Brother, I Love You

Brother, I Love You
61. Penuh rasa haru



Orion membuka matanya, terbangun dari tidur lelapnya. Orion memutar pandangannya ke sekeliling kamar, ia tidak mendapati istrinya. Melihat teriknya matahari dari kaca ke arah balkon kamarnya. Orion yakin ini waktu sudah siang. Kira kira dimana istri cantiknya itu sekarang ?. Orion pun bangun dari tempat tidur, perlahan menggerakkan kakinya turun ke lantai, ia harus mencari ratu ke dua dalam hidupnya.


Sampai di lantai bawah, Orion mencium aroma masakan yang membuat air liurnya berdesir. Orion pu mengarahkan langkahnya ke dapur. Orion mengembangkan senyumnya, melihat penampakan sosok bidadari cantik sedang memasak di dapur rumahnya. Orion pun melangkah mendekat.


"Sayang !" panggil Orion, saat ia berhasil memeluk tubuh bidadari itu.


"Bang Orion !" Queen memiringkan sedikit wajahnya ke samping, melihat siapa yang memeluknya tiba tiba, meski Queen sudah tau suaminyalah pelakunya.


"Masaknya kenapa banyak sekali ?" tanya Orion, mengecup pipi Queen yang berkeringat dari samping. Melihat ada ayam goreng, tempe krispi, ikan asin, sambal terasi, dan Sayur asem satu panci besar.


"Adik adik bang Orion 'kan semua makan di sini. dan trus ! sebagian buat di antar ke rumah sakit, buat Mama dan Papa, di sana juga ada Om Aldo dan Bang Ghissam dan Sirin" jawab Queen, sambil mencicipi kuah sayur asem buatannya, apakah rasanya sudah pas setelah di kasi garam dan penyedap rasa.


"Queen sendiri yang masak ini semua ?."


Wah ! jangan sampai itu benar, bisa bisa adik adiknya langsung disuruh mengungsi dari rumahnya.


"Di bantuin Bu Uul !" jawab Queen.


"Abang kirain kamu semua yang masak sebanyak ini" balas Orion.


"Emang kalau Queen yang masak semua..kenapa ?" tanya Queen.


"Kamu lagi hamil anak kita sayang !, aku gak mau kamu kecapean, dan anak kita jadi sakit" jawab Orion. Tangannya yang tadinya berada di dada Queen, berpindah ke perut Queen dan mengelus elusnya.


"Bang Orion ! aku mencintaimu !" Queen memiringkan wajahnya yang berbinar ke arah Orion.


Mendengar kalimat indah itu, Orion semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Queen. Ternyata adik kesayangannya itu belum berobah, masih seperti Queen yang masih kecil, suka bilang cinta tanpa malu malu meong seperti gadis pada umumnya.


"Abang juga mencintaimu adikku sayang !" balas Orion, menggigit kecil daun telinga Queen, sembari tersenyum.


"Bang Orion gak usah mulai mesum lagi deh !" ujar Queen. Suka sekali bang Orionnya itu jahil.


"Sudah lama Queen gak memberi abang jatah !" balas Orion, menurunkan ciumannya ke ceruk leher Queen.


"Tapi Queen lagi gak selera bang !" jawab Queen. Entah lah !semenjak dia diketahui hamil, Queen sering tak punya selera untuk bercinta.


"Queen menolak abang lagi ?" Kesal Orion, berhenti menciumi leher Queen. Sudah lama sekali rasanya ia tak dapat jatah, jelas ngamuklah burung hantunya.


"Ayo cepat siap sipa bang !, kita harus ke rumah sakit siang ini. Sebentar lagi bang Reyhan datang menjemput kita" omel Queen, mengindahkan pria dewasa yang merajuk dan kesal kepadanya itu.


"Nanti malam boleh ya ?" rengek Orion manja.


"Oh ya ! Queen lupa, kalau bang Orion belum makan dari pagi. Ayo sana duduk bang ! bjar Queen siapin nasi buat abang!" perintah Queen, seperti tidak mendengar rengekan suami manjanya itu.


"Queen !" berenggut Orion, memanyunkan bibirnya, karna Queen mengabaikan permintaannya.


"Ayo cepat bang Orion..! jangan bandel napa ?" ujar Queen lagi.


"Nanti malam burung hantu abang masuk sangkar boleh ya ?, ya ya ya ya...!" bujuk Orion lagi.


"Huahahahaha......!"


Orion dan Queen yang kaget mendengat tawa terbahak bahak itu, sontak memutar tubuh mereka ke arah belakang.


Orion berdecak kesal, melihat adik pertamanya lah yang mengganggu adegan uwu uwu mereka.


"Gak sopan, masuk rumah orang diam diam !" dengus Orion.


"Tau nih bang Reyhan !, datang tak ngucap salam, pulang pun tak pernah pamit" sambung Queen. Kesal karna kaget membuat jantung hampir mau copot.


"Apa yang kalian bicarakan ? hayo !, dede Reyhan dengar loh !" godanya kepada sepasang suami istri itu dengan wajah sumiringah.


"Urusan pribadi dong ! iyakan cantiknya abang ?" balas Orion lebay bin alay, kemudian mengecup pipi Queen di depan Reyhan.


"Cih !, dulu aja shok jual jual mahal. sekarang jual murah kagak laku lu !" cibir Reyhan kepada abangnya.


"Enak saja bilang aku gak laku !" dengus Orion.


"Isssh !" decis Queen tiba tiba, karna merasakan perutnya keram.


"Perutnya kenapa sayang ?" kawatir Orion, tangannya mengusap usap perut bagian bawah Queen.


"Iya ! kaka ipar kenapa ?" tanya Reyhan juga ikut kawatir.


"Gak tau bang !, tiba tiba perutku terasa keram" jawab Queen.


"Ayo istirahat dulu, mungkin kamu kecapean" ajak Orion, menuntun Queen berjalan keluar dari dapur, lalu mendudukkan Queen di kursi meja makan.


Queen mengernyitkan keningnya melihat ke arah Orion, ada sesuatu yang berbeda dengan suami tampan kebangatannya itu.


"Ada apa ?" tanya Orion, ikut mengernyitkan keningnya.


"Tongkat bang Orion mana ?" tanya Queen. Refleks Reyhan menajamkan pandangannya ke arah Orion.


Ya ! Orion berjalan tanpa menggunakan tongkat.


Orion mengembangkan senyumnya ke arah Queen." Abang mencoba untuk berjalan tanpa tongkat, ternyata abang bisa meski lambat" jawabnya.


"Benaran bang ?, Alhamdulillah ya Allah !" ucap Queen penuh rasa haru, sampai tak sadar air matanya menetes.


"Hei sayang ! kenapa malah menangis ?" Orion melap cairan bening yang mengalir dari sudut mata Queen.


"Queen terlalu senang bang !, Bang Orion bisa berjalan lagi tanpa tongkat" jawab Queen." Ayo ! coba bang Orion jalan, Queen ingin melihatnya" suruh Queen, penasaran.


"Iya bang ! benaran Bang Orion sudah bisa jalan tanpa tongkat ?" sabung Reyhan, juga penasaran.


Kalau abang Orionnya benaran sudah bisa berjalan normal. Bwah !, tidak ada lagi yang bisa menandingi ketampanannya. Papa Arya pasti kalah, karna sudah tau.


Orion menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, kemudian mulai menggerakkan kakinya perlahan,melangkah dengan sangat pelan.


Satu Dua tiga empat lima ena..


Brukk !


"Aw !" ringis Orion, kesakitan di bagian siku dan lututnya.


Melihat Orion terjatuh di saat langkah ke enam, Queen menekuk bibirnya ke bawah. Ternyata Bang Orionnya itu berbohong untuk menyenangkan hatinya sesaat. Trus saat berjalan dari lantai dua sampai ke dapur, bagaimana caranya ?, pikir Queen.


"Ya elah Bangbang !, kirain benaran bang Orion bisa jalan."Reyhan mencebikkan bibirnya sambil membantu Orion berdiri.


"Tadi bang Orion bagaimana caranya dari lantai dua sampai ke sini ?" tanya Queen penasaran.


Queen pun berdiri dari tempat duduknya, berjalan kembali ke dapur, untuk menyiapkan makanan yang di masaknya tadi ke dalam rantang, untuk di bawa ke rumah sakit. Karna sebentar lagi sudah waktunya makan siang.


"Sayang ! sana siap siap, biar abang sama Reyhan yang menyiapkannya" suruh Orion menyusul ke dapur. Orion gak mau istrinya itu sampai kecapean.


"Iya kaka ipar, sebentar lagi siang, kaka ipar harus dandan lagi" timpal Reyhan ikut menyusul ke dapur, dan langsung mencomot tempe goreng krispi buatan si kakak ipar kecilnya.


"Ya sudah ! dengan senang hati adik ipar !" balas Queen, langsung berlalu.


"Woi ! ! makan mulu itu mulut, entar habis gak ada yang mau di bawa" tegur Orion, melihat adiknya yang doyan makan itu terus mencomot tempe di depannya.


"Ya elah bang ! baru juga di makan tiga, masa bisa habis" balas Reyhan.Pelit amat dah !,batin Reyhan.


.


.


Sampai di parkiran rumah sakit, Reyhan langsung mematikan mesin mobilnya, hasil dari penjualan panen kelapa sawit milik kakek uyut mereka. Merek pun keluar dari dalam mobil. Jika Orion dan Queen langsung berjalan masuk ke dalam gedung rumah sakit itu. Kalau Reyhan, ia melangkahkan kakinya ke arah bagasi mobilnya. Mengambil rantang beserta termos nasi berukuran kecil dari dalamnya.


Kaya sudah seperti mau piknik aja !, batin Reyhan. Membawa masuk rantang dan termos nasi masuk ke dalam Rumah Sakit.


Tok tok tok !


"Assalamu alaikum !" seru Queen sembari mengetok pintu kamar perawatan Arsenio.


"Walaikum salam !" balas Mama Bunga, Papa Arya dan Sirin bersamaan.


Queen pun mendorong daun pintu di depannya sembari melangkah masuk di ikuti Orion dari belakang.


"Mama Bunga apa kabar ?" sapa Queen menurunkan tubuhnya, menyalam tangan mertuanya itu, kemudian memeluknya dan mencium kedua pipinya.


"Alhamdulillah, baik sayang !, bagaimana dengan menantu Mama yang cantik ini ?" Balas Mama Bunga tersenyum.


"Alhamdulillah sangat baik Ma !" jawab Queen.


"Cucu Mama gimana kabarnya ?" tanya Mama Bunga lagi, menarik Queen supaya duduk di sampingnya, kemudian mengelus perut Queen yang masih rata.


Queen mengembangkan senyumnya, sedikit membungkukkan kepalanya, tangannya juga ikut mengelus perutnya."Alhamdulillah baik nenek cantik !" jawab Queen menirukan suara anak kecil.


"Pa ! bagaimana keadaan Arsen ?, apa sudah ada kemajuan ?" tanya Orion, mendudukkan tubuhnya di samping Papa Arya.


Papa Arya terlebih dahulu menghela napasnya, kemudian menjawab." Dia sudah berhasil melewati masa kritisnya, tapi dia masih betah di alam mimpinya."


Mendengar jawaban Papa Arya, Orion juga menghela napasnya, kemudian mengarahkan pandangannya ke arah Arsenio yang terbaring di atas brankar, dan di sampingnya ada sirin duduk termenung tanpa melepas netranya dari wajah Arsenio.


Sekarang aku semakin yakin, kecelakaan yang menimpaku dulu, juga paktor kesengajaan.Batin Orion.


Apakah di balik kecelakaanku juga, adalah Tante Shasa ?. Sepertinya aku harus menyelidiki ulang kasus itu, batin Orion lagi.


"Assalamu alaikum !" seru Reyhan, sambil mendorong pintu ruang perawatan Arsenio yang tidak tertutup rapat dengan tubuhnya. Dan langsung melangkah masuk.


"Walaikum salam !"


Reyhan meletakkan rantang dan termos nasi di atas meja sofa dengan bibir cemberut. Kemudian menyelipkan tubuh besarnya duduk di antara Mama Bunga dan Papa Arya.


"Ma ! Reyhan di tinggalin sendiri di belakang membawa semua itu" ucapnya manja dengan bibir mengerucut menunjuk bawaannya di atas meja. Memeluk lengan Mama Bunga dan menyandarkan kepalanya di bahu Ratu sejagat.


Membuat Orion dan Queen sama sama memutar bola mata malas. Papa Arya hanya geleng geleng kepala sembari tersenyum bahagia terpancar dari raut wajahnya.


Mama Bunga pun mengusap kepala anak keduanya itu. Anaknya yang sifatnya paling manja, dan suka bermanja manja kepadanya meski tubuhnya sudah sebesar raksasa. Dan anaknya yang paling patuh dan penurut jika di suruh.


Melihat itu, Orion memayunkan bibirnya, melihat Reyhan di sayang sayang.


"Pa !" rengek Orion menyandarkan kepalanya di lengan sang Papa.


Bukh !


"Aw !" ringis Orion, karna dapat bogeman di perutnya dari Papa Arya.


"Pa ! perut Orion kok di tinju sih ?, Orion 'kan juga ingin di manja. Dari dulu Orion gak pernah di manja" protes Orion dengan mata berkaca kaca, hidungnya sudah memerah, menahan tangis.


Memiliki banyak adik, sering kali dia terabaikan, dan di tuntun untuk cepat dewasa dan mandiri sejak dini. Malah sering sekali dia di suruh menjaga adik adiknya, sehingga ia tidak punya waktu bermain dengan anak anak sebayanya di komplek perumahan mereka. Sehingga setelah ia besar dulu, dia suka main kabur dari rumah, untuk pergi bermain dengan teman temannya.


"Orion !" sapa Mama Bunga, melihat wajah Orion seperti ingin menangis.


Entahlah ! Orion juga gak tau, kenapa ia berubah cengeng, mudah marah, dan sensitif.


"Apa karna Orion sudah besar, sudah menikah, Orion gak boleh minta di sayang ?. Orion juga seorang anak Ma ! Pa !, butuh kasing sayang dari orang tua sendiri" tanya Orion, bibirnya sudah bergetar.


Papa Arya langsung ingat dirinya dulu, saat dia seusia Orion, ia juga suka bermanja manja di pangkuan Nenek Marni. Bercerita dan berkeluh kesah.


"Sini Nak !" Papa Arya menarik Orion ke dalam pelukannya."Apa kamu berpikir kami tidak menyanyangimu karna semua adik adikmu ?" tanya Papa Arya.


Orion tidak tau, betapa istimewanya dia di hati Mama Bunga dan Papa Arya. Anak yang memberi mereka pengalaman pertama menjadi orang tua. Bagaimana cara mengurus anak, mendidik anak, semua mereka pelajari dari Orion anak pertama mereka.


"Kamu adalah pengalaman pertama kami menjadi orang tua. Kamu tidak tau, betapa istimewanya kamu di dalam hidup Papa sama Mama kamu" ucap Papa Arya.


Tapi Orion tidak merasa seperti itu.


"Kamu dan adik adikmu adalah kebahagiaan Papa sama Mama kamu. Kasih sayang kami kepada kalian..sama nak !. tidak berbeda sedikit pun. Kami hanya memperlakukan kalian seseui dengan sifat dan karakter kalian masing masing. Sehingga perlakuan kami terlihat berpeda" jelas Papa Arya kepada anak sulungnya, yang berubah cengeng.


Papa Arya seperti bisa menebak, kalau ke cengengan anaknya yang minta di manja itu, adalah bawaan ngidamnya.


"Kamu memiliki lima adik, laki laki semua. Kamu tau kenapa Papa sering memberimu bogeman ?. Supaya tubuhmu kebal, dan kuat untuk melawan adik adikmu yang melawan kepadamu nanti. Supaya kamu bisa memberi mereka pelajaran bagi siapa yang bertingkah. Papa ingin kamu bisa membantu Papa untuk mendidik adik adikmu. Apa lagi suatu hari nanti Papa sudah tiada nak !. Tentu Papa akan menitipkan adik adikmu kepadamu, untuk menjaga mereka, mendidik dan melindungi mereka." ucap Papa Arya lagi.


"Aayan ! kamu bicara apa ?, aku gak suka mendengar itu" sambar Mama Bunga, mendengar Papa Arya membicarakan kematian.


"Bang Orion sekarang memang seperti itu Pa !, manja banget !" ujar Queen yang duduk di samping Mama Bunga. Melihat kemanjaan suaminya, Queen sudah tidak heran lagi, meski ia tidak tau penyebabnya.


"Maaf Pah !" ucap Orion, sudah salah sangka kepada orang tuanya.


"Gak apa apa nak !" balas Papa Arya, mengusap kepala calon Bapak yang berubah menjadi bocil itu.


.


.


#Likenya mana ? kenapa tambah sunyi ?. Sedih othornya 😭😭😭😭. Pada malas komen lagi Huaaa😭😭😭😭.