Brother, I Love You

Brother, I Love You
42. Cemburu



"Ada apa dengan bang Orion ?" tanya Sirin. Kenapa Abang Orion mereka itu berubah menjadi pemarah ?.


Orion diam tidak menjawab, kemudian berdiri dari tempat duduknya, berjalan ke arah tangga. Orion ingin menyusul Queen ke kamar mereka. Ia juga tak ingin marah marah kepada Queen hanya karna hal sepele. Entahlah !, Orion sendiri sepertinya merasa terbebani dengan keadaannya yang tidak normal.


"Sepertinya bang Orion merasa tertekan batin dengan keadaannya dan apa yang sudah menimpa mereka !" celetuk Dokter Ghissam, setelah Orion hilang dari pandangan mereka.


"Maksud bang Ghissam ?" tanya Sirin, yang lainnya pun menganggukkan kepala bersama, meminta penjelasan Dokter Ghissam.


"Terlihat dari raut wajahnya, nampak seperti tertekan, meski ia masih bisa tersenyum" jelas Ghissam."Kemarahannya itu bisa saja bentuk luapan emosinya" jelasnya lagi.


Reyhan dan Arsenio menghela napas mereka, kasihan melihat kondisi abang mereka yang sekarang.


"Apa kaki bang Orion gak bisa sembuh ?" tanya Arsenio kepada Dokter Ghissam.


"Sepertinya bisa, tadi pagi saat aku memeriksanya, sudah ada sedikit perubahan" jawab Dokter Ghissam. Membuat Reyhan, Arsenio dan Sirin menghela napas lega.


.


.


Orion melangkahkan kakinya ke arah Queen yang terbaring dengan posisi tengkurap di atas tempat tidur. Orion mendudukkan tubuhnya di pinggir tempat tidur, kemudian mengusap kepala Queen.


"Queen ! maafin abang !" ucap Orion." Abang cemburu !" jujur Orion.


"Cemburu bang Orion gak beralasan !" balas Queen menangis terisak.


"Queen adalah perempuan bersuami, lantas Queen berpakaian seksi seperti itu untuk menarik perhatian siapa ?, jagalah perasaanku Queen !" ucap Orion, Queen pun terdiam.


Orion berdiri dari sisi tempat tidur, berjalan ke arah lemari pakaian. Orion membuka lemari pakaian Queen, kemudian mengambil satu baju dari dalam lemari. Kemudian membawanya ke arah tempat tidur.


"Gantilah pakaianmu ! terlambat sedikit, itu tak apa apa !" ucap Orion, meletakkan dress panjang berwarna coksu di samping Queen.


"Gak usah pergi lagi !" tolak Queen. Ia sudah tak bersemangat lagi untuk pergi.


"Abang minta maaf !, ayo cepat ganti pakaianmu. Ketiga temanmu gak mau pergi kalau kamu gak ikut" ujar Orion, sembari mendudukkan tubuhnya kembali di pinggir tempat tidur. Kemudian menarik tangan Queen, supaya Queen bangun dari tempat tidur.


"Queen gak mau pergi lagi !" bantah Queen merengek, Karna Orion menarik tangannya kuat, memaksanya untuk bangun.


"Ya sudah !"


Orion melepas tangan Queen, sehingga tubuh Queen terbaring kembali ke atas kasur. Orion pun berdiri dari tempat duduknya, melangkahkan kakinya keluar ke balkon kamar mereka. Di teras balkon, Orion mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di sana.


Orion menghela napasnya kasar, memikirkan istrinya yang keras kepala itu. Semenjak kecil, Queen selalu ingin kemauannya di turuti. Queen yang licik, Queen yang keras kepala, Queen yang banyak akal, Queen yang kecentilan, Queen yang boros, Queen yang cantik, Queen yang imut, Queen yang angkuh, Queen yang penyanyang. Orion sudah tau Queen itu luar dalam. Terakhir, Queen yang memaksanya menikahinya dulu. Gadis kecil itu selalu saja berhasil mengalahkan seorang Orion Ozama yang memiliki IQ di atas rata rata.


Di dalam kamar, Queen memanyunkan bibirnya, karna Orion tak membujuknya lagi. Kenapa suaminya itu gak peka, kalau istrinya yang lagi merajuk pengen di manja di sayang sayang , di bujuk dan di rayu lebih lagi ?. Ih ! sebel sebel sebel ! batin Queen.


"Bang Orion..!" rengek manja Queen.


"Ganti bajumu Queen !" sahut Orion, setelah melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, masih ada waktu dua puluh menit lagi. Itu masih sempat, karna perjalanan ke rumah Nala, hanya memakan waktu kurang lebih lima belas menit, jika terlambat sedikit dari jam yang di tentukan di undangan, itu tidak masalah. Bisa saja jam di mulainya acara, molor.


"Gantiin !" manja Queen lagi dari dalam kamar.


Orion berdiri dari kursinya, melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, dan menutup kembali pintu kaca yang mengarah ke balkon. Sampai di pinggir kasur, Orion mendudukkan tubuhnya di samping Queen. Dan langsung mengganti baju Queen dengan baju yang di ambilnya tadi dari dalam lemari.


"Seperti ini kamu terlihat lebih cantik, anggun, dan dewasa !" puji Orion, sambil mengikat tali pinggang berwarna hitam berbahan kain di lingkaran pinggang Queen.


"Jangan memamerkan tubuhmu lagi !" ucap Orion lagi.Queen yang berdiri di depan Orion hanya memanyunkan bibirnya."Abang cemburu jika laki laki lain memandangi tubuhmu nantinya" tambahnya. Menatap wajah Queen dengan binar cinta. Tangannya merapikan rambut Queen yang sempat berantakan.


Queen pun menganggukkan kepalanya, masih dengan bibir manyunnya.


Orion berdiri dari tepi kasur, mendaratkan satu kecupan di bibir Queen yang masih mengerucut.


"Ayo cantik !" ajak Orion tersenyum, meraih sebelah tangan Queen, menariknya berjalan ke luar dari dalam kamar mereka.


Queen yang mendapat pujian pun, langsung saja menarik kedua sudut bibirnya ke atas, sembari mengikuti langkah Orion menuruni anak tangga perlahan lahan. Wanita mana yang tidak senang mendapatkan pujian dari laki laki idaman hatinya. Meski mereka sudah lama menikah, tapi untuk menjalani rumah tangga yang sesungguhnya, barulah mereka jalani. Queen juga baru merasakan yang namanya kasmaran. Karna selama ini, Orion tak pernah bersikap romantis padanya.


Sampai di lantai bawah, semua mata tertuju kepada mereka. Tidak ada yang berbicara, melihat suami istri yang baru marahan itu, sudah baikan. Mereka melihat Queen sudah mengganti pakaiannya, dengan pakaian yang lebih tertutup. Queen terlihat lebih cantik anggun dan dewasa dengan pakaian yang dikenakannya sekarang.


"Ayo kita berangkat !" ujar Orion kepada para adik adiknya, tanpa ada merasa bersalah, sudah membuat orang menunggu dari tadi, dan bahkan mereka pikir, mereka batal pergi.


Orion mencebikkan bibirnya, karna semua masih terdiam memandanginya, dan tak ada yang bergerak dari tempat duduk masing masing.


"Kalau kalian masih ingin mematung di tempat kalian. Aku dan Queen berangkat duluan" ucap Orion." Ayo sayang !" ajak Orion kemudian kepada Queen, sambil melangkahkan kakinya ke arah pintu keluar. Yang langsung di ikuti Queen, berjalan mensejajarkan langkahnya dengan Orion.


Reyhan, Ghissam, Arsenio, Sirin, Diana dan Kania, pun berdiri dari tempat duduk masing masing, menyusul Queen dan Orion keluar dari dalam rumah, meski mereka masih bingung dengan pasangan suami istri itu.


Orion dan Queen masuk ke dalam mobil milik Reyhan. Mereka duduk di kursi penumpang belakang. Untuk sekarang, mereka masih takut jika harus bepergian berdua, apa lagi di malam hari. Reyhan dan Diana pun menyusul masuk, mereka duduk di kursi depan, dan Reyhan sebagai supirnya.


Arsenio dan Ghissam, mereka pun masuk ke dalam mobil masing masing. Dengan pasangan masing masing.


Ketiga mobil itu pun beriringan keluar dari pekarangan rumah Orion dan Queen.


.


.


Ke empat pasangan muda mudi itu pun, keluar dari dalam mobil masing masing. Setelah memarkirkannya di parkiran yang sudah di sediakan tuan rumah, di luar pagar rumah yang menjadi tempat acara. Mereka berjalan berdampingan dengan pasangan masing masing.


Halaman rumah Nala nampak sudah rame, banyak sekali orang yang di undang oleh Nala. Dan tentunya para tamu undangan itu adalah teman teman satu sekolah mereka, hanya sebagian kecil saja yang bukan murid dari SMA HARAPAN.


"Hai Queen ! aku pikir kamu gak datang?" sapa Nala tersenyum ramah. Dari tadi ia mencari cari sosok Queen, saingan beratnya di sekolah memperebutkan posisi sebagai miss SMA HARAPAN.


"Jangan terlalu memuji !, pesta ini tidak ada apa apanya. hanya pesta sederhana saja" balas Nala merendah. Jika aku membuat pesta ala kadarnya, kamu akan menganggap remeh aku Queen. Batin Nala


Nala mengalihkan tatapannya ke arah Sirin, Diana dan Kania bergantian beserta kepada pasangan ke empat cewek yang menjadi penguasa di SMA HARAPAN itu.


Pasangan Diana sama Kania ganteng ganteng juga!. Dapat dimana mereka ke dua cogan itu ?. Apa lagi yang bersama Diana, badannya kekar banget. monolog Nala dalam hati.


Ada mirip miripnya sama Arsenio dan laki laki pincang yang bersama Queen. Apa mereka bertiga anak anaknya Pak Arya ?. Yang bersama Kania, ada mirip miripnya dengan Sirin. Apa itu abangnya Sirin ya ?, ganteng banget. batinnya lagi


"Hai Sirin !Kania !Diana ! Arsen !, selamat datang dan trimakasih kalian sudah datang!" sapa Nala ramah.


"Hai juga Nala !, trimakasih juga sudah mengundang kami !" balas Sirin, Kania, Diana dam Arsenio.


Nala kembali mengalihkan tatapannya ke arah Queen dan Orion, dengan tatapan mengejek, melihat pasangan Queen adalah cowok pincang.


"Yuk ! gabung kesana, acaranya sudah mau di mulai !" Ajak Nala. Sebagai orang yang mengundang ia harus bersikap ramah tamah, meski ia tak menyukai ke empat cewek yang selalu merasa cantik itu. Kemudian memutar tubuhnya berjalan ke arah panggung kecil yang ada di taman samping rumah. Yang langsung diikuti mereka.


"Queen ! lihat tuh si Calix ,Dia datang bersama Nimas. Sepertinya Calix benar suka deh sama si cupu !" ujar Sirin, menunjuk ke arah Calix yang datang bersama cewek berkaca mata, dengan rambut ikal yang di kepang dua.


"Sepertinya begitu !" balas Queen.


"Hai Queen !" sapa salah satu cowok tersenyum ramah.


"Hai juga Samir !" balas Queen tidak kalah ramah.


"Kamu sangat cantik malam ini !" ucap cowok yang bernama Samir itu. Ia tak tau kalau laki laki yang memakai tongkat yang berdiri di samping Queen adalah suami Queen.


"Biasa aja !" balas Queen.


"Mana pasanganmu ?" tanya Samir


"Ini !" jawab Queen, mengalihkan tatapannya ke arah Orion, sembari melingkarkan tangannya ke lengan Orion.


Samir mengernyitkan keningnya tidak percaya. Kalau Queen idola no satu sekolah mereka, memiliki pasangan yang memakai tongkat. Para siswa siswi SMA HARAPAN, tidak ada yang tau, kalau Orion adalah anak dari pemilik sekolah mereka. Mereka hanya mengenal Elang dan Arsenio.


"Kamu gak lagi bercanda 'kan Queen ?"tanya Samir.


"Apa maksud pertanyaanmu itu ?, Ha !" sambar Arsen tiba tiba. Ia merasa, Samir memandang remeh abangnya.


Samir pun semakin memperhatikan wajah Orion, ternyata sangat mirip dengan Arsenio.


"Tahan emosi Arsen !, kita lagi berada di acara orang !" ucap Sirin yang berdiri di samping Arsenio.


"Bang Orion baru mengalami kecelakaan, mengalami luka di kaki. Mengharuskan bang Orion berjalan pakai tongkat untuk sementara waktu" jawab Queen. Tidak suka dengan pertanyaan Samir.


"Apa kamu berniat merendahkanku ?" tanya Orion, menatap nyalang ke arah Samir.


"Sudah Bang Orion, mending kita pergi dari sini !" ucap Queen.


"Apa yang kamu banggakan ?, ha !. Jangan pikir saya tidak tau, kalau kamu itu hanyalah murid bea siswa yang kurang mampu. Saya bisa mencabut bea siswamu jika saya menginginkannya. Tapi saya bukanlah pria pengecut, melawan orang dari sisi kelemahannya." ucap Orion, kemudian melangkahkan kakinya.


Meski selama ini Orion tinggal di luar Negri, ia juga ikut membantu Papa Arya mengelola sekolah milik kakek uyutnya itu. Sekolah itu murni seratus persen adalah milik keluarga mereka. Karna dulu Kakek Samsul membangun sekolah itu, memakai uangnya sendiri, tanpa ada sedikit pun dana orang masuk ke sana. Dan tentulah Orion sedikit bisa mengenal beberapa wajah siswa siswi di sekolah itu, melalui data data lengkap dengan photo yang tersimpan di data data siswa.


Papa Arya selama ini sebagai pihak pengelola, kini sudah berhasil mengembangkan sekolah itu. Dulunya hanya SMA saja, sekarang sudah memiliki SD dan SMP. Dan kini juga, Orion sedang melakukan pembangunan gedung sekolah untuk tinggat perguruan tinggi, yang akan di beri nama, Universitas HARAPAN.


Acara ulang Tahun pun berlangsung meriah, Sebagai miss di sekolah, tidak sedikit cowok cowok menyapa Queen dan juga memujinya. Yang pasti membuat hati Orion panas terbakar api cemburu. Sepertinya Orion akan segera membuntingi istri kecilnya itu.


"Sayang ! mana yang lainnya ?, ajak merek pulang" ujar Orion, sudah tidak betah di tengah tengah pesta anak ABG itu.


"Mereka pasti gak mau !, karna acaranya belum selesai !. Mereka juga lagi asik berdansa" jawab Queen.


"Kalau begitu kita tunggu mereka di mobil aja !" ucap Orion.


"Queen gak mau !, ngapain di dalam mobil ?" tolak Queen.


"Hai Queen ! dansa yuk !" ajak salah satu cowok, wajahnya sangat tampan, dia adalah ketua Osis yang baru, pengganti Queen. Karna Queen sebentar lagi akan sudah akan lulus.


"Gak deh !" tolak Queen


"Sebentar aja !" bujuk cowok bernama Dhikra yang masih duduk di bangku kelas satu SMA.


"Queen baru selesai berdansa dengan saya !" sabar Orion.


Enak saja istrinya di ajak cowok lain berdansa. Tidak ada yang boleh menyentuh istrinya, walau hanya ujung jarinya saja.


"Oh ! gitu ya !. Ya udah Queen, kalau begitu aku kesana dulu" ucap Dhikra sekalian pamit.


tiung !


Sebelum melangkahkan kakinya, Dhikra pun menyempatkan diri mengedipkan sebelah matanya kepada Queen.


"Apa bocah itu menyukaimu Queen ?" geram Orion. Dadanya sudah nampak naik turun menahan esmosi.


Seharusnya saat mengadakan resepsi pernikahan mereka kemarin, seluruh siswa dan siswi SMA HARAPAN di undang. Biar semua tau, kalau Queen adalah istrinya. Biar tak ada lagi yang menggodanya.


.


.