Brother, I Love You

Brother, I Love You
29. Gak sabar nunggu malam



Queen keluar dari dalam kamar bersama Sirin. Queen sudah cantik dengan riasan make up pengantin. Dengan memakai baju kebaya berwarna putih, dipadukan dengan kain songket berwaran merah hati sebagai bawahannya. Rambutnya pun di sanggul rapi, dan di beri sedikit mahkota, dan kerudung berbahan brukat tile.


Semua pandangan para tamu undangan pun tertuju kepada Queen. Semua menatap kagum melihat kecantikan Queen.


Sedangkan Orion, ia sudah duduk di depan penghulu berhadapan dengan Papa Gandi. Di dampingi Arya dan Bunga. Siap untuk mengucapkan ijab kabul untuk yang kedua kali. Ia juga terlihat sangat tampan, dengan pakaian kemeja putih, dipadukan dengan jas dan celana bahan berwarna hitam, lengkap dengan dasi dan peci melengkapi penampilannya.


"Ayo sayang ! duduk di samping Bang Orionmu !" Vani membatu Queen untuk duduk, karna kesusahan bergerak, karna kain yang menghalangi pergerakannya. Tanpa menjawab Queen pun mendudukkan tubuhnya di samping Orion.


"Cantiknya istri abang !" puji Orion, tersenyum ke arah Queen. "Jadi gak sabar nunggu malam !" ucapnya lagi.


Plakk !


"Aw !Sakit Om Gandi !" keluh Orion, karna Gandi memukulnya dengan buku. Membuat paran tamu undangan yang menyaksikan tertawa terbahak.


"Kenapa putriku bisa suka dengan cowok eror sepertimu ?" kesal Papa Gandi." dulu aja kamu katain putriku jelek !, sekarang kamu klepek klepek melihatnya!" cibirnya.


"Kenyataan dulu jelek !, masa Orion harus bohong !" balasnya lagi, jujur amat.


"Bang Orion ! ingin pernikahan kita Queen batalin ?." Queen berbicara dengan merapatkan gigi giginya, menatap tajam ke wajah Orion, enak saja dia di katain jelek, cantik begini.


"Nggak ! Queenaraku ! abang bercanda !. Yuk kita nikah lagi !" ajak Orion santai.


"Apa acaranya sudah bisa kita mulai ?" tanya Pak penghulu dari KUA itu. Untuk mengakhiri lelucon pengantin vs Mertua itu.


"Sudah Pak penghulu, siap banget malah !" jawab Orion.


"Orion !" tegur Arya, menunjukkan tinju kepada Orion, sebagai ancaman supaya Orion tidak bercanda lagi. Gemas sekali Arya dengan anak sulungnya itu. Memiliki enam anak cowok, satu pun gak ada otaknya yang seratus persen waras. Semua sifatnya mirip dengan istrinya.


"Iya Pah !"Patuh Orion, jangan sampai bogeman sang Papa melayang ke perutnya.


Orion menjabat tangan Gandi Papanya Queen. Kini wajah meraka berubah serius, untuk kedua kalinya, Gandi menyerahkan Queen putrinya kepada Orion. Meski Orion dan Queen masih sah suami istri, tapi ini pormalitas untuk pihak KUA, untuk mengeluarkan buku nikah mereka.


" Bagaimana para saksi ? sah ?" tanya Pak penghulu dari KUA itu. Setelah Orion mengucapkan kalimat ijab kabunya.


"Sah !" seru semua para tamu undangan.


"Alhamdulillah !"


Setelah membaca doa, Queen pun di suruh menyalam Orion.


Queen pun mengulurkan tangannya, yang langsung di sambut Orion. Queen membungkukkan tubuhnya menempelkan tangan Orion ke keningnya.


Setelah menegakkan tubuhnya kembali, Orion menangkupkan ke dua tangannya ke sisi wajah Queen. Kemudian mencium kening Queen dengan penuh rasa cinta.


"Trimakasih Queen ! sudah menerima abang dengan keadaan abang seperti ini !" ucap Orion, setelah melepas ciumannya, matanya berkaca kaca karna terharu.


Queen tersenyum manis sembari menganggukkan kepalanya.


Mama Bunga yang duduk di belakang Orion, sudah meneteskan air matanya. Sedih melihat keadaan putra sulungnya yang lumpuh. Begitu juga dengan Vani. Dan para tamu undangan pun terharu bercampur sedih. Terharu dengan hati Queen yang tulus mencintai Orion. Dan sedih melihat keadaan Orion yang sekarang.


Mendengar isak tangis sang Mama, Orion memutar tubuhnya ke hadap belakang.


"Ma !, Orion gak apa apa Ma ! Mama jangan menangis." ucap Orion, tangannya telulur menghapus air mata sang Mama.


"Mama menagis bahagia sayang !, Mama bahagia dengan pernikahan kalian" bohong Bunga beralasan.


Orion pun menarik Mamanya ke dalam pelukannya. Ia tau Mamanya berbohong." Doa kan kami bahagia Ma !" ucap Orion.


"Tentu sayang !" balas Bunga.


"Orion gak suka melihat Mama menangis, kelihatan sangat jelek !" ejek Orion.


"Gak apa Mama jelek !, yang penting Mama dapat suami tampan, dan anak anak Mama tampan semua !" balas Bunga.


Orion tersemyum, ia berhasil mengalihkan pikiran Mamanya itu.


Orion melepas pelukannya, kemudian berpindah memeluk ibu mertuanya, Mama Vani. Perempuan yang sama gilanya dengan Mamanya.


"Bedak Mama Vani luntur !, maskara Mama juga sudah belepotan di bawah mata !" ujar Orion, supaya wanita yang menjadi mertuanya itu berhenti menangis.


"Gak usah bohong !, Mama memakai make up tahan air dan tahan banting !" jawab Vani, Orion tertawa cekikikan, lalu melepas pelukannya.


Sejakali lagi, Para tamu undangan mengucapkan selamat, menyalam kedua pengantin baru stok lama itu.


.


.


Malam harinya, resepsi pernikahan mereka pun di gelar di sebuah hotel. Mereka tidak begitu banyak mengundang orang, hanya orang orang terdekat saja. Mengingat kesehatan kaki Orion, yang pasti tidak sanggup berlama lama menerima tamu untuk mengucapkan selamat.


Di atas pelaminan, Queen sangat terlihat cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih, bermodel panjang. Rambut di sanggul rapi ke belakang, dan di beri mahkota kecil berwarna silver di ujung kepalanya.


Orion juga sangat terlihat tampan dengan memakai kemeja, celana bahan dan tuxedo yang senada dengan gaun yang dikenakan Queen. Rambut di sisir rapi ke samping, dan diberi sedikit klimis. Dan wajahnya sedikit di beri sentuhan make up tipis.


Acara pun berjalan lancar dan tentunya meriah, dengan hiburan biduan biduan ternama daerah. Dan dengan berbagai macam menu hidangan memanjakan lidah para tamu undangan. Dan sedari tadi para tamu undangan juga terus mengantri di bawah pelaminan, untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.


"Selamat bro !, maaf gak bisa datang tadi siang pas acara ijab kabul kalian. Akhirnya Queen berhasil menaklukkan hatimu !" ucap Gissham, menyalam Orion, sambil satu tangannya menepuk sebelah bahu Orion. dia adalah kakaknya Sirin, anak pertama Aldo dan Shasa. Berusia 24 Tahun, seorang Dokter muda, mengikuti jejak Ayahnya.


"Sepertinya masih lama !, lagian belum ada calonya" jawab Gissham.


"Ada Laria atau Arcilla !" Orion menyebut nama adik Queen yang paling kecil, dan putri kedua dari sahabat orang tua mereka Tari dan Leo.


"Aku tidak sesabar itu menunggu kepongpong berubah menjadi kupu kupu!" ujar Gissham, mengulum senyumnya sambil melirik Queen, yang sudah menatapnya tajam, setajam silet. Nampak hidung Queen sudah kembang kempis, mendapat sindiran dari kakak Sirin sahabatnya.


"Bang Gissham gak usah menjadi kompor !" ketus Sirin.


"Queen ! kamu cantik banget..!" Seru dua orang cewek cabe cabean, berlari naik ke atas pelaminan dan langsung memeluk Queen, dan langsung di balas Queen. Mereka adalah sahabat Queen di sekolah, namanya Diana dan Kania.


"Aku pikir kalian gak datang ?, kenapa kalian lama ?, mana kado buatku ?. Kadonya dua ya !, satu kado ulang Tahun dan satu kado pernikahan !" cerca Queen langsung, setelah melepas pelukan mereka. Membuat kedua sahabatnya itu mendengus.


"Kamu sudah banyak duit dan barang barang. Untuk apa lagi kamu mengharapkan kado dari kami ?. Kami kesini gak bawa apa apa !, kesini kami juga mau makan gratis!" balas sahabat Queen yang bernama Diana,Queen mendengus.


"Iya !" sambung Kania sahabat Queen yang satu lagi." Mana Sirin ?" tanya Kania, memutar pandangannya ke bawah pelaminan.


"Kalian juga sahabat Sirin ?. wah ! kalian cantik cantik banget. Kenalkan Aku abangnya Sirin, namaku Gissham." Gissham mengulurkan tangannya ke arah dua cewek cabe cabean yang ternyata sahabat adiknya juga. Dengan senyum sejuta pesona terpancar dari bibirnya.


Kania dan Diana mengalihkan tatapan mereka ke arah laki laki dewasa yang meminta berkenalan dengan mereka. Laki laki itu terlihat tampan, dan ada miripnya dengan sahabat mereka Sirin.


"Gak usah mau kenalan sama dia !, dia itu ada.." Queen menggantung kalimatnya, mengulum senyumnya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Diana.


"Hei hei hei !, jangan berbisik !, ada apanya ? Ha !" gemas Gissham, menarik telinga Queen. Gissham juga sudah hapal dengan akal bulus Queen yang berotak licik itu.


"Sakit bang Gissham !" keluh Queen, memegang tangan Gissham yang masih menjewer telinganya.


"Katakan !, abang ada apanya ? hm..!" Gissham berbicara dengan merapatkan gigi giginya.


"Ada pelit pelitnya !" jawab Queen.


"Woi ! lepas telinga istriku !, gak ada sopan kamu sama kakak iparmu !" Orion menarik tangan Gissham dari telinga Queen.


"Ogah punya kakak ipar cabe cabean, cabe setan pula !" pukas Gissham.


"Enak aja bilang istriku cabe setan !" sanggah Orion.


Queen sudah mengerucutkan bibirnya, karna telinganya terasa panas dan pasti sudah memerah.


"Ayo dong kenalan cewe cewe !, masa kalian gak tertarik kenalan dengan cowok tampan sepertiku ?" ucap Gissham membujuk Diana dan Kania supaya mau berkenalan dengannya.


"Gak usah mau !" Queen mengompori.


"Ayolah Queen, kita kerja sama. Abang nanti kasih modal buat belanja deh ! untuk kalian bertiga, tapi harus ada salah satunya yang menjadi pacarku !" bujuk Gissham, si jomlo abadi.


Queen menengadahkan tangannya ke arah Gissham." mana ?" tanya Queen.


"Apa ?" tanya Gissham.


"Ck !" decak Queen." Atm sebagai jaminannya!" jawab Queen.


"Hei ! bocah licik !, kamu pikir aku bodoh !. gak tau apa isi otak kecilmu itu ?" dengus Gissham. Enak saja, Masa atmnya mau di buat jaminan. Yang ada nanti isi atmnya ludes, ceweknya kagak dapat.


"Ya udah ! kalau begitu, perkenalannya di tolak !" tandas Queen. Kemudian menyuruh kedua sahabatnya itu turun dari atas pelaminan.


"Kamu pun turun sanah !, lihat tuh antri di bawah sudah panjang !" usir Orion mendorong tubuh Gissham.


Gissham pun menoleh ke bawah pelaminan, benar, antrinya sudah sangat panjang. Gissham pun mendengus kesal, kemudian turun dari atas pelaminan.


waktu pun terus berjalan, acara resepsi pun akhirnya selesai. Kini pengantin baru stok lama itu pun sudah sampai di kamar pengantin mereka, di salah satu kamar hotel. Mereka pun sudah selesai membersihkan diri, dan sudah berganti pakaian dengan pakaian santai. dan sudah berada di atas tempat tidur untuk beristirahat, sama sama duduk menyender di kepala ranjang.


"Apa kaki bang Orion ini benar benar mati rasa ?" tanya Queen, menyentuh kaki kiri Orion yang lumpuh.


"Coba Queen sentuh, mana tau kaki abang bisa langsung sembuh !" jawab Orion tersenyum. Mengusap rambut Queen dari belakang.


Queen pun menyentuh kaki Orion, dan sedikit menekannya." Terasa Bang ?" tanya Queen, menoleh ke wajah Orion. Orion menganggukkan kepalanya.


"Queen pijat kaki abang ya !" tawar Queen.


"Nanti tangan Queen cepek !" tolak halus Orion.


"Gak apa apa !, asal kaki bang Orion bisa sembuh !" balas Queen. Kemudian berpindah duduk ke hujung kaki Orion. Dan langsung menekan nekan telapak kakinya, mencari titik reflesinya, lalu menekannya kuat. Sebelumnya Queen membalur kaki Orion dengan minyak kayu putih.


"Gimana rasanya Bang ?" tanya Queen lagi.


"Pijatanmu sangat enak sayang !, Queen belajar pijat dimana ?" puji Orion jujur.


"Sering perhatiin tukang pijat langganan Mama !" jawab Queen. Terus memijat dan mengurut kaki Orion dengan sabar.


"Sini Queenaraku !, kamu juga pasti lelah sayang, istrirahatlah. Besok kamu bisa melakukannya." Orion mengambil tangan Queen dari kakinya, menarik Queen supaya duduk di sampingnya. Queen pun menganggukkan kepalanya, menurutinya.


Orion merapikan rambut Queen yang berantakan di wajahnya ke belakang telinga. Kemudian mengelus pipi Queen dengan jempol tanganya, menatap Queen sembari tersenyum. Orion mendekatkan wajahnya perlahan, kemudian mengecup lama kening Queen.


.


.