
Kini di ruang perawatan Queen, hanya tinggal Queen dan Orion. Orion membaringkan tubuhnya yang lelah dan sudah mulai mengantuk, di samping Queen yang terbaring dari tadi. Orion menarik Queen ke dalam pelukannya, memeluknya posesif, seolah olah itu adalah pelukan terakhirnya.
Queen mengalihkan pandangannya ke wajah Orion yang berada tepat di samping wajahnya. Kemudian menggerakkan tangannya, mengulurkannya menyentuh wajah Orion, lalu berbicara." Kita tidak akan berpisah lagi 'kan bang Orion ?" tanya Queen, dengan mata berkaca kaca.
Orion mengambil tangan Queen yang menempel di pipinya, dan mengecupnya." Abang gak tau Queen !" jawab Orion.
"Queen gak mau kita berpisah lagi !" ucap Queen, netranya menatap tajam ke manik mata milik Orion.
"Abang juga sayang !" balas Orion, lagi..mengecup tangan Queen, dan Queen menghela napasnya.
"Jika bang Orion masuk penjara, Queen juga ikut !" ucap Queen.
"Iya sayang !, nanti kita pesan penjara VIV, disana kita buat dede bayi" balas Orion konyol.
"Emang ada ?"
"Kita suruh hakimnya nanti membuatkannya" jawab Orion tersenyum,membuat Queen ikut tersenyum.
"Ayo kita tidur sayang, malam sudah hampir pagi" ucap Orion lagi, kemudian mengecup bibir Queen kilas, dan semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Queen, lalu memejamkan matanya.
Malam ini Queen gak ingin tidur bang Orion, Queen takut, saat pagi hari, Queen membuka mata, Bang Orion tidak ada di samping Queen lagi. Batin Queen, memandangi wajah Orion yang sudah memejamkan mata.
Entah berapa lama Queen memandangi wajah Orion, sampai wajah yang di pandanginya itu sudah terlelap dan mendengkur halus. Dan Queen juga akhirnya tidak dapat menahan kantuk yang menyerangnya. Dan tanpa sadar Queen pun tertidur.
.
.
Waktu berlalu
Queen mengerjabkan matanya, terbangun dari tidur lelapnya. Perlahan Queen membuka kelopak matanya, memutar pandangan ke setiap sudut ruangan perawatan. Queen memandang ke sampingnya, Orion sudah tidak ada lagi di sampingnya, maupun di ruangan itu.
Bang Orion kemana ?, kemana orang semua ?, kenapa aku di biarin tidur sendiri ?, ini udah jam berapa ?, kenapa gak ada yang membangunkanku ?. Tanya Queen dalam hati. Queen mengarahkan pandangannya ke arah jam dinding yang menempel di dinding ruangan itu. Ternyata jarum jam sudah menunjukkan jam sebelas siang.
Ceklek !
Queen mengalihkan pandangannya ke arah pintu, karna mendengar ada yang membuka dari luar.
"Sudah bangun ?" tanya Orion sembari melangkahkan kakinya, mendekati Queen.
"Bang Orion dari mana ?" tanya balik Queen, tanpa menjawab pertanyaan Orion. Queen pun mendudukkan tubuhnya.
Cup !
Satu kecupan Orion daratkan di kening Queen, setelah mendudukkan tubuhnya di pinggir kasur menghadap Queen."Tadi abang latihan berjalan di taman Rumah Sakit sayang. Setelah itu abang kontrol,dan sekalian beli makanan untuk istri abang yang jelek ini" jawab Orion tersenyum, menarik hidung mancung Queen, dan sekali lagi mengecup bibir yang selalu menggoda imannya itu.
"Queen pikir tadi bang Orion di tahan polisi !" ucap Queen.
" Semoga tidak sayang !" balas Orion, tangannya mengusap kepala Queen dengan sayang. Tujuh Tahun lamanya ia meninggalkan istri kecilnya itu,Pasti itu bukan hal yang mudah untuk di lalui Queen. Tentu Orion sangat merasa bersalah dan menyesal untuk itu, tapi Orion juga melakukan itu untuk kebaikan mereka berdua, mengingat Queen yang di nikahinya masa dulu masihlah anak anak." sana cuci muka sama sikat gigi !, biar istri abang ini makan !" suruhnya kepada Queen. Lagi, Orion mengecup bibir Queen, seperti sudah kecanduan.
"Gendong !" manja Queen mengulurkan kedua tangannya kepada Orion.
"Abang lempar dari sini mau ?" gemas Orion. Istrinya itu sudah tau kalau ia tak bisa berjalan normal, malah minta di gendong pula.
Queen mengerucutkan bibirnya," gak ada romantis romantisnya !" sungut Queen, sambil turun dari atas brankar, berhalan ke arah kamar mandi sambil mendorong tiang infusnya.
Orion yang mendengarnya pun, hanya bisa menghela napas saja. Pandangannya meneduh, ia kawatir kakinya tidak bisa sembuh total. Dan Queen lama kelamaan bosan dengannya, yang tidak bisa menjadi suami yang sempurna.
Tak lama kemudian Queen pun keluar dari dalam kamar mandi. Berjalan kembali naik ke atas brankar. Queen mengerutkan keningnya, melihat Orion seperti malamun dan wajahnya tampak sedih.
Bang Orion kenapa ?, apa yang di pikirkannya ?. Batin Queen
"Bang Orion kenapa ?" tanya Queen
Orion yang tersadar pun, refleks mengalihkan pandangannya ke wajah Queen." Gak napa napa sayang !" jawab Orion, mengulas sedikit senyumnya." Ayo makan !, abang suapi ya !" tawar Orion. Mengambil kotak makan yang sempat di letakkannya di atas nakas, dan langsung membukanya.
"Abang Orion sudah makan ?" tanya Queen, menerima suapan dari Orion.
Tok tok tok !
Orion dan Queen langsung mengalihkan tatapan mereka ke arah pintu, mendengar ada yang mengetuknya.
"Masuk !" sahut Orion
Ceklek !
Pintu itu pun terbuka dari luar.
"Assalamu alaukum !" ucap Papa Arya sembari melangkah masuk, di ikuti seorang laki laki yang terlihat usianya sudah tak muda lagi, dan terlihat wajahnya sangat familiar. Di susul Papa Gandi, Mama Vani dan Mama bunga di belakang.
"Walaikum salam !" balas Orion dan Queen bersamaan, dengan sama sama tersenyum, melihat orang tua merekalah yang datang.
Mama Vani dan Mama Bunga, berjalan ke sisi brankar sebelahnya.
"Bagaimana keadaan menantu Mama yang cantik ini ?" tanya Mama Bunga, mengusap kepala Queen yang lagi mengunyah makanan.
"Alhamdulillah ! baik Mama mertuaku yang baik hati dan banyak duit !" balas Queen, tersenyum penuh arti.
"Menantuku ini mau minta duit berapa ? hm..!" gemas Mama Bunga, mencubit pipi Queen. Menantu mata duitannya itu, tidak ada segan segannya meminta duit kepadanya.
"Queen sudah gak punya mobil !" jawab Queen, memasang wajah sedih, bibirnya menekuk ke bawah.
"Minta sama suami mu !" ketus Mama Bunga. Enak saja menantu sialannya itu, meminta di belikan mobil sama dia. Bisa bangkrut dong ! ratu sejagat. Kalau sekedar beli baju, sendal, sepatu sama make up, okelah !. Mama Bunga pun memutar tubuhnya berjalan ke arah sofa yang ada di ruang perawatan Queen.
"Mama mertua pelit !" cibir Queen.
Mama Vani mendudukkan tubuhnya di tepi brankar Queen dengan posisi menghadap Queen. Melihat Queen baik baik saja, baik fisil maupun mental, Mama Vani mengulas senyumnya, merasa lega.
"Sini makanannya, biar Mama aja yang menyuapi Queen makan !"ucap Mama Vani kepada Orion. Karna Orion perlu berbicara dengan Orang yang datang bersmaa mereka itu. Dan Orion pun langsung memberikannya.
"Trimakasih Mama mertua !" ucap Orion tersenyum, mengedipkan sebelah matanya kepada Mama Vani.
Plakk !!
"Kok aku di pukul sih Papa mertua !? "ucap Orion, mengusap usap tangannya yang di pukul Gandi dengan map berwarna biru di tangannya.
"Jaga matamu itu !, enak saja godain istriku !" ketus Papa Gandi, karna melihat Orion mengedipkan mata kepada istrinya.
"Queen putriku, kalau kamu lupa !" dengus Mama Vani. Menyuapkan makanan ke mulut Queen.
"Sudah ! sudah !, Ayo Orion !, perkenalkan.. ini Pak ucok hutapea. Dia adalah pengacara dari Jakarta untuk membantu menangani kasusmu dan Queen !" ucap Papa Arya yang sudah tak muda lagi, usianya sudah mencapai 54 Tahunan, tapi masih terlihat tampan dan tentunya gagah.
Orion pun mengulurkan tangannya kepada pengacara kondang yang sering nampak di layar televisi itu.
"Orion Pak !" ucap Orion memperkenalkan diri.
"Ayo ! ceritakan secara detail bagaimana kronologi kejadiannya. Kenapa sampai bisa kamu melesatkan peluru senjata api milik polisi itu kepada si.. korbanlah kita bilang ?. Biar saya tau bagaimana nantinya melakukan pembelaan kepada kalian" tanya pengacara kondang itu, yang khas dengan logat bataknya.
Orion menghela napasnya, kemudian menceritakan dari A sampai Z. Mulai dari pria brengs*k itu yang menyukai Queen dan mengirim sekuntum mawar merah kepada istrinya, sampai terjardi pembegalan kepada mereka, dan Queen di bawa kabur, sampai ia gelap mata menembak si brengs*k itu.
"Baiklah ! saya sudah paham sekarang !. Dan korban masih bisa di selamatkan, saya rasa, kalian mempunyai kesempatan besar untuk memenangkan kasus ini. Saya akan terus mendampingi kalian sampai kasus ini tuntas" ucap Pengacara kondang itu, setelah mendengar penjelasan Orion.
"Trimakasih Pak !" balas Orion.
"Saya tidak bisa lama lama, karna masih banyak kasus klien yang harus saya tangani, saya harus pergi sekarang, kalau begitu saya permisi dulu" pamit pengacara itu.
"Sekali lagi, trimakasih Pak pengacara !" ucap Orion, menyalam tangan Ucok hutapea itu.
"Sama sama !" balas Pengacara itu. Kemudian membalik tubuhnya ke arah pintu, dan langsung melankahkan kakinya, di ikuti Papa Arya dan Papa Gandi, mengantar pengacara kondang itu sampai ke parkiran Rumah Sakit.
.
.