cepat.
"Sayang..! " tegur Orion, Queen mengerucutkan bibirnya kembali.
"Aku hanya ingin membicarakan cincin yang dulu. Aku sempat menjualnya untuk memenuhi kebutuhanku, saat aku pindah kuliah ke kota lain. Aku tidak akan bisa mengembalikannya lagi. Tapi aku akan menggantinya dengan duit, aku rasa aku tidak berhak memakai uang sebanyak itu dari kamu." ujar Kezia, mendudukkan tubuhnya di kursi yang bersebrangan dengan Queen dan Orion. Tanpa menghiraukan penolakan Queen.
"Aku rasa itu tidak perlu Kezia, aku ikhlas memberikannya padamu" balas Orion.
"Tapi aku akan tetap mengembalikannya !" kekeh Kezia." Dan trimakasih, dengan cincin itu aku banyak terbantu, memulai hidup baru di tempat lain. Dan aku juga minta maaf karna sempat dulu memfitnahmu !" ucap Kezia lagi.
"Aku sudah melupakan semuanya, dan sudah memaafkanmu dari dulu!" balas orion.
"Trimakasih !, apa aku boleh meminta no rekeningmu ? " ucap Kezia.
"Sini handphonmu !"balas Orion. Kezia pun langsung mengeluarkan handphonnya dari tas kecilnya yang tersangkut di bahunya, lalu memberikannya kepada Orion.
"Aku perhatiin tadi, kamu pakai kursi roda, kakimu kenapa ?" tanya Kezia kepada Orion.
Orion mengarahkan tatapannya langsung kepada Kezia." Aku mengalami kecelakaan satu Tahun yang lalu di luar Negri, dan aku mengalami patah kaki dan akhirnya lumpuh" jawab Orion sesikit mengulas senyumnya.
"Bang Orion ! Queen ingin makan di suapin !, kapan kita makannya ?, dari tadi ngobrol trus sama dia !" rengek Queen manja, menunjuk Kezia dengan dagunya. Ia tidak suka melihat Orion meladeni Kezia berbicara.
Kezia mengalihkan tatapannya ke arah Kezia, kemudian berbicara.
"Bagaimana rasanya saat berdua duaan di ganggu. Kamu dulu sering melakukan itu padaku bocah licik !"ucapnya.
"Dulu aku pernah bilang sama kamu !, kalau aku akan berhasil menyingkirkanmu dari sisi bang Orion. Buktinya aku berhasil 'kan !" balas Queen, sumiringah.
"Dengan cara licik ! pura pura sakit parah di rumah sakit. Jangan kamu pikir aku gak tau, kamu sengaja gak mau makan, supaya sakitmu tambah parah !" ungkap Kezia.
"Gak usah ngarang cerita, akui aja ke kalahanmu !" cetus Queen.
"Ngaku aja !, salah satu perawat di sana adalah tetangga rumahku dulu !" ungkap Kezia lagi.Dan Queen pun terdiam.
"Stop ! kenapa kalian malah berdebat ?" ucap Orion. Dari dulu kedua wanita beda usia itu, selalu saja sama sama mengibarkan bendera permusuhan setiap bertemu.
"Mantan bang Orion itu yang duluan !" Ketus Queen.
"Uwek !" Kezia memeletkan lidahnya kepada Queen. Membalas apa yang dilakukan Queen dulu kepadanya.
"Kalau begitu aku pergi dulu, sering seringlah mampir makan kesini, khusus untuk kalian selalu aku kasi gratis. Orion ! aku doain semoga kakimu cepat sembuh. Dan kalian cepat di karuniai momongan." pamit Kezia, setelah berdiri dari tempat duduknya.
"Amin ! doakan saja !" balas Orion, tersenyum ramah kepada mantan kekasih terindahnya itu.
Kezia menganggukan kepalanya membalas senyuman Orion. lalu membalik badannya, meninggalkan dua sejoli itu.
"Hus hus hus..! pergi sana !" usir Queen ketus.
"Sayang..! gak boleh seperti itu !" tegur Orion.
"Queen gak suka melihatnya !" cetus Queen. Entah apa salah Kezia kepadanya, padahal dulu dialah yang terus terusan mengganggu hubungan Orion dan Kezia.
"Kezia sudah pergi, sekarang ayo makan !" ucap Orion.
"Suapin !" manja Queen.
"Iya cintaku !, ayo buka mulutnya !"ucap Orion. Menyendok nasi beserta daging ayam goreng, lalu mendekatkannya ke bibir Queen.
.
.
"Mbak ! aku ingin mencoba yang ini !" ucap Queen, memegang salah satu dress panjang selutut, berbahan brukat berwarna coksu, dress yang terlihat sederhana tapi nampak elegan, yang dipasang di patung manekin. Sepertinya sangat cocok dengan kulit Queen yang putih.
"Oke dek !" balas Pelayan butik itu, membuka baju dari patung manekin. Kemudian memberikannya kepada Queen untuk di coba ke kamar pas.
Queen pun membawa ke kamar pas untuk mencoba dressnya.
"Bang Orion !" panggil Queen keluar dari dalam kamar pas, berjalan mendekati Orion. Dan Orion pun sontak mengalihkan pandangannya ke arah Queen.
"Gimana bang, cocok gak sama Queen ?" tanya Queen. Lalu memutar mutar tubuhnya di depan Orion.
Orion menganggukkan kepalanya sembari tersenyum." cocok sayang !" jawab Orion.
Istri kecilnya itu sudah cantik, pakaian seperti apa pun di pakainya, pasti cocok. Bukan pakaian itu yang membuat istrinya cantik, tapi istrinya itulah yang membuat pakaian itu terlihat cantik, menurut Orion.
Queen pun mengembangkan senyumnya, berbalik badan, berjalan kembali masuk ke dalam kamar pas. Dan kemudian keluar lagi setelah menukar pakaiannya kembali.
"Mbak ! aku mau beli yang ini !" ucap Queen kepada pelayan tadi.
"Silahkan ke kasir ya dek !" balas Pelayan itu ramah, mengambil dress dari tangan Queen, membawanya ke kasir.
Selesai melakukan pembayaran, mereka pun keluar dari dalam butik itu, dengan Queen mendorong kursi roda Orion dari belakang.
"Mau beli apa lagi sayang ?" tanya Orion.
"Mau beli high heels sama tas" jawab Queen. Mendorong kursi roda Orion masuk ke dalam kios penjual tas, sendal dan sepatu. Besok malam saat menghadiri acara ulang Tahun Nala, Queen harus tampil sempurna.
Orion menghela napasnya, Sendal, sepatu dan tas istrinya itu sudah sangat banyak, entah untuk apa lagi beli beli tas. Menjadi siswi tercantik dan idola no satu di sekolah, membuat istrinya itu terlalu memperhatikan penampilan. Sudah seperti artis yang tampil di tv, setiap acara live selalu memakai pakaian baru, sendal baru dan semuanya serba baru.
Selesai membeli tas dan sendal high heels yang di inginkan Queen. Mereka pun keluar dari dalam kios itu, berpindah ke kios lain. Dan kini Queen mendorong kursi roda Orion masuk ke kios penjual baju pria. Queen juga ingin membeli baju baru untuk Orion.
"Bang Orion tunggu di sini, biar Queen yang memilih baju untuk abang !" ucap Qeen, berjalan ke arah baju baju yang di gantung berjejer rapi, kemudian memilih milih baju, yang pas untuk di pakai Orion besok ke pesta. Queen pun mengambil beberapa lembar baju, kemudian berpindah ke barisan celana celana yang berjejer, dan langsung mencari celana yang pas di kenakan Orion. Setelah mendapatkannya, Queen pun membawanya ke kasir. Selesai melakukan pembayaran, Queen pun meletakkan belanjaannya di depan Orion, kemudian mendorong kursi roda Orion, mereka pun keluar dari dalam kios pakaian khusus pria itu.
"Sayang ! kita pulang ya !, kaki abang sudah capek kelamaan menggantung!" ucap Orion.
"Iya bang !" balas Queen, karna memang sudah tidak ada lagi yang ingin ia beli. Dan mall juga sebentar lagi akan tutup. Queen pun mendoring Orion masuk ke dalam lif untuk turun ke lantai bawah. Dengan beberapa kantong belanjaan di pangkuan Orion.
Sampai di parkiran, Queen membuka pintu kursi penumpang belakang mobilnya. Kemudian memasukkan semua barang belanjaannya ke dalam. Setelah itu, Queen membatu Orion berdiri dan masuk ke dalam mobil, duduk di kursi penumpang depan. Kemudian memasukkan kursi roda Orion ke kursi penumpang belakang. Setelah menutup pintunya, Queen berjalan memutari bagian mobilnya ke arah pintu kursi pengemudi, dan langsung membuka pintunya. Queen pun masuk dan langsung duduk.
Melihat Queen yang repot, Orion hanya bisa menghela napasnya, merasa menjadi beban buat Queen, entah sampai kapan !.
Cup !
Refleks Queen mengalihkan pandangannya ke samping, karna mendapatkan kecupan di pipinya. Queen tersenyum matanya nampak berbinar, ia senang mendapatkan itu dari Orion.
"Upahnya !" ucap Orion, Queen mengerutkan keningnya, bingung.
"Karna sudah membantuku berdiri dan duduk di sini !" ucap Orion lagi, paham dengan kebingungan Queen.
Cup !
Kini Queen yang mengecup pipi Orion.
"Imbalannya !" ucap Queen, Orion pun mengerutkan keningnya, menyiratkan pertanyaan.
"Karna sudah membiarkanku menghabiskan isi atm mu !"ucap Queen lagi, menjawab kebingungan Orion.
"Kamu berhak atas duitku !" ujar Orion.
"Dan bang Orion juga berhak atas kasih sayangku !" balas Queen.
Orion terdiam, tidak bisa lagi membalas kata kata Queen. Sungguh hati Orion terharu bahagia, ia hanya bisa memandangi wajah Queen. Yang mulai melajukan kenderaannya keluar dari parkiran mall.
"Ayo ikuti mobil itu !" ucap seseorang kepada temannya. Melihat kenderaan Queen keluar dari area mall.
.
.