Brother, I Love You

Brother, I Love You
36. Suami yang buruk



Queen melajukan kenderaannya dengan kecepatan tinggi, karna hampir larut malam kenderaan di jalan tidak terlalu ramai.


"Queen jangan terlalu kencang bawanya !" tegur Orion. Siapa pula yang mengajari istrinya itu membawa kenderaan seperti pembalap ?. Apa karna Queen masih berdarah muda, sehingga nyalinya kuat ?.


"Biar cepat sampai bang !" balas Queen santai. Lupa dengan penumpang di sampingnya itu memiliki trauma kecelakaan ?. Tiba tiba..


Ciiiittttt......!!!!


Queen terpaksa harus melakukan rem mendadak karna ada kenderaan roda dua yang menghalagi jalannya.


"Aw !" keluh Queen, karna kepalanya sempat terbentur ke setir mobil.


"Sayang !, kamu gak apa apa ?" tanya Orion kawatir, meski jantungnya sendiri hampir mau copot. Orion pun memeriksa kening Queen yang terbentur, dan ternyata sudah benjol.


"Gak apa apa !" jawab Queen, meski ia merasa keningnya sedikit sakit.


Buarr buarr buarr !


Sontak saja Queen dan Orion mengalihkan netra mereka ke arah luar kaca mobil. Melihat dua orang laki laki memakai topeng, memukul mukul pintu kiri kanan mobil.


"Bang Orion !"


Queen seketika ketakutan, ia pun menjauhkan tubuhnya dari pintu yang di sampingnya, memeluk Orion.


"Keluar !!!"


Prankk !!!


Teriak dari luar sambil memukul pintu yang di samping Orion.


"Jangan takut !, kita diam aja di sini, kita tidak boleh keluar, abang akan meminta bantuan" ucap Orion, memeluk erat tubuh Queen yang bergetar ketakutan. Orion pun mengeluarkan handphonnya dari tas kecilnya, dan langsung mengirin sms kepada semua anggota keluarga besarnya, kecuali yang perempuan.


Ya Tuhan ! bantulah kami, berikan hamba kekuatan ya Allah !. batin Orion. Bersedih dan pasrah, dengan keadaannya yang sekarang, ia tidak bisa melawan begal yang menodong mereka.


"Kalau kalian gak keluar, kami akan membakar mobil ini !" ancam salah satu pria bertopeng itu.


"Bang Orion !" tangis Queen. Ia benar benar ketakuatan.


Orion diam, ia tidak tau harus berkata apa, dan berbuat apa. Apa yang bisa di lakukan pria lumpuh sepertinya. Selain berdoa memohon perlindungan kepada Tuhan.


"Kalian keluar, kalau kalian tidak ingin mati terbakar di dalam !!!" ancam dari luar lagi.


Dan benar saja, Orion melihat asap dari kaca spion, ban mobil depan sebelah Queen sudah di bakar. Orion memejamkan matanya, tidak mungkin ia membiarkan mereka mati begitu saja di dalam mobil.


Kirimkan pertolonganmu ya Tuhan !" batin Orion, tak terasa air matanya mengalir dari sudut matanya. Perlahan tangan Orion pun membuka pintu di sampingnya.


Tiba tiba badannya di tarik dari luar sehingga pelukannya dari Queen terlepas. Tubuhnnya terhempas jatuh ke jalan. Begitu juga dengan Queen, di tarik dengan kasar keluar dari dalam mobil.


"Aaa...!!!" jerit Orion, merasa teramat sakit di bagian kakinya yang lumpuh, karna mendapat pukulan dari orang yang menariknya keluar dari dalam mobil.


"Bang Orion !!!" teriak Queen. Melihat Orion dipukuli.


"Diam !!!" bentak salah satu pria bertopeng itu, kemudian menyeretnya Queen.


"Tolong !!!" teriak Queen. Kenapa jalan yang mereka lintasi itu sunyi sekali, satu pun pengendara tidak ada yang lewat, padahal malam belum terlalu larut. Seharusnya Queen tadi tidak melewati jalan pintas itu.


"Queen !" panggil Orion yang hanya bisa mengesot di tengah tengah jalan raya sambil memegangi kaki kirinya. Melihat Queen di bawa pergi dua laki laki bertopeng itu, memasukkannya ke dalam mobil yang tiba tiba datang, dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi membawa Queen di dalamnya. Dan kedua pria bertopeng itu pun pergi dengan motor mereka tadi.


"Bang Orion !!!" teriak Queen di dalam mobil yang membawanya, meronta di dalam cengkraman pria yang memeganginya.


"Queen !!! sayang !!! Aahhh !!!" teriak Orion frustasi, menangis bersimbah air mata. Karna tidak bisa melindungi Queen, dan Kenapa ia harus lumpuh ?.


"Queen !!!" teriak Orion


Melihat api yang melahap kenderaan mereka semakin besar, Orion pun menjauhkan dirinya, dengan mengesot. Tak lama kemudian mobil itu pun meledak.


Duarrr !!!


"Aw !" ringis Orion, merasakan panasnya hawa semburan nyala api saat mobil itu meledak. Untung saja ia sudah berhasil menjauh, sehingga nyala api itu tidak sampai menjilatnya.


.


.


Arsen melajukan kenderaannya menuju tempat Orion memberikan informasi dimana mereka terakhir. Dengan Papa Arya duduk di sampingnya, sibuk memantau rekaman cctv jalan. Papa Arya mengusap wajahnya kasar, menyaksikan semua yang di alami anak dan menantunya. Siapa dalang di balik itu semua ?.


Papa Arya dengan sigap menelephon polisi, untuk menjegat mobil yang membawa kabur Queen. Dan kemudian menelephon Reyhan untuk mengejar mobil penjahat itu. Dan Papa Arya juga menginformasikan kepada Gandi, Aldo dan Leo, untuk menolong Queen yag di bawa kabur.


Arsen menghentikan laju kenderaannya, setelah sampai di tempat kejadian. Gegas Arsen dan Papa Arya turun dari dalam mobil, dan berlari ke arah Orion yang terduduk di jalan, wajahnya nampak babak belur.


"Orion ! Nak !" panggil Arya, hancurnya hati Papa Arya melihat buah cinta keduanya dengan Bunga, menangis tak berdaya.


"Pah ! Queen Pah !, Orion gak bisa melindunginya Pah !. Orion laki laki tak berguna Pah !." ucap Orion menangis, frustasi dan putus asa.


"Tenanglah ! Queen pasti akan baik baik saja. Reyhan dan Elang sudah mengejarnya. Begitu juga dengan yang lainnya. Dan Papa juga sudah meminta bantuan polisi. Sekarang ayo kita menyusul mereka." ucap Papa Arya, kemudian membantu Orion berdiri di bantu Arsen, membawanya masuk ke dalam mobil.


Arsen mengeraskan rahangnya, emosinya memuncak melihat abangnya babak belur. Ia bersumpah, tidak akan memberi ampun kepada orang yang sudah menyakiti abangnya itu. Arsen yang sudah duduk di kursi pengemudi, langsung melajukan kenderaannya dengan kecepatan tinggi.


Tanpa menjawab, Arsen pun mengurangi kecepatan kenderaannya.


"Aku memang laki laki tak berguna Pah !" ucap Orion putus asa. Ia merasa terpuruk lagi dengan keadaannya.


"Orion ! tenangkan dirimu nak !" ucap Papa Arya, mengusap bahu anak sulungnya yang duduk di sampingnya.


"Orion tak pantas untuk Queen Pah !, Orion suami yang buruk, tidak bisa melindungi istri sendiri" lirih Orion. Tidak mudah baginya menerima kenyataan, menjalani hidup sebagai pria lumpuh.


Papa Arya menghela napasnya, kenapa anak sulungnya itu, sama seperti istrinya, sama sama memiliki jiwa yang lemah. Mudah tertekan dengan keadaan.


.


.


"Siapa kalian ? kenapa kalian menculikku ?" tanya Queen.


Orang yang duduk di sampingnya pun membuka topengnya.


"A..a..a..aku ! Ma..ma..ma..mail !"


Queen membolakan matanya, tidak percaya dengan orang yang menculiknya, ternyata si culun.


"Mail !" gumam Queen.


Mail pun menyeringai lebar kepada Queen." I..i..i..iya !" ucapnya.


"Kenapa kamu menculikku ?" tanya Queen.


"Ka..ka..karna aku ingin memilikimu !" jawab Mail. Mengangkat satu tangannya, menyentuh bibir Queen, mengelusnya dengan jari jempolnya.


Queen diam memejamkan matanya, sungguj Queen merasa jijik dengan sentuhan tangan pria disampingnya itu. Queen tidak bisa bergerak karna kaki dan tangannya di ikat kuat.


"Kenapa kamu lebih memilih pria lumpuh itu dari pada aku Queen ?. Sejak dulu aku sudah menyukaimu !, sejak dulu aku mencintaimu !. Sekali saja kamu tidak pernah memberiku kesempatan !. Apa karna aku miskin dan tidak tampan ?. Apa menurutmu perempuan yang cantik hanya cocok untuk laki laki yang tampan ?. Dan laki laki yang jelek sepertiku hanya pantas untuk perempuan jelek juga. Itu tidak adil Queen !. Sekali saja ! beri aku kesempatan Queen !" ucap Mail dengan suara lembutnya.


Queen membuka matanya, mendengar Mail bicara tidak gugup, dan terdengar tulus dari hati. Queen menajamkan tatapannya ke manik mata Mail yang memandangnya penuh cinta. Queen menggeleng gelengkan kepalanya, bagaimana bisa ia memberikan kesempatan kepada Mail. Ia adalah seorang wanita bersuami.


"Kalau kamu benar benar mencintaiku Mail, kamu tidak akan melakukan hal yang kejam seperti ini kepadaku. Kamu hanya terobsesi ingin memilikiku, karna aku cantik !. Seandainya aku jelek, kamu tidak akan menyuakaiku !" balas Queen.


Mail menarik sebelah sudut bibirnya ke samping, tersenyum miring, karna Queen mengakui dirinya cantik.


"Kamu benar Queen !" jujur Mail."Mau tidak mau kamu harus menjadi milikku sekarang Queen !" ucapnya lagi. Queen menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ayolah ! gak usah jual mahal, aku tau kamu sudah tidak perawan lagi. Aku tau kamu sudah menikah dengan anak Pak Arya. Tapi aku tidak peduli dengan itu !" ucap Mail lagi, tangannya terulur menyentuh sebelah gundukan Queen dan me****nya.


"Jangan Mail ! aku mohon !" ucap Queen, air matanya luruh kembali.


Mail pun melepaskan tangannya, dari gundukan milik Queen.


"Oh ! aku lupa !" ucap Mail, kemudian mengambil botol air minum yang tersedia di dalam mobil itu. Mail membuka tutup botol itu, lalu meminumkannya dengan paksa ke mulut Queen.


"Aku mohon Mail ! jangan !, uhuk uhuk uhuk..." Queen terbatuk batuk karna Mail terus memaksanya minum.


"Minum yang banyak sayang !, aku ingin melihatmu menggeliatkan tubuh seksimu itu di atas pusarku !" ucap Mail.


Queen memejamkan matanya, menahan emosinya. Mail benar benar keterlaluan. Queen harus berpikir, bagaimana caranya menghentikan kegilaan Mail.


"Aaa...!!! panas !!!" teriak Queen tiba tiba.


"Tolong aku Mail !!!, panas !!!" teriak Queen lagi, menggeliatkan tubuhnya di dalam lilitan tali yang mengikatnya.


"Aaah !!! Mail !!!" teriak Queen lagi.


Mail langsung saja menyeringai lebar, sungguh cepat reaksi obat yang ia minumkan kepada Queen, pikirnya.


"I..i..iya sayang ! aku akan membantumu !"ucapnya.


"Aah ! Mail ! tubuhku terasa panas semua, aku ingin membuka bajuku !" Desah Queen.


"I..iya sayang !, sabar ya !, aku harus membuka talinya dulu !" ucap Mail.


"Bos ! nanti kita gantian !, saya juga mau bos enak enak dengan cewek cantik !" sahut supir yang dari tadi diam menyetir.


"Enak saja ! dia hanya milikku !" dengus Mail." kamu sudah saya kasih bayaran mahal" ucapnya lagi.


"Sekali aja gak apa apa kali bos !"cebik supir bayaran itu.


"Cepat Mail ! Ahh ! aku sudah gak tahan !!!" rancau Queen.


"Sudah sayang ! buka bajumu biar kita bersenang senang !" ucap Mail, setelah selesai melepas ikatan tali yang melilit tubuh Queen.


Queen pun langsung membuka bajunya, dan menyisakan tantopnya Dan.......


.


.