Brother, I Love You

Brother, I Love You
123. Wanita terhebatku



Ehem !


Dokter Ghissam berdehem, refleks Orion dan Queen menoleh ke arahnya.


"Tolong kalian menjaga perasaanku yang jomlo ini" ucap Dokter Ghissam.


Queen mengingat sesuatu, ia pun bertanya kepada Dokter Ghissam."Kenapa bang Ghissam putus dari Kania ?."


Dokter Ghissam menghela napasnya," Orang Kania tidak merestui hubungan kami" jawabnya.


"Kenapa ?" tanya Queen, Sedangkan Orion hanya menatap Dokter Ghissam dengan mengerutkan keningnya. Ia juga baru tau kalau sahabatnya itu putus cinta.


Dokter Ghissam menghela napasnya lagi," apa lagi, kalau bukan karna aku anak seorang narapidana. Seorang anak pembunuh, orang tuanya gak mau ikut menanggung malu, karna mempunyai besan seorang pembunuh" jawab Dokter Ghissam dengan wajah sendunya.


Queen terdiam ia mengalihkan pandangannya ke wajah Orion yang juga terdiam memandangi wajah Dokter Ghissam. Wajah Orion terlihat datar tanpa ekspresi.


Apa aku melepaskan Zoya ya ?, aku tidak mau Queen membenciku lagi, karna sudah menyandra seorang perempuan. Tapi jika aku melepaskannya, aku tidak yakin wanita itu tidak mengusik keluargaku lagi. Jika aku menyerahkannya kepada polisi, aku kawatir masa tahanannya habis, wanita itu berulah lagi. Batin Orion


Queen kembali mengarahkan pandangannya ke arah Dokter Ghissam." Sabar ya bang Ghissam, mungkin belum jodohnya" ucap Queen, kasihan melihat laki laki yang sudah di anggapnya saudara itu.


"Iya kakak ipar, aku gak apa apa" Dokter Ghissam tersenyum getir wajahnya nampak sedih dan matanya berkaca kaca.


Kania adalah cinta pertamanya, ini untuk pertama kalinya ia patah hati, tentu sangat sakit rasanya. Kania meminta putus padanya, dan mengatakan alasan sebenarnya, karna ia anak seorang pembunuh. Sehingga Dokter Ghissam tak memiliki nyali untuk memperjuangkan cintanya. Dokter Aldo merasa tertampar karna perbuatan ibunya. Dokter Ghissam malu, kepercayaan dirinya hilang begitu saja. Sepertinya ia tak punya kepercayaan diri lagi untuk mendekati seorang cewek.


Melihat Dokter Ghissam yang bersedih, Orion turun dari atas brankar, berjalan ke arah sofa. Orion mendudukkan tubuhnya di samping Ghissam, kemudian memeluk Gissam yang sudah di anggapnya adik itu.


"Jangan terlalu berkecil hati, biarkan orang lain dengan pemikiran mereka. Karna mereka tidak tau siapa diri kita, dan seperti apa diri kita. Mungkin Kania bukan jodohmu, ada wanita lain yang menantimu di luar sana, yang bisa menerimamu apa adanya" ucap Orion, menenangkan Dokter Ghissam. Jangan sampai terpuruk seperti Reyhan, tidak mandi selama dua minggu.


"Iya Bang !" balas Dokter Ghissam, mencoba untuk tabah.


.


.


Di kediama Alfarizqi


"Bagaimana Reyhan ?, apa kamu meyukai gadis itu ?" tanya Papa Arya kepada Reyhan setelah menghabiskan sarapan di piringnya.


Reyhan menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, sambil menguyah makanan di mulutnya.


"Baguslah ! jadi kapan rencanamu ?"tanya Papa Arya lagi.


Reyhan menelan makanan di mulutnya," secepatnya Pa !" jawabnya."Apa Papa mengenal gadis itu ?, mereka bukan orang kota ini, darimana Papa bisa mengenalnya ?" tanya Reyhan.


"Papa belum mengenal gadis itu sama sekali. Papa tidak sengaja waktu itu bertemu adik kelas Papa, saat Papa berkunjung ke kota B. Ya kami cerita cerita. Teman Papa itu mengatakan, dia memiliki delapan anak, dan hanya satu diantaranya perempuan. Bernama Yumna, usianya beberapa bulan di bawah usiamu. Papa langsung saja kepikiran menjodohkanmu dengan putri teman Papa itu. Dia pun setuju, yang kebetulan juga anaknya ada yang tinggal di sini, mengembangkan bisnis restoran Padang mereka." cerita Papa Arya.


"Wah ! ternyata masih ada yang ngalahin genitnya Papa" celetuk Elang, mendengar cerita Papanya, temannya yang memiliki delapan buntut.


"Teman Papa itu memiliki dua pasang anak kembar. Dan itu juga lahir dari wanita yang berbeda. Teman Papa itu katanya, sempat berpoligami, karna keadaan yang terpaksa" ungkap Papa Arya lagi.


Sontak saja ratu sejagat yang sibuk mengunyah makanan di mulutnya, menajamkan pandangannya ke wajah Papa Arya." Kamu ingin berpoligami juga ?, supaya bisa menambah banyak anak ?" cetus ratu sejagat.


"Nggak sayang !, buat apa ?, tanpa berpoligami, kamu sanggup memberiku banyak anak. Kita juga anaknya sudah mau tujuh, nanti kita tambah tiga lagi biar pas sepuluh" ucap Papa Arya tersenyum, mengusap rambut ratu sejagat.


"Tambah lima lagi, biar pas kesebelasan sepak bola" ujar ratu sejagat, mengerucutkan bibirnya. Enak sekali suaminya itu minta tambah tiga lagi. Emang gak capek apa ngurus bayi terus. Usianya juga sudah tak muda lagi.


"Ide bagus sayang !" Papa Arya, merekahkan senyumnya. Hatinya sungguh bahagia, memiliki istri dan banyak anak. Hidupnya tak lagi kesepian seperti dulu.


"Yumna itu anak keberapa Pah ?" tanya Reyhan lagi. Iya tidak begitu banyak tau tentang Yumna, karna mereka jarang berbicara.


"Anak ke lima, ke tiga dari istri pertama" jawab Papa Arya.


"Jadi penasaran dengan Ibunya si Yumna itu wanita seperti apa ?. Mulia sekali hatinya bisa menerima di poligami" celetuk Elang lagi.


"Hus ! kamu gak boleh memikirkan istri orang lain, kamu mau jadi pebinor ?. Dan juga Ibu Yumna juga sudah tua, malah lebih tua dari Papa" tegur Papa Arya kepada anak ketiganya itu.


"Elang hanya mengagumi ketabahan hatinya Pa..!" bela Elang. Memutar bola matanya malas, Papanya itu su'uzon aja.


"Tapi Yumna meminta mahar hapalan Alqur'an surah Arrahman Pa !" ucap Reyhan lemas. lalu menghela napasnya.


Sontak semua adik adiknya menoleh ke arahanya. Begitu juga Papa Arya dan Mama Bunga.


"Bang Reyhan gak hapal ?" tanya Darren membolakan matanya ke arah Reyhan.


"Dulu waktu masih anak anak hapal, sekarang sudah gak hapal lagi" jawab Reyhan.


"Makanya ilmu itu harus di amalkan, supaya tidak terhapus dari ingatan" nasihat Papa Arya.


Meski anak anaknya semua sekolah di sekolah umum. Tentu Papa Arya tidak lupa memberikan anak anaknya pendidikan Agama, karna itu sangat penting untuk akhirat nanti.


"Bilal juga gak hapal !" celetuk Bilal.


Bilal mengerucutkan bibirnya, meski ia doyan makan, tapi ia juga rajin belajar, hanya saja otaknya tak secerdas abang abangnya.


"Apa kamu menyanggupinya ?" tanya Papa Arya lagi.


"Iya Pa !" balas Reyhan.


"Itu bagus !, kamu punya alasan untuk menghapalnya ulang" ujar Papa Arya.


"Momy...! Momy...! Momy...!" tangis Boy dari arah ruang tamu.


Papa Arya langsung berdiri dari tempat duduknya. Berjalan ke arah ruang tamu, untuk menemui cucunya itu.


"Boy ! sudah bangun ?" tanya Papa Arya, mengangkat tubuh Boy ke gendongannya, membawanya ke ruang makan. Tadi malam Boy ikut tidur bersama mereka, karna terus menangis tidak mau tidur bersama paman pamannya.


"Boy mau sama Momy..!" tangis Boy, bibirnya di tekuk ke bawah.


Bangun tidur, ia tidak melihat siapa siapa ada di sampingnya. Dan kamar itu sangat asing baginya.


"Sebentar lagi Momy sama Daddy nya akan pulang" bujuk Papa Arya. Mengusap usap kepala Boy dari belakang, sesekali mencium kening bocah polos itu. Papa Arya tidak menyangka kalau dirinya mempuyai cucu di luar nikah, malah sudah mau dua. Dimana salahnya mendidik anak anaknya ?, pikir Papa Arya.


Papa terlihat sangat menyayangi Boy, meski Boy anak haram bang Orion. Batin Elang


"Ayo sayang ! sama nenek !, Boy mandi dulu, baru sarapan. Boy bau asem" ucap Ratu sejagat. Ia sudah tau Boy sangat tidak percaya diri jika di bilang tubuhnya bau. Ratu sejagat yang sudah selesai sarapan pun mengambil Boy dari gendongan Papa Arya.


"Hati hati sayang !" ucap Papa Arya. Meski istrinya itu sudah hamil besar, istrinya itu sangatlah lincah, tidak seperti wanita hamil pada umumnya, bergerak dengan sangat hati hati dan pelan pelan.


"Iya Aaryanku sayang !, apa kamu masih meragukanku, setelah aku memberikan kamu enam anak ?, dan bahkan ke tujuh yang berada di dalam perutku" balas Ratu sejagat.


"Kamu adalah wanita terhebatku Bungaku sayang !" gombal Papa Arya tersenyum.


"Cie cie cie...! ratu sejagat yang di gombalin !, hatinya berbunga bunga !" goda Elang kepada Mamanya.


"Iya dong !, secara yang gombal ratu 'kan cowok tertampan sejagat raya" bangga ratu sejagat, kemudian berjalan meninggalkan ruang makan. Di ikuti Papa Arya yang selalu ingin nempel dengan istrinya. Mumpung hari minggu, Papa Arya akan menghabiskan waktu dengan sang ratu.


"Kapan rencana bang Reyhan menikahi si Yumna Yumna itu ?" tanya Elang.


"Belum di pastikan, sebisa mungkin secepatnya" jawab Reyhan.


"Apa bang Reyhan sudah berhasil move on dengan Tante Diana ?" tanya Elang lagi menahan senyumnya.


"Akan !"Reyhan berdiri dari tempat duduknya, berjalan meninggalkan meja makan. Meski tak parah, luka itu masih lah belum sembuh total. Tapi Reyhan yakin, ia kan berhasil move on dari Diana, setelah menikah nanti.


"Apa bang Reyhan yakin bisa mencintai cewek itu nantinya ?" tanya Elang lagi.


Reyhan menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya ke arah Elang." Kenapa tidak ?, Tuhan maha membolak balik hati manusia. Asal kita mau membuka hati saja" jawab Reyhan, membalik tubuhnya lagi, meninggalkan ruangan makan itu.


"Seperti bang Elang berpengalaman jatuh cinta aja !" cibir Darren, yang duduk di sampingnya.


"Kamu sendiri bagaimana ?, apa sudah pernah jatuh cinta ?" tanya Elang.


"Sudah ! tapi rasanya tak mungki aku bersama wanita itu" jawab Darren.


"Kenapa ?" Elang menaikkan satu alisnya.


Darren menghela napasnya," Cewek itu jauh di atasku !, dan juga seorang janda beranak satu" jawab Darren lemah.


"Huahahahahah......." Elang auto ngakak mendengar jawaban adiknya yang masih duduk di bangku SMP itu.


Elang pun menepuk baru Darren, tidak menyangka adiknya yang masih kecil itu, jatih cinta sama seorang janda.


"Apa jandanya sangat cantik ?, sampai kamu jatuh cinta ?" tanya Elang.


"Selain sangat cantik, cewek itu juga wanita tangguh, aku mengaguminya" jawab Darren.


"Abang rasa kamu hanya mengagumi sosok wanita itu, bukan jatuh cinta" ujar Elang.


"Bang Elang sudah pernah belum jatuh cinta ?" tanya Darren. Sepertinya ia ingin konsultasi kepada abangnya, soal hatinya yang jatuh cinta.


"Rahasia !" jawab Elang, berdiri dari tempat duduknya lalu meninggalkan ruang makan, dengan wajah tersenyum.


"Aku yakin bang Elang belum pernah jatuh cinta !" seru Darren, kesal karna Elang tidak menjawab pertanyaannya.


"Minta duit sama Papa lah, Bilal mau beli jajan" ucap Bilal, turun dari kursinya, berjalan meninggalkan Darren sendirian, yang galau dengan perasaannya. Karna menyukai seorang janda.


"Baru juga selesai sarapan, masa sudah mau beli jajan ?" tanya Darren, geleng geleng kepala, melihat adiknya yang sudah seperti bayi gajah yang baru lahir. Namun Bilal sudah tak mendengarnya lagi


.


.