
Queen mengerjab ngerjabkan kelopak matanya, terbangun dari tidur lelapnya. Perlahan Queen oun membuka kelopak matanya, langsung menoleh ke samping kiri dan kanannya.
Ternyata cuma mimpi , batin Queen. Tidak melihat suaminya berada di sampingnya. Kembali, Queen pun meneteskan air matanya.
Tuhan ! apa aku salah mencintai bang Orion ?. Kenapa terus memisahkan kami ?. Kenapa Engkau menghukumku Tuhan ?,Padahal aku tulus mencintainya. Baru sebulan kami tinggal bersama menjalani pernikahan kami, kami sudah harus terpisah lagi. Apa nanti aku mampu ?, membesarkan anak kami sendiri. Batin Queen.
Ceklek !
Refleks Queen menolehkan kepalanya ke arah pintu, karna ada yang membukanya."Bang Orion "guman Queen.
"Selamat pagi sayang !" sapa Orion tersenyum, Queen menajamkan pandangannya ke arah Orion dan menghapus air matany.
"Selamat pagi princes !" sapa Bu Uul pembantu di rumah mereka, membawa nampan yang berisi makanan dan air mimum, ikut masuk ke kamar suami istri itu, lalu meletakkannya di atas meja nakas.
"Saya permisi Pak Orion !, princes !" pamit Bu Uul.
"Trimakasih Bu !" balas Orion, Bu Uul pun keluar dari dalam kamar dan tidak lupa menutup pintunya.
"Bang Orion benaran sudah bebas ?, Queen gak mimpikan ?" tanya Queen mengabaikan sapaan Bu Uul.
Orion mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur, menghadap Queen."Kamu gak mimpi sayang, abang sudah bebas dari tadi malam" jawab Orion.
Queen diam memandangi waja Orion tanpa berkedip. Queen perlahan mengulurkan tangannya menyentuh wajah Orion. Memastikan yang duduk di depannya itu benar bang Orionnya, bukan halusinasinya. Queen pun meraba wajah tampan milik suaminya itu.
Orion mengambil tangan Queen yang menempel di pipinya, lalu mengecupnya.
"Apa suami mu ini terlihat seperti bayangan ?"tanya Orion. Queen menganggukkan kepalanya.
"Coba bang Orion cium Queen, terasa apa gak ?" tanya balik Queen, ia belum yakin dengan yang di lihatnya.
Orion langsung saja menarik kedua sudit bibitnya ke atas."Dengan senang hati cinta" Orion segera membungkukkan tubuhnya, dan langsung mencium rakus bibir Queen. Dan tangannya pun meraba raba kemana mana, menarik baju Queen ke atas.
Ceklek !
"Bang Orion !"
Sontak saja Queen mendorong Orion kuat, sampai ciuman mereka lepas dan Orion hampir terjatuh ke lantai, karna tiba tiba ada yang menerobos masuk ke kamar mereka. Dengan gerakan cepat Queen pun merapikan bajunya.
"Bilal ! kenapa gak ketuk pintu dulu ?, asal main masuk aja !" kesal Orion, kepada adik bungsunya itu.
Tadi malam kedua orang tuanya dan semua adik adiknya tidur menginap di rumah mereka. Begitu juga dengan kedua orang tua Queen dan Kedua adiknya. Bilal baru bangun tidur, ia sudah sangat merindukan abangnya itu. Karna jarang bertemu.
"Kenapa ?"tanya bocah berusia sepuluh Tahun itu polos. Ia sudah terbiasa keluar masuk kamar abang abangnya dari dulu tanpa mengetuk pintunya, ini kenapa di suruh harus mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Abang lagi urusan pribadi sama kakak Queen" jawab Orion.
"Sama seperti Mama sama Papa ?" tanya Bilal lagi , membuat Orion gemas melihatnya. Dan Queen langsung saja memutar bola matanya malas, mendengar istilah urusan pribadi yang dari dulu tren di keluarga Alfarizqi itu.
"Iya !" jawab Orion.
"Oo !" Bilal pun mengangguk anggukkan kepalanya seolah paham.
"Sudah ! sana keluar !, abang mau lanjut lagi urusan pribadinya" usir Orion, kepada adik bungsunya.
"Harus ada ceweknya ya bang, baru bisa urusan pribadi ?" tanya Bilal menurut pemikirannya., dari eman bersaudara, hanya dia yang belum paham dengan urusan pribadi yang di maksud orang tua mereka.
"Iyalah !, masa Bilal mau urusan pribadi sendiri, mana seru !."
"Bilal juga cari ceweklah !, biar bisa urusan pribadi" ucap bocah yang masih polos itu, otaknya sudah mulai terkontaminasi urusan pribadi.
"Iya ! sana cepat keluar, suruh di cari Papa, biar cepat dapatnya, enak loh !" usir Orion, menyeringai lebar, sudah menodai otak adiknya si burung cicit.
"Benaran enak kak Queen ?" makin penasaranlah burung cicit.
"Enak banget !" jawab Queen, kemudian mengulum senyumnya, ikut ikutan.
Orion mengalihkan tatapannya kembali ke arah Queen, dan tangannya terulur menarik hidung mancungnya, lalu berkata."Makanya kamu ketagihan sayang !."
"Bilal bilang Papa cariin ceweklah !" Bilal pun berlari keluar dari kamar suami istri itu. Ia ingin menemui Papa Arya, minta di suruh cariin cewek buat di ajak berurusan pribadi.
"Satu ronde ya !" pinta Orion.
Bukh !!!
"Aw !" keluh Orion karna Queen memukul dadanya, Orion mengelus elus dadanya." kok abang di pukul Queen ?."
"Mesum mulu pikirannya" Queen mengerucutkan bibirnya. pikirannya belum tenang dari masalah yang menimpa mereka, malah suaminya itu masih bernafsu untuk bermesum mesum. Belum lagi hari ini mereka harus menghadiri persidangan kasus yang menimpa mereka.
"Canda Queen !" Orion mencebikkan bibirnya.
"Queen lapar !"
"Sana suci muka dan sikat gigi dulu !"suruh Orion.
"Gendong !" manja Queen, mengulurkan kedua tangannya kepada Orion.
Orion menghela napasnya" nanti kalau kaki abang sudah sembuh ya !, baru abang gendong Queen" ucapnya dengan tatapan meneduh, sambil tangannya menarik Queen, membantunya duduk.
Queen mengerucutkan bibirnya Orion yang melihatnya langsung mengecupnya.
"Maafin abang ya !, tidak bisa menjadi suami yang sempurna untuk Queen" ucap Orion lagi.
Queen yang sudah duduk menajamkan pandangannya ke wajah Orion, kemudian mengangguk anggukkan kepalanya. Ia harus bersabar, karna dia yang memaksa Orion untuk menikahinya dulu. Queen lagi di uji cintanya lewat ketidak sempurnaan Orion.
Queen mendekatkan wajahnya ke wajah Orion, dengan bibir tersenyum.
Cup !
Satu kecupan langsung mendarat di bibir Orion."Yang penting burung hantu bang Orion masih gagah" ucap Queen dengan suara di buat lembut dan menggoda,sambil jari telunjuknya digerakkannya menelusuri wajah Orion. Dan satu tangannya lagi di bawah meraba burung hantu milik Orion.
Sampai membuat Orion memejamkan matanya, menikmati godaan istri kecilnya. Orion harus menahannya untuk sementara waktu, karna pagi ini mereka harus ke pengadilan.
"Aku mencintai bang Orion, seperti apa dan bagaimana pun keadaan bang Orion!" ucap Queen lagi.
"Sayang ! sudah !" Orion tak tahan lagi, ia pun mengambil tangan Queen yang meremas burung hantunya.
Queen tersenyum, kemudian mengecup bibir Orion kembali, lalu pergi ke kamar mandi.
Orion membuka matanya, setelah Queen menghilang di balik pintu. Di lihatnya burung hantunya sudah meronta akibat ulah pemiliknya yang menjahilinya.
"Tunggu nanti malam adik kecil, kita hukum Queen sama sama sampai minta ampun" ucapnya kepada burung hantunya.
.
.
"Papa ! Papa !" panggil Bilal berseru dengan suara nyaringnya.
"Ada apa manggil Papa ?" tanya Mama Bunga berpapasan dengan Bilal di bawah tangga.
"Papa mana Ma ?, Bilal mau nyuruh Papa cariin cewek buat Bilal, biar bisa urusan pribadi kaya Mama sama Papa, kaya bang Orion sama kak Queen. Kata bang Orion sama kak Queen urusan pribadi itu enak !" cerocos Bilal.
Kedua anak itu !, gemas Mama Bunga dalam hati. Pasti pasangan suami istri muda itu sudah menodai pikiran anaknya yang masih suci itu.
"Nanti kalau sudah besar, Bilal baru di cariin cewek ya !. Sekarang 'kan Bilal masih kecil belum boleh main cewe cewean" ucap Bunga lembut,tangannya mengelus kepala Bilal. Tiba tiba kepalanya pusing, perutnya sedikit mual.
"Mama kenapa ?" tanya Bilal, melihat kening Mamanya mengerut.
"Gak apa apa sayang !, sedikit pusing aja" jawab Mama Bunga mengulas senyumnya.
Kok dari semalam aku sering pusing dan agak mual ya ?. Masa iya aku ikut ngidam ?. Batin Mama Bunga. Ia sudah tak muda lagi, hamil lagi pun tak mungkin rasanya.
"Sana panggil Papa sama Om Gandi di taman samping, untuk sarapan" suruh Mama bunga kepada Bilal.
"Iya Ma !" patuh Bilal, dan langsung berlari ke arah pintu samping rumah abangnya itu. Dan Mama Bunga pun kembali ke dapur, untuk menyajikan sarapan di meja makan.
"Sudah selesai Van ?" tanya Mama Bunga kepada besannya.
Tak lama kemudian Papa Arya dan Papa Gandi pun sudah tiba di meja makan.
"Semua anak anak mana sayang ?" tanya Papa Arya. mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi meja makan.
"Lari pagi" jawab Mama bunga, Papa Arya menganggukkan pelan kepalanya.
Ke empat orang tua itu pun memulai sarapannya.
"Pah ! cariin Bilal cewek ya !, Bilal juga mau urusan pribadi !."
"Uhuk uhuk uhuk !"
Papa Arya langsung terbatuk batuk, mendengar ocehan anak bungsunya itu. Papa Arya mengalihkan tatapannya kepada Mama Bunga yang duduk di sampingnya.
"Orion sama Queen itu, yang menodai otak Bilal " jawab Mama Bunga, mengerti dengan tatapan suaminya.
Mama Vani yang berbicara pun, berkata kepada Bilal."Burung cicitmu aja masih kecil, mana mau cewek kamu ajak urusan pribadi."
"Sayang !" tegur Papa Gandi, karna istrinya itu erornya kumat.
Bilal mengarahkan tatapannya kepada Mama Vani."Emang harus sebesar apa tante ?" tanyanya.
"Hmm.. sebesar burung Elang !" jawab Mama Vani.
"Emang tante Vani pernah lihat burungnya bang Elang ?" tanya Bilal lagi polos.
"Bilal ! cepat makan sarapanmu !" tegas Papa Arya supaya pembahasan unfaedah itu terhenti. Kepalanya pusing, ke enam anaknya tidak ada yang waras seratus persen, sama seperti istrinya, ada eror erornya.
Gara gara istrinya nih !, menanamkan istilah urusan pribadi kepada anak anaknya.
"Iya Pah !, tapi Papa cariin Bilal cewek ya !" patuhnya dengan syarat, lalu menyuapkan makanan ke mulutnya.
.
.
Di tempat lain, tepatnya di taman yang berada di lingkungan perumahan Queen dan Orion. Reyhan, Elang, Arsenio, Darren, Ghissam, Ghaisan, Calixto, Sirin, Kania dan Diana. Mereka sama sama mendudukkan tubuh mereka di atas hamparan rumput hijau. Mereka sudah sama sama lelah, habis berlari.
"Lapar ! haus !" ujar Sirin, meyandarkan tubuhnya ke lengan Arsenio.
"Mau makan apa ?" tanya Arsenio.
"Nasi uduk !" jawab Sirin.
"Sebentar aku cariin !" balas Arsenio, kemudian berdiri dari tempat duduknya, lalu pergi.
Kania dan Diana, sama sama memanyunkan bibir mereka. Mereka juga lapar dan haus, tapi tidak berani merengek meminta di belikan sarapan dan minum kepada Reyhan dan Dokter Ghissam. Karna mereka baru dekat, belum tau dengan sifat masing masing. Kenapa laki laki dewasa itu gak ada inisiatif membeli mereka makan dan minum.
Rayhan yang rebahan di atas rumput dan meletakkan kepalanya di pangkuan Diana, mengulas senyumnya. Satu tangannya terangkat mencomot bibir Diana yang manyun.
"Arsen pasti membelikannya untuk kita semua, gak udah takut" ucap Reyhan.
Diana mengalihkan wajahnya ke arah lain, malu karna Reyhan bisa menangkap pikirannya. Reyhan pun terkekeh, melihat Diana salah tingkah.
"Berarti hari ini kalian ceritanya meliburkan diri semua ?" tanya Dokter Ghissam, baru sadar hari ini bukan hari libur.
"Kami semua sudah minta ijin sama Papa Arya" jawab Sirin.
"Yakin ! kalian besok gak di hukum sama guru masing masing ?" tanya Dokter Ghissam lagi. Setaunya Sekolah SMA HARAPAN itu sangat ketat dengan peraturan.
"Lihat besok aja !" jawab Sirin, mengedik bahunya, sesekali dapat hukuman tak masalah, pikirnya.
Tak lama kemudian, Arsenio kembali dengan membawa dua kantong besar di tangannya. Arsenio pun meletakkannya di atas rumput.
"Beli apa aja ?" tanya Calixto.
"Nasi uduk semua !" jawab Arsenio, mendudukkan tubuhnya kembali di samping Sirin.
Tiba tiba ada odong odong berhenti di depan mereka. Tapi penumpangnya bukan anak anak kecil, melainkan Queen, Orion dan Bilal. Ketiga penumpang itu pun turun dari dalam odong odong, berjalan ke arah mereka.
"Bang Reyhan !" seru Bilal kepada sulung keduanya itu, sambil berlari ke arah Reyhan, dan mendudukkan tubuhnya di atas perut Reyhan yang masih rebahan.
"Kenapa bang Reyhan gak bangunin Bilal ?" tanyanya. Tadi malam ia terbangun, Reyhan tidur di sampingnya, saat bangun tidur, Reyhan sudah tidak ada.
"Kamu tadi masih ngorok" jawab Reyhan.
"Kenapa kalian gak ngajak ngajak ?" tanya Queen memanyunkan bibirnya, ikut mendudukkan tubuhnya di atas rumput.
"Kakak ipar lagi hamil muda, gak bagus banyak jalan jalan. Nanti kaka ipar bisa kecapean, bisa beresiko terhadap kandungan kakak ipar" jawab Dokter Ghissam.
"Oek !"
Seketika Orion merasakan perutnya mual, mencium aroma bawang goreng yang menguar dari nasi uduk mereka.
"Kalian makan apa ?, bau sekali" Suara Orion terdengar kumur kumur karna ia berbicara dengan menutup mulutnya dengan tangan.
"Gak lihat ini nasi uduk !" jawab Elang ketus, orang mau makan, malah abangnya itu pake acara mau muntah pula, mana gak ikut mual perutnya.
"Cepat kalian buang bawang gorengnya. Aku gak suka baunya !" suruhnya seperti perintah.
"Iya deh ! kami buang !" Dokter Ghisam yang berbicara. Sebagai Dokter kandungan, ia sangat paham dan mengerti dengan penderitaan Orion yang lagi ngidam.
Demi kebaikan sang raja yang mulia, mereka semua pun membuang bawang goreng nasi uduk mereka, mengumpulkannya di satu plastik, membungkusnya, lalu membuangnya.
Orion yang duduk di samping Reyhan, mengambil begitu saja nasi uduk dari tangan Reyhan tanpa memintanya.
"Woi !" kesal Reyhan dengan suara beratnya.
"Kamu bei untukmu lagi !" ucap Orion, mengambil sendok berbahan plastik dari tangan Reyhan." Ingat ! jangan pakai bawang goreng, aku gak suka baunya" ucapnya lagi.
Kalau kau bukan abangku, sudah kupatahkan kakinya yang pincang itu. Gerutu Reyhan dalam hati. Kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Burung cicit ! yuk cari makanan sama abang !" ajaknya kepada Bilal yang duduk di sampingnya. Tanpa aba aba, mengangkat Bilal ke atas, kemudian mendudukkan Bilal di atas pundaknya.
"Beliin abang gado gado ya !, jangan pakai bawang goreng" Seru Orion tanpa dosa.
Membuat Reyhan mendengus kesal. Segitu banget jadi orang ngidam. Suka suka dia aja hidup ini. batinnya
"Yakin mau sama si Reyhan ?" tanya Orion niat mengompori kekasih dari adik pertamanya yang jomlo semenjak lahir. lalu menyuapkan nasi uduk ke mulutnya.
"Kenapa emangnya bang ?" tanya balik Diana, heran.
"Reyhan itu ada gila gilanya !" jawab Orion.
"Sudah tau !" balas Diana
"Wah ! apa yang sudah kalian lakukan ?" goda Orion menaik turunkan alisnya." Ayo ngaku !" ucapnya lagi.
"Gak ada kami lakuin apa apa bang !" Diana bingung dengan abang dari kekasihnya yang kelewat tampan itu, tapi sayang, ternyata otaknya sedikit geser juga.
"Emang bang Orion sama Queen, lakuin urusan pribadi trus !" celetuk Elang.
"Bwuah ! kalian belum tau aja rasanya !" ucap Orion, tersenyum pernuh arti." iya 'kan sayang ?" tanyanya kepada Queen.
"Gak usah bicara yang aneh aneh deh bang !" tegur Queen, mengambil kotak makan dari tangan Orion, lalu memakannya, sesekali menyuapkannya ke mulut Orion. ada ada saja suaminya itu, membahas urusan pribadi dengan anak perawan sama perjaka.
.
.
.
.