
Terpaksa Arsenio mengantar Sirin pulang, karna Sirin ingin membaringkan tubuhnya. Karna di toko itu, tidak ada tempat tidur.Sampai di rumah, Arsenio mengantar Sirin langsung ke kamar.
"Istirahatlah !, aku harus pergi lagi, nanti aku akan cepat pulang !" ucap Arsenio, membantu Sirin berbaring di atas kasur.
Sirin cemberut, ia ingin Arsen menemaninya.
Arsenio menghela napasnya, Istrinya itu sangat keras kepala. Keinginannya harus selalu dinturuti semenjak hamilnya besar. Tidak seperti Sirin dulu yang lemah lembut. Arsenio pun menyibak dress yang di pakai Sirin, kemudian mengusap usap perutnya. Biasanya setelah perut Sirin di elus elus manja, hati Ibu peri badutnya itu bisa damai dan tentram. Dan Arsenio bisa pergi bekerja lagi.
.
.
Di rumah sakit
Orion langsung terbangun, mendengar ada yang membuka pintu kamar perawatannya. Orion mengarahkan pandangannya ke arah pintu melihat siapa yang datang.
"Mama ! Papa !" gumam Orion, kemudian mendudukkan tubuhnya.
Mama Bunga dan Papa Arya masuk sama sama berjalan mendekati Orion di atas brankar.
Bukh !!
Bukh !!
"Aw !!!" keluh Orion memegangi perutnya, karna mendapat bogeman dari Mama Bunga dan Papa Arya.
"Papa gak menyangka memiliki anak sebodoh kamu !" geram Papa Arya. Rasanya ia ingin memasukkan kembali anaknya itu ke dalam perut istrinya. Untuk melakukan daur ulang.
"Orion gak benaran bunuh diri Pa !, lukanya cuma sedikit aja" Orion membela diri.
"Kalau lukanya cuma sedikit, kenapa kamu sampai trasfusi darah ? Ha !" sanggah Papa Arya.
"Kebetulan saja Orion kurang darah" elaknya.
"Cukup Mama aja yang bodoh ya nak !, kamu jangan ikut ikutan. Jantung Mama hampir mau copot tadi saat mendapat kabar dari Arsen kalau kamu mencoba bunuh diri. Kamu anak Mama yang paling tampan. Yang kedua Reyhan dan yang seterusnya adik adik kamu yang lain." ucap Mama Bunga panjang kali lebar, gesreknya lagi kumat.
"Arsen tau kalau aku sakit Ma ?, kok dia gak datang menjengukku ?. Bawa buah atau makanan enak enak gitu. Dasar adik durhaka" cerocos Orion, ketularan gesrek Mama Bunga.
"Kamu sendiri yang buat penyakitmu, ngapain juga di jenguk" ketus Papa Arya.
"Papa sama Mama ngapain jenguk Orion ?. Pasti kalian takut 'kan Orion mati. Orion tau kalian sangat menyayangi Orion yang tampan ini, trimakasih Ma ! Pa !, Orion sangat senang mendengarnya" oceh Orion lagi.
Bukh !
"Aw !" keluh Orion, karna Papa Arya meninju perutnya lagi.
"Kalau kamu mati, Papa masih punya anak lima lagi, enam di tambah yang di perut Mama mu. Dan Papa masih bisa menambah adik buat kamu lagi" gemas Papa Arya.
Sering kali kepalanya pusing, menghadapi istri dan anak anaknya semua yang ada gesreknya. Sehingga dengan terpaksa membuatnya ikut gesrek.
Orion berdecak, Papanya itu sudah mantu dua, masih tidak kalah genitnya sama pengantin baru.
Dan Mama Bunga yang tidak terlalu kesulitan saat melahirkan pun, tidak masalah baginya kalau masih nambah anak lagi. Memprosesnya dia senang, tentu dong ! memetik hasilnya ia lebih senang lagi.
Mama sama Papa, genitnya sama.Batin Orion
Mendengar suara berisik di ruangan itu. Queen dan Boy yang tidur di samping kiri dan kanan Orion pun terbangun.
"Papa ! Mama !" sapa Queen mendudukkan tubuhnya lalu turun dari atas brankar. Menyalam tangan kedua mertuanya, kemudian berpindah duduk ke sofa di ruangan itu.
"Kakek ! Nenek cantik !" sapa Boy, mengulurkan kedua tangannya supaya sang kakek atau Nenek menggendongnya.
"Cucu Nenek terbangun ya ?" ucap Mama Bunga, mengambil Boy dari atas brankar, lalu mencium kedua pipinya." Cucu tampan nenek bau asem !" ucapnya, membawa Boy ke sofa, duduk di samping Queen yang masih mengantuk.
"Boy belum mandi !" ucapnya tertawa malu malu,tidak percaya diri karna tubuhnya di katakan bau asem.
"Pulang sama nenek mau ?. Boy nginap di rumah nenek" ajak Mama Bunga.
Boy menggelengkan kepalanya," Boy tidurnya sama Momy, sama Daddy !" ucapnya.
"Boy gak mau tidur sama nenek ?" tanya Mama Bunga lagi, merubah raut wajahnya menjadi sedih.
"Boy mau sama Momy, sama Daddy" jawab Boy lagi.
Bagaimana cara Orion mencuci otak anak ini. Sampai Boy begitu nempel sama Queen, padahal mereka baru saja kenal. batin Mama Bunga.
Tapi bagus juga, dengan sifat Boy yang selalu nempel dengan Queen. Queen bisa menerimanya, hati Queen luluh, bisa menerima Boy. Batin Mama Bunga lagi
"Kalau mau tidur sama Momy !, cium Momy !" ucap Queen dengan mata terpejam.
Boy yang berada di pangkuan Mama Bunga, pun mendekatkan tubuhnya ke arah Queen, dan langsung mencium pipi Queen sampai ilernya menempel.
"Boy pulang sama Nenek sama Kakek ya !. Daddy masih sakit, masih harus bobo di sini. Tempat tidurnya gak muat, kasihan adek bayi di perut Momy, kalau tidurnya sempit sempitan" bujuk Orion.
Supaya Boy mau di bawa pulang kakek dan neneknya. Orion ingin menghabiskan waktu berdua bersama Queen. Karna mereka sudah dua bulan berpisah. Orion ingin bermaja manja kepada Queen, tentunya ingin memanjakan burung hantunya yang sudah lama bersemedi di dalam celana.
Boy diam menajamkan pandangannya ke arah Orion yang duduk di atas brankar, otaknya berpikir keras mencerna apa yang di katakan Daddy nya.
"Lihat tuh ! perut Momy besar, kasihan Momy, kalau tidurnya sempit. Adek bayinya nanti bisa kepencet" tunjuk Orion dengan dagunya ke arah Queen.
Boy mengarahkan pandangannya ke arah perut Queen yang membesar akibat ulah burung hantu Daddynya. Kemudian mengarahkan pandangannya ke perut ratu sejagat yang juga besar sama seperti Momynya.
"Iya cucu nenek sayang !" jawab Mama bunga, mengambil satu tanga Boy, meletakkannya ke perut buncitnya. Boy pun mengusap usap perut Mama Bunga dengan sayang.
"Adek !" ucap Boy
"Bukan adek !, tapi tante !" ralat Mama Bunga. Karna Boy adalah keponakan dari bayi yang ada di dalam perutnya.
Orion mengernyitkan keningnya, mendengar sang Mama menyuruh Boy memanggil tante kepada calon adikya yang masih belum lahir.
"Emang adik Orion itu perempuan Ma ?" tanyanya.
"Sepertinya iya !, kemarin di USG terakhir, nampak jenis kelaminnya perempuan. Mudah mudahan saja gak berobah" jawab Mama Bunga.
Orion mengembangkan senyumnya, ia sangat senang, akan mendapatkan adik perempuan.
"Kalian apa sudah tau jenis kelaminnya ?" tanya Mama Bunga, mengalihkan pandangannya ke arah Queen.
"Rahasia !" jawab Orion, Queen mengangguk anggukkan kepalanya sembari tersenyum. Membuat Mama Bunga mendengus.
.
.
Di tempat lain
Beda cerita dengan Reyhan, Reyhan memarkirkan kenderaannya di depan sebuah restoran Padang. Setelah mematikan mesinnya, ia langsung keluar dari dalam mobilnya, berjalan masuk ke dalam restoran tersebut.
Reyhan mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi kosong. Kesana dia bukan ingin makan, melainkan ketemu janji dengan calon istri, insya Allah kalau jadi. Sembari menunggu, Reyhan memesan minuman untuknya, kebetulan ia haus. Reyhan sudah benar benar memantapkan hatinya untuk menikah dengan gadis yang di jodohkan Papa Arya kepadanya. Meski Diana masih terselip di hatinya. Reyhan yakin seiring berjalannya waktu, ia akan move on dari Diana.
Lama menunggu, akhirnya seorang wanita berhijab lengkap dengan nikapnya berdiri di depannya.
"Assalamu alaikum Akhi !" sapa gadis yang hampir seusianya itu.
(Akhi: saudara laki laki)
"Walaikum salam Ukhti !" balas Reyhan tersenyum kepada gadis yang menundukkan pandangan itu."Tafadhdholy yajlis Zamilah !" ucap Reyhan lagi.(Silahkan duduk cantik)
(Ukhti: saudara perempuan)
Yumna tersenyum di balik kain yang menutupi wajahnya. Reyhan bisa melihat itu dari mata Yumna yang menyipit.
"Syukron !" balas Yumna, mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di depan Reyhan.( trimakasih )
"Afwan !" ucap Reyhan lagi. (Sama sama)
Ehem !
Reyhan berdehem, sebelum mengatakan maksudnya mengajak Yumna bertemu, kemudian berbicara." Begini Almira...
"Maaf ! namanya Yumna, bukan Almira" potong Yumna langsung, karna Reyhan memanggilnya Almira.
"Setalah aku menikahimu, kamu adalah permaisuriku, maka aku akan memanggilmu Almira" ujar Reyhan.
"Terserah bang Reyhan saja !, ada apa bang Reyhan mengajak saya bertemu ?. Bukankah saya sudah memberikan jawaban lewat pesan ?" tanya Yumna.
"Saya rasa ada yang perlu kita bahas sebelum pernikahan" jawab Reyhan.
"Kamu bukanlah orang daerah sini. Apa kamu yakin setelah menikah, mau tinggal menetap di sini ?. Mengikutiku kemana pun aku akan membawamu ?" tanya Reyhan.
"Ya ! bukankah seorang istri harus ikut suami ?" tanya balik Yumna.
"Hm..!" balas Reyhan." Aku bukanlah orang yang ahli dalam Agama, apa kamu mau menerimaku, menjadikanku imammu ?" tanya Reyhan lagi.
"Aku pun bukanlah seorang Ahli Agama. Kita bisa sama sama belajar" jawab Yumna.
"Sepertinya kamu sudah jatuh cinta dengan ketampananku !" celetuk Reyhan konyol.
Waduh ! ini orang percaya diri juga, kok sama kaya aku ya ?. Batin Yumna
"Maaf ! saya tidak berhak jatuh cinta kepada yang bukan hak saya" balas Yumna.
"Itu bagus, nanti kamu hanya boleh jatuh cinta denganku. Aku meminta, tetaplah seperti ini, jika keluar rumah setelah kamu sah menjadi istriku" ujar Reyhan.
Reyhan sudah tau, Yumna memakai nikap saat bertemu dengannya saja. Dan Reyhan sudah mengingat siapa Yumna, wanita yang pernah menabraknya saat di restoran itu. Reyha mengenali mata indah Yumna, saat mata mereka tak bertubrukan waktu itu.
"Jika suamiku yang memintanya, aku akan mematuhinya" balas Yumna.
"Aku tak ingin kecantikan wajah istriku, di nikmati bayak laki laki nantinya" ujar Reyhan.
"Oh ya !, kira kira mahar apa yang kamu minta nanti, sebagai syarat akan menikahimu, supaya aku menyiapkannya ?" tanya Reyhan.
Yumna sedikit mendongakkan kepalanya, tanpa menatap jelas wajah Reyhan." Aku hanya meminta seperangkat alat shalat saja, dan hapalan surah Arrahman" jawab Yumna.
"Baiklah ! ada lagi ?"
"Itu saja !"
.
.