
"Queen percaya bang Orion tidak melakukan pelecehan kepada wanita yang di maksud bang Orion. Tapi siapa yang melakukannya ?,dan kenapa wanita itu menyebut nyebut nama bang Orion, jika bang Orion tidak pernah bertemu dengan wanita itu ?. Apa ada orang lain yang tidak menyukai bang Orion ?. Memanfaatkan keadaan wanita itu untuk menghancurkan bang Orion" cerocos Queen, sambil terus memakan makanan dari piringnya.
"Pengen sekali Queen menemui wanita itu, dan mencekik lehernya sampai terbatuk batuk. Kemudian menjakar wajahnya sampai luka berdarah darah. Enak sekali wanita itu, sudah melakukan tindak kejahatan tapi bisa bebas selama ini. Tuntut aja wanita itu dengan pasal berlapis. Buat dia mendekam di penjara sampai menemui ajal. Selain menyebabkan Arsen, dan bang Orion celaka, bukankah wanita itu juga terlibat dengan kematian Ismail. Yang membuat abang tertuduh menjadi pelakunya. Wanita itu sengaja untuk memfitnah bang Orion. Supaya nama keluarga bang Orion ternodai.Wanita itulah pembunuh ismail yang sebenarnya. Pastikan saja rekam jejak bang Orion menyandra wanita itu, tidak bisa di temukan polisi. Dan berpura puralah tidak mengenal dan tidak pernah bertemu wanita itu sama sekali. Lagian kesalahan bang Orion tidak sebesar kesalahan wanita itu. Dan bang Orion melakukan itu ada sebabnya. Queen rasa pihak berwajib tidak bisa menyalahkan bang Orion, meski sebenarnya melakukan kesalahan. Yang di pertimbangkan pihak berwajib, siapa yang memulai perkara terlebih dahulu, dan kesalahan siapa yang lebih besar. Bang Orion tenang aja, Queen bisa melakukan pembelaan kepada bang Orion. Yang pentik bang Orion punya bukti bukti kejahatan wanita itu" cerocos Queen lagi.
Seiring makanan di piringnya habis, Queen pun menghentikan ocehannya. Queen pun menelan makanan terakhir di mulutnya. Kemudian meminun jeruk hangat miliknya, lalu berbicara lagi.
"Bang Orion nanti tidak perlu langsung menyewa pengacara. Biarkan kasus ini menjadi kasus pertama yang akan Queen tangani. Sebelum Queen menjadi pengacara benaran. Itung itung Queen belajar. Kalau nanti kita kewalahan, baru kita datangkan pengacara" ucap Queen dengan begitu percaya diri.
Orion mengembangkan senyumnya, tidak melupakan Queen yang berotak licik. Entah apa yang ada di pikiran otak kecil istrinya itu. Orion yakin, otak licik Queen, bermanfaat untuk membantu kasusnya nanti.
Meski Queen mengambil jurusan IPA saat SMA, karna awalnya ingin menjadi sarjana pertanian, karna Queen yang menyukai tanaman, apalagi tanaman bunga. Queen berobah haluan, ingin menjadi pengacara, semenjak Orion yang terlibat kasus hukum, atas kematian Ismail. Queen menjadi tertarik ingin menjadi pengacara. Sehingga selama ini Queen sering membaca, buku yang berkaitan dengan hukum dan uu.
"Iya sayang !, trimakasih, sudah percaya dengan abang, dan mendukung abang"ucap Orion, mengusap rambut Queen dari belakang.
"Wanita seperti itu, tidak bisa di biarkan hidup bebas. Aku tidak mau, dendam wanita itu, sampai ke anak anak kita nanti" balas Queen." Queen mau nambah, makannya masih kurang, yang tadi itu buat dede bayinya, sekarang giliran buat momy nya" ujar Queen lagi.
Perutnya belum terasa kenyang, mungkin karna ia makan sambil ngerocos. Berbicara panjang lebar, sampai nasinya tak terasa habis begitu saja.
"Baiklah, Momy nya pengen makan apa ?" tanya Orion.
"Nasi sama pecel lele, lelenya dua" jawab Queen.
Orion pun langsung memanggil si Bapak penjual tadi. Kemudian memesan nasi sama pecel lele dua ekor.
Tak lama kemudian, pesanan Queen pun datang. Dan Queen langsung melahapnya dengan hikmat. Tidak lupa dengan pria yang duduk di sampingnya itu. Queen pun menyuapinya sesekali. Queen tau, suaminya itu tidak bisa jika tidak makan nasi sama sekali. Perut Orion nanti akan terasa kembung jika hanya makan mie saja.
Tanpa mereka sadari, bocah tiga Tahun yang duduk di samping Queen. Baju dan celanyanya sudah basah terkena tumpahan kuah mie ayam. Dan pipi dan lehernya sudah belepotan.
"Bang Orion ! lihat tuh anakmu si bocah setengah bule !" tunjuk Queen, cekikikan melihat penampilan Boy. Melihat sebagian mie ayam sudah berserak dari leher hingga celananya. Dan Boy memakan mie ayamnya satu satu memasukkan ke mulutnya dengan menggunakan tangan.
"Ya ampun Boy !" gumam Orion.
"Mie nya nakal Dad !,tidak mau di sendok" ujar Boy.
"Bang Orion ! ada baju Boy gak di mobil ?. Bajunya harus di ganti, nanti bisa masuk angin" tanya Queen.
"Ada sayang !, sebentar abang ambilin" Orion pun beranjak dari duduknya, berjalan ke arah kenderaannya.
Setelah mengambil baju cadangan Boy, yang selalu di sediakan di dalam mobil. Orion pun kembali ke tempat duduknya tadi.
"Boy ! sudah makannya ya !, bajumu sudah basah dan kotor. Boy harus ganti baju" ujar Queen.
"Sebentar Momy, Boy masih suka" balas Boy, menarik satu mie dari mangkok, memasukkan ke mulutnya dengan wajah menengadah ke atas.
"Perasan Queen waktu kecil, makan mie gak sebiji sebiji deh !" gumam Queen.
"Queen dulu makan mie itu, seperti makan nasi, lebih parah dari Boy" balas Orion. Mengecup pipi Queen dari samping, sambil tangannya mengusap usap perut Queen dengan sayang.
Setelah Boy selesai memakan mie nya. Queen pun membuka baju Boy yang basah. dan melap tubuh leher dan perut Boy yang basah.
"Bu ! itu ada air hangat, bilas aja sedikit tubuh anaknya, biar nanti gak gatal" ujar si Bapak pemilik angkringan, saat ia mengantar pesanan ke meja lain.
"Trimakasih Pak !" ucap Orion tersenyum. Kemudian mengangkat tubuh bocah yang sudah seperti tuyul itu ke area pencucian piring. Dan langsung membilas, dari muka sampai kaki Boy.
"Daddy ! Boy malu, di lihat orang gak pakai baju !" ucap Boy, menutupi burung merpatinya dengan kedua tangannya.
"Salah sendiri, kenapa makan sampai kotor, baju dan celananya basah?" balas Orion.
"Cepat Daddy !, Semua orang melihat kesini" ucap Boy lagi.
"Sudah selesai, sekarang ayo pakai bajunya" ujar Orion. Menurunkan Boy dari atas washtapel. Kemudian memasang pakaian ke tubuh Boy.
Setelah membayar makanan mereka, mereka pun segera meninggalkan tempat itu, dan pulang ke rumah. setelah memberikan Boy kepada pengasuhnya, Orion dan Queen pun masuk ke dalam kamar mereka, dan sama sama masuk ke kamar mandi, untuk menyikat gigi dan mencuci muka.
Keluar dari kamar mandi, Orion langsung menggendong tubuh Queen membawanya ke arah tempat tidur.
"Bang Orion ! Queen mau mengganti baju!"ucap Queen, karna Orion sudah meletakkan tubuhnya di atas kasur.
"Nanti aja sayang !" balas Orion, membuka seluruh pakaiannya, melemparnya ke lantai. Kemudian membuka seluruh pakaian Queen melemparnya entah kemana.
Orion mendudukkan kembali tubuh Queen yang sudah polos, dan langsung mencium bibirnya. Yang langsung di sambut Queen begitu bergairah. Keduanya pun saling menyesap, lidah mereka saling membelit. Orion menarik rambut Queen dari belakang, mendongakkan kepala Queen, supaya mempermudah memperdalam ciumannya. Puas berciuman, Perlahan Orion pun menurunkan ciumannya. Perlahan membaringkan tubuh Queen kembali, dan membawa Queen melanyang hingga ke surga.
waktu berlalu
Akhirnya Orion menjatuhkan tubuhnya di samping Queen. Merapatkan tubuh mereka, memeluk Queen dari samping.
"Trimakasih sayang !" ucap Orion, mengecup pipi Queen dari samping. Queen yang masih bernapas ngosngosan hanya diam saja. Menikmati sisa sisa percintaan mereka yang menggila.
Orion lega, karna ia mendapat dukungan dari Queen atas masalah yang di buatnya sendiri. Tidak berdampak terhadap hubungannya dan Queen. Orion lebih memikirkan hubugannya dengan Queen. Di banding masalah yang akan ia hadapi. Yang penting bagi Orion hubungannya dengan Queen baik baik saja. Soal masalah yang akan dia hadapi, no dua bagi Orion.
.
.
"Arsen ! kamu belum tidur ?" tanya Sirin, terbangun dari tidurnya karna haus.
Arsen menoleh ke arah Sirin yang berbarik di sampingnya." Belum, ada apa ?" tanya balik Arsen.
"Kamu ngerjain PR ?" tanya Sirin lagi.
"Iya !, tadi aku hampir lupa ada PR" jawab Arsen. Karna kesibukannya setiap hari, seringkali Arsen hampir lupa mengerjakan PRnya. Dan bahkan pernah tak mengerjakan PRnya, sehingga ia mendapat hukuman di sekolah.
Sirin mengambil HP yang di letakkannya di samping bantalnya. Menghidupkan layarnya melihat jam.
"Ini sudah jam setengah satu" ucapnya.
"Tidurlah!, sedikit lagi siap kok !. dan juga tadi aku sudah sempat ketiduran" balas Arsenio.
Sirin malah mendudukkan tubuhnya."Sini biar aku bantuin" tawar Sirin.
"Gak usah sayang !, ini tinggal sedikit lagi" tolak Arsen.
"Ya udah ! aku menemanimu saja !" ucap Sirin, menyandarkan kepalanya ke lengan Arsenio, yang bersandar ke dinding. Dan pandangannya tertuju ke arah buku yang berada di pangkuan Arsen.
"Kamu pasti lelah mengurus aku, mengurus usaha kita, belum lagi harus sekolah, dan harus mengerjakan PR" ujar Sirin.
"Bagaimana lagi, semua itu sudah menjadi resiko perbuatanku. Di sesali pun tak ada gunanya, mending di nikmati aja. Dan juga aku menyayangi kalian, tak masalah buatku jika aku harus lelah. Yang penting bagiku aku bisa menghidupi kebutuhan kita. Meski masih jauh dari kata mewah" balas Arsen, mengulas senyumnya, kemudian menjatuhkan satu kecupan di ujung kepala Sirin.
Sirin mengembangkan senyumnya, dan melingkarkan tangannya ke perut Arsenio. Sirin sangat senang dan bahagia mendengar kata kata manis dari bibir Arsen.
"Trimakasih !" ucap Sirin mendongakkan wajahnya ke wajah Arsenio.
"PRku tidak akan selesai selesai kalau kamu menempeliku seperti ini. Bahkan pergerakan tanganku kamu kunci, aku tidak bisa menulis" Balas Arsenio. Karna Queen memeluk tangannya yang memegang pena.
Sirin mengerucutkan bibirnya, dan melepas pelukannya. Kemudian membaringkan tubuhnya kembali, tidur membelakangi Arsenio. Kenapa suaminya itu, selalu saja meyebalkan.
Arsenio tersenyum, badutnya itu gampang sekali merajuk, apa lagi setelah hamil besar. Arsenio mengulurkan tangannya megusap kepala Sirin. kemudian lanjut mengerjakan PRnya.
Pagi hari, sudah menjadi rutinitas Arsen setiap hari. Nampak Arsen menyiapkan sarapan untuknya dan Sirin. Meski Sirin sudah bida memasak, tapi Arsenio ingin menyiapka sarapan untuk istrinya. Ia senang melakukannya, dan selama beberapa bulan ini ia juga sudah terbiasa.
Kali ini Arsen membuat bihun goreng, untuk sarapan mereka. Terbiasa memasak membuat Arsenio semakin pandai memasak. Tentu karna dulu sering membantu ratu sejagat memasak. Arsen pun memindahkan bihun gorengnya ke atas piring. kemudian membawanya ke sofa ruang tamu. bersama satu gelas air mimun.
Setelah mendudukkan tubuhnya di samping Sirin yang duduk menunggunya dari tadi. Arsen pun memberikan Sirin minum. Lalu menyuapkan mie goreng buatannya ke mulut Sirin.
"Arsen ! antar aku ke rumah Papa ya !" pinta Sirin setelah menelan makanan di mulutnya.
"Iya !, ayo cepat makannya, nanti aku bisa telat kalau lama lama" balas Arsenio. Bergantian menyuapkan mie goreng ke mulutnya.
"Nanti kita tidur di rumah Papa ya !. Aku kangen dengan kamarku !" ujar Queen lagi.
"Iya badut !, jangan banyak bicara kalau lagi makan, nanti bisa keseluk" balas Arsen lagi. Sirin langsung mengerucutkan bibirnya.
"Bukankah hari ini kamu ada pengajian bersama gengmu ?" tanya Arsenio, mengingat hari ini jadwal arisan pengajian ibu ibu perumahan itu.
"Hari ini aku mau absen. Aku malu bajuku itu itu trus. Baju gamisku hanya tiga" sungut Sirin.
"Niatmu kan mau ibadah badut !,bukan mau kontes baju. Lagian bajunya masih bagus, dan tidak ada yang koyak, kenapa harus malu ?" tanya Arsen.
"Orang bajunya banyak !, hampir setiap minggu ganti" ucap Queen.
Meski mereka sudah memiliki toko, tapi mereka belum bisa hidup bermewah mewah seperti kehidupan mereka sebelumnya. Karna modal toko itu belum balik. Dan Arsen juga harus menyimpan penghasilan toko itu untuk membeli rumah biuat mereka.
Arsen mengusap kepala Sirin dari belakang, kasihan melihat wajah istrinya yang bersedih. Tentu tidak mudah bagi Sirin menjalani hidup sudah. Sedangkan selama ini ia terbiasa hidup mewah.
"Sabar ya !, doakan usaha kita lanjar terus. Jika kita sudah memiliki banyak uang, kamu bebas membeli baju seberapa pun yang kamu mau" ucap Arsenio lembut. Kemudian mengecup kening Sirin dengan sayang.
"Mau 'kan kamu bersabar ?" tanya Arsen, Sirin menganggukkan kepalanya, meski air matanya hampir jatuh.
lagi, Arsen mencium kening Sirin. Menempelkan bibirnya agak lama.
.
.