Brother, I Love You

Brother, I Love You
07.Kita putus



"Orion..!" panggil Kezia, berlari ke arah Orion yang baru keluar dari dalam kelasnya.


Orion membalik tubuhnya sembari merekahkan senyumnya ke arah cewek yang sudah empat Tahun menjadi kekasihnya itu.


"Bagaimana ? apa kamu sudah bilang sama orang tuamu soal kita akan bertunangan ?. Trus bagaimana pendapat mereka ?, Apa orang tuamu setuju ?" tanya Kezia antusias dengan wajah berbinar.


Orion menganggukkan kepalanya, satu tangannya terangkat melap keringan Kezia di keningnya.


"Papa ingin bertemu dulu dengan orang tuamu. Kamu sendiri bagaimana ?, kamu sudah kasih tau belum sama orang tuamu ?" tanya balik Orion.


"Sudah ! mereka juga setuju, hanya saja waktu dekat ini mereka belum bisa pulang!" jawab Kezia tak semangat.


"Gak apa apa !, yang penting 'kan ! kita sudah mendapat restu dari kedua orang tua kita !" balas Orion.


"Iya sih..!" ucap Kezia, wajahnya tampak masam.


Orion mengangkat satu tangannya, mengacak acak ujung kepala Kezia. Gemas melihat wajah Kezia yang tidak bersemangat.


"Yuk ! pulang !" ajak Orion, meraih tangan Kezia berjalan ke arah parkiran. Sampai di parkiran, Orion membukakan pintu untuk Kezia. Kezia pun masuk duduk di kursi penumpang depan mobil milik Orion. Orion menutup kembali pintu di samping Kezia, kemudian menyusulnya masuk dan duduk di kursi pengemudi.


"Kapan orang tuamu bisa pulang ?" tanya Orion, melajukan kenderaannya keluar dari area kampus.


"Katanya dua Bulan lagi !" jawab Kezia dan Orion mengangguk anggukkan kepalanya.


"Aku mau ngecek cabang counter HP yang di daerah XXX, apa kamu mau ikut ?" tanya Orion. Sekarang dialah yang meneruskan usaha counter penjualan handphon milik Papanya.


"Aku banyak tugas, aku langsung di antar pulang aja deh !" tolak Kezia.


Kezia adalah gadis yang pintar sama seperti Orion. Semasa SMA, mereka selalu bersaing mendapatkan nilai tertinggi. Tidak ada yang mau kalah, sering kali mereka mendapatkan nilai yang sama. Sehingga di kelas mereka, mereka berdua mendapatkan ranking satu, karna nilai mereka yang selalu sama.


"Ya udah !, belajarlah yang rajin" balas Orion.


Sampai di depan rumah Kezia, Orion pun menghentikan laju kenderaannya. Rumah yang tampak sederhana, Karna Kezia bukanlah berasal dari keluarga berada. Kezia hanya tinggal berdua bersama Neneknya. Kedua orang tuanya merantau ke kota lain untuk mencari nafkah. Kezia adalah murid bea siswa semenjak masuk SMA HARAPAN. Dan sampai sekarang pun ia bisa kuliah, karna mendapatkan bea siswa dari SMA HARAPAN milik keluarga Orion.


"Aku duluan, dan hati hati !" pamit Kezia, membuka pintu di sampingnya.


"Eits ! tunggu !, mana kiss untukku ?" Orion menarik tangan Kezia yang hendak turun dari dalam mobil, kemudian menepuk nepuk bibirnya dengan telunjuk.


"Gak !" tolak Kezia, menarik tangannya sampai lepas dari genggaman Orion. Dan langsung bergegas turun dari dalam mobil. Setelah menutup pintunya kembali, Kezia pun berlari masuk ke halaman rumah. Kekasihnya itu !, hoby sekali cium bibir, apa gak ada bosannya ?. Pikir Kezia


Di dalam mobil, Orion tersenyum, sudah empat Tahun mereka berpacaran, sudah tak terhitung berapa kali mereka berciuman. Sampai hari ini masih saja kekasihnya itu malu malu meong, kalau dimintain cium, gemas Orion di buatnya.


Emang dasar Orion keturunan Papa Arya !.


.


.


Malam hari


Orion memarkirkan mobilnya di depan garasi, ia baru pulang ke rumah semenjak dari tadi pagi. Orion turun dari dalam mobil miliknya, melangkahkan kaki berjalan ke teras rumah.Di sana sudah ada Pacar kecilnya menunggu. Wajahnya tampak cemberut, matanya memicing ke arah Orion yang berjalan mendekatinya.


Tanpa aba aba, Orion langsung mengangkat tubuh kecil itu ke pundaknya.


"Bang Oriin !!! Queen baru makan !!!, nanti Queen bisa muntah !!!" teriak Queen. Karna Orion mengangkatnya seperti karung beras lagi.


Orion langsung menurunkan Queen dari pundaknya, setelah mereka sampai di ruang tamu.


"Kenapa wajahmu cemberut ?" tanya Orion.


"Kenapa tadi siang Abang gak jemput Queen pulang sekolah ?, kita 'kan sudah pacaran. Biasanya 'kan cowok jemput pacarnya pulang sekolah !" tanya Queen.


Orion pikir mereka pacaran, hanya pengakuan saja. Tau apa anak kecil, seperti apa itu orang pacaran ?. pikir Orion


Ternyata Orion salah menduga, ternyata manusia kecil di depannya itu, sepertinya sudah terkena karbitan, dewasa sebelum waktunya.


"Wah ! kalian sudah jadian ?. Selamat ya Queen !." Reyhan yang ada di ruangan itu, lansung berdiri dari sofa, berjalan ke arah pasangan fenomenal yang berdiri saling berpandangan itu. Reyhan meraih tangan Queen, Menyalamnya." Selamat ! perjuanganmu tidak sia sia !" ucap Reyhan menyeriangai lebar, bermaksud menggoda Orion abangnya.


Kemudian bergantian, Reyhan meraih tangan Orion, menyalamnya mengucapkan selamat, lalu memeluk abangnya itu, mengusap usap punggung Orion dari belakang.


Orion yang tersadar dari lamunannya, langsung mendorong tubuh Reyhan sampai pelukannya lepas. Kemudian langsung mengangkat tubuh Queen, membawanya keluar rumah. Ia harus mengembalikan mahluk banyak akal itu ke asalnya. Sebelum mulut embernya bocor, mengatakan kepada semua penghuni rumah kalau mereka perpacaran.


"Abang !!! Queen gak mau pulang !!!. Queen mau minta bantuan Bang Orion ngerjain PR Queen !!!" teriak Queen, menarik rambut Orion. Kali ini Orion mengangkatnya dengan posisi berdiri, tidak seperti membawa karung beras lagi.


"Jangan kasi tau sama siapa pun kalau kita pacaran. Kalau Queen kasi tau, sekarang kita putus !" ucap Orion.


Orion 'kan malu, kalau ada yang tau dia berpacaran sama anak kecil, meski pacaran bohongan . Entar ada yang mengatai dia pedopil, ancur dong reputasinya.


"Queen 'kan sudah terlanjur kasi tau sama Sirin dan Mama !" jujur Queen.


"Kalau begitu ! sekarang kita putus !" ujar Orion.


"Queen gak mau putus !" Queen marah, ia pun menarik kuat rambut Orion.


"Sakit Queen !!!, jangan ditarik rambut abang !" keluh Orion.


"Bang Orion jahat !" Queen semakin kuat menarik rambut Orion.


"Ya Allah ya rob !, kemana harus kubuang manusia jadi jadian ini ?" pasrah Orion dalam do'anya. Gadis kecil jelmaan kera hutan itu, benar benar meresahkan kehidupannya.


"Iya Iya ! kita gak jadi putus, lepas rambut abang !.Entar rambut abang rontok semua, abang jadi botak gundul, di kira orang pula abang nanti dedy kompresor." bujuk Orion, supaya Queen melepas rambutnya, karna kulit kepalanya sudah terasa panas.


Queen pun langsung melepasnya, dengan wajah sumiringah. Kemudian memeluk kepala Orion.


"Queen ! abang gak bisa lihat jalan !" ucap Orion, karna tangan Queen menutupi matanya. Tiba tiba..


Brukk !!!


"Aaa...Sakit.....!!!" jerit Queen


mereka sama sama terjatuh,karna kaki Orion tersanduk saat memasuki gerbang rumah Queen.


Vani, Gandi dan kedua adik Queen yang berada di dalam rumah. Langsung berlari ke halaman rumah, karna mendengar jeritan Queen. Mereka melihat Queen sudah berada di atas tubuh Orion yang sudah tak sadarkan diri.


"Queen ! Orion !" panggil Gandi dan Vani bersamaan. Gegas berlari mendekati Queen dan Orion.


"Kalian kenapa ?, kenapa Bang Orionnya bisa pingsan ?" tanya Gandi. Mengangkat tubuh Queen dari atas tubuh Orion, dan memberikannya kepada Vani.


Kemudian Gandi mencoba membangunkan Orion yang tak sadarkan diri.


"Sakit Mama...!" tangis Queen.


"Dimananya yang sakit sayang ?" tanya Vani, mengusap usap kepala Queen.


"Di sini !" Queen memegangi kedua biji keras yang tersangkut di dadanya.


.


.