
"Daddy ! apa kita sudah sampai ?. Kita tidak pindah pesawat lagi 'kan ?" tanya Boy saat mereka keluar dari pesawat yang mereka tumpangi, dari Jakarta sampai ke kota tempat yang akan menjadi dirinya menjadi keluarga Alfarizqi yang sesungguhnya.
"Kita sudah sampai, tidak akan pindah pesawat lagi" jawab Orion kepada Boy yang berada di gendongannya.
"Apa kita akan tinggal di rumah Kakek dan Nenek ?" tanya Boy lagi.
"Tidak ! tapi kita bisa sering berkunjung ke rumah mereka. Dan kalau Boy mau, Boy bisa tinggal bersama mereka. Disana Boy memiliki banyak paman" jawab Orion lagi.
"Oh ya ?" Boy membolakan matanya kepada Orion, wajahnya nampak berbinar, Boy senang mendengar ia punya banyak Paman.
"Kamu bisa bermain bersama mereka" ucap Orion lagi.
"Bang Orion ! Queen pusing !" rengek Queen yang bergelayut di lengan Orion sebelahnya.
"Sabar sayang !, sebentar lagi kita sampai ke rumah" balas Orion. Sepertinya istrinya itu sudah kecapean, kerna menempuh pejalanan udara yang cukup jauh.
Keluar dari bandara, di sana sudah ada Elang, Darren dan Bilal menunggu mereka.
"Bang Orion...!" seru Darren dan Bilal bersamaan, berlari ke arah Orion, Queen dan Boy. Bilal langsung memeluk pinggang Orion, sedangkan Darren, ia hanya berdiri di depan Orion. Memandang heran dengan bocah yang ada di gendongan abangnya itu.
"Hai Boy ! selamat datang !" sapa Elang kepada Boy.
"Paman Elang !" balas Boy, mengulurkan tangannya ke arah Elang. Elang langsung mengambil Boy dari kendongan Orion.
Dan Orion pun langsung menggendong tubuh gemuk Bilal. Yang beratnya hampir sama dengan berat badan Queen.
"Semakin hari badanmu ini semakin besar, apa kamu tidak takut ?, nanti cewek cewek tidak ada yang menyukaimu !" tanya Orion kepada adik bungsu yang doyan makan itu.
"Nanti Papa bisa cariin bilal cewek !"jawab Bilal polos, menyuapkan cemilan kripik kentang kemulutnya.
"Bang Orion ! ini anak siapa ?" tanya Darren, ia tidak tau sama sekali soal Boy.
"Anak abang" jawab Orion, menurunkan Bilal dari gendongannya." Boy ! kenalkan ini paman Darren dan ini Paman Bilal" ucap Orion, memperkenalkan kedua adik bungsunya.
"Halo paman Darren ! halo paman Bilal !" sapa Boy ramah dari gendongan Elang.
"Halo juga Boy !" balas Darren dan Bilal barengan.
"Ayo kita masuk ke mobil, kakak Queen sudah kecapean" ujar Orion, menuntun Queen masuk ke dalam mobil Elang, setelah membuka pintu penumpang belakang.
setelah mereka semua masuk ke dalam mobil, Elang pun melajukan kenderaannya keluar dari bandara, menuju rumah orang tua mereka.
Sampai di kediaman keluarga Alfarizqi, setelah Elang memarkirkan kenderaannya, mereka semua pun keluar dari dalam mobil. Di teras rumah, sudah ada ratu dan raja sejagat raya menunggu ke datangan mereka.
Ratu sejagat tersenyum, melihat Boy, yang akan menjadi cucu pertama di keluarga itu. Sebelumnya, setelah Orion berhasil menaklukkan hati Queen tentang Boy. Orion sudah memberitahu kepada keluarganya dan keluarga Queen, tentang Boy sebelum mereka berangkat ke luar Negri.
Yang sebenarnya Papa Arya, Reyhan dan Elang sudah tau terlebih dahulu. Dan sudah mengenal Boy, saat mereka bergantian mengurus Orion ke luar Negri, saat Orion mengalami kecelakaan dan di rawat di rumah sakit.
"Kakek !" sapa Boy, merentangkan kedua tangannya ke arah Papa Arya.Papa Arya mengulas senyumnya, mengambil Boy dari gendongan Darren.
"Boy merindukan kakek !" ucap Boy
"Kakek juga merindukan cucu kakek yang tampan ini" balas Papa Arya." Perkenalkan Ini nenek Bunga" ucap Papa Arya lagi, memperkenalkan wanita yang masih tampak cantik dan imut imut manja menggemaskan di sampingnya.
"Nenek cantik sekali !" puji Boy, setelah memperhatikan wajah ratu sejagat dengan intens.
"Kakekmu juga sering mengatakan seperti itu !" balas ratu sejagat, lalu tertawa cekikikan.
"Siapa nama cucu nenek yang tampanya kebangatan ini ?" tanya Mama Bunga, mencubit gemas pipi cabi Boy, yang berwarna putih ke merahan, dengan rambut lurus dan pirang.
"Boy Angkasa Alfarizqi" jawab Boy.
Sontak saja Mama Bunga mengalihkan pandangannya ke arah Orion dan Papa Arya bergantian.
"Aku yang menyuruh Orion untuk memberikan nama belakangku kepada Boy sayang !" Papa Arya menjawab kebingungan istreinya.
"Oh !" Mama Bunga mengangguk anggukkan kepalanya paham.
"Ma ! Pa ! kami duluan ke kamar, Queen kecapean, Orion harus membawanya istirahat" pamit Orion. Langsung mengangkat tubuh Queen yang sudah loyo, membawanya menaiki anak tangga ke lantai dua rumah orang tuanya, masuk ke dalam kamarnya.
Sampai di dalam kamar, Orion meletakkan tubuh Queen dengan sangat hati hati di atas tempat tidur.
"Istirahatlah ! abang akan melihat Reyhan dulu, kata Papa Sudah Dua minggu Reyhan tidak pernah mandi. Dia hanya mengurung diri di dalam kamar. Bahkan Mama tidak mau masuk ke dalam kamarnya sangking baunya" ucap Orion kepada Queen.
"Jangan lama lama, badan Queen sakit semua, Queen pengen di pijitin" manja Queen.
Saat Orion membuka pintu kamar Reyhan, aroma kecut bau busuk langsung menguar menusuk masuk ke rongga hidung Orion. Orion melangkahkan kakinya masuk ke kamar Reyhan dengan menenteng ember berukuran 18 liter berisi air bercampur es batu yang sudah di hancurkan. Tanpa aba aba langsung mengguyurkannya ke tubuh Reyhan yang duduk bersandar di kepala ranjang.
"Kau itu ! tubuhmu aja yang besar, tapi otakmu sangat kecil" maki Orion kepada adik pertamanya." Hanya karna cewek kamu menghancurkan hidupmu. Apa kamu pikir dengan kamu mengurung diri di kamar, akan merobah keadaan ?, Ha !!!" marah Orion kepada adiknya.
Orion tidak suka melihat adiknya yang berlarut larut dalam keterpurukan, sampai menjadi bodoh.
"Ayo ! kamu bangun bodoh !" Orion menarik Reyhan dari atas tempat tidur, dan langsung melayangkan tinju ke wajah Reyhan.
Bukh ! bukh ! bukh !
"Kamu boleh bersedih, tapi jangan sampai menjadi bodoh !. Bahu hanya putus cinta, kamu sudah seperti ini. Bagaimana jika masalah yang menimpamu lebih berat dari itu ?, Ha !!!."
Bukh !
Lagi, Orion melayangkan tinju ke wajah Reyhan, namun Reyhan hanya diam saja, tak bereaksi sama sekali. Sepertinya putus asa membuatnya tak memiliki emosi.
Melihat adiknya seperti orang bodoh, Orion pun semakin emosi, dan kembali terus memukuli Reyhan sampai babak belur.
"Sadar kamu Reyhan !!!, wanita bukan hanya Diana saja di Dunia ini !. Belum tentu Diana meratapimu !, untuk apa kamu meratapinya sampai kamu gila seperti ini ? Ha !!!. Apa kamu ingin membuat Mama sedih ?"
Bukh ! bukh ! bukh !
"Orion !!! hentikan nak !!!" teriak Mama Bunga, menangis melihat Reyhan sudah terkapar di lantai, dengan bibir dan hidung berdara darah.
"Sepertinya otaknya sudah tidak berpungsi Ma !" ucap Orion.
Bukh !
Sekali lagi, Orion melayangkan tinju ke wajah Reyhan, kemudian berdiri, dan mendudukkan tubuhnya di pinggir kasur milik Reyhan.
"Ya ampun Orion !, kanapa kamu tega meukuli adikmu seperti ini ?" tangis Mama Bunga, memindahkan kepala Reyhan ke atas pangkuannya.
"Ma ! Reyhan mau Diana Ma !" lirih Reyhan, air matanya luruh kembali dari sudut matanya.
"Ikhlaskan Diana sayang !, kalian tidak berjodoh !" balas Mama bunga, mengusap darah yang mengalir dari hidung dan bibir Reyhan dengan jilbabnya.
"Reyhan mau Diana Ma !" lirih Reyhan lagi.
"Jangan kamu memisahkan apa yang sudah di persatukan Tuhan sayang !. Itu sangat besar dosanya. Sabarlah !, ada wanita yang menunggu cintamu di luar sana" ucap Mama Bunga, menepis air mata Reyhan dari sudut matanya.
Malah Reyhan semakin menangis terisak, memeluk pinggang Mama Bunga." Pertemukan aku dengan wanita itu Ma !" ucap Reyhan dalam tangisnya.
"Iya sayang ! Tapi bersihkan dirimu dulu, gosok yang bersih, dan cukur brewokmu ini, jangan sampai cewek itu nanti kabur, karna mengira kamu saudara kera sakti" balas Mama Bunga, mengusap brewok Reyhan yang sudah memanjang, seperti jenggot kambing.
"Bang Orion jahat Ma !, dia memukulku sampai babak belur" adu Reyhan manja kepada Mama Bunga.
"Sssttt...Abangmu pikir tadi kamu sudah menjadi mayat hidup sayang, makanya dia memukulmu" balas Mama Bunga, menahan senyumnya.
"Sakit Ma !" manja Reyhan lagi.
"Setelah kamu mandi, Mama akan mengobatinya. Sana mandi, biar anak manja Mama ini kelihatan gantengnya" bujuk Mama Bunga.
"Orion ! Elang ! ayo kalian bawa Reyhan ke kamar mandi !" perintah ratu sejagat kepada Anak pertama dan ketiganya.
"Gak Ma ! bang Reyhan bau !" Elang langsung berlari keluar dari kamar Reyhan, turun kelantai bawah.
Anak itu !, geram Mama Bunga dalam hati, anaknya ketiganya itu paling malas do suruh.
"Orion ! bawa adikmu ke kamar mandi !" perintah ratu sejagat lagi kepada anak pertamanya.
"Iya Ma !"
Orion pun berdiri dari pinggir kasur, berjalan mendekati Reyhan dan Mama bunga. Dan langsung menarik kedua tangan Reyhan, menyeretnya dengan posisi tidur ke kamar mandi.
"Ya ampun Orion !!!" teriak Mama Bunga, melihat Reyhan di tarik sudah persis kaya goni barang rongsokan.
.
.
#Menurut kalian aneh gak ya ! ceritanya campur aduk ?.