
Lagi lagi Queen mendapat titipan bunga di lampu merah, saat ia akan kembali pulang ke rumahnya. Ini sudah bunga yang ke empat, entah siapa pengirimnya, menurut Queen, pasti itu adalah pria pengecut. Setelah menerima bunga itu dari pengemis jalanan, Queen pun langsung membuangnya begitu saja.
Queen memarkirkan mobilnya setelah ia sampai di kediamannya. Turun dari dalam mobil, Queen langsung masuk ke dalam rumah. Menaiki tangga ke lantai dua, dan masuk ke dalam kamarnya.
Queen langsung saja menghempaskan tubuhnya di atas ranjang, dengan posisi terlentang dan kaki di biarkan menggantung ke lantai.
Hati Queen sudah begitu mantap untuk mengakhiri hubungannya dengan Orion. Hatinya sudah terlanjur terluka, menanti entah sampai kapan. Jika memang ada rindu di hati Orion, sebentar saja, pasti dia sempatkan sesekali mengunjungi Queen. Bukan sama sekali, dalam waktu bertahun tahun. Selama kepergian Orion ke luar Negri, Mereka hanya bertemu empat kali saja.Queen rasa, sudah saatnya ia membuka hatinya untuk pria lain.
Siang pun berganti malam, tiga jam lagi jarum jam akan menunjuk ke angka 12 malam. Detik itu, usianya genap kesembilan belas. Tak ada yang Queen harapakan, selain besok pagi, matahari tetap setia memancarkan sinarnya.
Dari tadi sore, Queen sudah menonaktifkan phonselnya. Supaya tidak ada yang bisa menghubunginya. Ia tak ingin di ganggu siapa pun. Ia ingin tidur pulas malam ini, semoga saja di dalam mimpi ia bertemu pangeran tampan. Queen pun memejamkan matanya, memilih untuk tidur, dan tak ingin memikirkan hari ulang Tahunnya lagi. Toh juga tidak ada yang spesial di hari ulang Tahunnya.
.
.
Malam pun berganti pagi lagi, Queen masih terlelap dalam tidurnya. Entah kenapa ia merasa tidurnya malam ini sangat pulas, dan tubuhnya terasa hangat.
Queen yang terbagun dari tidurnya mengerutkan keningnya, merasa ada yang melilit tubuhnya, menimpa kaki dan perutnya.
Apa aku ketindihan ya ?. Ih seram amat, semenjak kapan pula ada penghuni kamarku ini ?. Batin Queen bergidik ngeri.
Cup !
Queen merasakan benda kenyal, dan terasa dingin menempel di pipi Queen.
Ya Tuhan ! itu jin dan jun jahil banget. Om jin ! ini anak perawan woi !, batin Queen lagi.
Cup !
Cup !
Cup !
Queen langsung membuka matanya, karna merasakan pipinya terus di kecup.
"Happy britday my little wife !"
Queen terdiam membeku melihat wajah yang berada tepat di atas wajahnya. Queen gak lagi mimpi 'kan ?. Perasaan Queen ia sudah benar benar terbangun dari tidurnya.
"I love you beautyful gril !"
Queen kembali memejamkan matanya, kemudian membukanya kembali. Memastikan kalau ia tidak bermimpi, atau tidak salah lihat. Kalau yang di depan wajahnya itu, bukanlah jelmaan om jin yang jahil.
"Bang Orion !" gumam Queen tak percaya. Melihat wajah pria yang sedari tadi merekahkan senyum indahnya kepadanya.
Cup !
Queen terlonjak refleks mendorong kuat tubuh Orion sampai terjatuh dari atas tempat tidur, karna Orion mengecup bibirnya.
"Aw ! Queen ! kenapa abang di dorong ?" Ringis Orion. Merasakan pantat, siku dan punggungnya sakit.
Queen mendudukkan tubuhnya melihat ke arah Orion yang kesakitan karna terbentur lantai. Queen seketika mengingat rasa sakit hatinya, yang di abaikan Orion selama bertahun tahun. Tatapannya pun berobah, menatap Orion dengan tatapan marah, dan mungkin juga benci.
"Kenapa bang Orion pulang ?" tanya Queen datar. menatap tajam ke wajah Orion, dengan mata yang sudah berkaca kaca." Bukankah bang Orion lebih peduli dengan pekerjaan dari pada hubungan kita ?" tanya Queen." Aku sudah besar bang !, bukan anak anak lagi, yang bisa kamu kelabui dengan kata kata. Dan aku gak memaksa bang Orion lagi untuk menjadi milik Queen. Mulai sekarang abang bebas !, bebas menentukan kebahagiaan bang Orion tanpa ada ikatan di antara kita." Queen menjeda kalimatnya sebentar, memperhatikan raut wajah Orion yang terdiam. Kemudian melanjutkan bicaranya lagi.
"Rasa rindu itu sudah berobah menjadi sakit bang !. Dan aku juga ingin bebas dari rasa sakit ini !. Sekarang Queen minta sama bang Orion. Ceraikan Queen bang !, lagian pernikahan itu hanya pernikahan sirih saja. Saat itu juga Queen masih anak anak, belum mengerti yang namanya pernikahan. Dan selama ini juga kita tidak menjalankan pernikahan itu bukan ?. Dan sebenarnya, tanpa bang Orion mengucapkan talak kepada Queen, juga talak itu sudah jatuh dengan sendirinya, karna Queen tidak ridho di tinggalkan bertahun tahun. Kalau bang Orion lupa dan gak tau !."
"Aku tau bang Orion memang menafkahiku secara materi. Apakah menurut bang Orion, nafkah batin itu, cukup dengan hanya menayakan kabarku lewat telephon ?. Aku rasa meski bang Orion tinggal di luar Negri, bang Orion gak lupa dengan hukum Agama."
" Mulai sekarang ! Queen minta sama bang Orion, untuk tidak mengganggu Queen lagi, tidak menemui Queen lagi. Biarkan Queen mencari kebahagiaan Queen." Queen menghapus air matanya, yang sudah mengalir membasahi wajahnya.
Orion menggeleng gelengkan kepalanya, mendengar semua apa yang dikatakan Queen.
"Abang gak mau Queen !, Abang mencintaimu Queen !" lirih Orion.
"Cinta seperti apa yang bang Orion maksud ?" tanya Queen.
"Queen ! abang gak pulang juga punya alasan." jawab Orion.
"Alasannya apa !!?, sampai alasan itu lebih penting dari Queen !!?" bentak Queen tiba tiba, membuat Orion terlonjak tidak percaya.
Orion lupa, kalau Queen yang di hadapinya sekarang, bukanlah Queen yang kecil dulu, yang bisa di kendalikannya hanya dengan kata kata manis saja, atau sedikit mengancamnya.
"Queen..!" lirih Orion lagi yang masih terduduk di lantai. Orion mencoba berdiri dari lantai dengan susah payah, kemudian berjalan dengan sedikit pincang ke arah kasur.
Queen terdiam melihat Orion berjalan pincang. Kenapa bisa seperti itu ?, pikir Queen. Queen menajamkan pandangannya ke wajah Orion, dengan air mata yang semakin bercucuran.
Orion naik ke atas tempat tidur, mendudukkan tubuhnya di samping Queen, dan langsung memeluk Queen.
"Maafin abang Queen !, sudah membuatmu kecewa dan sakit hati. Setahun yang lalu abang mengalami kecelakaan, saat perjalanan menuju bandara, saat abang mau pulang kesini. Abang mengalami patah kaki dan lumpuh Queen. Itu alasan Abang gak pulang. Abang ingin menyembuhkan kaki abang dulu, dan membereskan pekerjaan abang, baru abang akan pulang." jelas Orion, menangis memeluk Queen.
"Kenapa bang Orion gak memberitahu Queen ?. Kenapa gak ada yang memberitahu Queen ?. Gak mungkin Mama Bunga dan Papa Arya gak tau 'kan ?" tanya Queen. Orion menggelengkan kepalanya.
"Hanya kamu, Mama dan Mama Vani yang gak tau !, aku gak mau kalian mengkawatirkanku. Aku sangat menyayangi kalian bertiga !" jawab Orion.
Orion melepas pelukannya, kemudian memandang wajah Queen dengan tersenyum. Orion merapikan rambut panjang Queen ke belakang. Wajah Queen terlihat sangat cantik alami.
"Abang ingin memberimu kejutan" jawab Orion. Kemudian mengecup mesra kening Queen.
"Dan kamu juga kenapa melepas cincinmu ?" tanya balik Orion. Queen tidak menjawab.
Orion mengambil tangan kiri Queen, lalu menyematkan cincin yang di temukannya di laci meja nakas di kamarnya." Jangan pernah di lepas, kecuali aku sudah tiada dan kamu menemukan penggantiku !" ucap Orion, kemudian mencium cincin yang ia sematkan kembali di jari manis Queen.
Kemudian Oriin merogoh saku celananya, mengambil tangan kanan Queen, menyematkan cicin berwarna perak di taburi dengan berlian belian kecil di permukaannya. Cincin itu berukuran kecil, terlihat indah dan elegan di tangan Queen.
"Mungkin abang sudah mencintaimu dari kamu bayi Queen, mungkin abang tidak menyadarinya. Atau mugkin menurut abang dulu cinta itu hanya untuk orang dewasa saja, ternyata abang salah. Setelah abang jauh darimu, abang baru menyadarinya, kasih sayang abang selama ini adalah cinta, rindu abang kepadamu juga adalah cinta." ucap Orion lagi, memegang kedua tangan Queen, lalu mengecup punggung tangan Queen bergantian.
"Queen ! maukah kamu memaafkan abang ?, menerima abang dengan keadaan abang yang sekarang ?" tanya Orion, menatap dalam manik mata Queen, yang diam memandang dari tadi. Mereka pun akhirnya saling pandang, meyelami hati masing masing.
.
.
Kilas balik
Tujuh Tahun yang lalu di ruang perawatan Queen.
"Gan ! apa kamu yakin menyerahkan putrimu kepada Orion ?. Apa terjamin aman, sampai Queen lulus sekolah ?. Aku yakin burung hantunya sama perangainya dengan burung gagak Bapaknya. Lihat tuh ! si Bunga di buntingi terus sama si burung gagak !" nyiyir Aldo. udah kaya eman emak aja nyiyirin tetangga sendiri.
"Alah kaya burung kalian gak suka masuk gua aja !" balas Bunga mencibir.
"Bilang aja kalian iri ! apa susahnya ?" sambung Arya. Dasar mantan muridnya itu, gak ada hormatnya sama guru.
Orion yang mendengar lelucon orang dewasa itu, langsung menutup kedua telinga Queen dengan kedua tangannya. Para orang tua itu kalau sudah ngumpul, sering kali lupa sama lingkungan sekitar.
"Jangan di dengarin Queen !" ucap Orion.
"Bagaimana kalua kita nikahkan saja mereka ?" tanya Arya tiba tiba.
Refleks semua yang ada di ruangan itu, mengalihkan tatapan mereka kepada Arya. Ada ada saja, Queen masih kecil, masa di nikahkan ?. Pikir mereka
"Hanya akat nikah saja, saya rasa tak masalah. Supaya mereka tidak berdosa jika berpelukan. Dan Queen yang terus menempeli Orion, bisa saja Orion nanti bisa khilaf." Jelas Arya.
"Pah ! emang aku cowok apaan !, Orion masih normal Pah. Sukanya sama cewek yang sudah dewasa" sanggah Orion.
"Berjalan seiring waktu, Queen akan bertambah besar dan dewasa. Dan juga supaya kamu ingat janjimu. Untuk tidak jatuh cinta lagi kepada wanita manapun. Jika kamu terpesona dengan wanita di luar sana, kamu akan ingat janjimu kepada Tuhan, bukan hanya kepada Queen saja, ada yang harus kamu pertanggung jawabkan." jelas Arya konyol. Sepertinya, ia sudah memasang otak liciknya, untuk mengikat Orion dan Queen.
"Gak gak gak !" tolak Gandi." Entar putriku masih SMP, di buntinginya pula" ucapnya lagi.
"Kalau Orion berani melakukannya, kita laporkan saja dia ke dinas perlindungan anak. Kita penjarakan dia dan burung hantunya itu seumur hidup" ucap Arya.
"Papa tega amat sama anak sendiri !" kesal Orion. Sudah di suruh menikahi anak kecil, di ancam pula.
"Papa gak mau kamu menyakiti hati Queen untuk yang ke dua kali Orion !. Kali ini kamu harus nurut sama Papa. Apa kamu juga belum kapok di tipu cewek lain. Kamu pikir Papa gak tau, kamu banyak menghabiskan uangmu untuk membiayai pacarmu si Kezia itu. Kamu sudah seperti suami yang menafkahi istrinya saja." cibir Arya kepada anak sulungnya yang sok dermawan itu.
"Queen mau Pah ! menikah sama bang Orion !" ucap Queen.
Astagfirullohal 'azim ! karbit apa yang sudah diberikan istri kepada putriku ini ya Allah !. Ampuni dosa dosa hamba ya Allah !. batin Gandi, menangis dalam hati.
"Baiklah !" pasrah Gandi, demi kesembuhan putrinya."Awas kalau kamu merusak putriku !" ancamnya menatap Orion, galak.
"Orion gak mau Pah !" bantah Orion.
"Kalau kamu gak mau, namamu akan di coret dari daftar KK" ancam Arya, menatap tajam Orion.
"Mama ! bantu Orion Ma !" adu Orion kepada pawang burung gagak.
"Sayang ! jangan coba berani ikut campur, kalau gak ingin di hukum berdiri satu kaki !" ancam Arya malah kepada Bunga Istrinya. Tentu itu tidaklah serius.
Mendengar penolakan Orion, Queen memanyunkan bibirnya, menatap Orion marah. Pipinya mengembang, Dada dan hidunnya juga kembang kempes.
"Abang Orion jahat !!!" ucap Queen
Aish ! anak ini !, kaya paham aja itu apa menikah !. batin Orion, melihat kemarahan Queen kepadanya.
"Oke !" akhirnya Orion pun menyetujui menikahi bocah licik menyebalkan itu. Kenapa ia selalu kalah dari bocah yang selalu minta di tabok itu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Quenara Hamiska binti Gandi Ubaidillah Hamiska dengan mahar uang tunai satu juta rupiah di bayar tunai !"
Ucap Orion lantang, meski hatinya terasa deg degan. Keputusannya untuk melanjutkan kuliahnya ke luar Negri semakin bulat. Ini konyol !, pikir Orion. Bukankah dia sudah berjanji, kenapa itu belum cukup untuk meyakinkan semuanya.
Off
.
.
# Othor udah kasi bab yang panjang, untuk ganti yang tidak up kemarin. Kasi othor semangat dong !.